SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
Orang yang bisa dipercaya-lah yang layak menjadi saksi Kristus.
DITULIS OLEH
Pdt. Laij Andreany
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Dapat Dipercaya1
Dapat Dipercaya1
Senin, 23 Oktober 2017
Dapat Dipercaya1
2 Timotius 2:2

Seorang pemimpin perusahaan menetapkan dan terus menerus menekankan “satu hal” kepada seluruh karyawannya. Ketika seorang calon karyawannya datang kepadanya, satu pertanyaan sambutan yang dia berikan adalah: “Dapatkah Anda dipercaya?” Dan pada akhir wawancara satu pernyataan penutup bagi calon karyawan yang lulus seleksi adalah: “Saya hanya menerima karyawan yang dapat dipercaya. Begitu Anda ternyata tidak dapat dipercaya lagi, silahkan meninggalkan perusahaan ini!” DAPAT DIPERCAYA adalah satu hal yang penting. Seseorang yang dapat dipercaya akan berlaku jujur, dia tidak akan merugikan perusahaan. Dia akan selalu menjaga nama baik perusahaan yang sudah memberi kepercayaan kepadanya.

Pengikut Kristus dipanggil menjadi orang-orang yang bisa dipercaya dalam mengemban tugas sebagai seorang murid dan menjadi saksi bagi-Nya. Rasul Paulus menggambarkan panggilan itu sebagai :
1. Seorang prajurit yang baik, berjuang menghadapi semua kesulitan dan yang berken...selengkapnya »
Ketika kita menanam pohon buah-buahan, wo......, alangkah senangnya hati kita melihat pohon yang kita tanam berbuah lebat. Bagi seorang petani buah-buahan, hasil buah yang banyak berarti pemasukan yang banyak juga. Untuk memperoleh buah yang banyak kita harus memperhatikan dan merawat kondisi pohon yang ditanam. Dibutuhkan tanah yang baik, air yang cukup, sinar matahari, pupuk, dsb. Tanah, air, udara, sinar matahari, pupuk merupakan penunjang sumber alam yang sangat penting. Itu semua bukan ciptaan manusia tapi ciptaan Sang Pencipta alam yang Mahakuasa. Seperti juga petani buah-buahan yang mengharapkan pohon yang ditanam berbuah banyak, demikian juga Tuhan. Manusia dicipta Tuhan dan ditempatkan di bumi. Tuhan mengharapkan/menghendaki manusia berbuah banyak. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Bapa kita di sorga dipermuliakan apabila kita berbuah banyak dan kita disebut sebagai murid-murid-Nya. Dua hal utama yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen, yaitu memuliakan Tuhan, Bapa kita yang kekal dan menjadi murid-Nya. Kita perlu merenungkan dalam-dalam arti Kristen. Kristen adalah pengikut Kristus, Kristen adalah murid Kristus. Begitu kita menyebut diri kita Kristen tidak cukup hanya rajin kebaktian di gereja, baca Alkitab dan berdoa setiap hari, aktif melayani pekerjaan Tuhan. Kita perlu bertanya pada diri sendiri, “Apakah hidup kita sudah menghasilkan buah?”; “Apakah hidup kita sudah berbuah banyak untuk memuliakan Tuhan?“ Agar berbuah banyak, hidup ini harus menyatu, tinggal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Di luar Dia, hidup kita tidak akan menghasilkan buah. Proses selanjutnya, kita harus selalu siap dibersihkan Tuhan. Pembersihan yang Tuhan lakukan membuat hidup kita berbuah banyak. Selamat berbuah lebat bagi Kristus.
Hari Pengucapan Syukur adalah hari libur nasional yang diperingati di beberapa negara, di antaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Jepang, dll. Warga Amerika Serikat merayakannya pada Kamis keempat di bulan November, sedangkan warga Kanada merayakannya pada Senin kedua Oktober. Pada mulanya Thanksgiving merupakan peristiwa jamuan makan yang diadakan warga pendatang di Amerika Serikat sebagai ucapan syukur atas keberhasilan panen mereka. Jamuan makan di musim gugur yang berlangsung sampai tiga hari itu dihadiri pula oleh penduduk asli Amerika yang tinggal tak seberapa jauh dari tanah yang mereka tempati. Pada perkembangannya, peringatan Thanksgiving Day bergeser menjadi sekedar momen mudik bagi mereka yang merayakan. Dan buat sebagian orang yang terlalu sibuk untuk berkumpul dengan keluarga besar, Thanksgiving Day tak ubahnya seperti hari libur nasional biasa. Hari Pengucapan Syukur mulai kehilangan makna. Manusia memang mudah teralihkan. Mudah lupa. Banyak kemurahan yang diterima dari Tuhan, dianggap biasa. Sedikit kesusahan yang diijinkan terjadi, dianggap malapetaka. Berkali-kali dianugerahi belas kasihan, tidak sadar juga. Manusia memang gudangnya lupa. Tetapi umat kepunyaan Tuhan tidak boleh menyerah pada kecenderungan daging. Mari tetap mengingat semua kebaikan Tuhan; mari tetap mengucap syukur karena kasih setia-Nya tak berkesudahan. Biarlah setiap hari yang kita jalani menjadi hari pengucapan syukur.
Seorang teman dekat pernah bercerita pada saya, dia sangat kecewa dengan salah seorang rekan ketika dia masih bekerja di sebuah distributor. Selama ia bekerja di sana, rekannya itu sangat baik. Rekan tersebut sering membantunya. Bahkan begitu dekatnya, mereka sering bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah yang sulit dikerjakan. Beberapa waktu kemudian, teman saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Kemudian dia bertemu dengan orang yang menggantikan posisinya. Orang tersebut bercerita bahwa rekannya sering bercerita hal-hal negatif tentang dirinya. Dia sangat terkejut mendengar cerita tersebut. Teman saya tidak percaya akan semua itu karena rekannya merupakan rekan kerja yang begitu baik. Yang membuat dia heran adalah tentang hal-hal yang tidak pernah teman saya ceritakan, tetapi orang baru yang menggantikan posisinya ini tahu. Akibatnya teman saya ini begitu geram, marah dan sangat kecewa. Kenyataan ini sering kali terjadi dalam hubungan kita dengan orang lain. Kita difitnah. Dalam lingkup apapun, untuk mendapatkan posisi, pekerjaan, ataupun hubungan yang diinginkan, ada orang yang tega memfitnah pesaingnya agar tersingkir sehingga ia memperoleh promosi jabatan. Ini merupakan cara-cara yang kotor, jahat, “rendah” namun sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan. Tidak ada lagi perasaan bersalah ketika temannya itu tersingkir karena perbuatannya itu. Ada pepatah ‘LIDAH TAK BERTULANG’. Begitu mudahnya lidah bergerak sehingga merugikan orang lain. Melalui kitab Mazmur 120:3 mengingatkan bahwa kita tidak akan memperoleh manfaat atau kebaikan apapun ketika kita menfitnah orang lain hanya untuk keuntungan diri sendiri. Bibir dusta dan lidah penipu adalah kejahatan. Dampak dari fitnah bisa membuat orang lain hancur. Seseorang bisa kehilangan segalanya, bukan hanya harta atau kepemilikan, melainkan juga keluarga, pasangan bahkan anak-anaknya. Padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun. Oleh sebab itu jagalah lidah kita. Janganlah membuat orang lain menjadi hancur hanya karena lidah kita. Dan kemudian kita mendapat gelar “Si lidah tak bertulang”.
Suatu pagi di pelabuhan Tanjung Mas yang ramai. Merapatlah sebuah kapal besar dari Timur Tengah. Riuh rendah suara orang bersahut-sahutan dengan berbagai logat dan bahasa. Berbaur dengan lirihan angin sepoi-sepoi dan suara gemericik ombak laut. Tiba-tiba mata Mbah Wanidy, owner dari warung angkringan seberang gereja, tertuju pada sosok pemuda yang baru saja turun dari kapal. Wajah dan perawakan pemuda itu tidak asing baginya. Namun tampak lebih kusut dengan pakaian seadanya. Ya, pagi itu Mbah Wanidy yang ada di Tanjung Mas untuk sebuah keperluan bisnis, melihat sosok seperti Benay. Namun ia masih ragu apakah pemuda yang dilihatnya itu sungguh Benay? Pemuda langganan fanatik warungnya yang tiba-tiba pergi ke Iraq satu tahun yang lalu. Dan setelah itu tidak ada kabar berita lagi tentangnya. Orang-orang sudah menganggap dia wafat sebagai martir kemanusiaan di tanah konflik Timur Tengah. Mbah Wanidy terus memandang pemuda itu dengan pandangan penuh tanya. Kadang ia yakin itu adalah Benay, tapi kadang muncul keraguan juga apakah yang dilihatnya itu sungguh Benay. Jemaat yang terkasih, sama seperti Mbah Wanidy bertanya-tanya apakah yang dilihatnya itu sungguh Benay? Demikian juga dengan sosok Yesus Kristus. Di masa pelayanannya di tanah Yudea, sudah timbul pergunjingan di antara banyak orang tentang siapa Dia sebenarnya. Apakah sungguh Dia itu Mesias? Orang yang diurapi oleh Allah? Ataukah hanya orang biasa saja yang kebetulan punya talenta mengajar dengan hikmat dan melakukan mujizat? Jika Dia Mesias mengapa ada asal usulnya? Ayah-Nya bernama Yusuf, ibu-Nya bernama Maria. Lahir di Betlehem, besar di Nazareth, dan melayani di Galilea di antara orang-orang pinggiran. Mereka jadi ragu-ragu apakah sungguh Yesus itu Kristus [Mesias]? Di sisi lain, bagi imam-imam kepala dan orang-orang Farisi yang merasa tersaingi otoritas keagamaannya, Yesus adalah ancaman besar. Terlepas apakah Dia itu Mesias atau bukan, yang pasti Yesus harus dibunuh. Mereka yang ragu dan mereka yang merasa terancam, tidak akan dapat memahami siapa Yesus sebenarnya. Hanya orang yang beriman, yang dapat memahami Yesus dalam kodrat ilahi dan kemanusiaan-Nya sekaligus. Dalam kodrat insani-Nya, Dia punya asal-usul. Namun dalam kodrat ilahi-Nya, Dia tidak berasal-usul. Malah Dia-lah sumber asal-usul itu sendiri. Sang Firman, pencipta dari semua yang ada sekarang ini [Yohanes 1:1-3]. Jemaat yang dikasihi Tuhan, siapakah Yesus bagi kita? Apakah kita sudah sungguh mengenal-Nya? Yesus adalah Pribadi agung yang melampaui kemampuan pikiran dan perasaan kita untuk dapat memahami-Nya dengan sebenar-benarnya. Oleh karena itu kerinduan untuk makin memahami Tuhan dalam hidup kita harus kita kerjakan. Sukalah mendengarkan Firman Tuhan. Sediakanlah waktu tiap hari untuk bersaat teduh, merenungkan sabda-Nya dan berdoalah dengan khusuk. Hadirlah dalam ibadah dan komcil, di mana kita bisa sharing pengalaman dan saling mendoakan. Niscaya pemahaman akan semakin lebih dalam.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Berhiaskan Kekudusan
20 November '17
Kelegaan/Ketenangan Jiwa Yang Sejati
13 November '17
Dinamis Dan Efektif
24 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang