SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 Januari 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 20 Januari 2018
  Jumat, 19 Januari 2018
  Kamis, 18 Januari 2018
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Kristus Datang Memberi Hidup Dan Pengharapan
Kristus Datang Memberi Hidup Dan Pengharapan
Minggu, 24 Desember 2017
Kristus Datang Memberi Hidup Dan Pengharapan
Yohanes 10:10b & Kolose 1:27
Kristus datang memberi hidup dan pengharapan

Yohanes 10:10b
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Kolose 1:27
Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!


Bila ada seseorang yang baru datang ke tengah sebuah lingkungan tertentu [misalkan sebuah kampung], maka orang-orang di lingkungan itu akan bertanya-tanya: ’Siapakah orang itu? Seperti apakah pribadi dan latar belakangnya? Apakah kehadirannya akan membawa akibat yang baik atau buruk bagi orang-orang di lingkungan ini?’


Dua ribu tahun yang lalu telah datang ke dunia ini Yesus yang lahir di kota Betlehem. Para nabi sudah menubuatkan kedatangan-Nya. Dia adalah Sang Firman yang menjelma menjadi manusia. Dia datang ke dunia dengan tujuan untuk memberikan hidup dan pengharapan kepada manusia.


Kristus telah da...selengkapnya »
Dalam sebuah film, drama, atau teater tentunya terdapat peran utama dan pemeran pendukung. Bahkan juga ada yang bekerja di balik layar untuk membantu menyukseskannya. Setiap peran dan bagian tentu bekerja sesuai dengan fungsinya supaya berjalan dengan lancar. Pemeran pendukung harus mendukung cerita supaya tokoh utama semakin nyata dan kelihatan kiprahnya. Demikian dengan yang bekerja di balik layar pasti mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan per bagian. Sehingga setiap peran menjalankan bagiannya supaya berjalan baik. Dan semuanya itu tentu selalu tertuju kepada sang tokoh utama sebagai pemegang peran yang penting. Dalam Yohanes 1:1-18 adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Ia datang sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ia yang adalah Allah merelakan diri-Nya dan mengambil rupa menjadi hamba supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan terang yang ajaib. Sang Firman datang sebagai Terang untuk membawa manusia yang hidup di dalam kegelapan. Ketika Terang itu datang ke dunia, maka Terang itu akan bercahaya dan kegelapan tidak akan menang melawannya. Sang Firman tersebut menjadi tokoh utama di dalam dunia ini. Oleh sebab itu, Yohanes Pembaptis diutus untuk mendahului-Nya sebagai penunjuk jalan dan mempersiapkan akan kedatangan Sang Tokoh Utama. Selain mempersiapkan kedatangan Sang Firman, Yohanes Pembaptis juga memberikan kesaksian tentang Terang itu supaya nyatalah Terang itu sampai ke seluruh bumi. Jemaat terkasih, di akhir tahun ini mari kita menunjukkan identitas kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Kita memang bukan pemeran utama, tetapi kita adalah pendukung dari pemeran utama tersebut. Oleh karena itu, mari kita memberikan kesaksian tentang Sang Tokoh Utama atau Sang Firman itu kepada semua orang. Sehingga Sang Tokoh Utama menjadi semakin besar dan mahsyur ke seluruh bumi. Banyak orang yang hidup di dalam kegelapan akan menerima Terang dari Sang Firman.
Berlutut di hadapan Tuhan tidaklah hanya berbicara tentang sikap doa, tetapi juga sikap hati di mana kita mencari Tuhan. Doa adalah hal yang dapat dilakukan oleh siapapun juga, dan mengandung kuasa yang besar. Charles Stanley dalam bukunya ’Landmines in The Path of the Believer’ [Ranjau yang tersembunyi di balik jalan orang percaya] menyatakan, ’Kita berdiri makin tinggi dan kuat di atas lutut kita.’ Buku tersebut menceritakan tentang keadaan di mana dia mengalami saat-saat yang begitu gelap dan putus asa, dia terbangun di tengah malam dan duduk di sisi tempat tidurnya dan berdoa. Ia menyerukan seluruh persoalannya kepada Tuhan, dan kemudian meminta Tuhan menolong dia untuk dapat tidur kembali. Pada saat ia terombang-ambing dan putus asa, dia belajar satu hal yang sangat penting yaitu, ’Jika saya tetap fokus pada Tuhan, saya akan memperoleh pertolongan, kekuatan dan kemenangan untuk melewatinya, sekalipun dunia di sekeliling saya nampaknya akan runtuh’. Doa akan menolong kita fokus pada Tuhan. Malas berdoa membuat kita terfokus pada keadaan kita. Seperti yang Yesus nyatakan, ’Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Roh memang penurut tetapi daging lemah.’ Kekuatan kita terletak di dalam doa, tetapi banyak kali kita mengabaikan doa. Kita memiliki banyak waktu untuk mendengar khotbah-khotbah, seminar-seminar, bahkan kesaksian-kesaksian tentang pentingnya doa. Namun kita tidak memiliki waktu untuk dapat berdoa. Bila kita menabung waktu dalam doa, maka kita sedang menanamkan kuasa yang besar dalam hidup ini. Sesungguhnya yang menjadi persoalan bagi orang percaya bukanlah karena kekurangan pengetahuan tentang doa, tetapi karena sikap malas berdoa. Bagaimana kita dapat membuang sikap malas berdoa? Dengan mengaku di hadapan Tuhan akan kemalasan kita dan meminta kepada Tuhan agar memberikan hati dan jiwa yang haus kepada Tuhan. Kesibukan dalam kehidupan telah membuat kita mengabaikan doa. Kita kehilangan poin penting dari kehidupan kekristenan, dan menempatkannya pada urutan ke sekian. Sadarilah bahwa doa menjadi basis utama dan segala berkat-berkat Tuhan yang telah disediakan-Nya.
Waktu berjalan dengan begitu cepat dan tidak terasa tulisan demi tulisan yang ada di renungan warta jemaat sudah berjalan selama tujuh tahun lamannya. Sejak tulisan renungan warta untuk pertama kalinya dimuat di dalam warta jemaat pada bulan Januari tahun 2011, hingga di hari terakhir di tahun 2017 ini, ada banyak hal menarik di dalamnya. Para penulis renungan harian berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca renungan ini. Para penulis berusaha menuangkan ide dan perenungannya untuk mengajak jemaat dan seluruh pembaca dapat bertumbuh imannya melalui tulisan ini. Bukan hal yang mudah bagi para penulis untuk menyajikan ide yang segar, original dan bermanfaat bagi para pembaca. Lihatlah, bagaimana ide tulisan dengan ilustrasi tokoh imajimer yang bernama Benay dan Sambey, dikemas dengan segar yang kemudian membawa jemaat masuk dalam refleksi yang lebih dalam. Atau ilustrasi seputar kisah pribadi dari sang penulis yang dimunculkan dalam tulisannya. Juga ilustrasi pengantar berupa hal-hal yang terkait dengan sepakbola atau film juga turut muncul di sana. Bahkan ulasan seputar politik maupun kejadian sehari-hari yang update pun pernah muncul dalam renungan harian warta jemaat. Konsisten untuk tetap menulis dan menuangkan ide yang segar sebagai bahan perenungan untuk renungan di warta jemaat bukan hal yang sederhana dan mudah bagi para penulis. Para Penulis hanya alatnya Tuhan untuk memberkati jemaat melalui tulisan. Jika bukan karena Tuhan yang membimbing, para penulis bukanlah siapa-siapa. Tuhan yang membimbing dan memberikan kekuatan! Nabi Samuel beserta seluruh umat Israel pun menyadari hal yang serupa. Bangsa Israel merasakan dan tahu benar tentang sulitnya berperang melawan orang Filistin. Bahkan tidak jarang juga bangsa Israel harus menelan kekalahan dari lawannya itu seperti yang dikisahkan di dalam 1 Samuel 4. Seperti halnya sebuah roda yang ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah, kisah sebaliknya justru diceritakan di 1 Samuel 7. Di dalam 1 Samuel 7, bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa. Apakah kemenangan ini adalah karena bangsa Israel yang hebat? Nabi samuel memberi jawaban dengan mendirikan sebuah “monumen” dengan berkata, ’Eben-Haezer, katanya: ’Sampai di sini TUHAN menolong kita’ [ay. 12]. Kata-kata ini bukanlah hanya sebuah perkataan formalitas, namun ada makna mendalam di dalamnya. Sebuah ungkapan iman yang menyatakan Tuhan yang menjadi pelindung, penolong, dan pembela bagi umat Israel di dalam segala keadaan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih percaya bahwa Tuhan menolong dan menyertai kita hingga detik ini? Masihkah percaya dengan kuasa Tuhan yang tidak terbatas? Masihkah kita percaya pada kebaikan Tuhan? Ataukah justru dari hari ke hari kita menjadi ragu kepada Tuhan? Tinggal beberapa saat lagi kita meninggalkan tahun yang lama untuk memulai tahun yang baru. Kiranya di tahun yang baru, iman itu tidak menjadi pudar. Iman kita harus terus menyala-nyala di dalam Tuhan. Sebab dari sekarang dan sampai selama-lamanya, Tuhan selalu menolong kita. Selamat bersukacita di dalam Tuhan di tahun yang baru. Tuhan Yesus memberkati.
Langkah awal adalah langkah yang sangat menentukan. Dalam sebuah pertandingan olah raga, langkah awal/start sangat menentukan. Langkah awal yang salah akan berakibat fatal. Langkah awal yang benarakan memampukan kita menyelesaikan pertandingan dengan baik bahkan meraih kemenangan. Langkah awal apa yang kita ambil menghadapi tahun2018 yang terbentang di depan kita? Sungai Yordan yang dalam dan lebar [keadaan pada waktu itu] ada di depan Yosua ketika ia memimpin umat Israel berkalan menuju tanah perjanjian. Bagaimana cara menyeberangkan umat Israel? Langkah awal apa yang Yosua lakukan menghadapi sungai Yordan yang terbentang di depan mereka? Langkah awal Yosua adalah mengikuti petunjuk Firman Tuhan, mengajak umat Tuhan mengkuduskan diri dan percaya bahwa Tuhan akan melakukan perbuatan ajaib. Langkah awal Yosua selanjutnya diikuti oleh langkah awal para Imam, langkah iman, mereka mengangkat tabut perjanjian dan mencelupkan kaki mereka ke dalam air, wow...mujizat terjadi. Sungai Yordan sebak, berhentilah air itu mengalir lalu menyeberanglah bangsa itu. Tahun 2018 mungkin merupakan bentangan waktu dengan banyak masalah, tantangan dan kesulitan yang mustahil untuk diselesaikan. Mari kita berani ambil langkah awal sesuai petunjuk Firman Tuhan, kita melangkah ke depan dengan langkah iman. Jangan berdiam diri meratapi kesulitan. Mari kita mulai bangkit dan mulai melangkah. Langkah awal dengan ketaatan dan iman akan menghasilkan mujizat demi mujizat Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Datang Kepada Yesus
13 Januari '18
Tuhan Tidak Mencibir
04 Januari '18
Menyiapkan Lahan Hati
09 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang