NIKMATI & BAGIKAN
  Artikel & Kesaksian
  Tulis Artikel / Kesaksian Anda
  Subscribe Renungan
  Electronic Formulir
  Form Permohonan Doa
  Form Katekisasi Baptisan Air
  Form Bimbingan Pra Nikah
  Form Penyerahan Anak
  Form Pendaftaran SPK Pemenang
  Form Pendaftaran Pelayanan
NEWS & EVENT
ELECTRONIC FORM
Manfaatkan fasilitas formulir online, untuk efisiensi waktu dan tenaga Anda (tanpa harus ke kantor sekretariat gereja).
GO PAPERLESS - REDUCE USING PAPER - THINK BEFORE YOU PRINT - SAVE EARTH
  Form Pendaftaran SPK Pemenang
  Form Katekisasi Baptisan Air
  Form Pendaftaran Pelayanan
  Form Bimbingan Pra Nikah
  Form Penyerahan Anak
Home  »  Media  »  Artikel & Kesaksian  »  Cara Transfer Uang Dari ATM BCA / Prima Ke Bank Lain
Cara Transfer Uang Dari ATM BCA / Prima Ke Bank Lain
Cara Transfer Uang Dari ATM BCA / Prima Ke Bank Lain
anonymous
Mentransfer uang atau mengirim uang melalui ATM merupakan salah satu kegiatan bertransaksi, yang kita harus tahu bagaimana cara melakukan transfer yang benar. Bagi yang sudah berpengalaman tentunya mudah, namun bagi yang baru mengenal atau mempunyai kartu ATM atau tabungan tentu akan bingung dalam melakukan transaksi ini dan ini bisa menjadi incaran atau sasaran orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk menghindari hal itu kami akan menginformasikan cara mentransfer uang melalui mesin ATM.

BCA merupakan salah satu bank yang cukup besar diseluruh Indonesia, kami akan memberikan penjelasan dengan contoh cara mentransfer dari ATM BCA (Prima) ke Bank Panin. Berikut langkah-langkahnya.

01). Cari gerai ATM BCA (berlogo BCA / Prima)
02). Masukkan kartu ATM BCA Anda
03). Masukan 6 digit PIN Kartu ATM Anda
04). Pilih Menu PILIHAN LAINNYA
05). Pilih menu TRANSFER
06). Akan muncul beberapa pilihan menu transfer, pilih menu KE REKENING BANK LAIN
07). Masukkan Kode Bank, jika tidak ingat, pilih menu DAFTAR KODE BANK, untuk kode Bank Panin adalah 019, pilih BENAR
08). Masukan nominal uang yang akan ditransfer, pastikan jumlah nominal uang sudah benar. Lalu pilih BENAR
09). Setelah itu masukan nomor rekening bank Panin yang akan dituju
10). Akan muncul konfirmasi info tujuan transfer anda, apakah sudah benar atau belum, jika sudah sesuai pilih BENAR
11). Tunggu proses transfer hingga selesai
12). Akan keluar struk sebagai bukti transfer, ambil dan simpan struk tersebut sebagai bukti yang sah
13). Selesai.

Hal ini hampir sama dengan mentransfer ke bank lain seperti BCA (014), Mandiri (008), Danamon (011), Permata (013), BII (016), CIMB Niaga (022), UCBC NISP (028), HSBC (041), DBS (046), Citibank (0...selengkapnya »
`Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.` Lukas 12:34. Harta tidak melulu bicara mengenai uang, tapi bisa juga bicara mengenai nama besar kita, gengsi, ego, harga diri, hobi, dan apapun yang kita marah saat itu diusik atau diambil dari hidup kita. Pernahkah kita mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut seseorang dalam hidup kita? Mungkin itu keluarga, sahabat, atau pimpinan bahkan pejabat selevel walikota, gubernur, menteri, bahkan presiden sekalipun. Kita memepersiapkan segala sesuatunya, mulai dari hari atau jam disaat beliau akan datang, sebisa mungkin semua janji atau aktivitas kita batalkan. Halaman, rumah, dan seisinya kita bersihkan, cat ulang, bahkan kita permak total. Makanan terbaik kita sediakan. Juga baju paling baru dan bagus pun kita pakai. Semua kita persiapkan demi orang spesial tersebut. Namun apa yang ada di hati atau pikiran kita, apabila tiba-tiba orang tersebut menunda kedatangannya bahkan membatalkannya? Tentu hati kita sangat sedih dan hancur. Ya, semua orang pasti akan melakukan hal yang sama demi orang spesial tersebut. Tapi bagaimana dengan kehidupan rohani kita? Pernahkah kita mempersiapkan yang terbaik bagi Tuhan, baik itu secara pribadi maupun gerejawi? Padahal notabene, Dia selalu hadir dalam hidup kita, dan tidak pernah ingkar ataupun menunda apa yang telah dijanjikan-Nya. Pernahkah kita membatalkan janji dengan teman kita saat Tuhan berbisik ingin meminta waktu kita untuk Dia ingin bercengkrama dengan kita, mengutarakan isi hati-Nya bagi kita? Atau bahkan kita tidak peduli, jam-jam saat teduh pun kita rampas demi janji dengan orang lain, demi menyenangkan orang lain atau untuk kepuasan dan ego pribadi kita. Atau sebagai pelayan Tuhan, kita tidak peduli dengan adanya doa bersama sebelum ibadah, bahkan justru dengan santai kita datang terlambat dan tetap melayani tanpa terlebih dahulu mempersiapkan hati dan mencari wajah-Nya. Sebagai worship leader, singer, pemain musik, ataupun hamba Tuhan, mungkin kita tidak lagi pernah mencari tahu apa yang jadi kerinduan dan isi hati Tuhan untuk disampaikan melalui ibadah yang kita pimpin, namun justru kita terjebak dalam rutinitas rohani dan kita hanya mengandalkan pikiran dan kemampuan yang kita miliki. Di hadapan Tuhan kita semua adalah sama, tidak ada perbedaan senioritas, yang ada hanya perbedaan level iman. Mari kita dengan berbesar hati mengambil saat teduh sejenak dan merenungkan artikel ini. Biarkan Roh Kudus menjamah hati dan pikiran kita, mengoreksi segenap aspek hidup kita. Kalau untuk manusia saja kita bisa memberikan yang terbaik, bagaimana dengan Dia, Sang Raja Segala Raja?
Membobol bagasi ternyata mudah dilakukan dan sulit terdeteksi. Jika barang bagasi penumpang yang akan dibobol adalah koper, maka membobolnya dengan rasa membuka resleting menggunakan pulpen. Resleting ditusuk dan sesaat itu pula langsung terbuka tanpa perlu merusak. Selama ini banyak penumpang atau korban heran, mengapa isi kopernya hilang padahal tak ada tanda kerusakan. Cara membobolnya memang sangat rapi. Jangan khawatir. Aksi pembobolan dapat dicegah. Paling simpel adalah jangan menyimpan barang berharga di dalam koper. Bawalah barang berharga Anda ke kabin. Cara lainnya, jangan menggunakan koper beresleting. Berikut ini video, bagaimana cara isi koper dicuri serta cara mencegahnya. Semoga dapat bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Yuk kita bagikan artikel ini melalui facebook atau twitter agar banyak orang makin tau sehingga makin banyak yang terselamatkan. link youtube: klik disini
Apa yang Anda lakukan jika mengetahui kelemahan atau keburukan atasan Anda? Bayangkan ini. Anda adalah calon yang disiapkan untuk menggantikan atasan Anda. Prestasi Anda gilang gemilang. Hampir seluruh karyawan di kantor lebih menyukai Anda ketimbang bos. Parahnya, atasan tahu kalau bawahannya lebih menyukai Anda. Bos tak tinggal diam dan sering mencari-cari kesalahan untuk menjegal Anda. Lalu tiba-tiba, datanglah kesempatan itu. Anda mengetahui bos melakukan kesalahan fatal dalam suatu proyek. Barangkali rekan sejawat Anda akan menyemangati Anda di saat-saat seperti ini. ”Ini waktunya Anda menduduki jabatan si Bos,” begitu kata mereka. Apa yang akan Anda lakukan? Kisah ini ada dalam sejarah. Tepatnya di Perjanjian Lama, 1 Samuel 24. Saat itu Saul mengejar Daud bersama beribu-ribu pasukan untuk membunuhnya. Di tengah pengejaran itu, Saul masuk ke gua untuk buang hajat. Ia sama sekali tak tahu kalau justru Daud dan pasukannya bersembunyi di belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: ”Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul. 1 Samuel 24:5-6. Jantung Daud berdebar-debar. Itu adalah peringatan dari Tuhan. Dengan memotong punca jubah saja, sebenarnya hati Daud tergoda untuk menuruti anjuran orang-orang di sekitarnya. Daud memang tak membunuh Saul, tapi ia sudah menyentuh ”jawatan” yang bukan haknya. Untung saja, Daud mendengarkan nuraninya. Pemimpin yang dibentuk oleh Tuhan memang tidak melewati proses mulus. Justru lewat tantanganlah, Tuhan mengasah karakter kita, menyiapkan diri kita menjadi pemimpin yang bijak dan takut akan Tuhan. There is no short cut to destiny.
Barangkali banyak orang menimbang-nimbang kalau ingin menyumbang. Namun, pemilik Grup Mayapada Dato Seri Tahir malah bersikap sebaliknya. Dia berderma tanpa beban. Dia sangat percaya tidak ada orang jadi miskin atau pengusaha bangkrut lantaran rajin beramal. `Belum pernah saya dengar orang berbuat sosial lalu bangkrut,` kata Tahir saat ditemui Selasa siang lalu di kantornya, lantai 1 Bank Mayapada, Menara Mayapada. Dengan jas hitam dibiarkan terbuka, Tahir menjawab semua pertanyaan soal kegiatannya sebagai filantropis. Berikut penjelasannya kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com. Sebagai orang serba berkecukupan, beramal itu sebuah kewajiban atau kebutuhan? Bagi saya keharusan sebagai bagian dari ibadah saya. Apa yang membuat Anda termotivasi untuk terus berderma? Saya lahir di sebuah keluarga boleh dikatakan miskin karena orang tua saya pembuat becak dan menyewakan becak. Jadi kita terima setoran tiap hari dari penarik becak. Satu hari ada penarik becak tidak bayar setoran. Ibu saya mengomel. Penarik becak itu lalu melempar ibu saya pakai batu dan kepalanya bocor. Waktu saya kecil, saya menyaksikan bagaimana orang nggak mampu itu tertindas. Saya merasa orang tua saya, termasuk keluarganya, diremehkan. Itu menjadi sebuah perasaan sangat mendalam. Satu hari kalau saya mampu, saya akan bela yang lemah. Sampai hari ini prinsip itu saya pegang teguh. Karena itu, saya berbuat sosial tidak ada beban. Dua tahun lalu saya rapat di Medan. Besok pagi-pagi saya ke Singapura, putra saya balik ke Jakarta. Kita naik Alphard dan di setopan terakhir saya lihat anak perempuan jual koran, tapi tidak menuju mobil saya. Saya suruh sopir klakson supaya menarik perhatian dan dia datang. Pikiran saya sederhana. Saya keluar uang Rp 20 ribu supaya pagi itu dia dapat sarapan lumayan. Masalahnya, dalam penerbangan saya ke Singapura, anak kecil itu terus mengganggu pikiran saya. Sampai Singapura saya segera telepon pemimpin cabang saya minta cari sopir tadi mengantar saya ke bandara. Lalu minta sopir tadi cari anak perempuan penjual koran itu. Saya pesan tolong kasihkan Rp 200 ribu supaya dia bisa beli satu pakaian layak. Tiga jam kemudian pemimpin banag bernama Julianan telepon saya. Kita sudah ketemu anak kecil dan ibunya. Ternyata ayahnya baru meninggal sebulan lalu karena sakit. Sehingga dia terpaksa berjualan koran. Kalau begini, mulai sekarang tiap bulan kasih Rp 500 ribu. Anak itu jangan jual koran lagi dan mulai hari ini (dua tahun lalu) sampai lulus SMA saya bayarin. Artinya, berbuat sosial itu tidak mengenal waktu dan tempat. Senin sampai Minggu, Januari hingga Desember, sampai Tuhan bilang setop. Itu prinsip hidup saya. Apa pengalaman pertama paling berkesan membikin Anda berkomitmen akan terus berderma sampai akhir hidup saya? Kita mengalami dua krisis, 1997 konglomerat di negara kita rontok dan 2008, konglomerat di Amerika jatuh. Artinya, Anda usaha 200 tahun bisa bangkrut. Tapi pernah nggak lihat ada orang berbuat baik bangkrut. Nggak pernah. Belum pernah saya dengar orang berbuat sosial lalu bangkrut. Bill Gates tinggalkan Microsoft dan dia sudah keluarkan US$ 30 miliar, masih jadi orang terkaya. Artinya, pengusaha bisa bangkrut, sukses bisa jatuh, tapi orang berbuat amal tidak pernah bisa bangkrut. Saya tidak percaya orang beramal Rp 100 ribu nanti bisa dapat Rp 500 ribu. Karmanya adalah bisa saya diberi kesehatan, keluarga kita harmonis, anak saya lebih mudah cari makan, anak-anak jadi orang baik semua. Saya belum pernah dengar orang banyak beramal bisa bangkrut. Apakah Anda punya kegiatan amal harian? Saya takut nanti dianggap pamer. Artinya, beramal itu tidak henti-henti sampai Tuhan bilang setop. Selama Tuhan masih kasih kita napas, kita kerjakan terus semampu kita. Sebagai filantropis, apa mimpi terbesar sudah Anda capai dan yang belum Anda raih? Waktu saya bekerja sama dengan Bill Gates, duta besar Indonesia untuk UEA tanya saya hari ini Anda kehilangan uang, apa perasaan Anda? Saya bilang mimpi saya dari kecil ingin berbuat sesuatu dan hari ini tercapai. Itu karena begitu besarnya Tuhan sayang sama saya. Saya dikasih kesempatan untuk berbuat baik, kalau nggak saya akan berbuat jahat. Kalau saya meninggal, saya ingin melihat anak-anak saya adalah orang baik, bermartabat, dan berkarakter. Kedua, saya mau melihat hidup rakyat Indonesia baik sedikit. Apakah pernah ada tawaran masuk pemerintahan? Nggak pernah. Saya bukan ahli birokrasi. Saya ini orang Surabaya pasaran, bukan keturunan keluarga ningrat elegan, saya mungkin nggak cocok di birokrasi. Saya adalah staf khusus di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Bagaimana ceritanya Anda bisa ikut menyumbang hingga US$ 100 juta? Setahun lalu ada tamu datang dan dia bilang dia dari Bill Gates Foundation. Dia bilang ingin cari rekan dari Indonesia. Dia bersedia 70 persen untuk Indonesia dan sisanya untuk seluruh dunia. Setelah ngobrol-ngobrol saya setuju. Dia kaget saya bilang bakal menyumbang US$ 100 juta dalam lima tahun. Sebulan kemudian Bill Gates menyurati saya dan setuju. Lalu April lalu kita tanda tangan kerja sama di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, disaksikan duta besar kita. Dengan harta US$ 1,7 miliar dan menjadi orang terkaya nomor 12 di Indonesia dan 1.068 di dunia, apakah Anda puas dengan pencapaian ini? Menurut saya, kekayaan itu tidak hanya tertuju pada deposito atau uang Anda pegang. Saya selalu percaya kekayaan itu ialah juga integritas, intelektualitas, kepribadian mulia, karakter baik, keluarga harmonis, kesehatan. Itu adalah satu kesatuan. Kekayaan itu seperti sebuah senjata. Senjata di tangan orang baik untuk bela negara. Di tangan orang tidak baik buat merampok. Bukan pula soal jumlah kekayaan tapi bagaimana Anda memanfaatkan kekayaan itu dengan baik. Itulah seninya. Apa kelebihan Anda miliki sehingga Anda bisa menjadi pengusaha sukses? Saya orangnya super disiplin. Tiap hari saya bangun jam 5.30. Saya selesai baca 7-8 koran internasional dan domestik, Indonesia, Inggris, dan Mandarin, pukul 6.30. Selama 6.30-7.30 saya mulai merenungkan apa yang saya lakukan kemarin dan apa akan saya kerjakan hari ini. Jam 8 saya sudah keluar dari rumah. Malam saya tidak keluar. Saya tidak ke klub malam, makan di restoran. Saya pulang dan makan bareng keluarga. Lalu jam 8 saya tonton televisi selama dua jam kemudian tidur. Hidup saya datar, saya super disiplin. Kedua, waktu saya menang Enterpreneur of the Year 2011 dari Ernst and Young, saya bilang dalam pidato saya adalah pendaki gunung. Tidak ada gunung tidak berani saya daki. Saya mendaki dari satu pun cak ke puncak lainnya hingga Tuhan mengatakan saya harus berhenti. Artinya tiap hari saya memperbaiki diri dengan membaca, bergaul, kerja sosial, dan beribadah. Saya ingin terus mencapai puncak lebih tinggi. Saya tidak pernah lengah. Kalau waktu bisa diulang, Apa ingin Anda lakukan? Saya akan berbuat lebih banyak untuk orang tua saya. Ada masa-masa kita bodoh dan terlewatkan, tapi Allah cipta manusia memang tidak ada yang sempurna. Di dalam ketidaksempurnaan itulah kita beribadah. Supaya kita sadar kesempurnaan itu milik Tuhan.Kalau saya sempurna, saya akan sombong, saya akan tidak tahu diri. Waktu ke Sinabung, saya mau menangnis. Ternyata hidup saya di Jakarta sudah wah. Ternyata ada sebagian kelompok manusia di belahan pulau lain hidup mereka belum jelas, tergantung bantuan. Saya harus jadi orang tahu diri, tidak rakus, bersyukur. Kalau kita hidup dalam kemewahan, kita bisa lupa diri. Kita perlu kejadian mengingatkan kita. Kalau dihidupkan kembali, saya tetap mau dilahirkan dari anak tukang becak. Saya bangga punya orang tua benar meski dia miskin. Saya tetap akan menikahi istri sekarang karena bagi saya dia adalah paling sempurna. Saya akan tetap menjalani hidup sama. Ketika krisis 1998, banyak perusahaan bangkrut, namun Grup Mayapada berhasil bertahan dan sukses sampai sekarang. Apa resep khususnya? Tidak ada resep khusus. Bukan karena kepintaran saya. Bank Mayapada waktu itu konservatif, kita tidak main valuta asing. Kita tidak kena imbas. Karena saya bodoh, saya diselamatkan. ----- Dari wawancara tersebut di atas, ada satu statement yang paling penting, `Satu hari kalau saya mampu, saya akan bela yang lemah`. Karakter ini persis dimiliki oleh Kristus Yesus. Tuhan Yesus itu kasih juga adil. Kebanyakan orang memberi atau membantu orang lain hanya karena iba atau kasihan, hanya berprinsip pada kasih. Memang sudah sangat baik kalau orang punya prinsip kasih ini dibanding orang yang hanya bilang kasihan ya si A, B, C, dll, tapi hanya lip service. Ketika ditantang untuk action atau kondisi memaksa harus membantu orang tersebut, akan ada beribu banyak alasan, sedang sibuklah, kan sudah ada X yang bantu dia kan lebih kaya (tidak heran kalau selamanya X tetap akan lebih kaya dari kita karena kita tidak mau berbagi, uang kita hanya dihabiskan untuk keperluan pribadi kita sendiri), dll. Kita perlu meniru prinsip Tuhan Yesus. Tidak hanya kasih, tapi juga adil, persis seperti yang dikatakan bos Mayapada tersebut, saya akan bela yang lemah, itulah prinsip keadilan. Ketika sehari-hari kita bisa makan 3-5 kali sementara diluar sana ada banyak orang yang tidak bisa makan, kita beri mereka makan, bahkan kalau memungkinkan tiap hari kita bisa bagi makanan ke anak-anak jalanan, pengemis, pemulung. Tiap bulan bahkan mungkin tiap minggu kita bisa beli baju baru sementara diluar sana ada banyak orang telanjang, compang-camping, kedinginan, kita beri mereka pakaian sesuai batas kemampuan kita (bukan kemauan kita), pakaian baru atau bekas layak pakai (bukan layak buang). Kita bisa kuliah S1 bahkan sampai S3, atau ada belasan hingga puluhan gelar di belakang nama kita sementara diluar sana banyak anak-anak tidak bisa sekolah, putus sekolah, dilarang orang tuanya sekolah dan harus bekerja, sekolah di bawah kolong jembatan atau di sekolah yang sewaktu-waktu atapnya akan roboh, kita bantu sekolahkan mereka di sekolah terbaik sesuai kemampuan kita, atau kita berikan beasiswa untuk mereka, atau mungkin kita bayari mereka asuransi pendidikan. Boleh saja kita support pelayanan yang ada di gereja kita di bidang pendidikan, namun alangkah baiknya bila kita juga bisa tambahkan itu secara pribadi. Bahkan bila memungkinkan kita bisa bekerja sama dengan orang-orang yang sevisi untuk bangun sekolah murah atau gratis mulai dari PAUD hingga Universitas untuk anak kurang mampu. Ketika kita bisa menghirup udara dengan normal sementara banyak yang kemana-mana harus membawa tabung oksigen, kita bisa menikmati fasilitas rumah sakit VVIP di luar negeri sementara banyak orang meninggal karena tidak bisa berobat, ditolak rumah sakit, anaknya ditahan tidak boleh meninggalkan rumah sakit karena belum melunasi biaya operasi, atau penyakit tidak tercover jamksesmas, kita bantu mereka sebaik mungkin. Boleh saja kita support pelayanan yang ada di gereja kita di bidang kesehatan, namun alangkah baiknya bila kita juga bisa tambahkan itu secara pribadi. Bahkan bila memungkinkan kita bisa bekerja sama dengan orang-orang yang sevisi untuk bangun klinik atau rumah sakit murah atau gratis mulai untuk orang-orang kurang mampu. Kita bisa bekerja bahkan memiliki banyak bisnis sementara banyak orang punya keterbatasan fisik sehingga tidak bisa bekerja dan ditolak di berbagai perusahaan, banyak orang di PHK, atau kemampuannya terbatas sehingga tidak bisa bekerja lebih maksimal atau tidak bisa bekerja dengan posisi lebih baik, kita bantu mereka semaksimal mungkin. Boleh saja kita support pelayanan diakonia yang ada di gereja kita, namun alangkah baiknya bila kita juga bisa tambahkan itu secara pribadi. Bahkan bila memungkinkan kita latih & bekali mereka agar jadi SDM yang berkualitas untuk jadi pegawai yang berkompeten bahkan jadi wirausaha yang punya daya saing unggul. Kan itu tugas pemerintah, untuk apa saya harus keluar dana pribadi lagi? Kalau kita menyadari akan semua kelebihan kita dan kita sadar akan tugas & panggilan hidup kita, tentu kita tidak berkeberatan untuk kita mau berbagi dengan mereka yang tidak seberuntung kita. Selagi ada kesempatan untuk tangan di atas manfaatkanlah semaksimal mungkin, jangan sampai kita tidak peduli & melewatkan setiap kesempatan yang ada dan membuat kita justru menjadi tangan di bawah. Bahkan bila memungkinkan & Tuhan taruh beban itu dalam hati kita, persiapkan diri sebaik mungkin untuk kita maju sebagai wakil rakyat dalam pemilihan mendatang, bisa sebagai bupati, walikota, gubernur, DPRD, menteri, DPR, DPD, MPR, atau presiden. Kita jadi wakil rakyat yang tidak hanya bersih & jujur namun juga profesional & berkompeten untuk mengubah taraf hidup banyak orang, memperjuangkan kesejahteraan rakyat dengan prinsip keadilan & pemerataan sosial. `Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka, asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau. Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu, tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan.` Ulangan 15:4-8. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
BARCODE BBM CHANNELS
ARTIKEL & KESAKSIAN
Jadwal Ibadah Minggu
21 Januari 2018
Kebaktian I - Pk.06:00 WIB
Pdt. Goenawan Susanto
Kebaktian II - Pk.09:00 WIB
Pnt. Andreas Haryanto
Kebaktian III - Pk.17:00 WIB
Pdt. Goenawan Susanto
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang