SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Marilah kita hidup sebagai anak-anak terang agar hidup kita berbuah kebaikan, keadilan dan kebenaran.
DITULIS OLEH
Ibu Evylia H. Goenawan
Ibu Gembala
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Bersama Mertua
Hidup Bersama Mertua
Selasa, 14 November 2017
Hidup Bersama Mertua
Efesus 5:8-10

Ibu berasal dari desa. Sempat mengenyam pendidikan di Semarang, lalu kembali lagi ke kampung halaman. Keluarga Ibu berasal dari Tiongkok, mamanya bahkan tak bisa berbahasa Indonesia. Mereka pun menganut adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Tiongkok asli.

Ketika Ibu menikah dan diboyong ke Jakarta, bisa dibayangkan betapa besar kejutan budaya yang dialami. Tinggal bersama ayah dan Ibu mertua yang berpendidikan Belanda dan beragama Kristen tentunya berbeda jauh dengan keluarga yang ada di desa. Namun Ibu selalu mengingat bahwa keluarga mertuanya tidak pernah memandang rendah kepadanya. Oma, Opa dan para tante saya selalu memperlakukan Ibu dengan baik.

Opa saya memahami bahwa ibu saya kesepian. Jauh dari sanak keluarga dan harus menyesuaikan diri dengan keluarga besar yang baru tentu terasa berat. Untuk mengurangi beban perasaan Ibu, secara teratur Opa membawakan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Opa juga mengutus seorang kerabat untuk menemani Ibu jalan-jalan dan...selengkapnya »
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Yesus sudah bangkit dari kematian, saatnya Dia berbuat sesuatu yaitu membuktikan bahwa diri-Nya benar-benar hidup kepada murid-murid-Nya. Selama empat puluh hari Yesus yang bangkit itu berulang-ulang menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Yesus yang bangkit pertama-tama menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, yang adalah para rasul dan juga kepada setidaknya lima ratus orang lebih [bnd. 1 Kor 15:5-8]. Pembuktian bahwa diri-Nya bangkit adalah sangat penting karena kebangkitan adalah tonggak bagi gereja mula-mula untuk melangkah lebih lanjut. Muncul pertanyaan: “mengapa Yesus yang bangkit tidak menampakkan diri, sebagai pembuktian bahwa diri-Nya hidup sebagai anak Allah, kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi sebagai pelopor eksekusi penyaliban?” Memang kita tidak tahu alasannya, hanya Yesus saja yang tahu, namun setidaknya kita bisa mengatakan bahwa dengan menampakkan diri-Nya kepada para murid maka Yesus ingin melakukan yang terpenting pasca kebangkitan. Pembuktian kepada para “musuh-Nya” mungkin itu tidak penting bagi Yesus. Yesus ingin tindakan nyata dan segera fokus kepada pemberitaan Kerajaan Allah melalui para murid-murid-Nya. Yesus ingin segera kembali kepada murid-murid-Nya yang selama kurang lebih 3 tahun dibina untuk “mengambil alih” dan melanjutkan misi Allah sebelum Yesus naik ke Surga. Hanya murid-murid sajalah yang layak melanjutkan misi Allah menyelamatkan manusia berdosa di dalam nama Yesus Kristus. Oleh sebab itu Dia memberi kuasa sebagai kelengkapan pekabaran Injil Kerajaan Allah. Saudara-saudara, jikalau kita adalah bagian dari bilangan anggota tubuh Kristus maka kita juga mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan misi Allah di dalam nama Tuhan Yesus. Mengapa Yesus selama di dunia harus memanggil para murid? Karena Yesus tidak selamanya di dunia ini sebagai manusia. Yesus ingin berita keselamatan harus terus-menerus disampaikan kepada semua bangsa sampai kapan pun selama masih ada kehidupan keturunan manusia di bumi ini. Maka murid-murid Yesus [gereja] yang harus melanjutkan misi agung ini. Namun sebelum kita bersungguh-sungguh melaksanakan kesaksian dan penginjilan kita perlu menenangkan hati, menunggu perintah bahwa janji Bapa dicurahkan, yaitu kepenuhan Roh Kudus. Mengapa demikian? Karena hanya dengan pimpinan kuasa Roh Kudus kita dimampukan melakukan tugas yang mustahil bagi manusa. Intinya menjalankan misi Allah, memberitakan Injil tidak dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kuasa Allah Roh Kudus, dan kalau kita bersedia maka Dia akan membimbing kita dan memberi kemampuan.Amin.
Penyebar semangat Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Sejak menerima kepenuhan Roh Kudus pada hari Pentakosta, murid-murid Yesus dipenuhi dengan semangat yang menyala-nyala untuk bersaksi tentang Kristus. Walaupun mereka diancam, dihambat dan dihalangi dalam memberitakan Kristus, tapi oleh karena semangat yang menyala itu mereka tidak menyerah. Mereka tetap giat dalam melayani Tuhan, memberitakan Kristus dan melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa. Tuhan Yesus berkata: ’Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu’ [Kisah Para Rasul 1:8]. Kuasa adalah kekuatan, tenaga, energi [power]. Gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan kelihatan melalui semangatnya di dalam melayani Tuhan dan memenangkan jiwa. Gereja yang memiliki kuasa tidak akan gampang menyerah di dalam menghadapi tantangan hidup. Dia akan memiliki semangat yang menyala dan menyebarkan semangat itu kepada sekitarnya. Seperti kalau ada api yang berkobar pasti di sekitarnya akan terasa panas. Demikian juga gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus, semangatnya akan dirasakan oleh sekitarnya. Namun apa jadinya jika gereja tidak lagi memiliki semangat? Bagaimana sekitarnya dapat merasakan pengaruh gereja, kalau gereja menjadi dingin? Oleh karena itu Firman Tuhan berkata: ’Biarlah rohmu menyala-nyala.’ Atau dengan kata lain, jagalah supaya jangan padam rohmu atau semangatmu. Gereja adalah pusat semangat. Orang-orang yang ada di dalam gereja harus dipenuhi Roh Kudus supaya selalu penuh dengan semangat. Gereja harus memancarkan semangat, sehingga orang di sekitar gereja melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda di gereja, oleh karena Roh Allah ada di dalam gereja. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Ada seorang yang hidupnya berputus asa karena bekerja cukup lama namun tidak menghasilkan keuntungan dalam hidupnya. Akhirnya dia berkonsultasi dengan seorang yang sukses berjualan nasi kucing. Setelah itu dia meminjam modal dan mulai usaha berjualan nasi kucing sebagaimana dia belajar dari penjual nasi kucing. Akhirnya dia berhasil dan kehidupannya berubah sama sekali. Tiap hari ada rasa sukacita meskipun capek kerjanya tiap sore sampai malam hari kecuali minggu dia libur. Namun kerja keras dan kemauan untuk berubah dari kehidupannya merupakan motivasi yang penting untuk keberhasilannya saat ini. Peristiwa ini mengingatkan cerita Rasul Petrus dan para murid yang mengalami putus asa. Kisah Para Rasul 3 mencatat tentang perubahan hidup yang dialami para murid Tuhan Yesus setelah mereka mengalami lawatan Allah melalui Roh Kudus. Petrus salah satu murid Tuhan Yesus yang kisah hidupnya dicatat dalam Kisah Para Rasul 3. Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan Rasul Petrus berkaitan dengan lawatan kuasa Allah yang dialaminya. Pertama, Petrus itu penakut dan penyangkal Tuhan Yesus [Yoh 18:12-27]. Ketika Tuhan Yesus di tangkap dan diadili, Petrus mengalami ketakutan dan menyangkal ketika ditanya oleh seseorang bahwa dirinya merupakan orang yang dekat dan kenal dengan Tuhan Yesus. Kedua, Kepercayaan Petrus dipulihkan oleh Tuhan Yesus [Yoh 21:1-19]. Ketika Tuhan Yesus bangkit dari kematian, di danau Tiberias Tuhan Yesus memulihkan kepercayaan diri Petrus terhadap Dia. Dan Tuhan Yesus kembali memanggil Petrus untuk melayani sebagai saksi-Nya dan gembala jemaat. Ketiga, Petrus berani bersaksi tentang Tuhan Yesus [KPR 3:11-26]. Petrus berani bersaksi dan membela diri, bahwa mujizat yang dilakukannya terhadap orang lumpuh di pintu gerbang Bait Allah karena Tuhan Yesus yang pernah mereka salibkan di Golgota namun bangkit pada hari ketiga dari kematian. Keberanian Petrus bersaksi tentang Tuhan Yesus merupakan pekerjaan Roh Kudus yang telah berdiam di dalam hidupnya. Hidup Petrus sekarang diubahkan dari seorang penakut untuk bersaksi menjadi seorang pemberani dalam bersaksi tentang Kristus. Hanya Roh Kuduslah yang sanggup mengubah kehidupan Petrus sedemikian rupa berbeda dari yang sebelumnya. Demikian pula dengan kehidupan kita di zaman ini sebagai murid dan saksi Tuhan Yesus di dunia. Bila Roh Kudus memenuhi hidup kita dan melawat hidup kita maka, kita akan seperti Petrus menjadi orang yang berani bersaksi tentang Kristus dan bisa melakukan mujizat melalui doa kita kepada orang sakit.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Pembawa Terang Yang Takut Pada Kegelapan
14 Mei '18
Ketika Lawatan Allah Terjadi
13 Mei '18
Janganlah Hatimu Lamban
02 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang