SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Penyerahan diri kepada Allah dengan iman, mendatangkan mujizat.
DITULIS OLEH
Pdm. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Mengalami Peristiwa Luar Biasa
Mengalami Peristiwa Luar Biasa
Selasa, 07 November 2017
Mengalami Peristiwa Luar Biasa
Lukas 1:5-25, 57-66

Seorang ibu pedagang tembakau keliling, yang suaminya hanya seorang pekerja serabutan, memiliki empat orang anak. Walaupun mereka hanya bekerja apa adanya, namun mereka mempunyai keinginan yang sangat besar untuk anak-anaknya kelak menjadi orang berhasil. Maka mereka berusaha menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Secara manusiawi mereka tidak mungkin melakukan semuanya itu, tetapi karena IMANnya kepada Kristus, mereka berani melakukannya. Dan hasilnya adalah semua anaknya telah menyelesaikan studi kesarjanaanya dan telah bekerja semua.

Salah satu peristiwa luar biasa yang pernah dialami adalah ketika anak nomer 2 dan nomer 3 yang kuliah bersamaan membutuhkan biaya untuk kuliah dan kos. Mereka tidak memiliki uang sama sekali, IMAN dan DOA luar biasa dipraktikkan oleh orangtua ini. Dan Tuhan luar biasa mengatur berkat untuk mereka. Hari itu ibu tersebut mendapatkan pesanan tembakau yang sangat banyak, dan suaminya juga mendapat pesanan mengangkat barang dari mobil truk ke gudang. Dalam waktu 3 hari mereka dapat mengumpulkan uang yang dibutuhkan.

Setiap orang pasti menginginkan peristiwa yang luar biasa dalam hidu...selengkapnya »
Di sebuah kota kecil, tinggalah keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anaknya perempuan. Ayah ibu itu sangat sayang kepada anak tunggalnya tersebut. Mereka berharap anak satu-satunya yang akan meneruskan usaha konveksinya. Namun yang terjadi di balik mimpi indah suami istri itu. Anak itu mengalami panas tinggi dan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Mereka putus asa karena sudah tidak lagi memiliki penerus usahanya, karena sang istri sudah tidak bisa mengandung. Selama satu setengah tahun mereka mengalami keputus asaan. Kesetiaan suami istri ini untuk mengalami mujizat membawa mereka setia dalam doa malam. Benar yang mereka imani. dalam tahun ke 5 setelah kematian anaknya, mereka di karuniai anak laki-laki satunya di masa mereka menginjak usia 48 tahun. Dari peristiwa di atas, dapat kita lihat bahwa goncangan dapat berupa masalah yang datang silih berganti, atau berbagai macam kesulitan. Tetapi di saat kita mengalaminya jangan menjadi gentar atau takut, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia peduli dan tahu setiap hal yang menimpa kita. Setiap tantangan atau masalah yang terjadi tidak akan pernah membuat kita terpuruk, sebaliknya malah akan semakin menguatkan iman kita di dalam Yesus. Melalui setiap tantangan atau goncangan, Tuhan ingin melihat bagaimana kualitas iman percaya kita kepadaNya. Jika Tuhan di pihak kita, maka tidak ada satupun yang dapat melawan kita. Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindungi di saat badai kehidupan menerpa. Ia akan memberikan pertolongan kepada setiap umat-Nya. Nahum 1:7 berkata bahwa Tuhan menjadi tempat perlindungan ketika kita mengalami masalah, dan Ia mengenal orang yang berlindung kepadaNya. Bahkan di tengah goncangan, Tuhan juga tetap memberikan kekuatan, kedamaian dan ketenangan. Sehingga kita dapat bertahan menghadapi semuanya. Firman Tuhan adalah jaminan yang memberikan pengharapan yang pasti. Jadi berlindunglah pada Tuhan, dan tetaplah teguh dalam Yesus. Seperti dalam firman dikisahkan, Yesus dan murid-murid-Nya berada dalam perahu. Tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Para murid menjadi panik. Mereka memanggil Yesus, dan Ia meneduhkan angin ribut tersebut dan danau pun menjadi teduh kembali. Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta, sehingga kita tidak perlu takut. Yang diperlukan hanyalah iman yang teguh pada Tuhan. Karena itu, kita harus terus mengandalkan Dia saja. Sebab orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan dikecewakan.
Saya pernah mengalami kesedihan yang sangat luar biasa. Penyebabnya yaitu, karena tidak mampu menyelesaikan studi S2. Segala upaya mencari jalan keluar sudah saya usahakan. Tetapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. Permasalahan saya pada saat itu adalah pembagian waktu antara mengajar dengan kuliah dan dana yang kurang mencukupi. Ketika waktu mengajar bisa diatur dengan baik, gantian dana yang tidak cukup untuk membayar biaya semester. Akhirnya kegagalan yang saya dapatkan. Kehidupan seseorang diisi oleh dua hal yang berlawanan yaitu gagal atau berhasil. Tidak pernah ada satu orang selalu di isi satu bagian saja misal gagal terus menerus atau berhasil terus menerus. Lalu bagaimana Firman Tuhan kegagalan dan keberhasilan di tuliskan dalam Alkitab ? Kita akan belajar melalui peristiwa taman Firdaus yang terulisn dalam Alkitab. Pertama, Iblislah yang mencobai dengan target pikiran kita [Kejadian 3:1-7]. Tahap strategi iblis terhadap pikiran kita yaitu: agar kita meragukan Firman Tuhan, kemudian menyangkal Firman Tuhan dan percaya kepada iblis, sehingga iman kita gagal. Jika kita tidak waspada terhadap strategi iblis ini maka kita akan mudah jatuh dalam kegagalan. Kedua, Iblis memanfaatkan kelemahan kita [Matius 4:1-11]. Dalam Pasal ini menceritakan ketika iblis mencobai Yesus saat Dia sedang lapar dan lemah karena puasa. Iblis juga mencobai Yesus saat Ia mengalami kesunyian di padang gurun. Jadi iblis membuat kita gagal saat kita lemah dan juga sedang mengalami kesunyian tidak berpengharapan. Oleh sebab itu bagaimana strategi kita agar menang terhadap pencobaan sehingga memperoleh kemenangan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, memandang setiap pencobaan yang datang dengan berpikir bahwa setiap pencoban merupakan kesempatan untuk menjadikan kita semakin kuat dan berhasil dalam Tuhan [Kejadian 50:20]. Kedua, menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang paling berpengaruh dalam setiap sisi hidup kita [Matius 4:4, 7]. Ketiga, dengan berdoa dan berpuasa membuat hidup kita makin kuat dalam mengikut Tuhan. Kegagalan dan keberhasilan selalu mengikuti dalam setiap sisi kehidupan manusia. Bagi orang percaya, hidupnya akan dibuat berhasil jika kesukaannya adalah merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan [Mazmur 1:2-3]. Maka lakukan setiap Firman-Nya jika kita ingin hidup berhasil.
Tiga tahun yang lalu saya membeli sebuah pisau yang menurut saya sangat tajam, karena dibeli langsung dari pandai besi yang baik di Mojokerto kota saya. Tetapi pisau baru itu tidak langsung saya pergunakan, karena saya masih mempunyai pisau sangat tajam yang saya beli di tempat yang sama. Pisau lama itu selalu tajam karena setelah digunakan selalu saya asah. Pisau itu masih saya pergunakan sampai sekarang karena ketajamannya. Hingga suatu saat, saya membuka laci di rumah. Saya menjadi teringat sebuah pisau yang saya beli tiga tahun yang lalu. Kondisi pisau tersebut sudah mulai berkarat dan berjamur. Sehingga ketika saya akan menggunakan pisau tersebut harus diasah ulang dengan sedikit susah payah untuk membersihkannya. Dan hasilnya dapat dilihat, pisau tersebut setelah diasah mulai terlihat ketajamannya. Ketajaman sebuah pisau dapat terlihat saat dipakai dan diasah kembali. Oleh karenanya jika mau digunakan perlu diasah ulang, maka akan terlihat ketajamannya. Demikian juga dengan kehidupan Rohani kita sesungguhnya bisa tumpul dan bahkan “ Mati “ jika kita tidak membiasakan bersentuhan dengan hal-hal Rohani. Sebab saat kita jarang membaca Alkitab dan berdoa maka kita tidak akan bisa mengerti bahasa Allah yang tertulis. Akibatnya kita menjadi seperti “ orang bodoh “ karena sering kalah dalam persoalan dan cenderung terbawa pada hawa nafsu duniawi dan saat kita sadar kita mengatakan “ Kilaf “. Begitu juga kepekaan kita akan hadirat Tuhan tergantung bagaimana hubungan kita dalam doa dan penyembahan kita. Semakin kita banyak berkomunikasi dengan Tuhan dalam doa dan penyembahan maka kita akan mudah mengenali dan memahami suara dan pimpinan Tuhan. Namun sering kali kita tidak melakukannya karena kita mungkin terlalu sibuk dengan pemberian Tuhan dan melupakan dengan yang memberi. Sehingga tidak mengherankan jika hidup kerohanian kita menjadi KETUL. Semakin kita tidak melatih kehidupan rohani kita maka sesungguhnya kita akan menjadi umat yang gampang kalah dan “mati suri“. Kita baru sadar ketika dibenturkan dengan permasalahan hidup, kemudian baru mencari pertolongan Tuhan. Oleh karenanya marilah kita membiasakan diri untuk mempertajam hubungan yang akrab dengan Tuhan dalam doa dan penyembahan serta perenungan Firman Tuhan. Dengan cara demikian jiwa dan hidup kita akan dikuatkan. Jangan merasa dengan ibadah setiap minggu ke gereja sudah cukup, tetapi setiap hari juga harus membangun hidup Rohani di manapun kita berada. Selagi ada kesempatan mari terus membangun hidup rohani kita supaya tidak ketul atau mati suri.
Hasil survey di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia 132,7 juta jiwa dan 65% pengguna internet percaya mentah-mentah informasi dari dunia maya. Minimal 4-5 jam dalam sehari setiap pengguna internet aktif dalam media sosial. Kondisi tersebut menyebabkan berita bohong atau hoax yang dihembuskan oleh seseorang atau kelompok orang dengan cepat menyebar dari satu ke lain orang dan dari group yang satu ke yang lain seperti virus flu yang demikian cepat menjalar. Berita bohong membuat banyak orang hidup dalam keresahan, ketakutan, kekuatiran atau kemarahan. Apabila berita bohong menjadi viral maka sangat sulit ditangkal dengan berita yang benar. Ternyata penyebaran berita bohong sudah ada sejak jaman dulu. Setelah Yesus bangkit dan kubur-Nya kosong, dengan ketakutan para tentara penjaga kubur memberitahukan tentang kebangkitan-Nya kepada imam-imam kepala. Mereka menyuap dengan sejumlah besar uang dan memerintahkan para tentara untuk menyebarkan berita bohong bahwa Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka sedang tidur. Setelah menerima uang itu mereka melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh imam-imam dan berita itu menyebar di antara orang Yahudi sampai saat ini. Ketika murid-murid Yesus mendengar berita bohong itu mereka sangat ketakutan dan mengurung diri dalam sebuah rumah yang tertutup rapat dan terkunci. Di tengah ketakutan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu” dan memberi Roh Kudus pada mereka agar mereka berani untuk menyebarkan berita yang benar tentang kebangkitan Yesus. Di tengah maraknya berita bohong atau hoax yang hampir setiap hari kita dengar atau baca apa yang akan kita perbuat ? Apakah kita tenggelam dalam kekuatiran, ketakutan, kemarahan ? Bila Roh Kudus Sang Penolong senantiasa ada dalam hidup kita maka hati kita akan penuh dengan damai sejahtera walaupun berita bohong itu meneror kita. Marilah kita senantiasa hidup dalam kebenaran sehingga Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Dengan demikian kita berani untuk senantiasa memberitakan kebenaran.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Pesan Sang Kristus
05 Mei '18
Bersaksilah Bagi Semua Bangsa
03 Mei '18
Pribadi Roh Kudus
23 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang