SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 24 Januari 2020   -HARI INI-
  Kamis, 23 Januari 2020
  Rabu, 22 Januari 2020
  Selasa, 21 Januari 2020
  Senin, 20 Januari 2020
  Minggu, 19 Januari 2020
  Sabtu, 18 Januari 2020
POKOK RENUNGAN
Apakah kita sudah mengenal kebaikanNya, kasihNya, setiaNya kepada kita? Kalau ya, nyatakan itu dalam hidupmu bagi sesama.
DITULIS OLEH
Pdm. Hendy Aguswibowo L.
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Beritakan, Nyatakan Kebaikan Tuhan
Beritakan, Nyatakan Kebaikan Tuhan
Sabtu, 02 November 2019
Beritakan, Nyatakan Kebaikan Tuhan
Mazmur 40 : 1-11
Seorang anak kecil sedang memegang dua buah apel di dua tangannya. Ibunya datang dan dengan lembut berkata : ’Sayang, bolehkah mama minta satu buah apelmu?’ Anak itu memandang ibunya sejenak, lalu tiba-tiba dia menggigit salah satu apelnya, dan lalu dengan cepat menggigit satunya lagi. Melihat itu ibunya tertegun, dia berusaha untuk tidak memperlihatkan kekecewaannya melihat tingkah anaknya. Lalu anak kecil itu memberikan salah satu apel yg telah digigitnya dan bilang, ’Ini mama, ini yang lebih manis.’ Ibunya hanya bisa tersenyum dengan haru. Demikian pula yang dilakukan oleh Tuhan kita, Dia selalu memberikan kepada kita yang terbaik.

Tentu kita semua setuju bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan,yang menjadi dasar orang percaya berpijak dalam menjalani kehidupannya sesuai dengan kehendakNya. Dalam mazmur ini, menjelaskan kepada kita bahwa yang Tuhan kehendaki adalah memberikan hidup kita menjadi persembahan yang kudus kepada Allah, yakni dengan membuka hati, mata, pendengaran dan mulut untuk firman Tuhan, bukan persembahan yang formalitas. Itulah kesaksian yang hendak disampaikan oleh Daud dalam mazmur ini. Dia bersaksi bahwa Tuhan mendengar doanya, Tuhan melepaskannya dari dosa yang membelenggu hidupnya, Tuhan yang menyertai langkah hidupnya, banyaknya keajaiban...selengkapnya »
Kehadiran tahun baru bukanlah suatu yang asing dan mengejutkan. Sebab setiap tahun selalu terjadi pergantian tahun. Hanya umur dan bagian tertentu dalam hidup ini yang mengalami perubahan seperti sehat, sakit, kaya, miskin, peningkatan jabatan dan banyak lagi lainnya, ini semua pernah dialami siapapun saja yang hidup dalam perjalanan tahun. Namun dalam perjalanan pergantian tahun sebenarnya Tuhan taruh sesuatu spesial dalam hidup ini. Sering kali kita tidak melihatnya dan menyadarinya bahwa di dalam tahun yang baru ada kasih dan penyertaan Tuhan begitu setia menyertai kita. Semua orang terhipnotis dengan kegembiraan berlebihan. Banyak orang menghambur-hamburkan uang untuk mencari sukacita dan mengharapkan berkat dari Tuhan menuju perjalanan tahun yang baru. Semua orang merayakan tahun baru dengan berbagai cara. Harapannya diberkati dan mengalami kesejahteraan dalam hidup. Semua yang terbaik diinginkan agar mengalami kesuksesan dan banjir rejeki baik di keluarga dan pekerjaan. Tetapi pernahkah kita berpikir, apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita selama ini. Tuhan begitu setia di dalam memimpin dan menuntun langkah hidup kita. Ketika kita tidak pernah berpikirpun Tuhan sediakan apa yang kita perlukan. Saat kita membutuhkanpun Tuhan juga melakukan yang terbaik dalam hidup kita. Artinya, Allah selalu sediakan kesejahteraan begitu besar kepada kita. Allah memberi bukan barang basi atau stok lama. Tuhan selalu memberi yang baru dalam hidup ini. Artinya, Kasih setia Tuhan tidak mungkin habis, cintanya yang penuh belas kasihan tidak bisa mengering. Betapa agung kesetiaanNya kepada kita. Sesuatu yang baru adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyegarkan perjalanan hidup kita. Dalam hal ini Allah mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan. Dan perlu kita ketahui bahwa kehidupan yang kita jalani ini selalu dinamis dan tidak pernah sama. Sesuatu yang berubah-rubah dalam hidup kita inilah, Tuhan ada didalam perjalanan hidup kita ini. Jadi ketika kita memasuki tahun yang baru ini, seharusnya kita melihat lebih jauh penyertaan Tuhan yang sungguh hebat dan tak tertandingi oleh apapun juga. Kesetiaannya sungguh terbukti dan terus hingga akhir hidup kita. Allah menghendaki agar kita tetap dalam kasih dan penyertaanNya. Selamat memasuki tahun yang baru dengan berkat penyertaan Tuhan.
Ketika saya masih usia anak-anak, pamanku kerja di Jakarta. Dia pulang ke Salatiga 1 tahun sekali. Kebiasaan pamanku saat akan pulang, selalu mengirim surat kepada orang tuaku. Peristiwa inilah yang aku nantikan. Karena kepulangan paman ke rumah berati akan membawa barang ataupun oleh-oleh buat aku. Orang tuaku menjadi sibuk ketika menjelang kedatangan paman. Kami membersihkan rumah dan kamar buat pamanku. Sukacita sangat terasa di keluargaku menjelang sampai kedatangan pamanku. Minggu ini kita dan gereja pada umumnya di sibukkan dengan riuhnya sukacita Natal. Hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu hari penyelamatan Allah yang dinubuatkan oleh nabi Zefanya: Allah berkenan memaafkan kesalahan umat-Nya dan berkenan tinggal di antara umat-Nya. Bersorak-sorailah, bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati sebab Tuhan ada di antara kita, kata nabi Zefanya. Lalu, apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut kedatangan Yesus? Yohanes Pembaptis memberikan jawaban, yaitu Pertama, berlaku adil dan jujur sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita, serta berbagi kelebihan kepada mereka yang berkekurangan [Lukas 3:10-18]. Selain kebaikan hati yang dinampakkan dalam perbuatan hidup sehari-hari, Ke dua, Rasul Paulus juga meminta kita untuk tetap mengandalkan Tuhan dan bersyukur selalu [Filipi 4:4-7]. Hal konkrit inilah yang mesti kita buat selama masa penantian. Inilah yang menjadi persiapan kita untuk menyambut Tuhan yang mau tinggal di antara kita. Saudara yang terkasih, janji keselamatan Allah yang dinubuatkan oleh nabi Zefanya terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Ketika bangsa Israel mendengar janji keselamatan ini, mereka begitu bahagia dan bersorak-sorai. Jika saja bangsa Israel yang menerima janji itu masih hidup hingga saat ini, tentu mereka akan sangat bergembira ria. Mendengar janji itu saja, mereka menjadi girang gembira, apalagi jika janji itu terpenuhi? Tentu kegirangan mereka akan berlipat-lipat. Betapa beruntungnya kita. Bangsa Israel menerima janji keselamatan itu, tetapi yang mengalaminya adalah kita. Allah tidak hanya tinggal di antara kita tetapi tinggal dalam diri kita secara pribadi, yaitu saat kita menerima komuni kudus. Karena itu kegembiraan dan sorak-sorai kita seharusnya melebihi bangsa Israel. Syukur kita seharusnya lebih hebat dari Israel. Dan apa yang dimintakan Yohanes Pembaptis dan Rasul Paulus untuk kita buat dalam menyambut Tuhan yang berkenan datang dan tinggal di antara kita, seharusnya kita buat dengan lebih sungguh-sungguh. Selamat mempersiapkan diri menyambut Natal.
Setiap manusia pasti memiliki pengalaman hidup bermacam-macam dan berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap pengalaman yang dialami baik itu pengalaman menyenangkan maupun tidak, pasti akan meninggalkan kesan berbeda. Terkadang pengalaman yang telah dialami akan ikut memperngaruhi sikap hidup manusia ke depannya. Misalnya seseorang akan menjadi lebih berhati-hati ketika berkendara karena memiliki pengalaman kecelakaan. Atau misalkan seseorang akan tidak mudah percaya kepada orang lain ketika pernah dibohongi. Pengalaman bisa menjadi pelajaran penting bagi manusia untuk bertindak lebih baik lagi pada hari depan. Dan menjadikan manusia tidak sembarangan untuk mengambil langkah-langkah kehidupan yang banyak diperhadapkan dengan pilihan di dalam kehidupan ini. Ketika kita melihat kembali apa yang dialami Daud pada saat ia dikejar-kejar oleh musuh-musuh yang ingin membunuhnya, Daud mengalami suatu pengalaman bersama Tuhan. Dalam 2 Samuel 22:1-7 dituliskan mengenai ucapan syukur Daud ketika ia telah dibebaskan oleh Tuhan dari cengkraman musuh-musuhnya. Pengalaman sulit Daud digambarkan seperti tali-tali dunia orang mati yang membelitnya. Namun Tuhan tidak membiarkan dia celaka. Tuhan mendengar seruan doa Daud. Bagaimana Daud bisa bertahan menghadapi musuh-musuhnya ? Karena, Pertama, dia tetap mengikuti jalan Tuhan dan tidak menjauhkan diri dari jalan Tuhan [ayat 22]. Ke dua, Dia memperhatikan segala hukum-Nya dan tidak menyimpang dari ketetapannya [ayat 23], Ke tiga, dia berlaku tidak bercela dan menjaga diri terhadap kesalehan [ayat 24]. Pengalaman yang dialami Daud menjadikan dia semakin dekat dengan Allah dan semakin beriman kepada-Nya. Orang yang benar-benar mengalami pengalaman dengan Tuhan secara nyata akan memiliki konsistensi iman yang kuat dengan apa yang dialami. Mereka akan tetap memiliki iman yang kuat ketika mengalami pengalaman yang pahit maupun manis. Kita bisa mengalami Tuhan ketika hidup kita selalu dekat dengan Tuhan. Hidup dekat dengan Tuhan melalui, tidak menyimpang dari ketetapan-Nya, berlaku tidak bercela dan menjaga diri terhadap kesalehan. Mari diawal tahun ini kita semakin rindu bersekutu dengan Tuhan supaya kita tetap kuat dalam menghadapi segala macam keadaan di hari-hari kedepan. Kita akan semakin mantap melangkah menghadapi kehidupan ini karena kita tahu bahwa Allah sendiri yang selalu menyertai dan menuntun langkah hidup kita.
Akhir tahun 2019 sudah menghadang di depan mata. Dua belas bulan hampir genap terlampaui di tahun ini. Jika kita menoleh ke belakang, pengalaman-pengalaman apa sajakah yang paling menancap di benak kita? Apakah harapan-harapan yang mengembang di awal tahun 2019 telah terwujud di akhir tahun ini? Atau justru hal-hal tak diinginkan yang banyak terjadi? Sebagaimana manusia pada umumnya, kita selalu mengharapkan hal-hal yang baik dan menyenangkan terjadi dalam hidup ini. Kita berdoa untuk kebahagiaan, kesehatan, kesejahteraan, perlindungan dan masih banyak lagi. Tetapi dalam perjalanan sepanjang dua belas bulan ini, pasti ada kalanya kita mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan menyesakkan. Ada yang jatuh sakit, tertimpa musibah bencana alam, terbelit sengketa finansial, terlibat perseteruan tak terduga, terbebani masalah keluarga, dan lainnya. Sebagian orang tak habis pikir dan bertanya-tanya, “Mengapa???” Firman Tuhan yang tertulis di dalam Mazmur 119:71 menjawab kegundahan kita, “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Ternyata pengalaman-pengalaman yang menyesakkan itu memberi manfaat yang baik. Memang terasa sulit untuk diterima, namun itu membantu manusia belajar tentang ketetapan-ketetapan Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan mengizinkannya terjadi meskipun manusia tak menghendaki. Jika kita mengingat kembali, harus diakui bahwa banyak pelajaran berharga yang berasal dari pengalaman-pengalaman masa lalu yang menyesakkan. Kalau bisa memilih, tentu kita tak mau mengalami hal-hal yang tidak enak. Namun tak dapat dipungkiri, kondisi yang berat itu telah membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijak daripada sebelumnya, dan lebih sanggup berserah kepada Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita terima setiap pengalaman yang hadir dalam hidup ini dengan tangan terbuka. Mari percaya bahwa Tuhan bermaksud baik dengan menolong kita belajar perintah-perintah dan hukum-hukum-Nya yang adil. Mari tetap berharap pada Firman Tuhan, sebab dalam keadaan yang paling menyesakkan pun Tuhan tetap setia. Kasih setia-Nya menjadi penghiburan kita, sesuai dengan janji yang diucapkan-Nya kepada kita. Tuhan beserta kita.
FOLLOW OUR INSTAGRAM
RENUNGAN HARIAN
Menyambut KedatanganNya
24 Desember '19
Kemarin, Hari ini dan Esok Tuhan Menolong
29 Desember '19
Selamat Datang 2020
01 Januari '20
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang