SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 Januari 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 20 Januari 2018
  Jumat, 19 Januari 2018
  Kamis, 18 Januari 2018
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Karya Terbesar
Karya Terbesar
Minggu, 10 Desember 2017
Karya Terbesar
Yohanes 3:16
Karya terbesar

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Dua minggu lagi kita akan memperingati hari Natal, hari kedatangan Sang Juruselamat dunia. Kedatangan Kristus sang Mesias telah memulai sebuah zaman baru dalam sejarah dunia ini, yaitu zaman anugerah keselamatan. Kedatangan Kristus memulai sebuah karya agung penyelamatan manusia dari dosa.

Untuk mewujudkan sebuah rencana yang besar pasti dibutuhkan pengorbanan yang besar pula. Sebagai contoh, kalau sebuah produser film ingin membuat sebuah film yang fenomenal, seperti sebuah film kolosal, pasti harus mengeluarkan modal yang besar, harus mencari sutradara yang terbaik, pemeran yang terbaik, dan produsernya pasti mau memastikan bahwa semua berjalan dengan baik.

Penyelamatan manusia agar dilepaskan dari belenggu dosa adalah sebuah pekerjaan yang...selengkapnya »
Waktu berjalan dengan begitu cepat dan tidak terasa tulisan demi tulisan yang ada di renungan warta jemaat sudah berjalan selama tujuh tahun lamannya. Sejak tulisan renungan warta untuk pertama kalinya dimuat di dalam warta jemaat pada bulan Januari tahun 2011, hingga di hari terakhir di tahun 2017 ini, ada banyak hal menarik di dalamnya. Para penulis renungan harian berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca renungan ini. Para penulis berusaha menuangkan ide dan perenungannya untuk mengajak jemaat dan seluruh pembaca dapat bertumbuh imannya melalui tulisan ini. Bukan hal yang mudah bagi para penulis untuk menyajikan ide yang segar, original dan bermanfaat bagi para pembaca. Lihatlah, bagaimana ide tulisan dengan ilustrasi tokoh imajimer yang bernama Benay dan Sambey, dikemas dengan segar yang kemudian membawa jemaat masuk dalam refleksi yang lebih dalam. Atau ilustrasi seputar kisah pribadi dari sang penulis yang dimunculkan dalam tulisannya. Juga ilustrasi pengantar berupa hal-hal yang terkait dengan sepakbola atau film juga turut muncul di sana. Bahkan ulasan seputar politik maupun kejadian sehari-hari yang update pun pernah muncul dalam renungan harian warta jemaat. Konsisten untuk tetap menulis dan menuangkan ide yang segar sebagai bahan perenungan untuk renungan di warta jemaat bukan hal yang sederhana dan mudah bagi para penulis. Para Penulis hanya alatnya Tuhan untuk memberkati jemaat melalui tulisan. Jika bukan karena Tuhan yang membimbing, para penulis bukanlah siapa-siapa. Tuhan yang membimbing dan memberikan kekuatan! Nabi Samuel beserta seluruh umat Israel pun menyadari hal yang serupa. Bangsa Israel merasakan dan tahu benar tentang sulitnya berperang melawan orang Filistin. Bahkan tidak jarang juga bangsa Israel harus menelan kekalahan dari lawannya itu seperti yang dikisahkan di dalam 1 Samuel 4. Seperti halnya sebuah roda yang ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah, kisah sebaliknya justru diceritakan di 1 Samuel 7. Di dalam 1 Samuel 7, bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa. Apakah kemenangan ini adalah karena bangsa Israel yang hebat? Nabi samuel memberi jawaban dengan mendirikan sebuah “monumen” dengan berkata, ’Eben-Haezer, katanya: ’Sampai di sini TUHAN menolong kita’ [ay. 12]. Kata-kata ini bukanlah hanya sebuah perkataan formalitas, namun ada makna mendalam di dalamnya. Sebuah ungkapan iman yang menyatakan Tuhan yang menjadi pelindung, penolong, dan pembela bagi umat Israel di dalam segala keadaan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih percaya bahwa Tuhan menolong dan menyertai kita hingga detik ini? Masihkah percaya dengan kuasa Tuhan yang tidak terbatas? Masihkah kita percaya pada kebaikan Tuhan? Ataukah justru dari hari ke hari kita menjadi ragu kepada Tuhan? Tinggal beberapa saat lagi kita meninggalkan tahun yang lama untuk memulai tahun yang baru. Kiranya di tahun yang baru, iman itu tidak menjadi pudar. Iman kita harus terus menyala-nyala di dalam Tuhan. Sebab dari sekarang dan sampai selama-lamanya, Tuhan selalu menolong kita. Selamat bersukacita di dalam Tuhan di tahun yang baru. Tuhan Yesus memberkati.
Suatu saat ada seorang penjual ember berjalan berkeliling keluar masuk gang di perkampungan sambil menawarkan barang dagangannya. Bahkan si penjual ember itu kadang berhenti sejenak kemudian “mendemonstrasikan” ember, barang dagangannya itu dengan membanting-bantingkannya di tanah bahkan membentur-benturkan satu ember dengan ember lainnya. Penjual ember itu melakukan semua untuk membuktikan bahwa barang dagangannya itu merupakan produk kualitas unggul. Selain itu sebagai bukti bahwa ember yang tidak mudah pecah, sehingga harapannya adalah supaya banyak orang membeli ember, barang dagangannya itu. Berbicara demonstrasi adalah soal memastikan, meyakinkan sesuatu kepada orang banyak. Demikian juga dengan Allah, bahwa Dia menyatakan anugerahNya, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia berdosa. Kebutuhan manusia berdosa yang utama bukanlah kehormatan, kekayaan, kejayaan, dsb., tetapi hanyalah pembebasan atau kemerdekaan dari belenggu dosa. Allah mengerti kebutuhan manusia yang utama, yaitu keselamatan dan kemenangan sehingga hidup ini terasa lepas dan bergairah dengan sukacita penuh dengan shalom, damai sejahtera. Oleh sebab itu tindakan Allah untuk manusia berdosa adalah menyatakan kasih-Nya yang besar, yaitu Allah “mendemonstrasikan” kasih-Nya yang besar itu dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya akan kasih Allah itu, yaitu putera-Nya yang tunggal maka akan selamat. Yesus yang datang ke dunia adalah anugerah Allah Bapa bagi semua manusia. Yesus adalah tindakan kasih Allah. Yesus yang datang ke dunia adalah hati Allah yang terbuka kepada siapa pun tanpa “pandang bulu atau tebang pilih”. Kasih Allah itu untuk semua suku bangsa dengan tidak memandang kaya-miskin, pandai-tidak pandai, punya kedudukan atau tidak, punya gelar atau tidak, bahkan para yatim piatu, gelandangan, cacat permanen, dan semua manusia tanpa terkecuali mendapatkan hadiah keselamatan yaitu hadirnya Yesus, Putera Allah untuk semua manusia. Saudara kekasih Tuhan, marilah kita menghayati makna natal kali ini. Sudahkah kita menerima dengan meyakini bahwa Yesus adalah anugerah Allah? Keselamatan telah datang bagi diri pribadi kita. Kemudian marilah kita yang telah menerima “demonstrasi” kasih Allah itu kita dengungkan dan wartakan kepada banyak orang yang masih hidup dalam kesuraman dunia ini. Mari tunjukkan gaya hidup kita yang ceria dan tanpa beban, penuh pengampunan dan cintakasih kepada sesama manusia. Selamat natal.
Damai dalam badai ???? Mana mungkin....! Yang ada takut, bingung, kalang kabut saat badai datang.... Tahun 2017 dengan segala kenangan manis & pahit telah kita tinggalkan. Termasuk di dalamnya badai kehidupan yang terkadang menerpa kita bahkan mungkin membuat kita trauma dan gentar menapaki hidup di tahun yang baru ini. Dari kehidupan Raja Daud yang sering menghadapi berbagai tantangan bak badai yang tiada henti, ada beberapa nasehat sang pemazmur agar kitapun dapat juga menghadapi badai kehidupan yang sewaktu-waktu Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan ini. 1. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang yang berbuat curang sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. [ayat 1,2] 2. Percayalah kepada Tuhan, lakukanlah yang baik; bergembiralah karena Tuhan serta serahkan hidup kepada Tuhan maka Tuhan akan memunculkan kebenaran kita seperti terang dan hak kita seperti siang. [ayat 3-6] 3. Tidak usah takut karena Tuhan menetapkan setiap langkah hidup kita yang berkenan kepada-Nya dan apabila Tuhan ijinkan kita jatuh tidak akan sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangan kita dan anak cucu kita tidak akan terlantar hidupnya. [ayat 23-25] 4. Nantikanlah Tuhan dan tetap ikuti jalan-Nya [ayat 34] 5. Hiduplah dengan tulus hati , jujur dan suka damai maka pasti ada masa depan dalam hidup kita.[ ayat 37] Dengan berbekal nasehat-nasehat pemazmur ini, mari kita mantap memasuki tahun 2018 !! Jika badai datang hadapi dengan damai yang dari Tuhan.
Bangsa Indonesia akan menjalani “tahun yang sibuk” di sepanjang tahun ini hingga tahun 2019 nanti. Indonesia akan menyelenggatakan “hajatan politik dan pesta demokrasi” besar. Paling tidak hingga tahun depan, yaitu pemilihan kepala daerah secara serentak di beberapa daerah di tahun 2018. Dan pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden di tahun 2019. Jika kita berbicara tentang “hajatan politik”, maka ada fenomena yang selalu menyertainya. Apa itu? Politikus dadakan mulai bermunculan. Mulai dari hanya sekedar menjadi pengamat dan memprediksi perkembangan politik, hingga merapatkan diri ke parpol untuk dapat tampil menjadi politikus yang layak untuk maju dalam pemilihan. Kita semua tidak tahu, apakah semuanya itu dilandasi dengan sebuah motivasi yang benar atau hanya sekedar ingin tenar. Fenomena di atas seolah-olah juga mewabah hingga ke gereja. Tidak sedikit kita melihat fenomena, orang-orang yang “katanya” ingin terjun dalam hal kerohanian karena panggilan Tuhan. Mulai dari menjadi pelayan mimbar, menjadi hamba Tuhan ataupun menjadi pemberita Injil, namun ujung-ujungnya ternyata hanya untuk popularitas dan kenyamanan diri. Semuanya itu akan teruji dengan waktu apakah motivasi yang dibawa adalah benar, atau hanya sekedar kamuflase kebohongan belaka. Sebagai utusan Allah yang dipercaya untuk memberitakan Injil, Rasul Paulus menyampaikan pengajaran dengan motivasi yang benar. Pengajaran yang disampaikannya bukan untuk menyenangkan hati manusia, melainkan menyenangkan hati Allah. Paulus tidak mengajar dengan perkataan yang manis. Paulus juga tidak mengajar untuk mendapatkan uang atau mencari pujian dari manusia. Paulus memberitakan Injil dan menjalankan panggilan pelayanan-Nya semua dengan motivasi yang benar dan bukan untuk keuntungan diri semata. Namun sayangnya, masih banyak orang Kristen yang takut menyatakan kebenaran. Mereka lebih memilih menyenangkan orang, agar keberadaannya diterima, dan mencari sanjungan orang lain. Berkata-kata dengan manis, namun tujuannya melenceng, supaya diri pribadi terus dipercaya tampil di depan umum, supaya diri pribadi nyaman, dan sebagainya. Jangan sampai kita lupa bahwa hidup ini adalah milik Allah dan harus dipersembahkan bagi kemuliaan nama-Nya. Kita dipanggil untuk mewartakan Injil dengan murni, tanpa tipu daya atau motivasi yang terselubung. Ingatlah selalu, manusia mungkin dapat kita bohongi dengan penampilan manis kita, namun Tuhan tidak dapat dibohongi dengan semuanya itu. Jadilah murid Kristus yang mempunyai motivasi yang tulus dan benar di hadapan Allah. Jadilah pewarta kebenaran Firman yang tulus dan benar.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Dihargai Dan Dipulihkan
07 Januari '18
Masih Adakah ’Happy New Year’
11 Januari '18
Kunci Keberhasilan Di Tahun Ini
14 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang