SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Bangkit menjadi teranglah.
DITULIS OLEH
Pdt. Antonius Yulianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Imam Dan Raja
Imam Dan Raja
Jumat, 18 Agustus 2017
Imam Dan Raja
1 Petrus 2:9-10

Ada banyak orang krsiten atau umat Tuhan menyukai ayat firman di atas karena berpikir saat percaya Tuhan Yesus dipilih dan diangkat oleh Tuhan sebagai imam dan raja sehingga dengan senang dan bangga menaikkan Pujian.

“Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri...” Yang perlu kita ketahui sebutan imam dan raja bukan sekedar jabatan dan kedudukan yang Tuhan berikan, tetapi ada tanggung jawab yang harus kita emban sebagai seorang imam yang bertugas menjadi pengantara antara Allah dan manusia. Seorang imam tidak saja harus menjaga kekudusan karena ia yang mempersembahkan korban persembahan di ruang Maha Kudus [jika ia tidak dalam kekudusan akan mengalami kematian secara fisik], tetapi ia juga bertanggung jawab atas jiwa-jiwa di hadapan Tuhan. Itu ditunjukkan dengan baju keimaman [baju Efod] yang di atas pundaknya ada 12 batu, 6 di pundak sebelah kanan dan 6 lagi di sebelah kiri yang melambangkan 12 suku Israel.

D...selengkapnya »
Kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan, “tidak ada rotan akarpun jadi.” artinya kalau tidak ada rotan dapat digantikan dengan akar. Tentunya tidak demikian dengan firman Tuhan untuk memberitakan injil bisa saja kita pakai sarana teknologi yang berkembang begitu cepat saat ini namun tentu kita tidak boleh mengabaikan perintah Tuhan untuk memberitakan injil dengan bertatap muka. Tuhan Yesus memberi perintah seperti yang tertulis dalam Markus 16:15 mengatakan: Lalu Ia berkata kepada mereka: ’Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Dalam ayat ini Tuhan Yesus memberi perintah kepada para murid untuk pergi memberitakan injil kepada segala mahluk. Sekaligus memberikan keteladanan dan memberikan contoh kehidupan Kis 1:8”... Menjadi saksi ...” tentang kehidupan yang menjadi contoh tidak sekedar berbicara. Mari jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus kita beritakan Injilnya yang sesuai dengan salah satu visi gereja kita hidup yang berdampak pada sesama dapat kita genapkan dalam hidup ini.
Hasil survey di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia 132,7 juta jiwa dan 65% pengguna internet percaya mentah-mentah informasi dari dunia maya. Minimal 4-5 jam dalam sehari setiap pengguna internet aktif dalam media sosial. Kondisi tersebut menyebabkan berita bohong atau hoax yang dihembuskan oleh seseorang atau kelompok orang dengan cepat menyebar dari satu ke lain orang dan dari group yang satu ke yang lain seperti virus flu yang demikian cepat menjalar. Berita bohong membuat banyak orang hidup dalam keresahan, ketakutan, kekuatiran atau kemarahan. Apabila berita bohong menjadi viral maka sangat sulit ditangkal dengan berita yang benar. Ternyata penyebaran berita bohong sudah ada sejak jaman dulu. Setelah Yesus bangkit dan kubur-Nya kosong, dengan ketakutan para tentara penjaga kubur memberitahukan tentang kebangkitan-Nya kepada imam-imam kepala. Mereka menyuap dengan sejumlah besar uang dan memerintahkan para tentara untuk menyebarkan berita bohong bahwa Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka sedang tidur. Setelah menerima uang itu mereka melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh imam-imam dan berita itu menyebar di antara orang Yahudi sampai saat ini. Ketika murid-murid Yesus mendengar berita bohong itu mereka sangat ketakutan dan mengurung diri dalam sebuah rumah yang tertutup rapat dan terkunci. Di tengah ketakutan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu” dan memberi Roh Kudus pada mereka agar mereka berani untuk menyebarkan berita yang benar tentang kebangkitan Yesus. Di tengah maraknya berita bohong atau hoax yang hampir setiap hari kita dengar atau baca apa yang akan kita perbuat ? Apakah kita tenggelam dalam kekuatiran, ketakutan, kemarahan ? Bila Roh Kudus Sang Penolong senantiasa ada dalam hidup kita maka hati kita akan penuh dengan damai sejahtera walaupun berita bohong itu meneror kita. Marilah kita senantiasa hidup dalam kebenaran sehingga Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Dengan demikian kita berani untuk senantiasa memberitakan kebenaran.
Di dalam kehidupan bergereja, acap kali persembahan umat Kristiani kepada Tuhan diwujudkan dalam bentuk pelayanan. Dan pelayanan di gereja pada umumnya, langsung maupun tak langsung, saling terkait satu sama lain. Satu seksi pelayanan saja bisa beranggotakan banyak orang; yang berarti banyak ide, banyak usul, banyak potensi kreasi yang terkumpul di sana. Belum lagi kaitannya dengan bidang-bidang pelayanan yang lain. Kondisi ini membuat gesekan antar anggota tidak terelakkan. Para pelayan Tuhan sering menganggap bahwa ’hasil akhir’ dari sebuah pelayanan adalah yang mendasari penilaian Tuhan sehingga masing-masing pribadi berusaha keras untuk memperjuangkan apa yang menurutnya paling ideal. Bahkan tak jarang ’perjuangan’nya itu sampai mencederai perasaan rekan-rekan sepelayanan. Sesungguhnya, apakah seperti itu persembahan pelayanan yang diperkenan oleh Tuhan? Bacaan Firman Tuhan pada hari ini mengingatkan umat Kristiani bahwa Tuhan sangat mementingkan kebersihan hati, kerukunan dan perdamaian di antara umat-Nya. Kristus sendiri yang memerintahkan umat-Nya untuk membereskan masalah yang ada, sebelum mempersembahkan sesuatu kepada-Nya [Mat 5:23-24]. Tuhan tidak hanya memandang persembahan yang dihaturkan di hadapan-Nya, namun Ia juga melihat kondisi hati si pemberi persembahan. Apakah dia datang dengan hati yang bersih? Apakah dia masih terlibat dalam perselisihan dengan orang lain? Apalagi dengan sesama rekan sepelayanan. Ironis sekali jika kita menganggap persembahan pelayanan kita berhasil bagus, padahal di balik itu ada hati dan perasaan-perasaan yang tersakiti karena idealisme pribadi kita. Marilah menjadi pribadi-pribadi pelayan Tuhan yang lebih dewasa. Mari menghaturkan persembahan kepada Tuhan melalui proses yang saling menghargai. Biarlah dunia melihat kerjasama dan perilaku kita yang baik sehingga mereka memuliakan Bapa di Surga.
Di dalam sebuah pengadilan, peran seorang saksi sangat penting. Saksi bukan hanya sekedar pelengkap dan pemanis di dalam sebuah pengadilan. Saksi adalah tokoh penting yang sangat berpengaruh pada putusan akhir yang diberikan hakim kepada si terdakwa. Tugas seorang saksi terlihat sepele, namun berdampak luar biasa. Saksi akan menceritakan kepada “yang lainnya”, perihal apa yang dilihat, didengar, dialami dan dirasakan dengan benar dan jujur. Seorang saksi yang baik, tidak akan menambah ataupun mengurangi kesaksian yang disampaikannya. Kesaksian yang disampaikan seorang saksi akan mengubah segalanya. Sesuatu yang salah akan diluruskan ooleh sebuah kesaksian. Sesuatu yang benar akan dikuatkan kebenarannya, juga oleh kesaksian tersebut. Tuhan Yesus sebelum terangkat ke sorga, juga meminta umat-Nya untuk menjadi saksi. Bersaksi tentang apa? Injil Lukas 24:45-49 menjelaskan bahwa umat Tuhan harus menyaksikan tentang Yesus yang adalah Sang Mesias, yang akan memberikan pengampunan dosa bagi manusia. Kita yang adalah umat-Nya harus menjadi saksi tentang kebenaran ini. Kebenaran yang kita sampaikan akan membawa dampak bagi pendengarnya. Jika salah memberi kesaksian, maka hidup sang pendengar kesaksian itu pun akan berakhir salah juga. Sebagian orang tidak tahu bagaimana cara menjadi saksi. Oleh karena ketidaktahuan ini, banyak orang enggan menjadi saksi. Dan bahkan takut untuk menjadi saksi. Menjadi saksi bukan hal yang sulit. Langkah awal untuk menjadi saksi tidak perlu repot dengan belajar ini dan itu. Langkah awal menjadi saksi, cukup dengan tulus dan kesungguhan menceritakan dan menunjukkan kepada orang lain tentang bagaimana kebaikan yang Yesus telah berikan bagi kita. Ceritakan akan karyaNya dalam diri kita. Ceritakan apa yang telah kita dapat dan alami saat percaya kepada Yesus pada orang-orang yang belum percaya Yesus. Itulah langkah awal untuk bersaksi. Jangan takut untuk menjadi saksi. Sebab Yesus telah berjanji untuk memberikan Roh Kudus sebagi penolong bagi kita menjadi saksi. Jangan takut… Jadilah saksi-Nya sampai selama-lamanya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hasil Akhir Yang Mencederai Hati
30 April '18
Bersaksi?...Siapa Takut? !!!
17 Mei '18
Bersaksi Seumur Hidup
24 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang