SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 Januari 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 20 Januari 2018
  Jumat, 19 Januari 2018
  Kamis, 18 Januari 2018
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Mari refleksi diri untuk lebih sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan dan mewartakan kebenaran-Nya.
DITULIS OLEH
Ibu Evylia H. Goenawan
Ibu Gembala
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hari Refleksi
Hari Refleksi
Rabu, 13 Desember 2017
Hari Refleksi
Mazmur 119:10-18

Hari Minggu pagi itu jalan masuk menuju gedung SMAN 1 dipadati oleh para pedagang kaki lima car-free day. Rombongan relawan Kelas Inspirasi Semarang 2016 yang berasal dari dalam dan luar kota harus berjuang keras untuk tiba di sana tepat waktu. Hari itu adalah Hari Refleksi. Tahap terakhir dari seluruh rangkaian Kelas Inspirasi Semarang 2016.

Kegiatan tahunan yang bermotto ’Sehari Cuti, Seumur Hidup Menginspirasi’ itu awali dengan Hari Briefing sebagai tahap awal. Ini dilakukan berhubung para relawan yang mendaftar untuk terjun menginspirasi berasal dari beragam profesi. Mereka perlu dibekali tips praktis agar percaya diri ketika berinteraksi anak-anak usia sekolah pada hari-H, yaitu Hari Inspirasi. Itulah tahap kedua.

Setelah Hari Inspirasi yang berlangsung satu hari itu selesai, seluruh relawan diharapkan datang pada Hari Refleksi, yaitu tahap terakhir. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri. Apakah para inspirator sudah efektif saat menginsp...selengkapnya »
Di penghujung tahun kemarin jagad K-Pop digemparkan oleh kepergian leading vocal boyband SHINee, Kim Jonghyun, yang begitu mengguncang. Tak dinyana kepribadian Jonghyun yang dikenal lucu dan ceria ternyata menyimpan sejuta beban dan kepedihan yang tersembunyi di balik canda dan tawanya. Upayanya mencari pertolongan tak membuahkan hasil sehingga ia nekad mengakhiri hidup dengan caranya sendiri. Para fans meratapi kepergiannya sementara para haters sibuk mengolok-olok dan mencemooh penyanyi sekaligus penulis lagu yang meninggal di usia 27 tahun itu. Bahkan setelah meninggal pun, beban penderitaan seolah enggan melepas cengkeramannya atas pemuda yang dijuluki sebagai salah seorang dari 7 idol Korea yang ’terlahir untuk bermusik’. Hidup manusia itu ’sawang-sinawang’. Yang tampak gemerlapan belum tentu membahagiakan; yang tampak biasa-biasa saja belum tentu menjemukan; yang tampak kumuh belum tentu memupuskan harapan. Tidak ada hak kita untuk menghakimi orang lain. Seperti orang lain tak mampu memahami kita sedalam-dalamnya, kita pun tak mampu memahami apa yang dilalui orang lain dalam hidupnya. Yang perlu kita lakukan adalah menjalani hidup sebaik yang kita bisa. Puji syukur, kita memiliki Tuhan yang senantiasa setia menerima kita apa adanya. Bersyukur sekali ada Tuhan yang tak pernah mencibir saat kita terpuruk. Haleluya, ada Tuhan yang menguatkan kita sehabis badai menerpa. Maka jiwa kita tidak akan berlama-lama dalam keadaan tertekan, sebab ada Tuhan yang menjadi harapan kita. Kita sangat diberkati karena memiliki Tuhan Yesus Kristus sebagai sumber kekuatan dan pengharapan. Berhentilah mencibir orang-orang yang gamang dan putus asa, sebaliknya bantulah mereka untuk menaruh harap kepada Kristus, sang Batu Karang yang Teguh.
Suatu saat ada seorang penjual ember berjalan berkeliling keluar masuk gang di perkampungan sambil menawarkan barang dagangannya. Bahkan si penjual ember itu kadang berhenti sejenak kemudian “mendemonstrasikan” ember, barang dagangannya itu dengan membanting-bantingkannya di tanah bahkan membentur-benturkan satu ember dengan ember lainnya. Penjual ember itu melakukan semua untuk membuktikan bahwa barang dagangannya itu merupakan produk kualitas unggul. Selain itu sebagai bukti bahwa ember yang tidak mudah pecah, sehingga harapannya adalah supaya banyak orang membeli ember, barang dagangannya itu. Berbicara demonstrasi adalah soal memastikan, meyakinkan sesuatu kepada orang banyak. Demikian juga dengan Allah, bahwa Dia menyatakan anugerahNya, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia berdosa. Kebutuhan manusia berdosa yang utama bukanlah kehormatan, kekayaan, kejayaan, dsb., tetapi hanyalah pembebasan atau kemerdekaan dari belenggu dosa. Allah mengerti kebutuhan manusia yang utama, yaitu keselamatan dan kemenangan sehingga hidup ini terasa lepas dan bergairah dengan sukacita penuh dengan shalom, damai sejahtera. Oleh sebab itu tindakan Allah untuk manusia berdosa adalah menyatakan kasih-Nya yang besar, yaitu Allah “mendemonstrasikan” kasih-Nya yang besar itu dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya akan kasih Allah itu, yaitu putera-Nya yang tunggal maka akan selamat. Yesus yang datang ke dunia adalah anugerah Allah Bapa bagi semua manusia. Yesus adalah tindakan kasih Allah. Yesus yang datang ke dunia adalah hati Allah yang terbuka kepada siapa pun tanpa “pandang bulu atau tebang pilih”. Kasih Allah itu untuk semua suku bangsa dengan tidak memandang kaya-miskin, pandai-tidak pandai, punya kedudukan atau tidak, punya gelar atau tidak, bahkan para yatim piatu, gelandangan, cacat permanen, dan semua manusia tanpa terkecuali mendapatkan hadiah keselamatan yaitu hadirnya Yesus, Putera Allah untuk semua manusia. Saudara kekasih Tuhan, marilah kita menghayati makna natal kali ini. Sudahkah kita menerima dengan meyakini bahwa Yesus adalah anugerah Allah? Keselamatan telah datang bagi diri pribadi kita. Kemudian marilah kita yang telah menerima “demonstrasi” kasih Allah itu kita dengungkan dan wartakan kepada banyak orang yang masih hidup dalam kesuraman dunia ini. Mari tunjukkan gaya hidup kita yang ceria dan tanpa beban, penuh pengampunan dan cintakasih kepada sesama manusia. Selamat natal.
Langkah awal adalah langkah yang sangat menentukan. Dalam sebuah pertandingan olah raga, langkah awal/start sangat menentukan. Langkah awal yang salah akan berakibat fatal. Langkah awal yang benarakan memampukan kita menyelesaikan pertandingan dengan baik bahkan meraih kemenangan. Langkah awal apa yang kita ambil menghadapi tahun2018 yang terbentang di depan kita? Sungai Yordan yang dalam dan lebar [keadaan pada waktu itu] ada di depan Yosua ketika ia memimpin umat Israel berkalan menuju tanah perjanjian. Bagaimana cara menyeberangkan umat Israel? Langkah awal apa yang Yosua lakukan menghadapi sungai Yordan yang terbentang di depan mereka? Langkah awal Yosua adalah mengikuti petunjuk Firman Tuhan, mengajak umat Tuhan mengkuduskan diri dan percaya bahwa Tuhan akan melakukan perbuatan ajaib. Langkah awal Yosua selanjutnya diikuti oleh langkah awal para Imam, langkah iman, mereka mengangkat tabut perjanjian dan mencelupkan kaki mereka ke dalam air, wow...mujizat terjadi. Sungai Yordan sebak, berhentilah air itu mengalir lalu menyeberanglah bangsa itu. Tahun 2018 mungkin merupakan bentangan waktu dengan banyak masalah, tantangan dan kesulitan yang mustahil untuk diselesaikan. Mari kita berani ambil langkah awal sesuai petunjuk Firman Tuhan, kita melangkah ke depan dengan langkah iman. Jangan berdiam diri meratapi kesulitan. Mari kita mulai bangkit dan mulai melangkah. Langkah awal dengan ketaatan dan iman akan menghasilkan mujizat demi mujizat Tuhan.
Gairah zaman adalah filosofi, cara berpikir yang membentuk gaya hidup yang dikenakan oleh hampir semua manusia sekarang ini dan yang telah dianggap sebagai gaya hidup wajar, bahkan sering dianggap sebagai gaya hidup ideal. Gaya hidup ini masih banyak dikenakan oleh orang kristen, aktivis gereja, bahkan oleh para rohaniawan. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa pada saat menjelang kedatangan-Nya, kedurhakaan manusia semakin bertambah, zaman semakin fasik, manusia tidak takut akan Tuhan, tidak peduli hukum atau kehendak Tuhan. Dalam suratnya, rasul Petrus juga mengingatkan bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek yang hidup menuruti hawa nafsunya. Orang-orang yang mengejek Tuhan dengan perbuatannya, mereka membelakangi Tuhan dan memberontak terhadap Tuhan [II Petrus 3 : .3]. Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus juga menyatakan tentang gairah zaman ini di mana moral manusia sudah jauh dari standar kebenaran dan kesucian Tuhan. Kita harus menyadari bahwa pengaruh suasana dunia yang fasik ini telah menyusup dalam kehidupan banyak orang kristen dan gereja sehingga mereka hidup dalam kewajaran anak dunia. Tidak menyadari bahwa hidupnya telah jauh dari standar kebenaran yang seharusnya dikenakan oleh anak-anak Tuhan. Untuk melawan pengaruh gairah zaman ini, harus berjuang untuk bertumbuh dalam : 1. Perubahan pribadi dan pola pikir sampai menjadi serupa dengan Tuhan Yesus yang sempurna seperti Bapa [Matius 5 : 48] 2. Mengarahkan selera jiwa/keinginan kita seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus : “Makanan- Ku ialah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” [Yohanes 4 : 34]. 3. Menjaga tujuan/visi hidup , yaitu Tuhan dan Kerajaan-Nya. Untuk itu harus terus memikirkan dan mencari perkara-perkara yang di atas [Kolose 3 : 1 – 2], yaitu : - kesempurnaan karakter - bebas dari percintaan dunia - hati yang mengasihi dan mengabdi kepada Tuhan tanpa batas, dan - pikiran yang berfokus pada Kerajaan Surga, Langit Baru dan Bumi Baru.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Bukan Sisanya
05 Januari '18
Masih Adakah ’Happy New Year’
11 Januari '18
Tuhan Tidak Mencibir
04 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang