SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Diam dalam Rumah Tuham berarti hidup yang dipenuhi dengan kebenaran dan keadilan.
DITULIS OLEH
Sdr. Dwi Winarno
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Diam Dalam Rumah Tuhan
Diam Dalam Rumah Tuhan
Jumat, 27 Oktober 2017
Diam Dalam Rumah Tuhan
Yesaya 2:1-5

Nabi Yesaya mendapatkan panggilan pelayanan ketika berada dalam situasi bangsa yang tidak kondusif. Ada ancaman dari bangsa-bangsa yang mau menyerang kerajaan Israel Selatan atau Yehuda. Keadaan tersebut mengakibatkan stabilitas bangsa menjadi kacau. Namun bukan hanya hal itu yang menjadi keresahan seorang Yesaya, keadaan yang jauh lebih mengancam adalah kondisi kehidupan umat Israel yang sudah tidak lagi mempunyai hubungan dengan Tuhan, serta tidak mengindahkan apa yang menjadi perintah Tuhan dalam hidup mereka. Memang setiap perayaan ibadah, umat Israel selalu mengadakannya, mereka memberikan korban bakaran dan persembahan, namun hati mereka tidak tertuju kepada Tuhan. Hati mereka keras tidak mau mendengar suara firman Tuhan. Mereka memberontak dan melawan sesuai dengan keinginan hatinya. Tetapi Yesaya tetap menyampaikan pesan Tuhan dan memberikan seruan pertobatan bagi mereka yang mau tinggal dalam rumah Tuhan, menghampiri Tuhan dengan hati yang penuh rasa syukur.

Di dalam pasal 2:1-5, Yesaya menunjukkan bahwa Rumah Tuhan akan berdiri tegak dan menjulang tinggi. Hal ini menggambarkan bahwa Rumah Tuhan menjadi tempat kediaman dan kehadiran Tuhan akan dinyatakan kepada bangsa-bangsa. Rumah Tuhan akan menjadi tempat yang paling baik untuk para umat datang dan meny...selengkapnya »
Sang waktu berlalu tak pernah menunggu.... Tenang, tepat terus melaju..... Tertinggal kita akan termangu...... Alam semesta seolah membisu..... Demikian perasaan seseorang yang kehilangan kesempatan karena kelalaiannya, kealpaannya. Kecewa terhadap diri sendiri, hanya bisa merenungi nasib yang seakan tidak berpihak kepada dirinya. Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada Jemaat di Galatia, selama kita masih memiliki kesempatan, hendaklah kita berbuat kebaikan kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan seiman. [ayat 10]. Dalam bahasa aslinya, kata kesempatan mempergunakan kata “καιρός” [kairos], yang berbicara tentang periode waktu tertentu, kesempatan/momentum yang kalau sudah lewat tidak akan kembali lagi. Terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata yang berarti waktu yang tepat, pantas, menguntungkan. Dari perikop surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia ini, kita bisa belajar bagaimana berbuat baik selama kita masih memiliki kesempatan, yaitu : 1. Memberikan bimbingan, tuntunan, teguran dengan lemah lembut jika kita tahu ada yang “melenceng” dari kebenaran. [ayat 1] 2. Memberikan perhatian, bantuan kepada mereka yang membutuhkan atau sebaliknya mau menerima bantuan kala kita membutuhkan. Jangan kita merasa sombong, paling berarti sehingga merasa tidak perlu menerima pertolongan orang lain. [ayat 2,3] 3. Tidak melupakan “Hamba Tuhan” yang telah memberikan pengajaran Firman Tuhan sehingga kita dapat memuridkan orang lain. [ayat 6] 4. Jangan jemu berbuat baik karena akan tiba saatnya kita akan menuai.[ayat 9] Mari kita pergunakan kesempatan untuk berbuat baik terutama untuk keselamatan jiwa-jiwa. Kesempatan sekecil apapun jangan kita sia-siakan. Bagikan berita keselamatan lewat kesaksian hidup kita melalui tutur kata ataupun perbuatan. Amin.
Keselamatan keluarga kita Kisah Para Rasul 16:31 ’Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’ Saya yakin bahwa anda ingin memberikan yang terbaik buat keluarga anda. Anda pasti ingin anak-anak anda mendapatkan pendidikan di sekolah yang terbaik. Anda pasti ingin rumah dimana keluarga anda tinggal adalah rumah yang nyaman. Anda pasti ingin memberikan apa yang dibutuhkan oleh keluarga anda. Itu semua baik, tetapi ada satu hal yang paling penting, yaitu keselamatan keluarga anda. Rencana keselamatan Allah bukan hanya untuk kita secara pribadi, tetapi juga untuk keluarga kita. Dalam banyak kasus orang-orang yang diselamatkan oleh Allah melibatkan seluruh keluarganya. Berikut ini ada beberapa contoh di dalam Alkitab: - Abraham dipanggil bersama dengan seluruh keluarganya untuk menjadi cikal bakal umat pilihan Allah. Setiap anak yang lahir di dalam keluarga Abraham dan keturunannya [Israel] harus disahkan menjadi anggota umat Allah [bagi yang laki-laki sebagai tandanya mereka disunat]. - Rahab, seorang penduduk kota Yerikho yang menyambut pengintai dari Israel, diselamatkan bersama dengan seluruh keluarganya [Yosua 6:23]. - Kornelius, seorang perwira pasukan Italia diselamatkan bersama dengan seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 10:1-48]. - Lidia, seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:15]. - Kepala penjara di Filipi diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:31-34]. - Krispus, kepala rumah ibadat Yahudi yang ada di kota Korintus, diselamatkan bersama keluarganya [Kisah Para Rasul 8:8] Dahulu pada waktu masih remaja saya menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, tetapi saya belum mengerti janji Tuhan ini. Tetapi ada seorang hamba Tuhan yang memberi tahu tentang kebenaran Alkitab ini. Lalu saya menjadi yakin akan kebenaran ini, sehingga dengan penuh semangat mendoakan seluruh keluarga saya agar diselamatkan oleh Tuhan. Akhirnya seluruh keluarga saya menjadi percaya dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Milikilah keyakinan bahwa Allah menghendaki dan merencanakan seluruh keluarga anda diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Ketekunan merupakan hal yang baik untuk terus dilakukan oleh setiap orang. Ketika seorang murid belajar dengan tekun, maka ia akan mudah untuk menguasai setiap materi pelajaran yang diajarkan. Sehingga ketika mendapat soal dari guru, ia akan dapat mengerjakannya. Demikian juga seorang pianis tidak akan mampu memainkan piano dengan baik jika tidak disertai dengan tekun berlatih secara rutin. Semakin tekun berlatih maka permainan piano yang dihasilkan akan semakin bagus. Ketekunan di dalam melakukan hal-hal yang baik akan semakin meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dalam Alkitab juga di tulis mengenai ketekunan yang dilakukan oleh jemaat mula-mula di dalam kehidupan keseharian mereka. Mereka bertekun oleh karna karya dari Roh Kudus yang bekerja dalam diri mereka. Jemaat mula-mula bertekun di dalam tiga hal [Kis 2:41-47]. Yang pertama; mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka selalu bertekun mempelajari Firman melalui pengajaran yang diberikan oleh para rasul. Jemaat mula-mula menyediakan waktu untuk mempelajari Firman Allah, karena mereka tahu bahwa Firman Allah akan memimpin hidup mereka dalam kebenaran. Dan melalui pengajaran Firman Allah, iman mereka kepada Yesus Kristus semakin kuat dan tidak goyah. Yang kedua; mereka bertekun dalam persekutuan, yang artinya mereka selalu mengadakan pertemuan-pertemuan ibadah. Mereka berkumpul untuk berdoa dan saling menguatkan. Mereka senantiasa tekun bersekutu ditengah-tengah kesibukan mereka masing-masing. Yang ketiga; mereka bertekun dalam perbuatan kasih. Yang artinya di dalam kehidupan mereka bersama, tidak ada rasa mementingkan diri sendiri. Melainkan saling memberi dan menolong kepada sesama yang membutuhkan. Mereka rela menjual barang milik sendiri dan hasilnya dibagi kepada yang membutuhkan. Sungguh indah hal yang dilakukan oleh jemaat mula-mula. Sebagai jemaat Tuhan marilah kita juga melihat cara hidup jemaat mula-mula yang sungguh indah. Mereka senantiasa bertekun dalam tiga hal di atas dan hasilnya adalah kehidupan mereka menjadi berkat dan menjadi kesaksian hingga banyak orang yang akhirnya percaya kepada Kristus. Mari kita juga bertekun di dalam tiga hal tersebut sehingga hidup kita akan semakin berkenan kepada Allah.
Balai Pertemuan yang berwujud sebuah rumah adat panggung di suatu Perkampungan Raja siang itu cukup padat. Rombongan kami terdiri dari 6 orang awam dan 4 orang kru sebuah majalah. Ditambah penduduk yang hadir, tak banyak tempat yang lowong di bagian depan rumah panggung itu. Siang itu dilangsungkan ritual penyambutan tamu sesuai adat sebuah pulau kecil yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Di antara sekian banyak hal yang menarik perhatian kami, terselip sebuah penuturan yang membuat saya terpana. Meskipun hampir seluruh penduduk Perkampungan Raja percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, untuk mengambil keputusan-keputusan penting tetaplah harus melalui ’terawangan’. Untuk itu, seekor binatang berupa ayam atau babi harus disembelih. Kemudian satu ’orang pintar’ akan ’membaca’ usus binatang sembelihan dan menetapkan keputusan yang harus dibuat. Kalau hal ini dilanggar, mereka meyakini bahwa tulah pasti datang menghampiri. Ayat-ayat bacaan Alkitab hari ini mengingatkan umat Tuhan untuk terdidik dalam pokok iman dan ajaran sehat dalam Kristus Yesus [1 Timotius 4:6]. Baiklah kita menjauhi takhayul yang diwariskan turun-temurun dan melatih diri beribadah [ayat 7]. Iman Kristen dan takhayul adalah dua hal yang kontradiktif. Walaupun hal ini banyak terjadi di berbagai belahan dunia, tak dapat dielakkan bahwa belenggu takhayul akan menghambat pertumbuhan rohani. Bagaimana mungkin orang menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Kristus kalau hidupnya masih tergantung pada ’terawangan’, ’pantangan’ dan bermacam-macam ’syarat’? Marilah kita semakin memahami pokok iman kita, bertumbuh dalam ajaran yang sehat dan menjauhi takhayul yang membelenggu hidup manusia. Tuhan beserta kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hidup Berkenan Kepada Allah1
30 Mei '18
Menolong Sesama
16 Juni '18
Hidup Yang Berbuah1
31 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang