SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, takhabis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! [ Ratapan 3 : 22 – 23 ]
DITULIS OLEH
Pnt. Andreas Haryanto
Penatua
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Melupakan Yang Di Belakang
Melupakan Yang Di Belakang
Rabu, 10 Januari 2018
Melupakan Yang Di Belakang
Filipi 3 : 13 – 14

Nama bulan Januari diambil dari nama “Yanus” dewa pintu dalam mitologi Romawi kuno. Seorang dewa berwajah dua. Satu menghadap ke depan dan satunya ke belakang. Untuk menentukan mana yang depan atau belakang ditandai dengan wajah yang menghadap depan selalu tersenyum dan optimis sedangkan yang menghadap kebelakang selalu terlihat muram dan sedih. Itulah mengapa bulan pertama setiap tahun dinamakan dengan bulan Januari. Karena bulan ini bias dikatakan berwajah dua. Wajah yang satu menghadap ketahun sebelumnya dan lainnya ketahun berjalan. Setiap awal tahun orang-orang biasanya memiliki resolusi tahun baru yang didapatkan dari dualisme yaitu masa lampau dan masa mendatang [ dengan berpijak dari masa lampau akan meraih masa depan ].

Paulus mengatakan, tetapi yang aku lakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam KristusYesus.

Dalam bulan Januari kita masih teringat dan sering tidak bisa melupakan peristiwa yang terjadi di tahun sebelumnya apalagi peristiwa yang sa...selengkapnya »
Keselamatan keluarga kita Kisah Para Rasul 16:31 ’Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’ Saya yakin bahwa anda ingin memberikan yang terbaik buat keluarga anda. Anda pasti ingin anak-anak anda mendapatkan pendidikan di sekolah yang terbaik. Anda pasti ingin rumah dimana keluarga anda tinggal adalah rumah yang nyaman. Anda pasti ingin memberikan apa yang dibutuhkan oleh keluarga anda. Itu semua baik, tetapi ada satu hal yang paling penting, yaitu keselamatan keluarga anda. Rencana keselamatan Allah bukan hanya untuk kita secara pribadi, tetapi juga untuk keluarga kita. Dalam banyak kasus orang-orang yang diselamatkan oleh Allah melibatkan seluruh keluarganya. Berikut ini ada beberapa contoh di dalam Alkitab: - Abraham dipanggil bersama dengan seluruh keluarganya untuk menjadi cikal bakal umat pilihan Allah. Setiap anak yang lahir di dalam keluarga Abraham dan keturunannya [Israel] harus disahkan menjadi anggota umat Allah [bagi yang laki-laki sebagai tandanya mereka disunat]. - Rahab, seorang penduduk kota Yerikho yang menyambut pengintai dari Israel, diselamatkan bersama dengan seluruh keluarganya [Yosua 6:23]. - Kornelius, seorang perwira pasukan Italia diselamatkan bersama dengan seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 10:1-48]. - Lidia, seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:15]. - Kepala penjara di Filipi diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:31-34]. - Krispus, kepala rumah ibadat Yahudi yang ada di kota Korintus, diselamatkan bersama keluarganya [Kisah Para Rasul 8:8] Dahulu pada waktu masih remaja saya menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, tetapi saya belum mengerti janji Tuhan ini. Tetapi ada seorang hamba Tuhan yang memberi tahu tentang kebenaran Alkitab ini. Lalu saya menjadi yakin akan kebenaran ini, sehingga dengan penuh semangat mendoakan seluruh keluarga saya agar diselamatkan oleh Tuhan. Akhirnya seluruh keluarga saya menjadi percaya dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Milikilah keyakinan bahwa Allah menghendaki dan merencanakan seluruh keluarga anda diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Saat Santo dan Samat diutus mewakili perusahannya pergi ke Jakarta. Mereka berdua berasal dari Probolinggo, sehingga bagi mereka wilayah Jakarta sangat asing Mereka diutus untuk mengikuti meeting dengan customer dari luar negeri di sebuah tempat di pinggiran Kota Jakarta. Karena tempatnya terlalu asing bagi mereka, maka hanya dengan peta google map di Hp mereka untuk dapat menemukan tempat tersebut. Peristiwa di atas mengingatkan kita tentang dua orang pribadi yang berbeda latar belakangnya. Namun keduanya merelakan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus dalam perjalanan hidupnya. Sehingga apa yang menjadi kehendak dan tujuan Allah akhirnya dapat tergenapi dalam kehidupan mereka berdua. Tokoh pertama adalah KORNELIUS orang bukan Yahudi namun hidup takut akan Allah, suka berkorban melalui sedekah dan suka berdoa. Tokoh berikutnya Rasul PETRUS yang baru saja mengalami kepenuhan Roh Kudus dan sedang menjalankan tugas misi sebagai saksi Kristus. Keduanya dipertemukan secara unik oleh pimpinan Roh Kudus melalui ketaatan kepada pernyataan Allah yang mereka terima. Kornelius ditemui oleh seorang Malaikat Allah, sedangan Rasul Petrus mendapatkan penglihatan langsung dari Allah. Ketika keduanya taat melakukan apa yang menjadi petunjuk Allah melalui pimpinan Roh Kudus maka rencana dan kehendak Allah dalam kehidupan kedua orang tersebut tergenapi. Yaitu Kornelius dan seluruh keluarganya diselamatkan dan dibaptis didalam nama Tuhan Yesus serta mengalami kepenuhan Roh Kudus [ayat 44-48]. Rasul Petrus berhasil menjadi saksi Kristus yang efektif dengan memberi kesaksian tentang karya dan pribadi Kristus kepada Kornelius [ayat 34-43]. Bagaimana pimpinan Roh Kudus dapat dialami oleh mereka berdua dan bagaimana juga pengalaman yang sama dapat dialami dalam kehidupan kita saat ini? Ternyata nas ini memberikan kepada kita tiga rahasia yaitu [1] Kita harus hidup takut akan Allah. [2] Kita harus hidup didalam doa menjalin hubungan yang intim dengan Allah setiap hari. [3] Kita harus rela berkorban untuk mentaati apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan [ayat 2-8;10-24]. Inilah tiga syarat yang harus ada di dalam diri apabila setiap hari ingin dipimpin oleh Roh Kudus agar hidup kita selaras dengan kehendak Allah. Doa sepuluh hari Pentakosta telah kita lalui bersama. Banyak diantara kita yang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Hendaknya momentum pengalaman seperti ini jangan sampai berhenti begitu saja. Langkah selanjutnya agar Roh Kudus bisa bekerja maksimal dalam hidup sehingga mampu menjadi saksi Kristus adalah hidup dipimpin oleh Roh Kudus yang menuntun setiap langkah kita sebagai saksi Kristus seperti Kornelius dan Petus.
Dalam hidup ini pikiran seseorang akan menentukan perasaan dan kehendak serta perbuatannya. Contoh: pikiran yang penuh dengan kekuatiran akan diikuti perasaan takut/cemas dan berpengaruh terhadap tindakannya sehari-hari. Pikiran bahwa dirinya orang penting dan harus dihormati orang lain akan membawa perasaan tinggi hati dan berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya. Amsal mengingatkan bahwa bahwa apa yang dipikirkan seseorang itu menentukan keberadaannya, “For as he thinks in his heart, so is he”, “you are what you think”. [Amsal 23:7] Demikian juga dalam kehidupan iman, pola pikir yang ada dalam diri anak Tuhan juga akan menentukan keberadaannya di hadapan Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan supaya kita menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus [Pilipi 2:5]. Jadi pola pikir anak Tuhan harus seperti pola pikir Tuhan Yesus, yang dilandasi oleh kesediaan mengosongkan diri, merendahkan diri dan taat mutlak kepada Bapa. Yang diutamakan adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya [Yohanes 4:34]. Gaya hidup seperti ini yang rasul Paulus maksudkan dengan pola hidup yang berpadanan dengan Injil [Pilipi 1:27]. Injil adalah module khusus bagi anak Tuhan yang telah diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus. Jelas pola pikir dan gaya hidup deperti ini sangat berbeda sekali dengan yang dimiliki anak-anak dunia, seperti perbedaan antara gandum dan lalang. Untuk memiliki pola pikir seperti tersebut di atas tidak mudah, diperlukan pembaharuan pikiran setiap hari melalui pembelajaran kebenaran Injil yang murni oleh pertolongan Roh Kudus [Roma 12 : 2]. Sebagaimana rasul Petrus menyatakan bahwa pola pikir kita dikuduskan oleh ketaatan kepada kebenaran/Injil [I Petrus 1:22]. Akan dialami realitas bahwa seorang anak Tuhan yang mengenakan pola pikir Kristus akan mengalami “kesulitan untuk akrab” dengan orang-orang yang tidak mengenal/tidak peduli kebenaran, tidak takut dan tidak menghormati Tuhan dalam sikap hidupnya sehari-hari. Meskipun demikian, anak Tuhan dengan pola pikir Kristus tidak berarti hidupnya menjadi tidak wajar atau kehilangan “kemanusiaan”. Kita akan tetap masih menjalani hidup seperti manusia lain, dalam : bekerja, mencari nafkah, berkeluarga, menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, mengembangkan dan menikmati kreasi seni, hobi, olah raga, rekreasi dll. Secara umum bisa dikatakan “tampak luar tetap sama, namun dalamnya [mind set] berbeda”. Anak Tuhan yang mengenakan pola pikir Kristus akan mengalami tidak merasa nyaman hidup di bumi [yang makin fasik, penuh ketragisan], makin menghayati bahwa dunia ini bukan rumahnya, makin kuat merasakan keberadaannya sebagai musafir, sehingga fokus hidupnya makin kuat ke Langit Baru dan Bumi Baru.
Kaum difabel [different ability] sering diidentikkan sebagai kaum disable, atau golongan yang kurang mampu terutama untuk mandiri apalagi berprestasi. Tapi faktanya, banyak di antara mereka menjadi inspirasi, bahkan beberapa menjadi inspirasi sepanjang masa. Mereka memang hanya manusia biasa, yang merasakan tekanan dan beban sangat berat. Namun, di balik segala kekurangan tersebut, mereka berjuang dan berhasil melewati batasan yang dimiliki. Mereka berhasil “mengalahkan” diri sendiri sehingga bisa menguatkan mentalitasnya menerima apa adanya diri sendiri. Dan, dengan kesadaran tersebut, mereka mampu meraih apa pun yang dicita-citakan, sehingga bisa jadi inspirasi bagi sekelilingnya. Inilah nilai yang wajib kita miliki bukan hanya bagi mereka yang tumbuh dengan kekurangan. Sebab sejatinya, kita semua punya halangan dan rintangan yang wajib ditaklukkan. Sang Pencipta memberikan ujian bukan untuk melemahkan, namun justru jadi titik tolak untuk menguatkan. Untuk itulah, mari kita belajar dari sosok dengan keterbatasan namun bisa melampaui batasannya.Bila disuruh menyebut ilmuwan paling berpengaruh di era sekarang ini, nama Stephen Hawking bisa dipastikan berada di posisi teratas. Karyanya yang dipublikasikan pada 1988—“A Brief History of Time”—merupakan salah satu karya terpenting dalam pengetahuan dan akan terus dipelajari sepanjang masa. Teori lubang hitam dari Hawking, setara dengan teori relativitas Einstein dan teori evolusi dari Darwin. Hebatnya, Hawking menciptakan karya-karya pengetahuan terpenting sepanjang sejarah peradaban di saat dirinya terkena sklerosis lateral amiotrofik [ALS]. Penyakit yang membuatnya lumpuh dan harus mengandalkan kursi roda untuk aktivitasnya tersebut,ternyata tak menghalanginya untuk terus berkarya. Meski untuk menulis ia harus dibantu voice synthesizer yang terhubung pada sebuah komputer, tapi tekadnya sangat besar untuk terus berkarya, mengatasi keterbatasannya tersebut. Pesan yang ditinggalkan Stephen Hawking adalah “Jangan menyerah dalam bekerja.” Bekerja memberikan makna dan tujuan hidup. Kehidupan kosong tanpa itu. Selalu ingat untuk memandang tinggi ke bintang, bukan melihat ke bawah. Coba untuk mencerna apa yang kamu lihat dan tentang apa yang membuat semesta ada. Manusia hidup di planet kecil, [yang mengorbit] pada sebuah bintang yang sangat biasa. Tapi kita dapat mencoba memahami alam semesta. Itulah yang membuat kita sangat istimewa. Jika kita cukup beruntung untuk menemukan cinta, ingat itu ada dan jangan membuangnya. Seberapa pun sulitnya kehidupan, selalu ada hal yang bisa kita lakukan dan sukses pada bidang tersebut. Disetiap langkah hidup kita ini Tuhan selalu punya maksud pada hidup kita masing-masing, tinggal bagaimana kita menyikapi kesempatan itu. Banyak orang menyerah dengan keadaan karena mereka tidak menyadari akan maksud dan rencana Tuhan tetapi orang yang mengerti maksud Tuhan tidak akan berhenti sebelum menemukan dan mendapatkan tujuannya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hidup Yang Berbuah1
31 Mei '18
Membangun Rasa Aman
11 Juni '18
Menolong Sesama
16 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang