SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Orang kristen wajib menghasilkan buah yang lebat.
DITULIS OLEH
Pdt. Laij Andreany
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Berbuah Lebat
Berbuah Lebat
Sabtu, 25 November 2017
Berbuah Lebat
Yohanes 15:8

Ketika kita menanam pohon buah-buahan, wo......, alangkah senangnya hati kita melihat pohon yang kita tanam berbuah lebat. Bagi seorang petani buah-buahan, hasil buah yang banyak berarti pemasukan yang banyak juga. Untuk memperoleh buah yang banyak kita harus memperhatikan dan merawat kondisi pohon yang ditanam. Dibutuhkan tanah yang baik, air yang cukup, sinar matahari, pupuk, dsb. Tanah, air, udara, sinar matahari, pupuk merupakan penunjang sumber alam yang sangat penting. Itu semua bukan ciptaan manusia tapi ciptaan Sang Pencipta alam yang Mahakuasa.

Seperti juga petani buah-buahan yang mengharapkan pohon yang ditanam berbuah banyak, demikian juga Tuhan. Manusia dicipta Tuhan dan ditempatkan di bumi. Tuhan mengharapkan/menghendaki manusia berbuah banyak. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Bapa kita di sorga dipermuliakan apabila kita berbuah banyak dan kita disebut sebagai murid-murid-Nya. Dua hal utama yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen, yaitu memuliakan Tuhan, Bapa kita yang kekal dan menjadi murid-Nya. Kita perlu merenungkan dalam-dalam arti Kristen. Kristen adalah pengikut Kristus, Kristen adalah murid Kristus. Begitu kita menyebut diri kita Kristen tidak cukup hanya rajin kebaktian di gereja, baca Alkitab dan berdoa setiap hari, akti...selengkapnya »
Dalam hidup ini pikiran seseorang akan menentukan perasaan dan kehendak serta perbuatannya. Contoh: pikiran yang penuh dengan kekuatiran akan diikuti perasaan takut/cemas dan berpengaruh terhadap tindakannya sehari-hari. Pikiran bahwa dirinya orang penting dan harus dihormati orang lain akan membawa perasaan tinggi hati dan berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya. Amsal mengingatkan bahwa bahwa apa yang dipikirkan seseorang itu menentukan keberadaannya, “For as he thinks in his heart, so is he”, “you are what you think”. [Amsal 23:7] Demikian juga dalam kehidupan iman, pola pikir yang ada dalam diri anak Tuhan juga akan menentukan keberadaannya di hadapan Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan supaya kita menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus [Pilipi 2:5]. Jadi pola pikir anak Tuhan harus seperti pola pikir Tuhan Yesus, yang dilandasi oleh kesediaan mengosongkan diri, merendahkan diri dan taat mutlak kepada Bapa. Yang diutamakan adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya [Yohanes 4:34]. Gaya hidup seperti ini yang rasul Paulus maksudkan dengan pola hidup yang berpadanan dengan Injil [Pilipi 1:27]. Injil adalah module khusus bagi anak Tuhan yang telah diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus. Jelas pola pikir dan gaya hidup deperti ini sangat berbeda sekali dengan yang dimiliki anak-anak dunia, seperti perbedaan antara gandum dan lalang. Untuk memiliki pola pikir seperti tersebut di atas tidak mudah, diperlukan pembaharuan pikiran setiap hari melalui pembelajaran kebenaran Injil yang murni oleh pertolongan Roh Kudus [Roma 12 : 2]. Sebagaimana rasul Petrus menyatakan bahwa pola pikir kita dikuduskan oleh ketaatan kepada kebenaran/Injil [I Petrus 1:22]. Akan dialami realitas bahwa seorang anak Tuhan yang mengenakan pola pikir Kristus akan mengalami “kesulitan untuk akrab” dengan orang-orang yang tidak mengenal/tidak peduli kebenaran, tidak takut dan tidak menghormati Tuhan dalam sikap hidupnya sehari-hari. Meskipun demikian, anak Tuhan dengan pola pikir Kristus tidak berarti hidupnya menjadi tidak wajar atau kehilangan “kemanusiaan”. Kita akan tetap masih menjalani hidup seperti manusia lain, dalam : bekerja, mencari nafkah, berkeluarga, menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, mengembangkan dan menikmati kreasi seni, hobi, olah raga, rekreasi dll. Secara umum bisa dikatakan “tampak luar tetap sama, namun dalamnya [mind set] berbeda”. Anak Tuhan yang mengenakan pola pikir Kristus akan mengalami tidak merasa nyaman hidup di bumi [yang makin fasik, penuh ketragisan], makin menghayati bahwa dunia ini bukan rumahnya, makin kuat merasakan keberadaannya sebagai musafir, sehingga fokus hidupnya makin kuat ke Langit Baru dan Bumi Baru.
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Suatu hari Michaelangelo, pemahat terkenal dari Italia menerima batu pualam besar dari beberapa orang laki-laki, padahal ia tidak pernah memesannya. Pengangkut-pengangkut batu itu mengatakan bahwa mereka telah membawa batu pualam itu ke rumah pemahat yang bernama Donatelo. Donatelo menolak batu itu, karena melihat banyak keretakan pada batu pualam itu. Ketika Michaelangelo memeriksa batu itu, ia membenarkan pendapat Donatelo, tetapi Michaelangelo melihat batu itu dengan sudut pandang yang lain. Michaelangelo melihat batu itu sebagai tantangan untuk menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi. Dari ke hari Michaelangelo berpikir mencari ide, akan diapakan batu pualam yang retak-retak itu. Setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya ia menemukan ide yang bagus dan mulai memahat batu pualam itu. Dari batu pualam yang retak-retak itu akhirnya Michaelangelo menciptakan karya seni yang indah dan menarik. Karya seni itu adalah sebuah patung yang besar, yakni patung raja Daud. Manusia sering melihat bahwa kecacatan adalah suatu halangan yang besar untuk dapat berkarya. Ada seorang pemudi tunarungu yang menjadi berkat bagi banyak orang. Kecacatan tidak menjadi penghalang yang besar baginya untuk melakukan hal-hal yang berguna, seperti layaknya orang normal. Orang tuanya memberikan kesempatan untuk kursus menjahit dan kemudian ia bekerja di sebuah garmen. Di garmen itu ia menjadi penjahit gaun pengantin, yang ongkos jahitnya bisa mencapai jutaan rupiah. Orang tuanya juga memberikan kesempatan untuk kursus mengetik dan komputer, sehingga ia dipakai sebagai pengetik buletin di tempat pelayanannya. Yang paling mengagumkan adalah keluwesannya dalam bergaul. Jika ia berkenalan dengan sesama tuna rungu, maka dalam waktu yang relatif singkat ia akan menjadikan mereka sebagai teman. Di antara teman-temannya itu ada beberapa orang yang berbeda agama, tetapi ia memperlakukan mereka dengan baik. Setiap temannya akan diajak ke rumah, kemudian diajarkannya firman Tuhan dan akhirnya diajak ke komsel tunarungu. Banyak anak tunarungu yang telah dibawanya kepada Yesus. Sebagai orang yang sehat, apakah kita dapat menganggap orang yang baru dikenal sebagai teman dan kemudian terbeban membawanya kepada Yesus? Jika Tuhan memakai seorang pemudi tunarungu sebagai alat untuk menjangkau sesamanya, mengapa kita tidak? Yang menjadi pokok permasalahan adalah: Kita tidak pernah serius untuk menggali dan mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan. Ingatlah, Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan talenta dan suatu saat Ia akan meminta laporan pertanggunganja-wab kita.
Ketika Lawatan Allah terjadi Mazmur 126:1-3 Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: ’TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!’ TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Apa yang terjadi bila Allah melawat umat-Nya? Kita harus mengerti saat Allah melawat kita. Jangan sampai kita tidak mengerti saat Allah melawat kita. Bangsa Israel tidak mengerti saat Allah melawat mereka, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Lawatan Allah atau yang sering disebut juga kebangunan rohani [revival] terjadi berulang kali dan di banyak tempat. Salah satu di antaranya yang paling besar dan berdampak luas adalah yang terjadi di Welsh [Inggris] pada tahun 1904. Api kebangunan rohani di kota Welsh ini telah menyebabkan 100.000 orang lebih bertobat dan meluas ke seluruh Inggris dan menyebar ke negara-negara lain, termasuk ke India [pada tahun 1906] dan ke Korea [pada tahun 1907]. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah karena ada orang yang merencanakan dan menggerakkan? Tidak. Itu terjadi di luar batas kemampuan manusia. Api kegerakan rohani itu bermula dari sebuah titik, membakar hati satu atau beberapa orang, lalu menyebar luas kepada lebih banyak orang dan menyebar melintasi batas wilayah bahkan melintasi batas negara. Apa yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa lawatan Allah itu? - Yang paling utama adalah adanya kesadaran akan hadirat Allah yang nyata. Mereka dicekam oleh perasaan takut akan Allah. Dan karena itu banyak di antara mereka yang tertempelak hatinya oleh karena perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka lakukan. Mereka menyesal akan dosa-dosanya dan memohon ampun kepada Tuhan. Mereka menangis dan memohon belas kasih kepada Tuhan. - Mereka haus akan kebenaran dan membutuhkan Firman Tuhan. Mereka giat beribadah di gereja. Gereja menjadi penuh karena banyak orang yang merindukan hadirat Tuhan dan menerima pengajaran Firman Tuhan. - Mereka merasakan sukacita oleh karena menerima anugerah pengampunan yang melepaskan mereka dari beban akibat kutuk dosa. Mereka bernyanyi dengan penuh sukacita. - Terjadi perubahan di dalam hidup moral mereka oleh karena pertobatan yang sejati. Mereka tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Lawatan Allah yang seperti inilah yang kita rindukan terjadi di tengah kita. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Roh Kudus Mengubah Kehidupan Kita
19 Mei '18
The Power Of Positive Thinking
28 April '18
Bersaksi Seumur Hidup
24 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang