SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 20 Oktober 2019   -HARI INI-
  Sabtu, 19 Oktober 2019
  Jumat, 18 Oktober 2019
  Kamis, 17 Oktober 2019
  Rabu, 16 Oktober 2019
  Selasa, 15 Oktober 2019
  Senin, 14 Oktober 2019
POKOK RENUNGAN
’Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tulus dan Cerdik
Tulus dan Cerdik
Minggu, 20 Oktober 2019
Tulus dan Cerdik
Matius 10:16
Tulus dan Cerdik

Matius 10:16
’Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

’Seperti domba di tengah serigala’ merupakan sebuah kiasan untuk menggambarkan keberadaan orang Kristen sebagai saksi Kristus di tengah dunia ini. Tentu akan muncul pertanyaan: bagaimana mungkin seekor domba bisa hidup dan bertahan di tengah kumpulan serigala? Jawabnya: bisa, karena alasan berikut ini:

Pertama, kita harus pahami bahwa yang mengutus kita adalah Tuhan Yesus sendiri. Kalau hal itu akan membuat kita celaka pasti Dia tidak akan menyuruh kita untuk pergi. Tuhan tidak ingin membawa kita kepada kehancuran.

Kedua, Dia tahu bahwa kita akan bisa bertahan di tengah lingkungan seperti ini. Dia sudah membekali kita dengan kesanggupan untuk bertahan, yaitu ketulusan dan kecerdikan. Ketulusan atau kemurnian hati merupakan karakter yang harus dimiliki oleh setiap murid Kristus. Ini merupaka...selengkapnya »
Dalam dunia psikologi perkembangan, seorang anak bertumbuh di mulai dari embrio berkembang menjadi janin dan akhirnya menjadi bayi yang terlahir di dunia. Seiring dengan berjalannya waktu bayi tersebut akan bertumbuh sesuai dengan tahapannya. Secara normal bayi tersebut akan bertumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan pada akhirnya tua. Demi pertumbuhan yang baik, anak akan diberi makanan dan asupan gizi yang layak dan sesuai dengan usianya. Pada umumnya yang diperlukan seorang bayi adalah air susu ibunya. Karena bayi membutuhkan susu yang murni dari ibunya. Dengan air susu tersebut bayi akan lebih kebal terhadap serangan Namun di sisi lain ada sebagian anak yang tidak dapat bertumbuh secara optimal dengan berbagai penyebab dan persoalan. Itulah yang menghambat pertumbuhan seorang anak secara tidak optimal. Rasul Petrus juga memberikan suatu gambaran kehidupan kekristenan sama seperti bayi yang baru lahir membutuhkan air susu yang murni. Sehingga ketika asupan susu yang murni tersebut terpenuhi, maka bayi akan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap serangan penyakit bahkan virus-virus. Untuk menjadi murni, Petrus mengingatkan dalam ayat pertama bahwa orang percaya harus membuang segala kejahatan, segala tipu muslihat, dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Petrus dengan jelas memberikan nasihat kepada jemaat Tuhan untuk hidup dalam kemurnian. Mengapa? Karena Kristus Yesus adalah batu penjuru dan orang percaya adalah batu hidup yang turut membangun rumah rohani. Dalam proses pembangunan dan pertumbuhan dibutuhkan makanan yang murni, yaitu dari sumbernya Kristus Yesus Tuhan. Jemaat terkasih, mari kita belajar untuk memahami sumber kebenaran yang sejati. Karena dengan demikian, kita dapat mengalami pertumbuhan yang sejati. Asupan kebenaran datangnya hanya dari Sang Sumber hidup, yaitu Kristus Yesus. Kita adalah bagian dari jemaat Tuhan yang harus bertumbuh dalam segala aspek kehidupan kita terutama dalam iman kerohanian kita. Dan lebih dari itu dalam keterlibatan kita di pelayanan yang kita lakukan. Di sisi lain kita juga belajar memperhatikan pertumbuhan iman saudara-saudara kita, supaya dalam hidup ini ada kekuatan yang saling mendukung dan memperhatikan sekeliling kita untuk terus bertumbuh.
Serentetan SMS secara mengejutkan masuk ke ponsel saya beberapa bulan yang lalu. Isinya mendesak agar saya ikut menagihkan pinjaman online seseorang yang saya kenal. Penyedia layanan pinjaman online itu tak peduli bahwa saya tidak ada hubungan sama sekali dengan urusan utang-piutang itu. Hanya karena nomor ponsel saya ada di daftar kontak si peminjam uang, otomatis saya ikut diteror. Dengan gigihnya mereka memberondong saya dengan SMS tanpa kenal waktu. Nomor ponsel yang digunakan oleh mereka pun berganti-ganti sehingga percuma saja ketika diblokir. Ada sebuah fakta miris dari isi SMS-SMS yang terus dibombardirkan ke ponsel saya. Dari hari ke hari, nominal utang orang yang dibeberkan tanpa tedeng aling-aling itu bertambah dengan pesatnya. Berawal dari beberapa ratus ribu, dalam waktu singkat jumlahnya membengkak menjadi hitungan juta. Ketika saya cermati, bunga pinjamannya saja mencapai lima puluh ribu rupiah dalam sehari. Bagi orang yang tengah mengalami kesulitan keuangan, bunga setinggi itu jelas semakin mencekik leher. Sepak terjang sejumlah penyedia pinjaman online yang fokus pada keuntungan sendiri tanpa mengindahkan nurani dan etika mengingatkan kita pada tingkah laku lintah. Lintah sangat fokus pada dirinya sehingga tak menggubris apa pun selain kepentingannya sendiri. Untukku dan untukku, itu saja yang menjadi pusat perhatiannya. Dia akan mengisap dan mengisap terus tanpa kenal rasa puas, tanpa kenal kata “cukup”, sampai tubuhnya membengkak penuh dan terhempas jatuh. Perilaku tamak dan mengejar keuntungan diri sendiri bertebaran di mana-mana. Tidak terbatas pada urusan keuangan saja. Sikap tak kenal puas dan tak pernah merasa cukup merambah ke segala aspek kehidupan, termasuk dalam berorganisasi, dalam pelayanan, dalam kehidupan keluarga, dalam urusan pekerjaan, dalam relasi dengan masyarakat, dan sebagainya. Melalui renungan pada hari ini, kita sebagai umat kepunyaan Allah diingatkan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini. “Untukku” dan “untukku” saja tidak sesuai dengan ajaran Kristus yang penuh kasih dan memiliki hati yang sangat peduli. Karena itu hendaklah kita berubah oleh pembaharuan budi kita sehingga dapat membedakan mana kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna [Roma 12:2].
“Kiranya Allah mengasihani kita“ ayat 2a. Mempersiapkan diri dalam bulan Misi ini, maka ANUGERAH menjadi kekuatan dahsyat yang menggerakkan kita berperan-serta memberitakan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Anugerah menjiwai seluruh langkah hidup kita. Anugerah membawa kita bergantung kepada Allah dalam segala hal, itulah dasar iman yang membawa kita kepada keselamatan. “Kiranya Allah memberkati kita“ ayat 2b [BLESS US; “Be Gracious” bandingkan Bilangan. 6:25]. Favor; Grace dicurahkan oleh Tuhan dengan tujuan: “Diberkati untuk menjadi berkat; bukan untuk diri sendiri!”. Karena bangsa Israel gagal sebagai “model Allah” maka seharusnya orang percaya sebagai model Allah; supaya orang lain juga mencari Allah sebagai sumber berkat. “Perkenanan = favor; grace” merupakan perlengkapan Allah setelah kita diberkati, kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Menjalankan misi Allah tidak hanya dengan kata-kata saja tetapi juga perbuatan kasih. “Kiranya Allah menyinari = menghadapkan Wajah-Nya kita dengan wajah-Nya“ [ayat 2c bandingkan Bilangan 6:26]. Peace/damai sejahtera dilimpahkan sebagai latar belakang Mazmur ini, supaya kita dapat merasakan perkenanan Tuhan untuk memulai segala pelayanan ini. Supaya Jalan Tuhan dikenal dibumi [ ayat 3a] Manusia mengenal siapa Allah yang kita sembah dan anak-anak kita dapat berjalan menurut ketetapan Allah. Keselamatan Allah dapat sampai kepada segala bangsa [3b] Ketika jalan keselamatan dikenal, maka jeritan akan keadilan pasti akan direspon Allah. Karena Tuhan sebagai hakim [Judge & Provider [ayat 4-5]. Allah sumber segala sesuatu = God is Our Source [ay.6-7].Mempercayai Allah untuk segala yang kita perlukan dan kita butuhkan adalah mutlak. Allah memberkati segala bangsa [ayat 8]. Berkat bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah juga akan sampai kepada bangsa-bangsa lain yang mengenal Allah Israel. Dengan menjalankan yang selaras dan sejalan dengan kehendak Allah, maka sampai ujung bumi Takut akan Tuhan akan tercapai [ayat 2 & 8]. Amin.
Ada yang aneh dengan Mbah Wanidy. Ia jarang terlihat hadir beribadah di gereja. Warungnya pun sering tutup. Sayup-sayup terdengar kabar akhir-akhir ini Mbah Wanidy sering ke luar kota selama berhari-hari. “Ada apa ya dengan Mbah Wanidy?” pikir Sambey dan Benay. Pada suatu hari secara kebutulan Sambey dan Benay bertemu dengan Mbah Wanidy di warung soto pinggir Java Mall. “Mbah, bagaimana kabarnya? Kok sekarang warungnya tutup terus?” tanya Sambey. Mbah Wanidy menarik nafas panjang. Terbersit kesedihan di raut wajahnya. Perlahan ia mulai angkat bicara, “Modal Mbah untuk buka warung sudah habis.” “Kok bisa begitu Mbah? Memangnya ada apa? Apakah karena banyak yang hutang seperti saya?” tanya Benay penasaran. Mbah Wanidy menggelengkan kepala. “Bukan karena hutang Nak Ben. Tapi sebenarnya Mbah sudah jenuh karena warung Mbah ya begitu-begitu saja.” “Lho setahu saya bukankah ada jemaat yang peduli dan memberikan tips bagaimana mengelola keuangan dan mengembangkan usaha warung milik Mbah Wan?” tanya Sambey. “Ya itulah salah Mbah. Mbah terlalu sombong untuk mendengarkan nasehat orang baik. Mbah malah lebih memilih untuk ikut main togel[judi/undian nomor] yang menutup pemandangan Mbah terlihat menjanjikan keuntungan besar. Namun kenyataannya modal dan uang tabungan Mbah kian menipis bahkan ludes.” Mbah Wanidy memejamkan mata menahan isak tangis dan tak sanggup lagi untuk melanjutkan perkataannya. Sambey dan Benay turut bersedih. Dielusnya punggung Mbah Wanidy untuk meringankan beban emosinya. Jemaat yang terkasih. Kisah perpisahan Abram dan Lot adalah kisah tentang menentukan pilihan sama seperti cerita ilustrasi di atas. Abram yang rendah hati mempersilahkan keponakannya untuk menentukan pilihan terlebih dahulu. Lot pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dilayangkannya pandangan dan dilihatnya lembah Yordan sebagai tempat yang begitu indah dan menjanjikan kemakmuran [ay.10]. Hatinya sedemikian terpikat oleh tempat itu dan tidak lagi mempertimbangkan potensi bahaya kejahatan dan dosa di sekitarnya [ay. 12-13]. Akibatnya, Lot jatuh dalam berbagai masalah karena pilihannya itu [baca Kejadian 14 & 19]. Lain halnya dengan Abram. Ia tidak menentukan pilihannya menurut cara pandangnya sendiri. Melainkan mengikuti pilihan Allah, yaitu tanah Kanaan. Meskipun tanah Kanaan tampaknya tidak seindah lembah Yordan. Namun Abram percaya, pilihan Allah adalah yang terbaik baginya dan bagi keturunannya kelak. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Hidup ini penuh dengan pilihan. Memilih pasangan hidup kita? Bisnis atau pekerjaan? Makanan sehat atau berisiko tinggi? Dan semacamnya. Seringkali kita menentukan pilihan berdasarkan apa yang menyenangkan di pemandangan kita. Hal ini tidaklah selalu salah. Namun sebagai murid Kristus kita perlu belajar untuk mencari dan memperhatikan kehendak Allah sebelum menentukan pilihan. Dan putuskanlah untuk selalu mau memilih sesuai dengan kehendak-Nya. Terpujilah Tuhan!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Sang Pewarta Yang Dinantikan
10 Oktober '19
Gereja Ada Untuk Sebuah Misi1
13 Oktober '19
Pemberita Injil Pertama Di Samaria
05 Oktober '19
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang