SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Berikan kepada yang membutuhkan, apa yang kita miliki…
DITULIS OLEH
Ibu Rini Handoyo
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Apa Yang Kupunyai, Kuberikan Padamu
Apa Yang Kupunyai, Kuberikan Padamu
Sabtu, 26 Mei 2018
Apa Yang Kupunyai, Kuberikan Padamu
Kisah Para Rasul 3:1-10

Curahan Roh Kudus dalam diri Petrus, tidak hanya membangkitkan keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan saja, tapi juga melembutkan hati Petrus. Terbukti ketika Petrus melihat seorang peminta-minta yang lumpuh, hatinya tergerak oleh belas kasihan. Keinginan nya untuk memberi sesuatu kepada peminta-minta itu begitu kuat, meskipun dia tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada peminta-minta itu. Tapi itu tidak menyurutkan Petrus untuk tetap “memberi”, karena Petrus tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih besar dari sekedar emas dan perak, yaitu Yesus. Dan nyata, kuasa Yesus mampu memenuhi kebutuhan peminta-minta yang lumpuh itu, sehingga dia bisa sembuh dari kelumpuhannya, bisa berjalan, dan sudah tentu, itulah pemberian terbesar yang diterima oleh peminta-minta itu.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita juga mengalami situasi seperti itu, berjumpa dengan teman, kerabat, atau kenalan kita yang membutuhkan sesuatu. Dan seringkali pula kita berfikir, apa yang bisa saya berikan buat mereka? Mungkin kita tidak memiliki cukup harta untuk bisa membantu orang lain, tapi janganlah itu membuat kita urung untuk memberi. Seperti Petrus mengatakan “… apa yang kupunyai,kuberikan kepadamu : Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu……...selengkapnya »
Hari yang telah lama dinantikan, akhirnya tiba juga. Pada siang, tanggal 1 Mei 2018, Benay menapakkan kakinya di Bandara Ahmad Yani. Tidak ada kerabat yang menjemputnya. Sambey sahabatnya pun tidak. Maklum, Benay memang tidak ingin kedatangannya diketahui oleh mereka. Dengan taxi bandara ia pun meluncur menuju rumah paman yang sudah sangat dirindukannya. Namun malang tak bisa ditolak. Benay terjebak macet. Ia lupa jika hari itu adalah Mayday, peringatan hari buruh sedunia. Iring-iringan demonstrasi buruh menyemarakkan kota Semarang. Hati Benay kesal sekali dibuatnya. Dari spion tengah, sopir taxi melihat gelagat kekesalan Benay. “Mas, sabar ya? Ini hari mereka.” “Tahukah Mas, latarbelakang peringatan Mayday ini?” tanya pak sopir. Benay mengangguk pelan. “Peristiwanya terjadi pada tanggal 1 Mei 1886. Sebanyak 80.000-an buruh di Amerika Serikat mengadakan demontrasi menuntut pengurangan jam kerja. Saat itu jam kerja buruh sangat tidak manusiawi. Buruh harus bekerja 18 – 20 jam/hari dan tidak ada yang mempedulikan nasib buruk mereka. Demonstrasi itu ditanggapi dengan tembakan senapan yang menewaskan ratusan buruh”, kata Benay. “Baguslah kalau Mas tahu sejarahnya. Kelak jika Mas jadi boss dan mempunyai bawahan, berusahalah untuk berlaku adil dan jujur kepada mereka.” Jemaat yang terkasih. Mayoritas jemaat Kristen mula-mula terdiri dari para budak dan hamba sahaya. Hanya sedikit orang berpendidikan dan orang kaya. Kala itu orang-orang kecil sangat tertarik dengan kekristenan yang mengajarkan bahwa di hadapan Allah semua orang sama. Allah tidak memandang suku-bangsa, status sosial dan jenis kelamin. Dan dengan demikian setiap orang berhak menerima janji Allah [Galatia 3:26-29]. Di sisi lain, bagi orang-orang berstatus sosial tinggi yang tidak ingin kehilangan prestise, menjadi Kristen adalah pergumulan berat. Namun oleh anugerah Allah, ada juga orang-orang terpandang yang dengan sukacita beriman pada Yesus Kristus.Kepada orang-orang kaya dan berpangkat inilah Allah memberikan perintah agar mereka berlaku adil dan jujur kepada para hambanya. Sebab dengan berlaku demikian itu mereka mewujud-nyatakan sifat Allah yang adil dan jujur pada setiap orang. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Kita jarang sekali turut mengucapkan selamat hari buruh. Padahal diantara jemaat tentu ada yang bekerja sebagai buruh. Mungkin di benak kita peringatan ini tidaklah penting atau malah mengganggu saja.Namun setidaknya peringatan hari buruh dapat mengingatkan kita akan martabat setiap orang di hadapan Tuhan adalah sama.Dan dengan demikian jika kebetulan kita berstatus sebagai buruh, janganlah berkecil hati. Teruslah berjuang. Bekerjalah dengan tekun dan ulet. Atau kebetulan kita mempekerjakan pembantu rumah tangga atau karyawan di toko atau di perusahaan yang kita kelola, berlakulah adil dan jujur kepada mereka. Perlakukanlah mereka sebagai rekan kerja. Berkatilah dengan memberi upah yang layak untuk mereka terima.Selamat Hari Buruh. Terpujilah Tuhan!
Ketika Lawatan Allah terjadi Mazmur 126:1-3 Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: ’TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!’ TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Apa yang terjadi bila Allah melawat umat-Nya? Kita harus mengerti saat Allah melawat kita. Jangan sampai kita tidak mengerti saat Allah melawat kita. Bangsa Israel tidak mengerti saat Allah melawat mereka, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Lawatan Allah atau yang sering disebut juga kebangunan rohani [revival] terjadi berulang kali dan di banyak tempat. Salah satu di antaranya yang paling besar dan berdampak luas adalah yang terjadi di Welsh [Inggris] pada tahun 1904. Api kebangunan rohani di kota Welsh ini telah menyebabkan 100.000 orang lebih bertobat dan meluas ke seluruh Inggris dan menyebar ke negara-negara lain, termasuk ke India [pada tahun 1906] dan ke Korea [pada tahun 1907]. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah karena ada orang yang merencanakan dan menggerakkan? Tidak. Itu terjadi di luar batas kemampuan manusia. Api kegerakan rohani itu bermula dari sebuah titik, membakar hati satu atau beberapa orang, lalu menyebar luas kepada lebih banyak orang dan menyebar melintasi batas wilayah bahkan melintasi batas negara. Apa yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa lawatan Allah itu? - Yang paling utama adalah adanya kesadaran akan hadirat Allah yang nyata. Mereka dicekam oleh perasaan takut akan Allah. Dan karena itu banyak di antara mereka yang tertempelak hatinya oleh karena perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka lakukan. Mereka menyesal akan dosa-dosanya dan memohon ampun kepada Tuhan. Mereka menangis dan memohon belas kasih kepada Tuhan. - Mereka haus akan kebenaran dan membutuhkan Firman Tuhan. Mereka giat beribadah di gereja. Gereja menjadi penuh karena banyak orang yang merindukan hadirat Tuhan dan menerima pengajaran Firman Tuhan. - Mereka merasakan sukacita oleh karena menerima anugerah pengampunan yang melepaskan mereka dari beban akibat kutuk dosa. Mereka bernyanyi dengan penuh sukacita. - Terjadi perubahan di dalam hidup moral mereka oleh karena pertobatan yang sejati. Mereka tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Lawatan Allah yang seperti inilah yang kita rindukan terjadi di tengah kita. Pdt. Goenawan Susanto
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Hari ini tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Benay akan segera meninggalkan Iraq untuk kembali ke tanah air. Ada sukacita dirasakannya karena tidak lama lagi ia akan berjumpa dengan paman dan keluarganya, dengan Pdt. Itong, Mbah Wanidy, dan tentu saja Sambey, sahabatnya, yang sudah lama ia rindukan. Namun ada pula kesedihan. Sembari menatap jauh ke arah horizon negeri 1001 malam itu, Benay menangis tersedu. Hatinya hancur melihat negeri-negeri Arabia yang terus dilanda konflik. Kapankah akan tercipta kedamaian dimana orangtua dapat bekerja dengan aman dan membangun keluarga yang bahagia? Bilamanakah anak-anak dapat bersekolah dan bermain dengan ceria tanpa rasa takut lagi? Bilamanakah umat beragama yang berbeda dapat hidup berdampingan tanpa kebencian? Rasanya hampir mustahil harapan-harapan itu dapat terwujud. Mengingat kepentingan-kepentingan ambisius dari berbagai negara yang tidak berorientasi pada keadilan oleh semua dan bagi semua. Padahal keadilan itu bagaikan tanah untuk tumbuh suburnya pohon keadilan. “Aaahh mungkin hanya Tuhan yang mampu membuat negeri-negeri ini berkeadilan dan damai”, gumam Benay sambil mengusap air matanya. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Keadilan adalah terjemahan dari kata tsedaqah dalam bahasa Ibrani. Kata tsedaqah juga bisa diterjemahkan sebagai kebenaran. Dan keadilan/kebenaran adalah kata yang penting dalam Alkitab kita. Sebab keadilan/kebenaran adalah dasar dari terciptanya kondisi damai sejahtera [32:17]. Dengan kata lain, damai sejahtera tanpa didahului oleh adanya keadilan/kebenaran adalah damai sejahtera yang palsu [32:9-14]. Sebagaimana tampak dari kondisi umat Yehuda yang mendambakan kedamaian tetapi tak kunjung mereka alami. Mengapa itu terjadi? Sebab mereka berlaku tidak adil dan tidak benar di hadapan Tuhan dan sesamanya. Tangan mereka berbuat jahat, mulut mereka berdusta, lidah mereka melakukan kecurangan dan fitnah, berbuat tidak adil pada orang lain, bertindak lalim dan kejam [59:2-7]. Akibatnya kedamaian menjauh dari mereka dan tangan Tuhan tak kunjung menolong mereka. Jemaat yang terkasih. Kita tentu mendambakan damai sejahtera tercipta dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan negara kita. Oleh sebab itu marilah kita berupaya berbuat adil dan benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Baik dalam relasi kita dengan Tuhan maupun dengan sesama yang adalah anggota keluarga kita, rekan-rekan sepekerjaan, sepelayanan dan saudara sebangsa setanah air kita. Dan apabila kita melihat atau menjadi korban ketidakadilan yang dilakukan orang lain, tegurlah ia namun janganlah sampai membalas dengan berlaku tidak adil kepadanya. Semoga dengan berbuat demikian kita dapat mengalami dan merasakan damai sejahtera yang sejati yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Selamat berbuat adil dan benar. Terpujilah Tuhan!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
The Power Of Positive Thinking
28 April '18
Bersaksilah Bagi Semua Bangsa
03 Mei '18
Berlaku Adil Dan Jujur Terhadap Hambamu
11 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang