SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Cintailah Gerejamu
Cintailah Gerejamu
Minggu, 15 April 2018
Cintailah Gerejamu
Mazmur 27:4
Cintailah Gerejamu

Mazmur 27:4
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Hari ini gereja kita genap berusia 44 tahun. Pada tanggal 15 April 1974 Gereja Isa Almasih jemaat Dr. Cipto diresmikan menjadi salah satu Gereja Isa Almasih yang dewasa. Kita patut bersyukur, sejak hari lahirnya sampai hari ini Tuhan sudah banyak melakukan perbuatan besar di sini dan melalui gereja kita ini. Banyak orang sudah dimenangkan dan diubah hidupnya. Banyak orang sudah mengalami mujizat. Banyak orang sudah mengalami pertumbuhan iman. Banyak gereja baru yang didirikan di tempat-tempat lain.

Selain bersyukur kita juga harus lebih mencintai gereja kita ini. Mengapa demikian?

Gereja adalah keluarga rohani kita. Sama seperti setiap kita mempunyai keluarga secara jasmani, kita pun mempunyai keluarga secara rohani. Kalau Tuhan sudah menetapkan kita menjadi bagian dari gereja ini, maka k...selengkapnya »
Negara Indonesia merupakan bangsa yang didalamnya memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Berbicara mengenai agama atau kepercayaan yang ada, negara Indonesia memiliki 6 agama yang diakui dan dianut oleh penduduknya. Agama Kristen sendiri merupakan agama yang banyak pengikutnya meskipun masih menjadi agama minoritas di negara ini. Dan tidak jarang para pemeluk agama Kristen mengalami deskriminasi agama dan penolakan seperti contohnya, kasus pembakaran gereja dan pelarangan umat Kristen untuk beribadah serta pelarangan mendirikan gedung Gereja. Di dalam keadaan yang seperti itu, akankah kita dapat menjadi orang-orang Kristen yang memancarkan terang kasih Kristus meskipun banyak rintangan yang dihadapi?. Stefanus adalah orang yang mengalami penderitaan dan mati bagi Kristus. Stefanus mengalami penganiayaan dan akhirnya dibunuh dikarenakan ia memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah membunuh Yesus, sehingga hal itu membuat orang-orang itu menjadi marah lalu mendorongnya keluar kota dan melemparinya dengan batu hingga ia mati [Kisah Para Rasul 7:54-60]. Dan hal itu juga terjadi kepada jemaat mula-mula akibat dari kebencian yang sama pula terhadap Stefanus sehingga terjadilah penganiayaan yang hebat di Yerusalem [Kisah Para Rasul 8:1]. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami jemaat mula-mula adalah karena mereka percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Menjadi pengikut Kristus bukanlah perkara yang mudah namun merupaka suatu ujian bagi iman kita terhadap Dia. Jika kita tidak kuat terhadap tantangan di dunia ini maka kita akan menjadi sama dengan dunia ini. Namun, jika kita tetap memegang teguh iman kepada-Nya maka kita adalah orang-orang yang kuat di dalam mengikut Yesus serta dapat menjadi saksi Kristus dimana kita berada. Jemaat yang terkasih, mungkin kita tidak ikut mengalami penderitaan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Oleh sebab itu mari kita mengungkapkan syukur kita dengan hidup seturut dengan Firman-Nya yaitu menjadi anak-anak yang memancarkan terang Kristus dimanapun kita berada. Kehidupan orang Kristen akan selalu disoroti oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu mari kita menunjukkan sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh yang benar sehingga kehidupan kita menjadi dampak yang baik untuk masyarakat sekitar kita sehingga terang kasih Kristus dapat dirasakan oleh mereka dan melalui itu juga nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Seorang pria mengalami kejadian tak mengenakkan ketika hendak membeli mobil di sebuah showroom di Karawang Barat karena penampilannya sederhana. ’Waktu itu saya diminta tolong oleh adik yang kerja di Timika Papua untuk membeli mobil secara cash,’ katanya. Namun karena ia hanya memakai sandal jepit dan celana pendek, jangankan dilayani oleh pelayan showroom, dilirik saja tidak. ’Mas-mas pelayan itu malah pergi meninggalkan saya lalu kembali ngerumpi bersama teman-temannya sambil makan rujak,’ tuturnya. Merasa diperlakukan sebelah mata, akhirnya ia pun kesal. Dan saking kesalnya, ia mengeluarkan uang 350 juta di tasnya. “Tadinya saya mau beli mobil di sini, tapi karena mas-mas dan mbak-mbak memandang remeh, saya mending mencari showroom lain yang lebih sopan kepada pelanggan,’ katanya sambil bergegas pergi meninggalkan showroom mobil tersebut. Salah menilai pernah dilakukan oleh Samuel ketika Tuhan mengutusnya untuk mengurapi salah seorang anak Isai menjadi raja menggantikan Saul. Satu persatu anak-anak Isai masuk bertemu dengan Samuel. Mulai dari Eliab, kemudian Abinadab, dilanjutkan Syama sampai tujuh anak Isai lewat di depannya, tetapi ternyata tidak seorangpun yang dipilih oleh Tuhan. Samuel sempat salah menilai ketika ia melihat Eliab. Samuel menyangka Eliablah yang dipilih untuk diurapi karena ia melihat perawakan Eliab yang tinggi. Dan Tuhan mengingatkan Samuel, “Janganlah pandang paras atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati. Salah menilai seringkali terjadi karena kecenderungan ‘melihat apa yang di depan mata’; hanya melihat penampilan fisik semata. Padahal penampilan fisik bisa saja ‘menipu’ karena tidak sepenuhnya merepresentasikan diri seseorang. Penilaiaan yang hanya berdasarkan penampilan fisik merupakan penilaian yang terburu-buru, gampangan dan dangkal. Penilaian seperti ini bisa mengakibatkan sikap meremehkan, memandang negatif, bahkan menghakimi. Tentunya penilaian tersebut bukan saja tidak fair, tetapi sangat merugikan pihak yang dinilai. Allah tidak seperti manusia dalam menilai. ‘Allah melihat hati’. Allah melihat bahkan mengetahui dengan tepat ‘sisi dalam’ dari seseorang. Allah adalah pribadi Maha Tahu, tentu tidak sulit untuk melihat hati. Lalu bagaimana dengan kita, manusia yang bukan pribadi mahatahu? Untuk kita bisa menilai dengan baik; tidak terjebak hanya menilai secara fisik, maka kita harus berusaha untuk mengenal lebih dalam pribadi seseorang. Membangun relasi yang baik, berusaha menyelami cara berpikirnya, bahkan menenmpatkan diri kita pada posisinya. Dengan demikian kita tidak akan salah menilai.
Minggu lalu baru saja kita merayakan perayaan Hari Pentakosta. Kita kembali diingatkan/disadarkan betapa pentingnya Roh Kudus. Orang percaya perlu Roh Kudus dalam hidupnya. Roh Kudus memberi kekuatan dan kuasa untuk berani bersaksi tentang Kristus. Roh Kudus memberi kuasa untuk hidup berkemenangan. Dan Roh Kudus juga memberi kuasa-kuasa yang lainnya kepada orang percaya. Semuanya itu sangat benar. Sayangnya, ada orang yang beranggapan bahwa Roh Kudus sebatas kuasa saja, mereka mengejar kekuatan/kuasa, tetapi mereka lupa bahwa Roh Kudus adalah satu pribadi yang punya pikiran, perasaan dan kehendak. Mereka tidak merasa perlu bersekutu denga pribadi Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus hadir sebagai Penolong yang menyertai orang percaya. Roh Kudus diutus sebagai penghibur dan mengajarkan segala sesuatu kepada orang percaya. Sekali lagi, Roh Kudus bukan sekedar kekuatan, bukan pula sekedar kuasa ataupun energi. Tetapi Roh Kudus adalah satu pribadi. Seperti Yesus Kristus menyertai murid-murid-Nya selama kurang lebih tiga setengah tahun di bumi demikian pula Roh Kudus menyertai orang percaya selama-lamanya. Sebagai satu pribadi, kita bisa bersekutu dan berkomunikasi dengan Roh Kudus. Kita bisa berbicara kepada-Nya dan kita bisa mendengar suara-Nya. Dia memimpin kerinduan kita untuk baca Firman Tuhan. Dia memberikan pencerahan sehingga Firman Tuhan itu menjadi hidup dalam hidup kita. Ketika kita melangkah keluar dari Firman, Dia menegur kita dan mendorong kita untuk mentaati Firman-Nya. Ketika kita taat, Roh Kudus disukakan. Nabi Yesaya pernah menyampaikan teguran kepada umat Tuhan, tetapi mereka sering memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Tuhan yang tadinya memelihara dan melindungi mereka, kini berubah menjadi musuh mereka. Bahkan Tuhan sendiri berperang melawan mereka. Sejarah mencatat, mereka dibuang ke Babilonia selama 70 tahun. Berbahagialah kita yang menerima Roh Kudus sebagai satu pribadi yang menuntun kita kepada jalan kebenaran. Mari kita sukakan Roh Kudus dalam ketaatan kita kepada Allah.
Di dalam sebuah pengadilan, peran seorang saksi sangat penting. Saksi bukan hanya sekedar pelengkap dan pemanis di dalam sebuah pengadilan. Saksi adalah tokoh penting yang sangat berpengaruh pada putusan akhir yang diberikan hakim kepada si terdakwa. Tugas seorang saksi terlihat sepele, namun berdampak luar biasa. Saksi akan menceritakan kepada “yang lainnya”, perihal apa yang dilihat, didengar, dialami dan dirasakan dengan benar dan jujur. Seorang saksi yang baik, tidak akan menambah ataupun mengurangi kesaksian yang disampaikannya. Kesaksian yang disampaikan seorang saksi akan mengubah segalanya. Sesuatu yang salah akan diluruskan ooleh sebuah kesaksian. Sesuatu yang benar akan dikuatkan kebenarannya, juga oleh kesaksian tersebut. Tuhan Yesus sebelum terangkat ke sorga, juga meminta umat-Nya untuk menjadi saksi. Bersaksi tentang apa? Injil Lukas 24:45-49 menjelaskan bahwa umat Tuhan harus menyaksikan tentang Yesus yang adalah Sang Mesias, yang akan memberikan pengampunan dosa bagi manusia. Kita yang adalah umat-Nya harus menjadi saksi tentang kebenaran ini. Kebenaran yang kita sampaikan akan membawa dampak bagi pendengarnya. Jika salah memberi kesaksian, maka hidup sang pendengar kesaksian itu pun akan berakhir salah juga. Sebagian orang tidak tahu bagaimana cara menjadi saksi. Oleh karena ketidaktahuan ini, banyak orang enggan menjadi saksi. Dan bahkan takut untuk menjadi saksi. Menjadi saksi bukan hal yang sulit. Langkah awal untuk menjadi saksi tidak perlu repot dengan belajar ini dan itu. Langkah awal menjadi saksi, cukup dengan tulus dan kesungguhan menceritakan dan menunjukkan kepada orang lain tentang bagaimana kebaikan yang Yesus telah berikan bagi kita. Ceritakan akan karyaNya dalam diri kita. Ceritakan apa yang telah kita dapat dan alami saat percaya kepada Yesus pada orang-orang yang belum percaya Yesus. Itulah langkah awal untuk bersaksi. Jangan takut untuk menjadi saksi. Sebab Yesus telah berjanji untuk memberikan Roh Kudus sebagi penolong bagi kita menjadi saksi. Jangan takut… Jadilah saksi-Nya sampai selama-lamanya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Janganlah Hatimu Lamban
02 Mei '18
Pribadi Roh Kudus
23 Mei '18
Hasil Akhir Yang Mencederai Hati
30 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang