SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 Januari 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 20 Januari 2018
  Jumat, 19 Januari 2018
  Kamis, 18 Januari 2018
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Memahami dengan benar arti penyertaan Tuhan akan membuat kita semakin percaya akan kuasa-Nya.
DITULIS OLEH
Sdr. Daud Sugiarno
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Memahami Arti Penyertaan Tuhan
Memahami Arti Penyertaan Tuhan
Sabtu, 17 Juni 2017
Memahami Arti Penyertaan Tuhan
Keluaran 13:20-22; 15:27

Sebagai orang Kristen, apakah kita pernah merasa kecewa kepada Tuhan atau bahkan pernah berfikir untuk meninggalkan iman percaya kita kepada Kristus? Mungkin kita pernah mempunyai pikiran seperti itu. Berbagai kesulitan dan kesesakan di dalam kehidupan mungkin dapat menyebabkan seseorang meninggalkan Tuhan karena ia merasa Tuhan tidak menyertai kehidupannya sehingga hidupnya mengalami berbagai kesulitan.

Pergumulan iman bisa terjadi kepada siapa saja. Dalam keadaan yang berat seringkali kita bertanya, “Apakah Tuhan menyertai saya?” Maka dari itu kita perlu mengerti arti penyertaan Tuhan yang benar supaya iman kita tidak goyah. Yang pertama, penyertaan Tuhan bukan berarti hidup ini bebas dari masalah. Dalam Kitab Keluaran 13:20-22, Allah menyertai perjalanan umat Israel dengan tiang awan dan tiang api. Namun apakah setelah itu bangsa Israel tidak mengalami kesulitan? Sama sekali tidak! Masalah demi masalah tetap datang kepada mereka. Allah menyertai umat-Nya, bukan berarti Ia menjaga kita sedemikian rupa sampai tidak ada satu masalah pun yang dapat menimpa kita. Tetapi Ia selalu ada untuk memberikan kekuatan dan...selengkapnya »
Dalam beberapa hari lagi kita akan bersama-sama merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ke dunia yang diperingati setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Rasa sukacita pastinya melingkupi hati kita dalam menyambut natal. Berbagai persiapan pasti telah kita persiapkan, misalnya memasang berbagai macam hiasan pernak-pernik natal di rumah kita masing-masing. Sungguh indah suasana natal bagi setiap kita yang menantikan peringatan kelahiran-Nya. Natal membawa pesan tersendiri bagi orang-orang percaya di seluruh dunia ini. Memaknai arti natal yang sesungguhnya adalah penting bagi kita semua. Jika natal hanya dimaknai sebagai perayaan saja, maka natal akan kehilangan makna sesungguhnya karena kita terfokus hanya kepada perayaan yang diisi berbagai macam acara meriah. Natal akan bermakna ketika hati kita tidak hanya bersucita karena kelahiran-Nya, namun juga hati yang bersiap untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali. Dalam Roma 13:11-14 kita melihat bahwa Sang Juruselamat itu telah dekat, oleh sebab itu bangunlah dari tidurmu dan persiapkan diri untuk menyambut Dia. Namun apakah kita benar-benar telah bangun dari dosa dan pelanggaran kita, atau justru kita masih terlelap dan menikmati dosa pelanggaran kita. Dan pada akhirnya kita tidak siap menyambut Dia yang datang. Maka kita harus bersiap dari sekarang dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Ini merupakan saat yang tepat untuk kita datang dan bertobat dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Mari kita maknai hari natal sebagai waktu untuk kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya dengan selalu mengingat waktu dulu Yesus dilahirkan di Betlehem; menyambut-Nya dengan sikap yang berjaga-jaga dan hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh; melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dalam tanggung jawab sosial dan moral dalam kehidupan di dunia ini.
Suprapto nampak bersedih hati dan rasa putus asa dalam hidupnya karena menderita sakit paru-paru. Penyebabnya mengkonsumsi rokok secara berlebihan. Suatu saat Yanto sahabat dekatnya datang mengunjungi dan mendoakan dia. Oleh Yanto, mas Suprapto diperkenalkan kepada Tuhan Yesus. Suprapto mau menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya dan mau di doakan oleh Yanto. Selesai didoakan mohon kesembuhan dan pengampunan dosa, hidup Suprapto berubah merasa damai sejahtera. Dia mulai mempunyai pengharapan untuk di sembuhkan oleh Tuhan Yesus. Rasa sedih hatinya berganti dengan sukacita dan rasa putusasanya digantikan dengan damai sejahtera. Tema Gereja kita tahun 2018 adalah “ LAKUKAN YANG TERBAIK BUAT KESELAMATAN JIWA–JIWA”. Jika kita ingin memiliki kehidupan seperti mas Yanto yang memiliki kerinduan untuk memenangkan jiwa-jiwa berdosa bagi Tuhan Yesus, maka kita harus memiliki hati Tuhan Yesus. Tanpa kita memiliki hati Tuhan Yesus dan menghidupi hati Tuhan Yesus, mustahil kita bisa menjadi pemenang-pemenang bagi jiwa- jiwa yang berdosa. Pertama, hati Tuhan Yesus yang rindu membuat orang berdosa bertobat [Luk 5 : 32]. Lihatlah waktu Tuhan Yesus diperhadapkan dengan perempuan yang kedapatan berbuat zinah yang seharusnya dihukum mati dengan dilempari batu. Tuhan Yesus tidak menghakimi perempuan tersebut tetapi memberi pengampuan dan menyelamatkan perempuan tersebut dari maut. Tuhan Yesus mengharapkan perempuan tersebut berhenti berbuat dosa dan hidup sesuai dengan kebenaran Allah. Kedua, hati Tuhan Yesus yang rindu mencari dan menyelamatkan yang terhilang [Luk 19:10]. Lihatlah bagaimana Tuhan Yesus memanggil dan menyelamatkan si Zakheus seorang pemunggut cukai yang sangat dibenci oleh masyarakat karena pekerjaannya. Tuhan Yesus mau duduk makan dan mampir ke rumah Zakheus demi menyelamatkan dia yang terhilang dari hadapan Allah karena sibuk cari duit untuk keuntungan dirinya sendiri. Ketiga, hati Tuhan Yesus yang berbelas kasihan [Markus 1:41 ; 6:34]. Lihat bagaimana Tuhan Yesus berbelas kasihan melihat orang lumpuh yang selama 38 tahun menantikan kesembuhan di pinggir kolam Betesdha. Padahal disekeliling pinggir kolam tersebut banyak sekali orang yang sakit menantikan kesembuhan. Namun perhatian dan belas kasihan Tuhan Yesus tertuju kepada orang yang lumpuh itu. Tuhan Yesus mengetahui bahwa dia sudah 38 tahun dalam keadaan seperti itu. Kalau kita memiliki hati seperti Tuhan Yesus, pasti akan banyak jiwa – jiwa orang berdosa, orang yang terhilang dan orang yang menderita sakit akan tertolong, akan terlayani melalui kehidupan kita sepanjang tahun 2018. Sehingga apa yang menjadi tema Gereja kita tahun ini jadi kenyataan.
Di penghujung tahun kemarin jagad K-Pop digemparkan oleh kepergian leading vocal boyband SHINee, Kim Jonghyun, yang begitu mengguncang. Tak dinyana kepribadian Jonghyun yang dikenal lucu dan ceria ternyata menyimpan sejuta beban dan kepedihan yang tersembunyi di balik canda dan tawanya. Upayanya mencari pertolongan tak membuahkan hasil sehingga ia nekad mengakhiri hidup dengan caranya sendiri. Para fans meratapi kepergiannya sementara para haters sibuk mengolok-olok dan mencemooh penyanyi sekaligus penulis lagu yang meninggal di usia 27 tahun itu. Bahkan setelah meninggal pun, beban penderitaan seolah enggan melepas cengkeramannya atas pemuda yang dijuluki sebagai salah seorang dari 7 idol Korea yang ’terlahir untuk bermusik’. Hidup manusia itu ’sawang-sinawang’. Yang tampak gemerlapan belum tentu membahagiakan; yang tampak biasa-biasa saja belum tentu menjemukan; yang tampak kumuh belum tentu memupuskan harapan. Tidak ada hak kita untuk menghakimi orang lain. Seperti orang lain tak mampu memahami kita sedalam-dalamnya, kita pun tak mampu memahami apa yang dilalui orang lain dalam hidupnya. Yang perlu kita lakukan adalah menjalani hidup sebaik yang kita bisa. Puji syukur, kita memiliki Tuhan yang senantiasa setia menerima kita apa adanya. Bersyukur sekali ada Tuhan yang tak pernah mencibir saat kita terpuruk. Haleluya, ada Tuhan yang menguatkan kita sehabis badai menerpa. Maka jiwa kita tidak akan berlama-lama dalam keadaan tertekan, sebab ada Tuhan yang menjadi harapan kita. Kita sangat diberkati karena memiliki Tuhan Yesus Kristus sebagai sumber kekuatan dan pengharapan. Berhentilah mencibir orang-orang yang gamang dan putus asa, sebaliknya bantulah mereka untuk menaruh harap kepada Kristus, sang Batu Karang yang Teguh.
Nama bulan Januari diambil dari nama “Yanus” dewa pintu dalam mitologi Romawi kuno. Seorang dewa berwajah dua. Satu menghadap ke depan dan satunya ke belakang. Untuk menentukan mana yang depan atau belakang ditandai dengan wajah yang menghadap depan selalu tersenyum dan optimis sedangkan yang menghadap kebelakang selalu terlihat muram dan sedih. Itulah mengapa bulan pertama setiap tahun dinamakan dengan bulan Januari. Karena bulan ini bias dikatakan berwajah dua. Wajah yang satu menghadap ketahun sebelumnya dan lainnya ketahun berjalan. Setiap awal tahun orang-orang biasanya memiliki resolusi tahun baru yang didapatkan dari dualisme yaitu masa lampau dan masa mendatang [ dengan berpijak dari masa lampau akan meraih masa depan ]. Paulus mengatakan, tetapi yang aku lakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam KristusYesus. Dalam bulan Januari kita masih teringat dan sering tidak bisa melupakan peristiwa yang terjadi di tahun sebelumnya apalagi peristiwa yang sangat menyakitkan bagi kita. Kita akan bersikap seperi dewa Yanus yang selalu membawa kemurungan dalam dirinya bila kita tidak melupakan peristiwa dalam tahun yang lalu. Pandanglah ke depan dengan sukacita dan dengan semangat mengarahkan diri pada apa yang Tuhan telah tetapkan bagi kita. Keluarga, pekerjaan/usaha, pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita untuk dirawat dan dikembangkan merupakan tujuan kita. Ketika kita berlari ketujuan dan mengalami berbagai tantangan atau masalah, ingatlah bahwa kasih setia Tuhan tak ada habisnya, rachmat-Nya selalu baru setiap pagi.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Demonstrasi Kasih Allah
08 Januari '18
Kristus Datang Memberi Hidup Dan Pengharapan
24 Desember '17
Percaya Saja
02 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang