SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 20 April 2018   -HARI INI-
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
  Senin, 16 April 2018
  Minggu, 15 April 2018
  Sabtu, 14 April 2018
POKOK RENUNGAN
Tanpa penyertaan Roh Kudus, kita tidak dapat berbuat banyak dalam menghadapi setiap beban kesulitan hidup kita.
DITULIS OLEH
Pdm. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Si Penolong Yang Dijanjikan
Si Penolong Yang Dijanjikan
Jumat, 20 April 2018
Si Penolong Yang Dijanjikan
Roma 15:13

Yesus sepertinya tahu apa yang akan dihadapi oleh para pengikut-Nya jika Ia tinggalkan. Oleh sebab itu Yesus sebalum kembali ke sorga Ia berjanji,’Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab Dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.’ [Yohanes 14:16-17]

Yesus menepati janjiNya. Saat ini Roh Kudus yang adalah Penolong ada dan selalu ada untuk menolong, mengajar, membimbing, menghibur, menguatkan dan menyertai kehidupan orang percaya sampai kesudahan zaman. Ayat nas di atas menunjukkan bahwa setiap orang percaya sangat membutuhkan kekuatan Roh Kudus supaya mereka semakin berlimpah-limpah dalam pengharapan. Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya rutin ke gereja setiap Minggu, menjabat majelis, pengurus gereja dan terlibat di berbagai aktivitas yang berbau Kristen, namun harus terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan semakin dewasa rohani.

Apa peranan Roh Kudus dalam pertumbuhan i...selengkapnya »
’Sayap Tanah Air’, ’Pelindung Tanah Air’, atau ’Sayap Pelindung Tanah Airku’ itulah makna semboyan TNI AU yang pada tanggal 9 April diperingati ulang tahunnya, berbarengan dengan peringatan Hari Penerbangan Nasional. Tidak banyak yang mengenal jati diri TNI AU, kebanyakan orang sebatas mengasosiasikan TNI AU dengan sosok pilot Angkatan Udara berseragam gagah yang piawai bermanuver dengan pesawat tempur. Padahal TNI AU memiliki fungsi dan peran yang jauh lebih penting daripada sekedar tampilan luarnya. Begitu juga dengan kehadiran Gereja di tengah dunia. Banyak orang hanya mengenal Gereja sebagai kumpulan orang yang beribadah setiap hari Minggu di dalam bangunan yang diberi simbol salib. Gereja sekedar diasosiasikan dengan agama Kristen dan Katolik. Padahal fungsi dan peran Gereja di dalam dunia jauh lebih penting daripada itu. Sebagai garam dan terang dunia, Gereja memiliki misi untuk mengubah kondisi dunia yang tawar hati dan tak bermakna menjadi berpengharapan; Gereja bertugas merefleksikan segala yang baik dari Tuhan agar umat manusia memuliakan Bapa di surga [Matius 5:16]. Apabila kehadiran Gereja tak memiliki arti bagi dunia, apa bedanya ia dengan garam yang tak berguna selain untuk dibuang? Pun jika Gereja menyembunyikan terang yang ada padanya, lalu apa fungsi yang dijalankannya di dalam dunia? Ibarat sebuah rumah, Gereja janganlah seperti rumah yang terang-benderang namun tertutup rapat pintu dan jendelanya sehingga orang di luar tak dapat melihat cahayanya. Hendaklah Gereja memancarkan terang sehingga orang-orang yang hidupnya tersesat dituntun oleh cahaya itu menuju terang-Nya yang ajaib.
Cintailah Gerejamu Mazmur 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Hari ini gereja kita genap berusia 44 tahun. Pada tanggal 15 April 1974 Gereja Isa Almasih jemaat Dr. Cipto diresmikan menjadi salah satu Gereja Isa Almasih yang dewasa. Kita patut bersyukur, sejak hari lahirnya sampai hari ini Tuhan sudah banyak melakukan perbuatan besar di sini dan melalui gereja kita ini. Banyak orang sudah dimenangkan dan diubah hidupnya. Banyak orang sudah mengalami mujizat. Banyak orang sudah mengalami pertumbuhan iman. Banyak gereja baru yang didirikan di tempat-tempat lain. Selain bersyukur kita juga harus lebih mencintai gereja kita ini. Mengapa demikian? Gereja adalah keluarga rohani kita. Sama seperti setiap kita mempunyai keluarga secara jasmani, kita pun mempunyai keluarga secara rohani. Kalau Tuhan sudah menetapkan kita menjadi bagian dari gereja ini, maka kita adalah anggota keluarga Allah yang ada di GIA dr. Cipto. Gereja adalah tempat kita mengalami Tuhan. Di gereja kita mengalami kehadiran Tuhan. Kita mendapatkan makanan rohani yaitu Firman Tuhan. Di gereja kita mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita. Kita mendapatkan kekuatan yang baru, pemulihan dan kesembuhan di gereja. Gereja adalah tempat kita mengalami pertumbuhan iman. Ada orang-orang yang Tuhan pakai untuk membantu kita dalam pertumbuhan rohani. Di gereja kita belajar untuk bertumbuh dalam karakter. Melalui melayani orang lain kita belajar tentang arti hidup untuk melayani. Gereja adalah tempat kita menemukan arti hidup dengan melayani dan menjadi berkat buat orang lain. Di gereja kita diajar untuk mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan agar dipakai untuk memberkati orang lain. Melalui pelayanan yang kita kerjakan, kita memuliakan Tuhan dan memberikan dampak positif bagi orang lain. Marilah hari ini, dalam perayaan ulang tahun gereja kita yang ke 44 ini, kita berkomitmen untuk lebih mencintai gereja kita. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Banyak tokoh di dunia ini terus menginspirasi masyarakat luas untuk jangka waktu yang cukup lama. Di antaranya Martin Luther King, Jr., yang berjuang melawan diskriminasi ras di Amerika Serikat, Mother Theresa, yang rela terjun langsung ke lapangan untuk merawat orang sakit di India, William Wilberforce, yang berjuang menghapus perbudakan di Inggris, Romo Mangun yang berjuang di Yogyakarta, untuk merubah kondisi masyarakat di Kali Code, dan masih banyak lagi tokoh lainnya. Apakah kunci keberhasilan mereka? Mereka terus menjagai komitmen yang telah dibuat. Walaupun harus mengalami masa-masa berat, mereka pantang menyerah sehingga mencapai akhir perjuangan. Alkitab juga mencatat tokoh-tokoh yang menjaga komitmen hingga akhir. Contohnya Paulus. Setelah bertobat, ia memberitakan Injil, terutama kepada bangsa bukan Yahudi. Hal ini bukan perkara yang mudah. Begitu banyak tantangan berat menghampirinya, dari kaum Yahudi, dari orang-orang bukan Yahudi, dari alam [2 Korintus 11:23-33], bahkan dari penyakit tubuhnya [2 Korintus 12:7,8]. Namun, ia tetap dapat menjaga komitmennya. Rahasianya? Dari waktu ke waktu ia menjalani pertandingan iman dengan selalu melupakan apa yang di belakang [dalam bahasa Yunani kata ’melupakan’ di sini tidak sama seperti kalau kita lupa sesuatu. Kata ini lebih berarti tidak berfokus ke masa lalu, tetapi kepada tujuan, visi hidup di depan] dan mengarahkan diri pada tujuan hidupnya, yakni memenuhi panggilan Tuhan [Filipi 3:13,14]. Apakah berbagai tantangan juga terus menghantam kita, sehingga kita sulit menjaga komitmen? Seperti Paulus, kita ini hamba yang dituntut untuk taat, maka mintalah kekuatan dari Tuhan. Seperti Paulus, kita ini hamba yang Tuhan pilih dan layakkan untuk menjadi saksi-Nya, maka ingatlah pentingnya tugas yang harus terus kita kerjakan. Sebab hanya dengan kekuatan yang datangnya dari Tuhan sajalah kita dimampukan untuk tetap setia dan tetap berkomitmen untuk mengikut dan melayani-Nya.
Tahukah anda bahwa dalam proses pembuatan film The Passion Of The Christ telah membuat beberapa pemainnya mengalami perubahan untuk hidup lebih bersungguh-sungguh di dalam Yesus. Dalam kisah kesaksian yang banyak beredar, tercatat sang aktor utama, Jim Caviezel, mengalami perubahan yang luar biasa dalam hidupnya. Dia berubah dari yang semula hanya menjadi pengikut Yesus “yang biasa-biasa” saja, berubah menjadi orang yang setia, tekun dan mau melayani Yesus dengan segenap hati, pasca pembuatan film tersebut. Perubahan yang dialami Jim Caviezel terjadi saat dia mengalami betapa sulitnya memerankan adegan penyaliban. Mulai dari harus dimake-up selama 8 jam tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri. Tulang bahu yang bergeser akibat tidak kuat memanggul salib yang dibuat menyerupai aslinya. Terkena sabetan cambuk karena sang penyambuk meleset dari sasaran. Mengalami Hypotermia [penyakit yang dapat mengakibatkan kematian, yang disebabkan oleh kedinginan yang akut], karena harus menjalani pengambilan gambar di tempat yang dingin tanpa memakai baju. Serta yang paling parah adalah hampir mati karena terkena sambaran petir, saat memerankan peristiwa penyaliban. Jim Caviezel, memahami bagaimana beratnya penderitaan yang harus dialami Yesus untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa melalui peristiwa penyaliban. Satu lagi yang lebih luar biasa adalah kisah pertobatan salah seorang aktor yang memerankan sebagai prajurit Romawi yang mencambuki Yesus dalam adegan film tersebut. Sang aktor ini, yang semula pemeluk agama lain yang tidak percaya sama sekali Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, berubah menjadi seorang pengikut Yesus yang sejati. Perubahan drastis yang dialami oleh para aktor ini tidak terjadi secara kebetulan. Hal ini diawali dengan adanya respon iman kepada Yesus, sebagai pribadi yang mau berkorban bagi manusia. Para aktor ini disadarkan, bahwa Tuhan telah berkorban secara luar biasa untuk manusia yang berdosa. Pengorbanan-Nya bagi manusia tidak dapat dinilai harganya. Kita dapat membuka hati dan pikiran kita untuk beriman kepada Allah sebagaimana Dia telah menyatakan diri melalui Putra-Nya, Yesus Kristus. Dosa kita dapat diampuni berkat kematian-Nya di atas kayu salib. Hal ini tidak hanya memberi kita jaminan akan kekekalan yang penuh berkat, tetapi juga membuat kehidupan kita kini dan di sini memiliki arti dan pengharapan yang tidak terukur. Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus bukanlah peristiwa biasa. Yesus yang sebagai “aktor utama” dalam peristiwa tersebut, memberi dampak positif bagi umat manusia. Inilah yang disebut sebagai Jesus Effect. Kematian dan kebangkitan Yesus membawa perubahan yang membawa kita keluar dari kegelapan menuju pada terang Kristus. Yohanes 8:12 berkata : ’Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan.’ Dengan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya , biarlah kita tetap tinggal di dalam iman percaya kita pada Yesus, dan memberi dampak yang positif bagi lingkungan. Sebab Yesus pun datang untuk kita, dan membawa perubahan bagi manusia.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Sudah Selesai
28 Maret '18
Swa Bhuwana Paksa
09 April '18
Tetap Semangat
03 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang