SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Temui Tuhan dengan menyisihkan waktu khusus untuk menghadap-Nya.
DITULIS OLEH
Pdm. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Bukan Sisanya
Bukan Sisanya
Jumat, 05 Januari 2018
Bukan Sisanya
Daniel 6:11b

Saya bersyukur dilahirkan di tengah-tengah keluarga sederhana. Penghasilan orangtua hanya pas-pasan. Sehingga untuk membeli barang kebutuhan lainnya harus susah payah untuk mencari. Ketika akan memasuki kelas 3 SLTA, sepatu saya kelihatan rusak parah, maka saya berniat meminta kepada orangtua. Tetapi saya tidak berani meminta karena kondisi pekerjaan dan ekonomi. Sore itu tiba-tiba ibu menghampiri saya serta menegor mengapa saya tidak memberitahu kalau sepatu saya sudah rusak. Kemudian ibu mengajari saya agar “menyisihkan Rp. 200,- dari Rp. 500,- uang saku saya tiap hari. Ketika ibu memberi uang di pagi hari, ia selalu mengarahkan saya memasukan uang Rp. 200,- ke dalam “celengan” bambu. Ibu mengajari saya “menyisihkan” bukan “menyisakan” uang saku saya. Alasannya kalau menyisihkan berati benar-benar menyendirikan, disiapkan khusus. Sedangkan kalau “menyisakan” berati meninggalkan sedikit. Dan hasilnya, dalam jangka waktu 1 tahun, saya bisa membeli sepatu walaupun ibu harus menambah sejumlah uang, namun tidak memberatkan.

Rumusan “sisihkan, bukan sisakan” seharusnya juga menjadi rumusan untuk waktu khusus bersama Tuhan. Seperti Daniel. Daniel adalah pembesar negara yang tentu sangat sibuk [ayat 3-4], tetapi yang mengagumkan, ia sudah punya t...selengkapnya »
Kaum difabel [different ability] sering diidentikkan sebagai kaum disable, atau golongan yang kurang mampu terutama untuk mandiri apalagi berprestasi. Tapi faktanya, banyak di antara mereka menjadi inspirasi, bahkan beberapa menjadi inspirasi sepanjang masa. Mereka memang hanya manusia biasa, yang merasakan tekanan dan beban sangat berat. Namun, di balik segala kekurangan tersebut, mereka berjuang dan berhasil melewati batasan yang dimiliki. Mereka berhasil “mengalahkan” diri sendiri sehingga bisa menguatkan mentalitasnya menerima apa adanya diri sendiri. Dan, dengan kesadaran tersebut, mereka mampu meraih apa pun yang dicita-citakan, sehingga bisa jadi inspirasi bagi sekelilingnya. Inilah nilai yang wajib kita miliki bukan hanya bagi mereka yang tumbuh dengan kekurangan. Sebab sejatinya, kita semua punya halangan dan rintangan yang wajib ditaklukkan. Sang Pencipta memberikan ujian bukan untuk melemahkan, namun justru jadi titik tolak untuk menguatkan. Untuk itulah, mari kita belajar dari sosok dengan keterbatasan namun bisa melampaui batasannya.Bila disuruh menyebut ilmuwan paling berpengaruh di era sekarang ini, nama Stephen Hawking bisa dipastikan berada di posisi teratas. Karyanya yang dipublikasikan pada 1988—“A Brief History of Time”—merupakan salah satu karya terpenting dalam pengetahuan dan akan terus dipelajari sepanjang masa. Teori lubang hitam dari Hawking, setara dengan teori relativitas Einstein dan teori evolusi dari Darwin. Hebatnya, Hawking menciptakan karya-karya pengetahuan terpenting sepanjang sejarah peradaban di saat dirinya terkena sklerosis lateral amiotrofik [ALS]. Penyakit yang membuatnya lumpuh dan harus mengandalkan kursi roda untuk aktivitasnya tersebut,ternyata tak menghalanginya untuk terus berkarya. Meski untuk menulis ia harus dibantu voice synthesizer yang terhubung pada sebuah komputer, tapi tekadnya sangat besar untuk terus berkarya, mengatasi keterbatasannya tersebut. Pesan yang ditinggalkan Stephen Hawking adalah “Jangan menyerah dalam bekerja.” Bekerja memberikan makna dan tujuan hidup. Kehidupan kosong tanpa itu. Selalu ingat untuk memandang tinggi ke bintang, bukan melihat ke bawah. Coba untuk mencerna apa yang kamu lihat dan tentang apa yang membuat semesta ada. Manusia hidup di planet kecil, [yang mengorbit] pada sebuah bintang yang sangat biasa. Tapi kita dapat mencoba memahami alam semesta. Itulah yang membuat kita sangat istimewa. Jika kita cukup beruntung untuk menemukan cinta, ingat itu ada dan jangan membuangnya. Seberapa pun sulitnya kehidupan, selalu ada hal yang bisa kita lakukan dan sukses pada bidang tersebut. Disetiap langkah hidup kita ini Tuhan selalu punya maksud pada hidup kita masing-masing, tinggal bagaimana kita menyikapi kesempatan itu. Banyak orang menyerah dengan keadaan karena mereka tidak menyadari akan maksud dan rencana Tuhan tetapi orang yang mengerti maksud Tuhan tidak akan berhenti sebelum menemukan dan mendapatkan tujuannya.
Suatu saat, di perempatan jalan Gajahmada Kampung kali, saya melihat seorang anak perempuan kecil, penjual koran, menawarkan koran pada seorang pengendara motor, tapi tidak mau membeli koran. Anak kecil penjual koran terus menawarkan. Kemudian pengendara motor mengeluarkan uang dari dompet dan ia memberikan sebagai sedekah saja. Anak kecil tersebut menolak lalu meninggalkan motor tersebut, saya amati, ternyata dia menangis tersedu-sedu, dia merasa dianggap sebagai “pengemis”. Saya merasa bersimpati dan kagum pada gadis kecil penjual koran tersebut. Beberapa waktu kemudian saya sengaja lewat di jalan yang sama, penjual koran yang sama melihat saya dan menawari koran. Saya buka jendela dan saya tanya harga koran berapa? Dia menjawab Rp 2000,-. Lalu saya mengambil uang Rp 5000,- dan memberikan padanya: “Dik kembaliannya buat adik ya”. Si anak kecil tersebut tidak mau menerima, dan tetap bersikukuh minta Rp 2000,- saja. Saya hanya bisa menghela nafas panjang. Kita memang harus mendidik generasi penerus bangsa ini bukan bermental peminta-minta. “Kerja adalah sebuah kehormatan’. Suatu pantangan bagi anak kita, generasi penerus memiliki “mental pengemis”. Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita menjadi ’hijau’ melihat uang, sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki.Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar.
Jurnalis sebuah radio mewawancarai ibu Wenny seorang korban bom yang masih dirawat di sebuah rumah sakit karena harus dilakukan tindakan operasi beberapa kali akibat serpihan bom yang masuk dalam tubuhnya. Ibu Wenny juga kehilangan kedua anaknya yang meninggal karena bom yang sama. Di tengah kelemahan tubuhnya dia bisa bercerita dengan antusias ketika ditanya peristiwa bom yang mengenai dirinya dan kedua anaknya. Dia ingat peristiwa itu karena dia tidak pingsan, dia melihat 2 orang remaja berboncengan sepeda motor masuk ke halaman gereja melewati pintu keluar di mana dia dan anak-anaknya juga sedang berjalan masuk lewat pintu yang sama. Tiba-tiba bom meledak dan dia terjatuh dengan banyak luka di tubuhnya. Yang menarik ketika ditanya andai kata ibu bertemu pelaku yang membuat ibu terluka dan kedua anak ibu meninggal, apa yang akan ibu katakan ? Jawabnya“ Saya mengasihi dan mengampuni mereka, saya tidak akan menuntut mereka dengan minta hukuman yang setimpal”. Firman Tuhan berkata janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukan apa yang baik bagi semua orang. Hidup berdamai dengan semua orang. Jangan menuntut pembalasan, tetapi berilah kepada murka Allah sebab ada tertulis :Pembalasan adalah hak-Ku, Akulah yang akan menuntut pembalasan. Berbuatlah kebaikan kepada seterumu dengan memberi kepadanya apa yang dibutuhkannya. Ketika kita mengalami perlakuan orang lain yang membuat kita kecewa, marah, sakit hati dan menderita, bagaimana respons kita ? Bila kita membaca atau mendengar berita rekan, sanak keluarga kita atau saudara kita seiman mengalami penderitaan akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab apakah kita dengan penuh amarah menyarankan untuk menuntut balas ? Mari kita taati firman Tuhan di atas, untuk mengampuni dan tidak menuntut balas dan menyerahkan peristiwa tersebut ke tangan Tuhan karena pembalasan adalah hak-Nya.
Keselamatan keluarga kita Kisah Para Rasul 16:31 ’Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’ Saya yakin bahwa anda ingin memberikan yang terbaik buat keluarga anda. Anda pasti ingin anak-anak anda mendapatkan pendidikan di sekolah yang terbaik. Anda pasti ingin rumah dimana keluarga anda tinggal adalah rumah yang nyaman. Anda pasti ingin memberikan apa yang dibutuhkan oleh keluarga anda. Itu semua baik, tetapi ada satu hal yang paling penting, yaitu keselamatan keluarga anda. Rencana keselamatan Allah bukan hanya untuk kita secara pribadi, tetapi juga untuk keluarga kita. Dalam banyak kasus orang-orang yang diselamatkan oleh Allah melibatkan seluruh keluarganya. Berikut ini ada beberapa contoh di dalam Alkitab: - Abraham dipanggil bersama dengan seluruh keluarganya untuk menjadi cikal bakal umat pilihan Allah. Setiap anak yang lahir di dalam keluarga Abraham dan keturunannya [Israel] harus disahkan menjadi anggota umat Allah [bagi yang laki-laki sebagai tandanya mereka disunat]. - Rahab, seorang penduduk kota Yerikho yang menyambut pengintai dari Israel, diselamatkan bersama dengan seluruh keluarganya [Yosua 6:23]. - Kornelius, seorang perwira pasukan Italia diselamatkan bersama dengan seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 10:1-48]. - Lidia, seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:15]. - Kepala penjara di Filipi diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:31-34]. - Krispus, kepala rumah ibadat Yahudi yang ada di kota Korintus, diselamatkan bersama keluarganya [Kisah Para Rasul 8:8] Dahulu pada waktu masih remaja saya menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, tetapi saya belum mengerti janji Tuhan ini. Tetapi ada seorang hamba Tuhan yang memberi tahu tentang kebenaran Alkitab ini. Lalu saya menjadi yakin akan kebenaran ini, sehingga dengan penuh semangat mendoakan seluruh keluarga saya agar diselamatkan oleh Tuhan. Akhirnya seluruh keluarga saya menjadi percaya dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Milikilah keyakinan bahwa Allah menghendaki dan merencanakan seluruh keluarga anda diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Sang Waktu
12 Juni '18
Jangan Lupakan Doa
14 Juni '18
Keluarga Tuhan
15 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang