SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Penerang yang sejati adalah kehidupan yang terpancar dari hati yang mengasihi Kristus.
DITULIS OLEH
Sdr. Dwi Winarno
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Bersinar Dan Berdampak
Bersinar Dan Berdampak
Sabtu, 09 Desember 2017
Bersinar Dan Berdampak
Markus 4:21-23

Sebuah lilin kecil sangat berguna ketika listrik padam. Sebuah senter sangat membantu untuk menerangi jalan yang akan dilalui. Kedua benda ini sangat diperlukan oleh manusia ketika malam hari mengalami pemadaman lampu dan masalah-masalah yang berkaitan dengan listrik. Keberadaan benda tersebut membantu untuk menerangi ruangan sehingga manusia masih bisa melakukan aktivitas. Jikalau dalam kondisi pemadaman listrik dan tidak dijumpai benda-benda tersebut, maka segala aktivitas akan terganggu. Mungkin saja benda tersebut dianggap remeh dan juga tidak terlalu penting, namun justru benda-benda tersebut menjadi penyelamat ketika tiba-tiba terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan listrik.

Dalam sebuah perumpaan tentang pelita dikatakan bahwa orang yang membawa pelita tidak akan menaruh di bawah tempat tidur maupun tempat yang tersembunyi. Melainkan akan meletakkannya di atas kaki dian supaya terang terpancar ke semua ruangan. Sehingga pelita yang menyala tersebut akan memberikan pengaruh yang besar pada ruangan yang terkena sinarnya. Pelita menyingkapkan semua yang tersembunyi. Jika gelap datang, maka pelita akan menyala dan memberikan penerangan. Jikalau tidak ada pelita yang menyala, maka segala sesuatu yang tersembunyi tidak kelihatan. Maka pelita harus ...selengkapnya »
Sang waktu berlalu tak pernah menunggu.... Tenang, tepat terus melaju..... Tertinggal kita akan termangu...... Alam semesta seolah membisu..... Demikian perasaan seseorang yang kehilangan kesempatan karena kelalaiannya, kealpaannya. Kecewa terhadap diri sendiri, hanya bisa merenungi nasib yang seakan tidak berpihak kepada dirinya. Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada Jemaat di Galatia, selama kita masih memiliki kesempatan, hendaklah kita berbuat kebaikan kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan seiman. [ayat 10]. Dalam bahasa aslinya, kata kesempatan mempergunakan kata “καιρός” [kairos], yang berbicara tentang periode waktu tertentu, kesempatan/momentum yang kalau sudah lewat tidak akan kembali lagi. Terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata yang berarti waktu yang tepat, pantas, menguntungkan. Dari perikop surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia ini, kita bisa belajar bagaimana berbuat baik selama kita masih memiliki kesempatan, yaitu : 1. Memberikan bimbingan, tuntunan, teguran dengan lemah lembut jika kita tahu ada yang “melenceng” dari kebenaran. [ayat 1] 2. Memberikan perhatian, bantuan kepada mereka yang membutuhkan atau sebaliknya mau menerima bantuan kala kita membutuhkan. Jangan kita merasa sombong, paling berarti sehingga merasa tidak perlu menerima pertolongan orang lain. [ayat 2,3] 3. Tidak melupakan “Hamba Tuhan” yang telah memberikan pengajaran Firman Tuhan sehingga kita dapat memuridkan orang lain. [ayat 6] 4. Jangan jemu berbuat baik karena akan tiba saatnya kita akan menuai.[ayat 9] Mari kita pergunakan kesempatan untuk berbuat baik terutama untuk keselamatan jiwa-jiwa. Kesempatan sekecil apapun jangan kita sia-siakan. Bagikan berita keselamatan lewat kesaksian hidup kita melalui tutur kata ataupun perbuatan. Amin.
Setelah cukup beristirahat dan melepas rindu dengan keluarga terdekat. Benay segera menyambangi Sambey, sahabatnya. Di halaman depan gereja mereka berjanji untuk bertemu. Sambey sudah tak sabar menunggu kedatangan Benay yang sangat dirindukannya itu. Begitu dilihatnya Benay turun dari angkot orange di seberang jalan, segera ia berteriak keras, “Bennn....Benaaaaaay!” “Sambeeeeey....!” teriak Benay membalas. Begitu jalanan sepi, Benay segera berlari mendapatkan Sambey. Dua sahabat kental ini segera berpelukan sangat erat dan bertangis-tangisan. “Ben...Ben...aku kira kamu sudah mati di Iraq”, ucap Sambey sambil sesenggukan. “Gak Sam, aku masih hidup. Tuhan melindungi aku dari segala marabahaya, bahkan dari bom sekalipun.” Pertemuan dua sahabat ini tidak hanya menarik perhatian jemaat yang menanti ibadah pentakosta. Mereka keluar dan turut merayakan kedatangan Benay. Beberapa jemaat tak kuasa menahan tangis haru dan terduduk lemas karena tak menyangka bisa melihat Benay kembali. Terlebih Sambey, energi dan emosinya terkuras habis. Namun ada sukacita tak terkira yang menguasai hati Sambey dan Benay. Hingga mereka tak menyadari jika sudah berangkulan cukup lama. Jemaat yang terkasih. Perjumpaan saling merindukan antara Sambey dan Benay di atas memberikan gambaran kepada kita akan kerinduan Tuhan untuk berjumpa dan menyertai kita setiap hari melalui Roh Kudus. Kerinduan Tuhan itu penting untuk kita respon dengan kerinduan yang sama, yaitu rindu dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus. Untuk dapat mempunyai kerinduan tersebut, pertama, kita perlu menyadari bahwa pimpinan Roh Kudus adalah kebutuhan kita yang sangat penting. Tanpa Roh Kudus hidup rohani kita akan mandul karena tak mempunyai kuasa untuk melawan keinginan daging [Roma 8:2-9]. Kedua, Tuhan tidak eman-eman untuk memenuhi kita dengan Roh Kudus. Jika kita memintanya—dalam doa—maka Tuhan akan memberikan Roh Kudus untuk memenuhi dan memimpin hidup kita. Jika ini terjadi maka terjadilah perjumpaan saling merindukan antara kita dan Roh Kudus. Perjumpaan itu pastilah diliputi dengan sukacita dan kekuatan. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Kebutuhaan kita akan berkat-berkat Tuhan secara materi tidak akan lebih penting dibandingkan kebutuhan kita akan Roh Kudus. Oleh sebab itu, milikilah kerinduan yang terdalam dan mintalah pada Tuhan agar hidup kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus. Maka Tuhan akan mengabulkan permintaan kita dengan memberi yang terbaik, yaitu Roh Kudus. Bukalah hati, berdoalah dan sambutlah kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Selamat berjumpa dengan Roh Kudus setiap hari. Selamat menikmati pimpinan-Nya. Terpujilah Tuhan!
Allah senantiasa selalu mencari orang-orang yang dipakai untuk menjadi agen-Nya di dunia. Hal tersebut dapat kita lihat dari beberapa tokoh dalam Alkitab, yang dipakai Allah menjadi agen-Nya. Di antaranya adalah; Abraham, yang menjadi berkat bagi segala bangsa oleh karena ketaatannya akan panggilan Allah. Musa membawa Israel keluar dari Mesir. Yosua membawa bangsa Israel masuk ke tanah Perjanjian. Melalui kisah tokoh-tokoh tersebut, Allah mau supaya kita peka akan suara-Nya, dan kemudian meresponi panggilan-Nya untuk menjadikan kita sebagai agen-Nya, dengan hati yang taat dan setia, serta takut akan Allah. Sebagai agen-agen Allah, apa saja peran kita di dalam dunia ini: Pertama, sebagai Agen Kebenaran. Kita harus meminta kepada Tuhan agar selalu hidup di dalam kebenaran firman-Nya [Maz.119:25]. Ketika kita hidup dalam kebenaran, maka kebenaran dalam diri kita akan termanifestasikan kepada orang di sekeliling kita, sehingga nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Kedua, sebagai Agen Kasih Allah. Setiap kita anak-anak Tuhan perlu memancarkan kasih Allah [1 Yoh. 2-4]. Kasih itu bukan sekedar kita rasakan tapi kasih itu kita lakukan, karena kasih adalah sebuah tindakan.Ketika orang percaya membawa kasih Allah, maka tindakan tersebut akan memancarkan kasih dan kemuliaan Allah, sehingga berdampak kepada orang disekitar. Ketiga, sebagai Agen perubahan. Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri, melalui cara berpikir [Rom. 12:1-2]. Kita hanya bisa mengalami perubahan, jika hati dan pikiran diisi oleh Firman Tuhan. Firman Tuhan mampu mentransformasi kehidupan, sehingga mampu mengontrol hati dan pikiran kita. Dengan perubahan yang dialami, kita dapat menjadi agen perubahan untuk lingkungan sekitar. Keempat, sebagai Agen keselamatan. Orang percaya mempunyai tugas untuk memberitakan atau menyampaikan keselamatan kepada dunia yang belum percaya dan belum mengenal Tuhan Yesus, dalam situasi apapun [Rom. 10:14-15; 2 Timotius 4:2]. Apapun tugas yang Tuhan mau untuk dilakukan; tugas kita adalah melakukannya. Oleh karena itu kita perlu memiliki kepekaan untuk mendengar suara Tuhan [Yesaya 6:8]. Dengan demikian, orang percaya sebagai agen Allah, perlu menjadi saksi bagi dunia, yakni membawa kebenaran, kasih, membawa perubahan dan membawa kabar keselamatan yang berasal dari Tuhan. Untuk itulah kita semua dipanggil, agar dunia tahu, bahwa hanya Yesuslah satu-satunya kebenaran, yang membawa kepada keselamatan dan hidup yang kekal. Amin!
Balai Pertemuan yang berwujud sebuah rumah adat panggung di suatu Perkampungan Raja siang itu cukup padat. Rombongan kami terdiri dari 6 orang awam dan 4 orang kru sebuah majalah. Ditambah penduduk yang hadir, tak banyak tempat yang lowong di bagian depan rumah panggung itu. Siang itu dilangsungkan ritual penyambutan tamu sesuai adat sebuah pulau kecil yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Di antara sekian banyak hal yang menarik perhatian kami, terselip sebuah penuturan yang membuat saya terpana. Meskipun hampir seluruh penduduk Perkampungan Raja percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, untuk mengambil keputusan-keputusan penting tetaplah harus melalui ’terawangan’. Untuk itu, seekor binatang berupa ayam atau babi harus disembelih. Kemudian satu ’orang pintar’ akan ’membaca’ usus binatang sembelihan dan menetapkan keputusan yang harus dibuat. Kalau hal ini dilanggar, mereka meyakini bahwa tulah pasti datang menghampiri. Ayat-ayat bacaan Alkitab hari ini mengingatkan umat Tuhan untuk terdidik dalam pokok iman dan ajaran sehat dalam Kristus Yesus [1 Timotius 4:6]. Baiklah kita menjauhi takhayul yang diwariskan turun-temurun dan melatih diri beribadah [ayat 7]. Iman Kristen dan takhayul adalah dua hal yang kontradiktif. Walaupun hal ini banyak terjadi di berbagai belahan dunia, tak dapat dielakkan bahwa belenggu takhayul akan menghambat pertumbuhan rohani. Bagaimana mungkin orang menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Kristus kalau hidupnya masih tergantung pada ’terawangan’, ’pantangan’ dan bermacam-macam ’syarat’? Marilah kita semakin memahami pokok iman kita, bertumbuh dalam ajaran yang sehat dan menjauhi takhayul yang membelenggu hidup manusia. Tuhan beserta kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hidup Dipimpin Oleh Roh Kudus
09 Juni '18
Berserah Dalam Pimpinan Tuhan
06 Juni '18
Kesatuan Mendatangkan Berkat
17 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang