SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 20 April 2018   -HARI INI-
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
  Senin, 16 April 2018
  Minggu, 15 April 2018
  Sabtu, 14 April 2018
POKOK RENUNGAN
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Kejujuran Dan Kepercayaan
Kejujuran Dan Kepercayaan
Minggu, 26 November 2017
Kejujuran Dan Kepercayaan
Amsal 22:1
Kejujuran dan kepercayaan

Amsal 22:1
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Pada hari Kamis tanggal 16 November 2017 terjadi sebuah kecelakaan tunggal. Sebuah mobil menabrak tiang lampu penerangan jalan [bukan tiang listrik seperti kata banyak orang]. Meskipun tidak dalam kecepatan tinggi kelihatannya mobil itu rusak parah bagian depannya. Seorang penumpang di dalam mobil itu mengalami cedera berupa memar di kepalanya. Para pembaca pasti tahu siapa yang saya maksud.

Banyak orang tidak percaya bahwa itu adalah kecelakaan yang murni, walaupun tidak ada yang berani memastikan bahwa itu adalah sebuah rekayasa. Berbagai macam penjelasan diberikan oleh pihak yang mengalami kecelakaan itu. [Memang sungguh aneh bahwa seorang yang mengalami kecelakaan harus meyakinkan kepada publik bahwa dirinya benar-benar mengalami kecelakaan]. Tapi biarpun diyakinkan sedemikian rupa publik tetap tidak percaya terhadap penjela...selengkapnya »
Berita tentang kebangkitan orang mati pada waktu itu menarik perhatian masyarakat daerah Balas Klomprik karena salah seorang bapak warga Kristen di desa itu mengalami kebangkitan dari kematian saat ibadah tutup peti dilaksanakan. Tentu saja peristiwa tersebut membuat sedikit kegaduhan antara percaya dan tidak percaya bahwa kebangkitan dari kematian yang sudah berlangsung lebih dari 12 jam menjadi kenyataan. Bapak yang baru saja dibangkitkan dari kematian mulai bercerita kepada warga jemaat maupun masyarakat yang hadir saat itu tentang hal apa saja yang dialaminya saat mengalami peristiwa kematian yang dialaminya. Bapak itu hidup kembali, sembuh total dari penyakitnya dan mulai banyak bersaksi tentang Kristus. Hingga meninggal dunia 18 tahun kemudian. Namun dari sisa waktu hidupnya sudah banyak orang berdosa diperkenalkan kepada Tuhan Yesus dan Kerajaan Surga. Demikian pula dengan nats bacaan hari ini. Para murid Tuhan Yesus tidak mempercayai berita tentang kebangkitan Guru-Nya dari kematian yang telah disampaikan oleh beberapa orang kepada mereka [ayat 11, 13]. Hal ini terjadi karena mereka masih berkabung dan menangisi nasib Tuhan Yesus sebagai Guru-Nya yang mati tersalib [ayat 10]. Akhirnya Tuhan Yesus sendiri yang hadir menampakkan diri kepada kesebelas murid-Nya setelah kesaksian orang yang diutus untuk memberitakan kabar tentang kebangkitan diri-Nya tidak mereka percayai [ayat 14]. Pertama, Tuhan Yesus menegur dengan keras ketidak percayaan dalam diri murid-Nya yang tidak mau mendengarkan dan mempercayai berita tentang kematian dan kebangkitan-Nya yang beberapa kali sudah disampaikan sebelum peristiwa penyaliban-Nya [ayat 14]. Ketidak percayaan merupakan hal yang sangat menghambat diri mereka untuk dapat mempercayai Tuhan Yesus secara penuh. Jadi jangan menganggap sepeleh terhadap ketidak percayaan yang seringkali muncul dalam diri dan hati kita. Suatu saat ketidak percayaan itu akan membunuh iman kita untuk percaya sepenuhnya kepada pribadi dan karya Tuhan Yesus. Kedua, Tuhan Yesus mengutus mereka untuk bersaksi tentang berita Injil [ayat 15-20]. Tugas utama mereka adalah mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, membuat mujizat dan memberitakan injil inilah tugas utama seorang saksi Kristus di dunia ini. Apabila kita melakukan dengan setia keempat tugas tersebut janji Tuhan Yesus adalah Dia akan turut bekerja untuk meneguhkan kesaksian kita [ayat 20]. Di sekitar kita masih banyak jiwa-jiwa berdosa yang belum mendengar berita Injil maka menjadi tugas dan tanggungjawab kita saat ini untuk melangkah memenangkan mereka. Tugas kita hanya bersaksi dan berdoa selanjutnya Allah yang akan bekerja dalam hidup mereka.
Orang percaya yang telah ditebus oleh darah Yesus [penebusan Salib Kristus] telah dibeli dengan harga yang lunas dibayar dan dirinya menjadi milik Tuhan [I Korintus 6:19-20]. Berarti hidupnya tidak boleh memiliki cita-cita, keinginan untuk meraih sesuatu, kecuali sesuatu itu berguna bagi Tuhan. Keinginannya haruslah bukan untuk kepentingannya sendiri, bukan untuk harga diri, gengsi, kehormatan di mata manusia. [Lukas 14:33] Dalam ayat bacaan tertulis : “…semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa [the right, hak istimewa] supaya menjadi anak-anak Allah,...” menjadi pribadi luar biasa, berkarakter serupa dengan Tuhan Yesus. Menjadi anak Allah tentunya bukan hanya sekadar status, namun benar-benar bisa berkeadaan sebagai anak Allah. Untuk mencapai keberadaan sebagai anak Allah tidaklah mudah, harus melalui proses panjang menjadi murid. Manusia diciptakan dengan . kehendak bebas di dalam dirinya, Tuhan tidak mengambil alih kemudi hidup atau kedaulatan manusia. Manusialah yang mengendalikan hidupnya, apakah mau mengarahkan hidupnya hanya untuk melakukan kehendak dan keinginan Tuhan atau tidak. Jadi yang sangat penting dalam hidup ini adalah, apakah kita sudah secara sadar rela dididik sebagai murid Kristus. Bapa sudah menganugerahkan fasilitas-fasilitas untuk membentuk kita bisa hidup sama seperti Kristus telah hidup, mengikuti jejak-Nya [I Yohanes 2:6] Fasilitas-fasilitas tersebut berupa : 1. Karya Penebusan oleh darah Yesus yang mahal harganya [I Petrus 1:18-19]. Dengan penebusan ini kita diubah status dari pemberontak menjadi orang kudus [I Korintus 1:2a]. Inilah yang disebut sebagai pengudusan pasif, yang hanya Tuhan yang dapat melakukannya. 2. Kebenaran Injil, yaitu kuasa Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, yaitu mengembalikan manusia kepada rancangan Allah semula, memiliki kemuliaan Allah, menjadi serupa dengan Tuhan Yesus [Roma 1:16]. Rasul Petrus mengingatkan bahwa kita menyucikan diri oleh ketaatan kepada kebenaran [I Petrus 1:22]. Kita harus sungguh-sungguh belajar Kebenaran Injil. Hal ini disebut pengudusan aktif. 3. Roh Kudus : Menuntun orang percaya kepada segala Kebenaran [Injil], menolong kita dalam proses pengudusan [Yohanes 16:13] 4. Penggarapan Bapa melalui peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari [Roma 8:28] Berkeberadaan sebagai anak Allah [bukan sekadar status] adalah hal yang menyenangkan hati Bapa, kita harus memperkarakannya setiap hari sepanjang waktu singkat yang masih ada.
Saya pernah membaca cerita sebuah kisah nyata mengenai seorang wanita yang sedang hamil. Ia adalah salah seorang aktifis yg menentang adanya aborsi. Ternyata ia sendiri dihadapkan pada keadaan yg mengharuskan dirinya mengaborsi kandungannya, sebab bayinya didiagonsa memiliki ketahanan tubuh yang rapuh, jika anak itu dilahirkan, umurnya hanya 2 hari saja. Dan bukan hanya itu saja, ada resiko yang akan mengakibatkan kematian si ibu kalau dia melahirkan anak tsb. Dokter menyarankan ia untuk mengugurkan kandungannya. Ia merasa terjepit diantara keadaan bahwa ia adalah seorang penentang aborsi sementara nyawanya terancam kalau ia tidak mengaborsi anak tsb. Namun ia berdoa dan ia mengambil suatu keputusan bahwa ia akan melahirkan anaknya. Ia berkata bahwa anak itu layak untuk hidup walaupun hidupnya hanya sebentar. Suaminya pasrah dan menerima keputusan tsb. Akhirnya ketika bayi itu lahir, ibunya meninggal. Pengorbanan si ibu ternyata tidak sia-sia, anak itu ternyata bertahan hidup selama 2 minggu dan ketika anak bayi itu meninggal, ia mendonorkan ginjal dan jantungnya untuk 2 nyawa bayi lain yang terancam meninggal. Ibu itu mengorbankan dirinya, agar bayi tersebut bisa menghidupkan nyawa bayi-bayi lain. Dari cerita peristiwa di atas, demikian juga pengorbanan Yesus di kayu salib, merupakan bentuk nyata pengorbanan Bapa di Surga untuk keselamatan orang percaya. Yesus harus menderita, di salibkan, mati dan bangkit merupakan pengorban yang tak ternilai harganya. Itu semua Allah lakukan agar kita yang seharusnya di hukum maut oleh dosa, tetapi di selamatkan melalui percaya kita kepada pengorbanan Yesus di kayu salib [Roma 6:23]. Kalau Allah sendiri melalui Yesus rela berkorban untuk kita, lalu apa yang menjadi balasan kita ? Apakah yang dapat kita korbankan sebagai bentuk trimakasih kita pada Allah ? Maka ketika kita dihadapkan kepada pengorbanan, berdoalah kepada Tuhan, apakah yang menjadi kehendakNya, seperti ketika Abraham harus mengorbankan anak tercintanya, Ishak. Ketika Abraham pasrah kepada Tuhan dan ia mengorbankan anaknya, Allah memberikan berkat berlimpah-limpah dan berkali-kali lipat kepadanya. Jika Allah melakukan hal yang sama kepada Abraham, maka Ia-pun pasti akan melakukan hal yang sama kepada kita anak-anakNya juga. Karena dalam suatu pengorbanan yg harus kita pilih, Tuhan memiliki rencanaNya sendiri, hanya tinggal maukah kita menjalaninya, maukah kita mengorbankan harta kita, perasaan kita, bahkan nyawa kita sekalipun? Untuk sesuatu yang lebih besar, untuk kemulyaan Tuhan. Marilah kita mulai memikirkan dan minta petunjuk Tuhan, apakah yang dapat kita korbankan untuk menghasilkan dampak yang lebih besar bagi kebaikan dan kemulyaan Allah.
Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu. Hari pertama dimulai hari Sabtu sore, Markus tampaknya menunjukkan bahwa para wanita itu selesai membeli rempah-rempah pada malam sebelumnya, dan datang ke kubur Yesus pada pagi hari sebelum ada orang lain di sana [Markus 16:1,2]. Pagi itu para perempuan melihat fakta batu penutup kubur telah terguling, bahkan mereka terkejut ketika melihat mayat Yesus sudah tidak ada. [Lukas 24:2,3]. Saat mereka termangu-mangu, tiba-tiba datang dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian berkilau-kilau. Kedua orang itu membawa kabar yang melebihi pemikiran perempuan-perempuan itu, bahwa Yesus telah bangkit dan mendahului mereka ke Galilea [Lukas 24:4-7]. Respon luar biasa perempuan-perempuan itu, mereka lari memberitakan semua itu kepada teman-temannya. Kebangkitan Kristus yang kita rayakan pada hari Paskah, memberi kita sukacita karena kemenangan iman itu terbukti. Seperti para perempuan itu setelah melihat fakta kubur kosong, mereka semakian percaya apa yang dijanjikanNya, ’...Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.’ [Markus 8:31]. Yesus telah bangkit dari kematianNya!. Hebatnya, kuasa kebangkitanNya itu didahului oleh tanda-tanda yang ajaib: terjadi gempa bumi yang dahsyat dan turunnya malaikat dari langit yang wajahnya bagaikan kilat dengan pakaian putih seperti salju [Matius 28:1-3]. KuburNya yang kosong membuktikan kuasaNya sangat hebat dan dahsyat. Maka dari itu setiap orang percaya tidak perlu takut dan ragu dalam mengiring Kristus. KebangkitanNya benar-benar memberi keyakinan dan kepastian akan jaminan keselamatan kekal bagi kita. Mari, jangan sia-siakan keselamatan yang telah kita terima ini karena keselamatan kekal itu hanya ada di dalam Yesus. Sangat memprihatinkan jika ada orang percaya yang rela meninggalkan iman Kristus demi mendapatkan pasangan hidup, jabatan atau kemewahan dunia ini. Rasul Paulus mengatakan,’Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.’ [1 Korintus 15:14]. Kristus telah bangkit! Tidak seharusnya kita menjalani hidup ini dengan ketakutan dan keraguan. Sebaliknya, mari kita tatap masa depan dengan kepala tegak karena kita memiliki Tuhan yang hidup. Beritakanlah kabar kesukaan ini kepada dunia!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Berdoa Di Dalam Roh
11 April '18
Sudah Selesai
28 Maret '18
Pantang Menyerah1
29 Maret '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang