SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 April 2019   -HARI INI-
  Sabtu, 20 April 2019
  Jumat, 19 April 2019
  Kamis, 18 April 2019
  Rabu, 17 April 2019
  Selasa, 16 April 2019
  Senin, 15 April 2019
POKOK RENUNGAN
17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  KebangkitanNya Memberi Pengharapan1
KebangkitanNya Memberi Pengharapan1
Minggu, 21 April 2019
KebangkitanNya Memberi Pengharapan1
1 Korintus 15:17, 20
Kebangkitan-Nya memberi pengharapan

1 Korintus 15:17, 20
17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Kita pasti mengenal lagu ’S’bab Dia hidup, ada hari esok.’ Lagu ini pernah populer beberapa puluh tahun yang lalu. Penulis lagu itu ialah Bill Gaither, seorang penulis lagu Kristen dari Amerika. Lagu itu terinspirasi dari pergumulan hidupnya pada tahun 1960-an, ketika istrinya, Gloria, sedang mengandung, terjadi kerusuhan di negaranya. Dia dan istrinya sempat mengalami ketakutan dan berpikir bahwa saat itu merupakan saat yang tidak tepat untuk melahirkan anak ke dunia. Namun setelah anaknya lahir, Bill memiliki keyakinan bahwa anaknya itu akan menjalani hari-hari di depan yang penuh dengan pengharapan oleh karena Kristus telah bangkit. Kemudian dia menulisk...selengkapnya »
Sekelompok mahasiswa di Surabaya tergerak hatinya setelah melihat anak-anak sampai remaja tidak bersekolah. Anak-anak itu berada di lereng Gunung Bromo. Mereka tidak bisa sekolah karena orang tua tidak mampu membayar uang sekolah dan terbataskan tenaga pendidik. Sehingga kehidupan sehari-hari anak-anak itu hanya bermain dan membantu pekerjaan orang tuan mereka. Akhirnya team pelayanan mahasiswa bekerja sama dengan aparat desa tersebut untuk menyelenggarakan bimbingan belajar anak-anak dengan mata pelajaran, membaca, menulis, berhitung dan ketrampilan. Selain itu memberikan beasiswa kepada anak-anak yang sekolah agar tetap bisa belajar hingga lulus. Sebelum mulai bimbingan belajar, anak-anak selalu didahului dengan pembacaan kata-kata hikmat dari kitab Mazmur dan Amsal. Sehingga sejak dini anak-anak diperkenalkan kepada Tuhan Allah sebagai pondasi keberhasilan hidupnya. Semua ini mereka lakukan karena hatinya tergerak oleh rasa belas kasihan. Pengorbanan uang, tenaga dan waktu bagi mereka bukan masalah. Karena Tujuan para mahasiswa tersebut adalah adanya peningkatan kehidupan anak-anak setara dengan anak-anak kota. Nats yang kita baca saat ini mengingatkan akan belas kasihan Tuhan Yesus terhadap orang banyak yang hidup menderita karena penyakit, terikat kuasa kegelapan. Mereka tidak memiliki pemimpin seperti seekor domba tanpa seorang gembala. Hidup terlantar dan menderita merupakan kehidupan mereka dalam kesehariannya. Ketika Tuhan Yesus melihat mereka, hati belas kasih-Nya muncul sehingga Yesus segera menolong mereka dari penderitaan dan keterlantaran yang dialaminya. Hati berbelas kasih telah menggerakkan Tuhan Yesus untuk berbuat sesuatu untuk orang lain. Dengan mujizat-Nya yang sakit disembuhkan, yang kerasukan Setan dilepaskan, yang lapar dikenyangkan, yang cacat dipulihkan. Apa yang telah dikerjakan Tuhan Yesus pada waktu ini, masih juga di perlukan bagi manusia yang hidup di zaman ini. Tuhan Yesus hendak memakai kita orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadi murid Tuhan Yesus untuk meneruskan pekerjaan ini. Syaratnya hanya satu yaitu memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang-orang yang menderita. Bagi kita yang sudah percaya Tuhan Yesus dan telah menjadi murid Tuhan Yesus, apakah sudah memiliki hati berbelas kasih untuk memberitakan Injil dan menyelamatkan orang berdosa. Apabila kita ingin menjadi pelaku pemberita Injil syaratnya muda yaitu milikilah hati yang berbelas kasihan sama seperti hatinya Tuhan Yesus. Mulai lihatlah kehidupan orang disekitar keluarga kita dan di lingkungan kita. Berdoalah untuk keselamatan mereka dan mintalah keberanian untuk menyampaikan berita Injil kepada mereka. Dan lakukan pemberitaan Injil, sembuhkan yang sakit dengan doa dalam nama Tuhan Yesus, lepaskan yang kerasukan Setan dengan nama Tuhan Yesus dan mulai ajarkan mereka nilai-nilai Kerajaan Allah sama seperti yang diajarkan Tuhan Yesus. Niscaya hidup mereka akan berubah dan Tuhan Allah dipermuliakan.
Lakukan menurut kasih karunia Allah Roma 12:6, 8 6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. Kita tahu bahwa madu dihasilkan oleh lebah, tetapi bagaimana caranya madu itu dihasilkan tidak banyak dari kita yang tahu. Sebenarnya lebah-lebah itu mencari madu untuk menjadi makanan mereka sendiri. Tetapi madu itu tidak mereka habiskan untuk keperluan diri mereka sendiri, sebagian mereka sisihkan buat lebah-lebah yang lain. Lebah pekerja memberi makan ratu lebah yang tidak bisa mencari makan sendiri. Mereka memberi makan lebah jantan yang sedang aktif di sarang. Mereka tentu juga memberi makan anak-anak lebah. Naluri saling memberi makan ini melandasi tatanan kehidupan lebah. Dan kebiasaan itu mereka lakukan setiap hari bukan sebagai suatu beban, tapi sebagai suatu kewajaran sebagai lebah. Dari sistem kehidupan mereka itulah dihasilkan apa yang kita kenal sebagai madu yang juga dinikmati oleh manusia. Di zaman sekarang ini tindakan berbagi kepada orang lain menjadi sesuatu yang makin langka. Orang makin mementingkan dirinya sendiri, makin memperhitungkan untung rugi dalam melakukan segala sesuatu, dan makin tidak peduli kepada orang lain. Tetapi firman Tuhan menganjurkan agar kita tetap melakukan kebajikan dan kemurahan hati. Hendaklah kita melakukannya dengan ikhlas dan dengan sukacita. Dasar dari perbuatan itu adalah kasih karunia yang kita terima dari Allah. Kita telah menerima pengampunan, kebaikan, pertolongan secara tak terduga dari Allah, padahal kita tidak layak untuk menerimanya. Tidak semua orang menerima kasih karunia itu. Setiap orang yang mengerti dan menerima kasih karunia itu tidak bisa tidak hatinya akan melimpah dengan ucapan syukur. Dorongan untuk melakukan kebajikan dan kemurahan hati pasti akan keluar dari orang tersebut. Pdt. Goenawan Susanto Pokok Doa: 1. Pemerintah pusat, provinsi dan kota Semarang; dan proses Pemilu, agar dapat berlangsung dengan aman, tertib, jujur dan adil. 2. Untuk situasi keamanan di negeri kita hari-hari ini. 3. Proyek perluasan lahan gereja kita.
Pada suatu hari, kakak sulung saya dimarahi bapak. Dengan perasaan marah, kakak saya merencanakan untuk lari dari rumah dengan mengajak saya, [yang pada saat itu masih berusia 4 tahun] beserta kakak saya yang lain untuk mengikuti dia. Saya yang masih polos mengikuti saja ajakan kakak tersebut. Akhirnya kami semua lari dari rumah dengan berjalan kaki, cukup jauh. Setelah malam, kami kelaparan. Kami tidur di halaman rumah orang dan berharap belas kasihan dari orang rumah tersebut. Keesokan harinya kami mengemis di dekat rel kereta api, agar dapat membeli makanan. Saya menangis terus karena capek dan kelaparan. Kami semua merasa menyesal pergi dari rumah. Kami merindukan kasih orangtua, yang selalu memperhatikan kebutuhan kami. Kejadian ini sampai masuk ke berita koran pada saat itu. Mereka mengira telah ada penganiayaan terhadap anak di bawah umur oleh orangtua. Puji Tuhan berbekal informasi dari koran, kedua orangtua kami menjemput kami dan membawa kami pulang. Kami merasa sangat senang. Mereka begitu berbahagia dan menyambut kami dengan penuh belas kasihan. Peristiwa anak bungsu dalam cerita Alkitab yang pergi dan memilih untuk hidup jauh dari kasih bapanya. Anak bungsu ini memaksakan dirinya “lepas” dari kasih bapa, yang selama ini mengasihinya. Setelah dia berfoya-foya dan menikmati kenikmatan dunia, akhirnya semua harta yang dimilikinya habis. Dia mengalami fase krisis dalam hidupnya, yakni kelaparan dan penderitaan, sampai-sampai dia harus bekerja kasar untuk memenuhi kebutuhannya. Sampai pada suatu waktu, pengalaman hidup yang dialaminya tersebut, mendorong dia untuk kembali kepada kasih bapanya. Beberapa hal, berkenaan dengan orang yang ”melarikan diri” dari kasih Bapa di surga seperti si bungsu adalah: Pertama: orang tersebut akan terikat dengan harta [mamon]. Orang yang sudah terikat mamon, menjadikan harta sebagai tuannya, akibatnya fokus utama kehidupan hanya untuk mencari kekayaan dan bukan Tuhan. Harta menjadi faktor penilaian akan kesuksesannya. Kedua, selalu ingin hidup dalam keinginan daging, memuaskan hawa nafsunya. Tidak lagi hidup di dalam kekudusan, perbuatan dosa menjadi hal biasa, yang mengakibatkan kebinasaan. Ketiga, akibat lepasnya seseorang dari kasih Bapa, maka akan selalu mengalami kekurangan. Awalnya memiliki segala sesuatu, namun selalu habis dan selalu berkekurangan dan bermasalah.Keempat, Pada saat titik tertentu, orang tersebut akan mengalami kondisi semakin jauh dari Tuhan, merasa putus asa dan tidak berharga/tidak layak dan rendah diri yang akut, sehingga tidak jarang bisa mengakibatkan stress, depresi bahkan bunuh diri. Jika kita mungkin sedang mengalami situasi seperti di atas, maka datanglah kepada Bapa yang baik. Sesungguhnya setiap hari Dia sedang menanti “di depan pintu” menunggu anak kesayangannya untuk pulang. Dia tidak membenci kita, Dia tidak akan menghukum kita, oleh karena keputusan salah yang pernah kita ambil. Mengapa demikian? Karena Dia adalah Bapa yang penuh dengan belas kasihan. Ketika kita datang dengan pertobatan dan penyesalan, maka Bapa di surga akan merangkul, memeluk, serta mengangkat kita jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Sebab kita telah mati dan telah hidup kembali, kita telah hilang dan didapatkan kembali oleh-Nya [Luk. 15:24,32].
Salah satu bahasa kasih dari Tuhan Yesus adalah sentuhan. Dengan sentuhan, Ia melakukan pekerjaan ajaib bagi orang-orang yang datang kepada-Nya. Ia memberikan sentuhan kasih kepada orang yang membutuhkan pertolongan. Otoritas Yesus tidak hanya nyata dalam hal mengajar saja, melainkan juga dalam menyembuhkan sakit penyakit. Tangan kasih kuasa Tuhan tidak terbatas pada satu golongan saja. Melainkan kepada semua orang yang ditemui-Nya. Matius 8:1-3 menceritakan tentang orang yang menderita sakit kusta menghampiri Yesus. Pada waktu itu seorang yang sakit kusta dianggap orang yang terkena hukuman Allah karena dosa mereka. Sehingga menurut hukum Yahudi, mereka harus menjauhkan diri dari masyarakat dan tidak boleh berdekatan serta bersentuhan. Namun apa yang dilakukan oleh Yesus sangat bertentangan dengan apa yang orang Yahudi lakukan terhadap orang sakit kusta. Dalam ayat ke-2 kita melihat iman orang yang sakit kusta itu besar. Ia berkata “Tuan jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”. Orang itu berkata ‘Jika Tuan mau”, kalimat ini memperlihatkan bahwa dia begitu percaya akan kuasa Tuhan Yesus. Tanpa keraguan sedikitpun ia datang kepada Yesus untuk meminta kesembuhan. Ia sadar dan percaya bahwa Yesus sanggup untuk menyembuhkannya. Kata “mau” yang ia lontarkan menjadi kunci dari kesembuhan yang ia terima. Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya dan berkata “Aku mau, jadilah engkau tahir”. Kita melihat respon yang Allah berikan yaitu Ia mau agar orang sakit kusta itu sembuh. Tuhan Yesus menunjukkan bahasa kasih-Nya melalui sentuhan kesembuhan bagi orang yang sakit kusta itu. Ia mau untuk menjamah orang itu sehingga kesembuhan terjadi. Yesus tidak memandang latar belakang dari orang tersebut. Yesus berbelas kasih kepada orang yang sakit kusta itu dan menyembuhkannya. Sebagai murid Kristus marilah kita juga memilik kemauan hati untuk berbelas kasih seperti yang Yesus lakukan. Memiliki belas kasih kepada setiap orang tanpa memandang ras, suku, agama dan pekerjaan orang lain. Sebab dengan demikian hidup kita akan menjadi berkat bagi semua orang dan nama Tuhan semakin dimuliakan melalui tindakan kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Yesus Dibangkitkan Karena KesalehanNya
02 April '19
Berubahlah
16 April '19
Kebencian Dibalas Dengan Kemurahan
03 April '19
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang