SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Orang yang bisa dipercaya-lah yang layak menjadi saksi Kristus.
DITULIS OLEH
Pdt. Laij Andreany
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Dapat Dipercaya1
Dapat Dipercaya1
Senin, 23 Oktober 2017
Dapat Dipercaya1
2 Timotius 2:2

Seorang pemimpin perusahaan menetapkan dan terus menerus menekankan “satu hal” kepada seluruh karyawannya. Ketika seorang calon karyawannya datang kepadanya, satu pertanyaan sambutan yang dia berikan adalah: “Dapatkah Anda dipercaya?” Dan pada akhir wawancara satu pernyataan penutup bagi calon karyawan yang lulus seleksi adalah: “Saya hanya menerima karyawan yang dapat dipercaya. Begitu Anda ternyata tidak dapat dipercaya lagi, silahkan meninggalkan perusahaan ini!” DAPAT DIPERCAYA adalah satu hal yang penting. Seseorang yang dapat dipercaya akan berlaku jujur, dia tidak akan merugikan perusahaan. Dia akan selalu menjaga nama baik perusahaan yang sudah memberi kepercayaan kepadanya.

Pengikut Kristus dipanggil menjadi orang-orang yang bisa dipercaya dalam mengemban tugas sebagai seorang murid dan menjadi saksi bagi-Nya. Rasul Paulus menggambarkan panggilan itu sebagai :
1. Seorang prajurit yang baik, berjuang menghadapi semua kesulitan dan yang berken...selengkapnya »
Negara Indonesia merupakan bangsa yang didalamnya memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Berbicara mengenai agama atau kepercayaan yang ada, negara Indonesia memiliki 6 agama yang diakui dan dianut oleh penduduknya. Agama Kristen sendiri merupakan agama yang banyak pengikutnya meskipun masih menjadi agama minoritas di negara ini. Dan tidak jarang para pemeluk agama Kristen mengalami deskriminasi agama dan penolakan seperti contohnya, kasus pembakaran gereja dan pelarangan umat Kristen untuk beribadah serta pelarangan mendirikan gedung Gereja. Di dalam keadaan yang seperti itu, akankah kita dapat menjadi orang-orang Kristen yang memancarkan terang kasih Kristus meskipun banyak rintangan yang dihadapi?. Stefanus adalah orang yang mengalami penderitaan dan mati bagi Kristus. Stefanus mengalami penganiayaan dan akhirnya dibunuh dikarenakan ia memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah membunuh Yesus, sehingga hal itu membuat orang-orang itu menjadi marah lalu mendorongnya keluar kota dan melemparinya dengan batu hingga ia mati [Kisah Para Rasul 7:54-60]. Dan hal itu juga terjadi kepada jemaat mula-mula akibat dari kebencian yang sama pula terhadap Stefanus sehingga terjadilah penganiayaan yang hebat di Yerusalem [Kisah Para Rasul 8:1]. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami jemaat mula-mula adalah karena mereka percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Menjadi pengikut Kristus bukanlah perkara yang mudah namun merupaka suatu ujian bagi iman kita terhadap Dia. Jika kita tidak kuat terhadap tantangan di dunia ini maka kita akan menjadi sama dengan dunia ini. Namun, jika kita tetap memegang teguh iman kepada-Nya maka kita adalah orang-orang yang kuat di dalam mengikut Yesus serta dapat menjadi saksi Kristus dimana kita berada. Jemaat yang terkasih, mungkin kita tidak ikut mengalami penderitaan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Oleh sebab itu mari kita mengungkapkan syukur kita dengan hidup seturut dengan Firman-Nya yaitu menjadi anak-anak yang memancarkan terang Kristus dimanapun kita berada. Kehidupan orang Kristen akan selalu disoroti oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu mari kita menunjukkan sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh yang benar sehingga kehidupan kita menjadi dampak yang baik untuk masyarakat sekitar kita sehingga terang kasih Kristus dapat dirasakan oleh mereka dan melalui itu juga nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Hasil survey di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia 132,7 juta jiwa dan 65% pengguna internet percaya mentah-mentah informasi dari dunia maya. Minimal 4-5 jam dalam sehari setiap pengguna internet aktif dalam media sosial. Kondisi tersebut menyebabkan berita bohong atau hoax yang dihembuskan oleh seseorang atau kelompok orang dengan cepat menyebar dari satu ke lain orang dan dari group yang satu ke yang lain seperti virus flu yang demikian cepat menjalar. Berita bohong membuat banyak orang hidup dalam keresahan, ketakutan, kekuatiran atau kemarahan. Apabila berita bohong menjadi viral maka sangat sulit ditangkal dengan berita yang benar. Ternyata penyebaran berita bohong sudah ada sejak jaman dulu. Setelah Yesus bangkit dan kubur-Nya kosong, dengan ketakutan para tentara penjaga kubur memberitahukan tentang kebangkitan-Nya kepada imam-imam kepala. Mereka menyuap dengan sejumlah besar uang dan memerintahkan para tentara untuk menyebarkan berita bohong bahwa Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka sedang tidur. Setelah menerima uang itu mereka melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh imam-imam dan berita itu menyebar di antara orang Yahudi sampai saat ini. Ketika murid-murid Yesus mendengar berita bohong itu mereka sangat ketakutan dan mengurung diri dalam sebuah rumah yang tertutup rapat dan terkunci. Di tengah ketakutan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu” dan memberi Roh Kudus pada mereka agar mereka berani untuk menyebarkan berita yang benar tentang kebangkitan Yesus. Di tengah maraknya berita bohong atau hoax yang hampir setiap hari kita dengar atau baca apa yang akan kita perbuat ? Apakah kita tenggelam dalam kekuatiran, ketakutan, kemarahan ? Bila Roh Kudus Sang Penolong senantiasa ada dalam hidup kita maka hati kita akan penuh dengan damai sejahtera walaupun berita bohong itu meneror kita. Marilah kita senantiasa hidup dalam kebenaran sehingga Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Dengan demikian kita berani untuk senantiasa memberitakan kebenaran.
Dalam hidup ini pikiran seseorang akan menentukan perasaan dan kehendak serta perbuatannya. Contoh: pikiran yang penuh dengan kekuatiran akan diikuti perasaan takut/cemas dan berpengaruh terhadap tindakannya sehari-hari. Pikiran bahwa dirinya orang penting dan harus dihormati orang lain akan membawa perasaan tinggi hati dan berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya. Amsal mengingatkan bahwa bahwa apa yang dipikirkan seseorang itu menentukan keberadaannya, “For as he thinks in his heart, so is he”, “you are what you think”. [Amsal 23:7] Demikian juga dalam kehidupan iman, pola pikir yang ada dalam diri anak Tuhan juga akan menentukan keberadaannya di hadapan Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan supaya kita menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus [Pilipi 2:5]. Jadi pola pikir anak Tuhan harus seperti pola pikir Tuhan Yesus, yang dilandasi oleh kesediaan mengosongkan diri, merendahkan diri dan taat mutlak kepada Bapa. Yang diutamakan adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya [Yohanes 4:34]. Gaya hidup seperti ini yang rasul Paulus maksudkan dengan pola hidup yang berpadanan dengan Injil [Pilipi 1:27]. Injil adalah module khusus bagi anak Tuhan yang telah diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus. Jelas pola pikir dan gaya hidup deperti ini sangat berbeda sekali dengan yang dimiliki anak-anak dunia, seperti perbedaan antara gandum dan lalang. Untuk memiliki pola pikir seperti tersebut di atas tidak mudah, diperlukan pembaharuan pikiran setiap hari melalui pembelajaran kebenaran Injil yang murni oleh pertolongan Roh Kudus [Roma 12 : 2]. Sebagaimana rasul Petrus menyatakan bahwa pola pikir kita dikuduskan oleh ketaatan kepada kebenaran/Injil [I Petrus 1:22]. Akan dialami realitas bahwa seorang anak Tuhan yang mengenakan pola pikir Kristus akan mengalami “kesulitan untuk akrab” dengan orang-orang yang tidak mengenal/tidak peduli kebenaran, tidak takut dan tidak menghormati Tuhan dalam sikap hidupnya sehari-hari. Meskipun demikian, anak Tuhan dengan pola pikir Kristus tidak berarti hidupnya menjadi tidak wajar atau kehilangan “kemanusiaan”. Kita akan tetap masih menjalani hidup seperti manusia lain, dalam : bekerja, mencari nafkah, berkeluarga, menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, mengembangkan dan menikmati kreasi seni, hobi, olah raga, rekreasi dll. Secara umum bisa dikatakan “tampak luar tetap sama, namun dalamnya [mind set] berbeda”. Anak Tuhan yang mengenakan pola pikir Kristus akan mengalami tidak merasa nyaman hidup di bumi [yang makin fasik, penuh ketragisan], makin menghayati bahwa dunia ini bukan rumahnya, makin kuat merasakan keberadaannya sebagai musafir, sehingga fokus hidupnya makin kuat ke Langit Baru dan Bumi Baru.
Saya pernah mengalami kesedihan yang sangat luar biasa. Penyebabnya yaitu, karena tidak mampu menyelesaikan studi S2. Segala upaya mencari jalan keluar sudah saya usahakan. Tetapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. Permasalahan saya pada saat itu adalah pembagian waktu antara mengajar dengan kuliah dan dana yang kurang mencukupi. Ketika waktu mengajar bisa diatur dengan baik, gantian dana yang tidak cukup untuk membayar biaya semester. Akhirnya kegagalan yang saya dapatkan. Kehidupan seseorang diisi oleh dua hal yang berlawanan yaitu gagal atau berhasil. Tidak pernah ada satu orang selalu di isi satu bagian saja misal gagal terus menerus atau berhasil terus menerus. Lalu bagaimana Firman Tuhan kegagalan dan keberhasilan di tuliskan dalam Alkitab ? Kita akan belajar melalui peristiwa taman Firdaus yang terulisn dalam Alkitab. Pertama, Iblislah yang mencobai dengan target pikiran kita [Kejadian 3:1-7]. Tahap strategi iblis terhadap pikiran kita yaitu: agar kita meragukan Firman Tuhan, kemudian menyangkal Firman Tuhan dan percaya kepada iblis, sehingga iman kita gagal. Jika kita tidak waspada terhadap strategi iblis ini maka kita akan mudah jatuh dalam kegagalan. Kedua, Iblis memanfaatkan kelemahan kita [Matius 4:1-11]. Dalam Pasal ini menceritakan ketika iblis mencobai Yesus saat Dia sedang lapar dan lemah karena puasa. Iblis juga mencobai Yesus saat Ia mengalami kesunyian di padang gurun. Jadi iblis membuat kita gagal saat kita lemah dan juga sedang mengalami kesunyian tidak berpengharapan. Oleh sebab itu bagaimana strategi kita agar menang terhadap pencobaan sehingga memperoleh kemenangan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, memandang setiap pencobaan yang datang dengan berpikir bahwa setiap pencoban merupakan kesempatan untuk menjadikan kita semakin kuat dan berhasil dalam Tuhan [Kejadian 50:20]. Kedua, menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang paling berpengaruh dalam setiap sisi hidup kita [Matius 4:4, 7]. Ketiga, dengan berdoa dan berpuasa membuat hidup kita makin kuat dalam mengikut Tuhan. Kegagalan dan keberhasilan selalu mengikuti dalam setiap sisi kehidupan manusia. Bagi orang percaya, hidupnya akan dibuat berhasil jika kesukaannya adalah merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan [Mazmur 1:2-3]. Maka lakukan setiap Firman-Nya jika kita ingin hidup berhasil.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Anggur Baru Kirbat Baru
06 Mei '18
Penyebar Semangat
29 April '18
Bersaksilah Bagi Semua Bangsa
03 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang