SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
Penyerahan diri kepada Allah dengan iman, mendatangkan mujizat.
DITULIS OLEH
Bp. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Mengalami Peristiwa Luar Biasa
Mengalami Peristiwa Luar Biasa
Selasa, 07 November 2017
Mengalami Peristiwa Luar Biasa
Lukas 1:5-25, 57-66

Seorang ibu pedagang tembakau keliling, yang suaminya hanya seorang pekerja serabutan, memiliki empat orang anak. Walaupun mereka hanya bekerja apa adanya, namun mereka mempunyai keinginan yang sangat besar untuk anak-anaknya kelak menjadi orang berhasil. Maka mereka berusaha menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Secara manusiawi mereka tidak mungkin melakukan semuanya itu, tetapi karena IMANnya kepada Kristus, mereka berani melakukannya. Dan hasilnya adalah semua anaknya telah menyelesaikan studi kesarjanaanya dan telah bekerja semua.

Salah satu peristiwa luar biasa yang pernah dialami adalah ketika anak nomer 2 dan nomer 3 yang kuliah bersamaan membutuhkan biaya untuk kuliah dan kos. Mereka tidak memiliki uang sama sekali, IMAN dan DOA luar biasa dipraktikkan oleh orangtua ini. Dan Tuhan luar biasa mengatur berkat untuk mereka. Hari itu ibu tersebut mendapatkan pesanan tembakau yang sangat banyak, dan suaminya juga mendapat pesanan mengangkat barang dari mobil truk ke gudang. Dalam waktu 3 hari mereka dapat mengumpulkan uang yang dibutuhkan.

Setiap orang pasti menginginkan peristiwa yang luar biasa dalam hidu...selengkapnya »
Di Film terbaru buatan DC yang di produksi oleh Warner Bros, yang berjudul “Justice League”, dimunculkan satu sosok superhero yang tidak terlalu familiar yang dikenal dengan panggilan Cyborg. Jika dibandingkan dengan superhero lain yang muncul dalam film ini, seperti Batman, Superman, Aquaman, Wonder Woman dan The Flash, maka nama Cyborg tidak sepopuler jagoan lainnya. Apakah berarti Cyborg adalah superhero yang tidak istimewa? Eits... tunggu dulu! Jangan salah! Justru dalam film ini Cyborg memegang peran penting dalam kesuksesan misi yang dijalankan. Cyborg adalah superhero yang tidak bisa melupakan masa lalunya. Sebelum dibentuk menjadi Cyborg, dia dulunya adalah seorang remaja yang cerdas dan berbakat. Namun karena kecelakaan yang menyebabkan dia dalam kondisi kritis, maka sang ayah melakukan eksperimen untuk menyelamatkan nyawanya. Eksperimen sang ayah pun berhasil, nyawa sang anak tertolong, namun beberapa bagian tubuh harus diganti menjadi robot. Hasilnya sosok Cyborg pun hidup. Saat mengetahui bagian tubuhnya “aneh”, Cyborg terus menerus merenungi nasibnya. Dia merasa menjadi orang aneh dan berbeda dari manusia pada umumnya. Dia terus mengenang masa lalunya sebagai manusia normal dan membenci tubuh Cyborgnya yang sekarang. Keterpurukan itu akhirnya sirna, saat Wonder Woman memberinya nasihat yang memotivasinya. Singkat cerita, dengan motivasi tersebut, Cyborg dapat menerima dirinya dan menjadi pribadi baru yang luar biasa. Di dalam Efesus 2:1-7 dijelaskan bagaimana Tuhan telah mengubah hidup manusia yang percaya kepadan-Nya. Manusia yang dahulu adalah makhluk penuh dosa yang seharusnya mendapat murka dari Tuhan [ayat 3], telah memperoleh anugerah dari Tuhan yang penuh rahmat [ayat 4] untuk memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal. Ketika kita tidak dapat melakukan apapun, Allah yang melakukan segala sesuatunya. Di sini terletak paradoks yang mendalam dari pengalaman orang kristiani. Iman merupakan perpaduan tindakan dari yang berdasarkan pada kehendak kita dan campur tangan kekuatan ilahi. Dari perpaduan menakjubkan itu timbullah sukacita, damai sejahtera, dan pengharapan yang berlimpah. Apakah kini Anda benar-benar tak berdaya? Persoalan menumpuk dan tidak kunjung usai? Kekuatan Anda lenyap? Tidak ada pilihan lagi? Bila Anda telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Allah akan menguatkan Anda untuk tetap beriman. Bila Anda mempercayai-Nya, Dia tidak hanya memberi Anda sukacita dan damai sejahtera, melainkan juga pengharapan tatkala seluruh pengharapan yang ada telah sirna. Sebab selalu ada pengharapan dan pembaruan di dalam Tuhan Yesus. Dia akan menjadikan kita indah dan semakin indah bagi Tuhan.
Ibu berasal dari desa. Sempat mengenyam pendidikan di Semarang, lalu kembali lagi ke kampung halaman. Keluarga Ibu berasal dari Tiongkok, mamanya bahkan tak bisa berbahasa Indonesia. Mereka pun menganut adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Tiongkok asli. Ketika Ibu menikah dan diboyong ke Jakarta, bisa dibayangkan betapa besar kejutan budaya yang dialami. Tinggal bersama ayah dan Ibu mertua yang berpendidikan Belanda dan beragama Kristen tentunya berbeda jauh dengan keluarga yang ada di desa. Namun Ibu selalu mengingat bahwa keluarga mertuanya tidak pernah memandang rendah kepadanya. Oma, Opa dan para tante saya selalu memperlakukan Ibu dengan baik. Opa saya memahami bahwa ibu saya kesepian. Jauh dari sanak keluarga dan harus menyesuaikan diri dengan keluarga besar yang baru tentu terasa berat. Untuk mengurangi beban perasaan Ibu, secara teratur Opa membawakan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Opa juga mengutus seorang kerabat untuk menemani Ibu jalan-jalan dan sesekali makan di luar. Jika saya yang saat itu masih bayi jatuh sakit, Ibu dan Opa akan bergantian menggendong saya sepanjang malam. Padahal Opa masih harus bekerja dari pagi hingga petang. Bisa dibayangkan betapa lelahnya. Meskipun pernikahan Ibu akhirnya kandas di tengah jalan ... kenangan akan keluarga mertua yang sangat baik membuat Ibu tidak asing dengan nilai-nilai Kristiani. Padahal Ibu saat itu masih menganut keyakinan lain. Bahkan ketika saya yang sudah duduk di bangku SD bingung harus menulis apa di kolom agama, Ibu tidak memaksa saya mengikutinya. Saya diberi pilihan, boleh mengikuti agama Opa atau keyakinan Ibu. Dan saya memilih mengikuti keyakinan Opa. Ketika pada akhirnya Ibu menanggapi ajakan saya untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, saya yakin bahwa jauh sebelum itu, kesan yang sangat baik dari keluarga mertua Kristiani telah membuka jalan baginya untuk percaya. Kasih dan ketulusan yang diterima Ibu dari keluarga Opa telah mempersiapkan hatinya untuk menerima Yesus Kristus sang Juruselamat. Terpujilah nama Tuhan.
Pada Olimpiade 2012 di London, ada pemandangan yang tak biasa di lintasan lari. Seorang pelari bernama Oscar Pistorius menarik perhatian penonton karena tidak memiliki kaki dan berlari menggunakan dua buah kaki palsu yang terbuat dari serat karbon. Walau tidak mendapat medali, dia mencatat waktu tercepat ke 13 dari 49 peserta. Ketika di Paralimpiade 2012 di London, dia mendapat medali emas di lari estafet 4 x 100 meter. Dia lahir tanpa tulang fibula [betis], sehingga pada usia 11 tahun kedua kakinya diamputasi sampai lutut. Di tengah kekurangan secara fisik dan kesulitan yang dihadapi, dia tekun untuk berlatih lari dengan kaki palsunya. Dia tekun dan disiplin dalam berlatih sesuai aturan-aturan yang diharuskan bagi pelari. Karena ketekunannya, dia berhasil menjadi juara pada usia 25 tahun. Setiap orang percaya harus meninggalkan beban dosa dan dengan tekun berlomba dalam kehidupan yang diwajibkan. Walaupun banyak rintangan dan kesulitan tetap harus dilakukan dengan mata yang tertuju kepada Kristus yang membawa iman kita kepada kesempurnaan. Dia yang mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib sebagai ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya. Sekarang Dia duduk di sebelah kanan tahta Allah. Jangan kita menjadi lemah dan putus asa karena dalam pergumulan kita melawan dosa belum sampai mencucurkan darah. Sebagai manusia, masing-masing kita mempunyai kekurangan, tetapi tetaplah tekun dalam melatih diri untuk menang dalam perlombaaan hidup. Dalam menghadapi tantangan dibutuhkan ketekunan untuk mengalami Tuhan setiap hari melalui perenungan Firman-Nya. Di tengah kesulitan dan himpitan, tetaplah mata rohani kita tertuju kepada Kristus yang akan menyempurnakan iman kita. Jangan kita putus asa dan kehilangan iman di tengah penderitaan, ingatlah bahwa penderitaan kita belum sebanding dengan penderitaan-Nya.
Konon, wanita tidak bisa jauh dari sesuatu yang bersifat ’hiasan’. Benar atau tidak, Andalah yang menilai. Wanita mana yang tidak suka mengenakan perhiasan? Wanita mana yang tidak suka pernak-pernik? Kebanyakan wanita suka memasang pohon natal. Hal apa yang menyenangkan soal pohon natal? Menghias pohon natal itu, bukan? Setiap awal bulan Desember para kaum ibu mulai merakit kembali pohon natal dan mengubah hiasannya menurut kreasinya sendiri. Tiap tahun ganti tema. Bagi pria yang penting ada pohon natal. Tapi bagi wanita kepuasan terbesarnya adalah bagaimana pohon natal itu jadi indah karena ada hiasan-hiasannya. Tahukah Anda bahwa Tuhan juga suka hiasan? Hiasan seperti apa yang disukai Tuhan? Kekudusan. Dalam 1 Tawarikh 16:29 dikatakan, ’Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.’ Frasa’berhiaskan kekudusan’ ini ditulis berulang-ulang kali dalam Alkitab, yaitu ketika kita hendak datang menghampiri Tuhan. Dengan kata lain, jika kita hidup dalam kekudusan maka itu sesuatu yang sangat indah di hadapan Tuhan. Itu menyenangkan hati-Nya. Hidup dalam kekudusan membuat Tuhan puas melihat kita. Sayangnya, kerap kita mengabaikan hal ini. Kita tidak mau mengerti hati Tuhan. Kita bahkan tidak berusaha mencari tahu apa selera Tuhan dan hal apa yang menyenangkan hati-Nya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa menghampiri Tuhan dengan berhiaskan kekudusan adalah sesuatu yang menyenangkan hati-Nya. Bayangkan seorang wanita yang berbinar-binar ketika melihat perhiasan, demikian juga hati Tuhan senang melihat anak-anak-Nya hidup berhiaskan kekudusan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kejujuran Dan Kepercayaan
26 November '17
Pengelola Bukan Pemilik
12 November '17
Kelegaan/Ketenangan Jiwa Yang Sejati
13 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang