SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Hidup kita hendaknya menjadi hidup yang memuliakan Allah.
DITULIS OLEH
Pdt. Antonius Yulianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Keyakinan1
Keyakinan1
Kamis, 26 Oktober 2017
Keyakinan1
Roma 8:18
Beberapa tahun terakhir ini dunia dihebohkan dengan kemunculan “paham” dan tindakan ISIS/IS yang membuat banyak orang mengecam dan mengutuk mereka. Namun tidak sedikit juga orang yang mengikuti paham tersebut dan bergabung untuk melakukan tindakan-tindakan yang dianggap orang sebagai “teror”. Meskipun kelompok tersebut dipandang melakukan teror, tetapi mereka sendiri menanggapi hal itu sebagai tindakan berdasarkan keyakinan yang benar. Membunuh orang lain yang tidak sepaham, bahkan melakukan bom bunuh diri yang dipandang sebagai tindakan diluar “nalar”, namun faktanya yang menjadi pengikutnya bukanlah orang-orang yang berintelektual rendah. Apa yang dilakukan pengikut ISIS/IS ini karena keyakinan mereka, dan mereka bertindak. Bahkan sebuah majalah menuliskan bahwa orang-orang yang berpengaruh di dunia pemimpin IS adalah sebagai salah satu orang yang berpengaruh di dunia.

Keyakinan, menurut kamus bahasa Indonesia artinya kepercayaan dengan sungguh-sungguh. Bacaan Alkitab di atas menyatakan keyakinan Paulus tentang janji Allah, tentang kemuliaan yang akan diberikan bagi orang-orang yang percaya. Keyakinan ini membawa Paulus tidak memperdulikan segala tantangan dan masalah yang dihadapinya dalam perjalanan pengiringan dan pelayanannya kepada Allah sekal...selengkapnya »
Tuhan punya banyak cara untuk menyayang, juga dengan memanggil pulang Kita sayu, namun mengaku Sang Empunya Hidup yang paling tahu Rasanya belum cukup, belum sempat, belum siap Tapi kata Tuhan, inilah saat yang tepat Apalah yang lebih melegakan selain cerai dari derita yang menggerus raga Sehabis berjuang demi orang-orang tersayang, tibalah saatnya untuk pulang dengan iman, damai dan tenang Meski tak terbendung tangis yang luruh dalam kelu, hati kita tahu Inilah cara terindah Tuhan untuk menyayang, dengan memanggil pulang. Mengakhiri perjumpaan dengan orang-orang terdekat tak pernah mudah. Apalagi bila terjadi secara tiba-tiba. Rasanya sulit dipercaya. Masih terasa hangatnya sentuhan tangan orang yang tersayang di dalam genggaman, sedetik kemudian telah tiada. Punah sudah rencana-rencana yang belum terlaksana. Kesempatan sudah menutup pintunya rapat-rapat. Tak terelakkan kenangan demi kenangan berputar di kepala. Kebersamaan yang tak kenal kelanjutannya. Walau kita berharap bisa lebih lama bersama orang-orang tersayang, kadang Tuhan menilai bahwa hal yang terbaik adalah dengan memanggil mereka pulang. Sebuah ketukan palu yang sangat menyentak hati orang-orang yang menyayang. Dan di saat panas terasa di pelupuk mata, ada saja yang bilang jangan berduka. Jangan seperti orang tak punya harapan. Namun berjuang menepis basah di mata pun rasanya tak sanggup juga. Ahh, setiap orang yang pernah menjalani tak akan dengan mudahnya berujar begitu-begini. Baiklah saat ini kita mengurai duka, lebih sehat melepas sesak di dada daripada menyangkalinya. Yesus pun menangis ketika dikabari bahwa sahabatnya meninggal. Tidak tabu untuk berduka. Asalkan kita mengenal kata cukup. Setelah itu mari kita melangkah lagi. Dengan keyakinan utuh bahwa yang tersayang sudah aman dan tenang bersama Pemiliknya. Meskipun kita tak lagi bersamanya, selalu ada Tuhan yang membarengi langkah kita. Tak pernah sendiri. Itulah pengharapan kita. Sampai tiba saatnya nanti kita dipertemukan kembali dan berkumpul bersama-sama dengan Kristus Yesus, Tuhan kita.
Pak Budi adalah seorang Kristen sejak kecil. Dia bertumbuh dalam Gereja yang memiliki komunitas kecil untuk sarana pertumbuhan rohani jemaat. Pada suatu saat pak Budi memiliki pergumulan tentang keselamatan dirinya di hadapan Allah. Dia juga sempat meragukan apakah Yesus Kristus benar-benar Allah. Akhirnya Pak Budi di yakinkan keselamatan hidupnya melalui bimbingan pak Slamet sebagai pemimpin komcil. Pak Budi berusaha meyakinkan bahwa keselamatan hidupnya di dalam Kristus di jamin dan Kristus memang benar-benar Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Keraguan tentang siapa Yesus Kristus sebenarnya bukan cuma pergumulan pak Budi saja, tetapi pergumulan banyak orang baik yang sudah mengenal dan percaya Tuhan Yesus maupun mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Yang belum percaya layak kita maklumi sebab mereka berada di luar Kristus, tapi bagi yang sudah percaya Tuhan Yesus hal ini harus kita perhatikan dengan serius. Sebab akan berdampak dalam kehidupannya di kemudian hari. Sebagaimana bacaan renungan kita hari ini yang berkaitan dengan kehidupan Yohanes Pembaptis yang telah membaptis Tuhan Yesus dan memperkenalkan Tuhan Yesus kepada orang banyak melalui kotbahnya. Saat berada di dalam penjara menunggu bagaimana nasibnya selanjutnya di tangan Raja Herodes, dirinya sempat meragukan keberadaan Tuhan Yesus sebagai Sang Mesias. Oleh sebab itu dia mengutus muridnya untuk mempertanyakan hal ini kepada Tuhan Yesus. Ternyata jawaban Tuhan Yesus sangat mengejutkan. Pertama Dia meyakinkan bahwa Diri-Nya adalah Mesias melalui tanda-tanda yang telah di buatnya [ayat 4-6]. KeDua Dia, mulai berbicara tentang diri Yohanes Pembaptis [ayat 7-14]. Di katakan tidak ada seorangpun yang lahir di Israel memiliki pribadi lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Pelajaran yang kita dapat melalui bacaan ini adalah kebesaran dan kasih Tuhan Yesus yang selalu ingin meyakinkan siapapun orang yang sempat meragukan keberadaan-Nya sebagai Sang Mesias. Supaya dengan pernyataan Tuhan Yesus, orang tersebut tidak lagi ragu-ragu melainkan akan melangkah dengan mantap dalam iman kepada dan bersama Tuhan Yesus. Bagaimana dengan diri kita saat ini, yakinkah kita bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias Sang Juruselamat manusia berdosa? Jika kita masih sempat meragukannya sama seperti Yohanes Pembaptis, maka temukan jawabannya melalui pembacaan dan pendalam Firman Allah terutama Injil Yohanes niscaya kita akan diyakinkan siapa Tuhan Yesus Kristus yang sebenarnya.
Keyakinan yang kokoh dalam Injil Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ’Orang benar akan hidup oleh iman.’ Kita tidak mungkin meyakinkan orang lain akan sesuatu yang kita sendiri tidak meyakininya. Misalnya kita merekomendasikan sejenis daun tertentu yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan suatu penyakit. Kalau kita belum mengalami sendiri khasiat penyembuhan daun itu, maka kita tidak mempunyai keyakinan untuk kita rekomendasikan pada orang lain. Paling kita hanya bisa berkata: ’Katanya daun ini berkhasiat untuk menyembuhkan. Tapi pastinya saya tidak tahu....’ Beda kalau kita sendiri mengalaminya. Kita akan berkata: ’Daun ini sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit ini. Buktinya saya sembuh karena daun ini.’ Demikian juga jika kita ingin meyakinkan orang lain akan kebenaran Injil Kristus, maka kita harus terlebih dahulu mengalami kebenaran dan kuasa Injil Kristus itu. Rasul Paulus sangat giat mengabarkan Injil karena dia mempunyai keyakinan yang kokoh kepada Injil. Dia meyakini bahwa Injil sanggup menyelamatkan orang berdosa, bahwa Injil sanggup mengubah hidup seseorang. Dia sangat meyakini kuasa Injil karena dia sendiri sudah mengalaminya. Hidupnya diubahkan oleh Injil Kristus. Dulunya dia adalah seorang yang menentang iman kepada Kristus, sehingga dia selalu benci dan menganiaya orang yang percaya kepada Kristus, tetapi sejak dia berjumpa dengan Yesus, dia berubah menjadi seorang yang giat memberitakan Injil Kristus. Melalui pelayanannya banyak orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Kalau seorang belum pernah mengalami kuasa Injil Kristus, maka tidak mungkin dia meyakini kuasa Injil. Maka kuncinya adalah mengalami terlebih dahulu. Sesudah mengalaminya, barulah dia dapat bercerita kepada orang lain tentang kuasa Injil itu. Kalau kita ingin menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang, maka kita terlebih dahulu harus mengalami kuasa Injil. Setelah itu baru kita bisa mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. Keyakinan itulah yang membuat kita giat membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Marilah kita merindukan pengalaman-pengalaman baru bersama dengan Tuhan Yesus. Tuhan memberkati kita. Pdt. Goenawan Susanto
Waktu berjalan begitu cepat, bulan Januari telah lewat dan kita masuk ke bulan ke-2 tahun ini. Ada hati yang berbunga-bunga tapi ada juga hati yang kelabu, yang pasti tidak seorang pun dari kita tahu apa yang akan terjadi di hari-hari yang kan kita lalui. Hati kita dipenuhi banyak tanda tanya: Bisakah ? Mungkinkah ? Rasa kawatir dan takut sering menghantui hidup kita. Banyak ketidakpastian berkecamuk dalam pikiran dan hati kita. Namun satu hal yang harus kita tahu pasti bahwa Allah ada di pihak kita, jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita? Dalam janji Allah ini ada 3 hal yanag harus kita pahami. Pertama: Allah berada di pihak kita! Bagaimana kita mengetahui dengan pasti? Mempercayai-Nya dan berada dalam kehendak-Nya ? Bukankah di dalam Yesus Kristus kita dipilih dan ditentukan dari semula untuk menjadi menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kita juga dipanggil-Nya, dibenarkan-Nya dan dimuliakan-Nya. Kedua: Allah memberikan kekuatan dan kemenangan kepada kita. Kepastian ini kita peroleh karena Ia telah memberikan Anak-Nya Yang Tunggal, Yesus Kristus sebagai anugerah terbesar dalam hidup kita. Itu artinya bahwa Ia juga akan memberikan hal-hal lainnya yang kita butuhkan [ayat 32]. Ketiga: Persekutuan kita dengan Allah tidak akan dapat dipisahkan oleh apapun juga dalam dunia ini. Kesulitan hidup bisa saja datang menghadang tetapi bersama Tuhan, siapa takut? [ayat 35]. Mari kita melangkahkan kaki kita menapaki hari-hari di depan kita dengan penuh percaya akan penyertaan-Nya yang kekal.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hambatan Menjadi Peluang
27 Januari '18
Hidup Dalam Keharmonisan
11 Februari '18
Humblebrags
12 Februari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang