SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 Januari 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 20 Januari 2018
  Jumat, 19 Januari 2018
  Kamis, 18 Januari 2018
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Lalu Ia berkata kepada mereka: ’Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’ [Markus 16:15]
DITULIS OLEH
Pdt. Victor Y. Nugraha
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Melaksanakan Komitmen Yang Satu : Mewartakan Injil-Nya
Melaksanakan Komitmen Yang Satu : Mewartakan Injil-Nya
Sabtu, 28 Oktober 2017
Melaksanakan Komitmen Yang Satu : Mewartakan Injil-Nya
Markus 16:15-16

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Teks di atas merupakan isi teks dari Sumpah Pemuda yang dibacakan di Jakarta pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan sebuah komitmen bersama dari segenap pemuda dan pemudi Indonesia yang terdiri dari berbagai elemen di bangsa ini yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Minangas hingga Pulau Rote. Komitmen untuk apa? Komitmen untuk bersama-sama melepaskan ego pribadi dan melepaskan diri dari kolonialisme penjajah, serta bertekad bulat untuk bersatu menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumpah Pemuda menjadi tonggak dimulainya sebuah kesatuan perjuangan dengan satu nama Indonesia. Perjuangan yang bukan lagi tentang kesukaan dan kedaerahan. Indonesia bukan lagi hanya berbicara dan berjuang tentang Jawa...selengkapnya »
Saya bersyukur dilahirkan di tengah-tengah keluarga sederhana. Penghasilan orangtua hanya pas-pasan. Sehingga untuk membeli barang kebutuhan lainnya harus susah payah untuk mencari. Ketika akan memasuki kelas 3 SLTA, sepatu saya kelihatan rusak parah, maka saya berniat meminta kepada orangtua. Tetapi saya tidak berani meminta karena kondisi pekerjaan dan ekonomi. Sore itu tiba-tiba ibu menghampiri saya serta menegor mengapa saya tidak memberitahu kalau sepatu saya sudah rusak. Kemudian ibu mengajari saya agar “menyisihkan Rp. 200,- dari Rp. 500,- uang saku saya tiap hari. Ketika ibu memberi uang di pagi hari, ia selalu mengarahkan saya memasukan uang Rp. 200,- ke dalam “celengan” bambu. Ibu mengajari saya “menyisihkan” bukan “menyisakan” uang saku saya. Alasannya kalau menyisihkan berati benar-benar menyendirikan, disiapkan khusus. Sedangkan kalau “menyisakan” berati meninggalkan sedikit. Dan hasilnya, dalam jangka waktu 1 tahun, saya bisa membeli sepatu walaupun ibu harus menambah sejumlah uang, namun tidak memberatkan. Rumusan “sisihkan, bukan sisakan” seharusnya juga menjadi rumusan untuk waktu khusus bersama Tuhan. Seperti Daniel. Daniel adalah pembesar negara yang tentu sangat sibuk [ayat 3-4], tetapi yang mengagumkan, ia sudah punya tempat, waktu, bahkan metode yang tetap untuk bersekutu dengan Allah [ayat 11]. Dalam konteks ini, Daniel memang sedang terancam akan dilemparkan ke gua singa. Namun berdoa tiga kali sehari bukan dilakukannya karena panik dengan ancaman itu. Hal ini dicatat sudah menjadi pola kebiasannya. Ia benar-benar menyisihkan yang terbaik untuk Allah, bukan memberi sisa. Mungkin selama ini kita hanya memberi sisa-sisa waktu, sisa-sisa tenaga, serta kemauan sehingga waktu bersama Tuhan tidak berisi. Mari ubah pendekatan kita dengan menyisihkan [menyediakan], bukan menyisakan, waktu untuk berdoa dan membaca firman-Nya. Mungkin awalnya terasa berat, tetapi mintalah pertolongan Roh Kudus agar kita bijak menempatkan prioritas hidup dan diperkenankan menikmati persekutuan yang indah dengan Allah tiap hari. Persekutuan dengan Allah menolong kita menghadapi situasi hidup apapun. Di Tahun 2018 ini beri dan siapkan waktu khusus untuk Tuhan agar hidup kita makin berkenan di hadapan-Nya. Amin. [ATL] Pokok renungan: Temui Tuhan dengan menyisihkan waktu khusus untuk menghadap-Nya.
Dalam beberapa hari lagi kita akan bersama-sama merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ke dunia yang diperingati setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Rasa sukacita pastinya melingkupi hati kita dalam menyambut natal. Berbagai persiapan pasti telah kita persiapkan, misalnya memasang berbagai macam hiasan pernak-pernik natal di rumah kita masing-masing. Sungguh indah suasana natal bagi setiap kita yang menantikan peringatan kelahiran-Nya. Natal membawa pesan tersendiri bagi orang-orang percaya di seluruh dunia ini. Memaknai arti natal yang sesungguhnya adalah penting bagi kita semua. Jika natal hanya dimaknai sebagai perayaan saja, maka natal akan kehilangan makna sesungguhnya karena kita terfokus hanya kepada perayaan yang diisi berbagai macam acara meriah. Natal akan bermakna ketika hati kita tidak hanya bersucita karena kelahiran-Nya, namun juga hati yang bersiap untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali. Dalam Roma 13:11-14 kita melihat bahwa Sang Juruselamat itu telah dekat, oleh sebab itu bangunlah dari tidurmu dan persiapkan diri untuk menyambut Dia. Namun apakah kita benar-benar telah bangun dari dosa dan pelanggaran kita, atau justru kita masih terlelap dan menikmati dosa pelanggaran kita. Dan pada akhirnya kita tidak siap menyambut Dia yang datang. Maka kita harus bersiap dari sekarang dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Ini merupakan saat yang tepat untuk kita datang dan bertobat dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Mari kita maknai hari natal sebagai waktu untuk kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya dengan selalu mengingat waktu dulu Yesus dilahirkan di Betlehem; menyambut-Nya dengan sikap yang berjaga-jaga dan hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh; melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dalam tanggung jawab sosial dan moral dalam kehidupan di dunia ini.
Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya. Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya. Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya. Semakin dipikir semakin yakin. Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali. Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri? Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita. Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan. Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi. Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita orang percaya untuk memiliki pikiran yang benar dan objektif terhadap apapun. Terlebih ditahun yang baru kita jalani ini marilah kita melihat dan mengerjakan sesuatu dengan cara pandang yang benar dan mulia agar tidak terjadi kemunduran. Ada kehidupan yang lebih baik dan senantiasa melihat kejadian hidup dan orang lain dengan pengertian yang benar.
Kunci keberhasilan di tahun ini Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Baru dua minggu kita menjalani tahun 2018. Apakah anda masih ingat resolusi atau rencana atau goal yang anda buat di akhir tahun kemarin? Apakah anda ingin berhasil mewujudkan rencana dan goal itu di tahun ini? Bagaimana supaya usaha dan perjalanan kita di tahun ini berhasil? Firman di atas meneguhkan Yosua ketika akan memasuki Tanah Kanaan. Di hadapannya ada tantangan-tantangan yang besar. Dia harus menyeberangi sungai Yordan, menghadapi orang-orang yang waktu itu menduduki Kanaan dengan kota-kotanya yang kuat [seperti kota Yerikho dengan temboknya yang tebal], juga harus menghadapi orang-orang yang bertubuh raksasa. Apakah dia bisa berhasil mengalahkan semua tantangan itu? Pasti ada perasaan kuatir dan takut menghadapi tantangan yang berat itu. Tetapi Firman Tuhan memberinya kekuatan untuk tidak kuatir dan takut. Firman Tuhan mengingatkan dia akan pentingnya memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan. Firman itu sangat tepat buat kita juga di awal tahun ini. Di hadapan kita ada tantangan-tantangan yang harus kita hadapi. Tuhan tidak ingin kita menyerah menghadapi tantangan apapun. Bukankah Dia adalah Tuhan yang menyertai kita dan yang membuat perjalanan kita berhasil? Namun Dia meminta kita untuk bertindak hati-hati sesuai dengan Firman-Nya. Inilah yang akan menjadi faktor penentu keberhasilan kita. Tuhan sudah menunjukkan caranya agar kita berhasil, yaitu dengan memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan. Penting sekali bagi kita untuk mengucapkan Firman itu di mulut kita. Apa yang kita ucapkan itu berkuasa. Dengan mengucapkan Firman itu berarti kita mengaminkan dan mengikuti kebenaran dari Firman itu. ’Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.’ [Ulangan 30:14] Marilah membiasakan diri untuk memperkatakan Firman Tuhan. Dengan kita memperkatakan Firman Tuhan, kita sedang mempersiapkan jalan menuju keberhasilan. Tuhan memberkati kita. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Apakah Dia Benay ? [3]
01 Januari '18
Kristus Datang Memberi Hidup Dan Pengharapan
24 Desember '17
Rumah Doa
23 Desember '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang