SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 24 Januari 2020   -HARI INI-
  Kamis, 23 Januari 2020
  Rabu, 22 Januari 2020
  Selasa, 21 Januari 2020
  Senin, 20 Januari 2020
  Minggu, 19 Januari 2020
  Sabtu, 18 Januari 2020
POKOK RENUNGAN
Bukan berapa lamanya kita menjadi orang kristen kita menikmati natal, tetapi berapa lamakah kita semakin mengenal pribadi dalam Natal itu.
DITULIS OLEH
Pdt. Benaya D. Cahyono
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Natal Di Hatiku
Natal Di Hatiku
Senin, 16 Desember 2019
Natal Di Hatiku
Lukas 2:25-32

Bulan desember merupakan bulan yang dinantikan bagi orang kristen pada umumnya, karena dibulan desember harapan besar dan keceriaan dinantikan oleh orang kristen. Dan di jaman sekarang bulan desember bukan saja menjedi keceriaan bagi orang kristen saja. Dunia usaha dan retel sangat menunggu-nunggu kehadiran bulan desember dengan gebrakan diskon besar-besaran. Karena di bulan desember keuntungan penjualan cukup tinggi. Toko dan Mall-mal menampilkan suasana natal saat di bulan desember. Dalam keceriaan natal menjadi ajang mencari keuntungan, bisa berkumpul keluarga, waktunya piknik bareng baik di domestik maupun yang internasional [luar negeri]. Kemewahan pesta pora ditonjolkan dan ditawarkan. Dan hal ini menyebabkan makna natal sudah menjauh. Manusia dan orang kristen pada umumnya memaknai natal sebagai peringatan dan kebahagiaan bersama keluarga tidak lebih dari itu, mereka melihat natal dijaman ini sebagai sesuatu biasa dan umum. Dan akhirnya mereka lupa siapa yang sedang disambutnya.

Dalam kondisi ini kita dingatkan kembali dalam injil Lukas 2:25-32, dimana ada seorang yang menanti-nantikan kedatangan Yesus dengan setia. Ia menghabiskan masa hidupnya untuk menantikan penyelamat yang dijanjikan oleh Tuhan dalam kitab suci. Ia menghabiskan masa hidupnya untuk tingg...selengkapnya »
Waktu berjalan dengan begitu cepat, dan tidak terasa tulisan demi tulisan yang ada di renungan warta jemaat sudah berjalan selama tujuh tahun lamannya. Sejak tulisan renungan warta untuk pertama kalinya dimuat di dalam warta jemaat pada bulan Januari tahun 2011, hingga di hari terakhir di tahun 2019 ini, ada banyak hal menarik di dalamnya. Para penulis renungan harian berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca renungan ini. Para penulis berusaha menuangkan ide dan perenungannya untuk mengajak jemaat dan seluruh pembaca dapat bertumbuh imannya melalui tulisan ini. Bukan hal yang mudah, bagi para penulis untuk menyajikan ide yang segar, original dan bermanfaat bagi para pembaca. Lihatlah, bagaimana ide tulisan dengan ilustrasi tokoh imajimer yang bernama Benay dan Sambey, dikemas dengan segar yang kemudian membawa jemaat masuk dalam refleksi yang lebih dalam. Atau ilustrasi seputar kisah pribadi dari sang penulis, yang dimunculkan dalam tulisannya. Juga ilustrasi pengantar berupa hal-hal yang terkait dengan sepakbola atau film juga turut muncul di sana. Bahkan, ulasan seputar politik, maupun kejadian sehari-hari yang update pun, pernah muncul dalam renungan harian warta jemaat. Konsisten untuk tetap menulis dan menuangkan ide yang segar sebagai bahan perenungan untuk renungan di warta jemaat, bukan hal yang sederhana dan mudah bagi para penulis. Para Penulis hanya alat-Nya Tuhan untuk memberkati jemaat melalui tulisan. Jika bukan karena Tuhan yang membimbing, para penulis bukanlah siapa-siapa. Tuhan yang membimbing dan memberikan kekuatan! Nabi Samuel beserta seluruh umat Israel pun menyadari hal yang serupa. Bangsa Israel merasakan dan tahu benar tentang sulitnya berperang melawan orang Filistin. Bahkan, tidak jarang juga bangsa Israel harus menelan kekalahan dari lawannya itu, seperti yang dikisahkan di dalam 1 Samuel 4. Seperti halnya sebuah roda yang ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah, kisah sebaliknya justru diceritakan di 1 Samuel 7. Di dalam 1 Samuel 7, bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa. Apakah kemenangan ini adalah karena bangsa Israel yang hebat? Nabi samuel, memberi jawaban dengan mendirikan sebuah “monumen”, dengan berkata, ’Eben-Haezer, katanya: ’Sampai di sini TUHAN menolong kita’ [ay.12]. Kata-kata ini bukanlah hanya sebuah perkataan formalitas, namun ada makna mendalam di dalamnya. Sebuah ungkapan iman yang menyatakan Tuhan yang menjadi pelindung, penolong dan pembela bagi umat Israel, di dalam segala keadaan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih percaya bahwa Tuhan menolong dan menyertai kita hingga detik ini? Masihkah percaya dengan kuasa Tuhan yang tidak terbatas? Masihkah kita percaya pada kebaikan Tuhan? Ataukah, justru dari hari ke hari kita menjadi ragu kepada Tuhan? Tinggal beberapa saat lagi kita meninggalkan tahun yang lama, untuk memulai tahun yang baru. Kira-Nya di tahun yang baru, iman itu tidak menjadi pudar. Iman kita harus terus menyala-nyala di dalam Tuhan. Sebab dari sekarang dan sampai selama-lamanya, Tuhan selalu menolong kita. Selamat bersukacita di dalam Tuhan di tahun yang baru. Tuhan Yesus Memberkati.
Setiap manusia pasti memiliki pengalaman hidup bermacam-macam dan berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap pengalaman yang dialami baik itu pengalaman menyenangkan maupun tidak, pasti akan meninggalkan kesan berbeda. Terkadang pengalaman yang telah dialami akan ikut memperngaruhi sikap hidup manusia ke depannya. Misalnya seseorang akan menjadi lebih berhati-hati ketika berkendara karena memiliki pengalaman kecelakaan. Atau misalkan seseorang akan tidak mudah percaya kepada orang lain ketika pernah dibohongi. Pengalaman bisa menjadi pelajaran penting bagi manusia untuk bertindak lebih baik lagi pada hari depan. Dan menjadikan manusia tidak sembarangan untuk mengambil langkah-langkah kehidupan yang banyak diperhadapkan dengan pilihan di dalam kehidupan ini. Ketika kita melihat kembali apa yang dialami Daud pada saat ia dikejar-kejar oleh musuh-musuh yang ingin membunuhnya, Daud mengalami suatu pengalaman bersama Tuhan. Dalam 2 Samuel 22:1-7 dituliskan mengenai ucapan syukur Daud ketika ia telah dibebaskan oleh Tuhan dari cengkraman musuh-musuhnya. Pengalaman sulit Daud digambarkan seperti tali-tali dunia orang mati yang membelitnya. Namun Tuhan tidak membiarkan dia celaka. Tuhan mendengar seruan doa Daud. Bagaimana Daud bisa bertahan menghadapi musuh-musuhnya ? Karena, Pertama, dia tetap mengikuti jalan Tuhan dan tidak menjauhkan diri dari jalan Tuhan [ayat 22]. Ke dua, Dia memperhatikan segala hukum-Nya dan tidak menyimpang dari ketetapannya [ayat 23], Ke tiga, dia berlaku tidak bercela dan menjaga diri terhadap kesalehan [ayat 24]. Pengalaman yang dialami Daud menjadikan dia semakin dekat dengan Allah dan semakin beriman kepada-Nya. Orang yang benar-benar mengalami pengalaman dengan Tuhan secara nyata akan memiliki konsistensi iman yang kuat dengan apa yang dialami. Mereka akan tetap memiliki iman yang kuat ketika mengalami pengalaman yang pahit maupun manis. Kita bisa mengalami Tuhan ketika hidup kita selalu dekat dengan Tuhan. Hidup dekat dengan Tuhan melalui, tidak menyimpang dari ketetapan-Nya, berlaku tidak bercela dan menjaga diri terhadap kesalehan. Mari diawal tahun ini kita semakin rindu bersekutu dengan Tuhan supaya kita tetap kuat dalam menghadapi segala macam keadaan di hari-hari kedepan. Kita akan semakin mantap melangkah menghadapi kehidupan ini karena kita tahu bahwa Allah sendiri yang selalu menyertai dan menuntun langkah hidup kita.
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita Negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan sangat deras, hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu Negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda. Wanita itu menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna [1960-an !] khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : “ Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu” Tertanda Ny.Nat King Cole. Perempuan kaya Sunem memberikan pertolongan kepada Elisa. Ia mengetahui bahwa Elisa adalah seorang abdi Allah. Sehingga ia selalu memberi makan setiap Elisa melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Bahkan pada kesempatan yang baik, ia membuatkan sebuah kamar lengkap dengan perabotannya. Ia melakukan semua itu bukan semata-mata karena ia ingin menunjukkan kehidupannya mampu, tetapi memang ia sungguh memiliki kebaikan hati untuk menolong sesama serta menunjukkan perhatian kepada kepentingan orang lain. Elisa mengetahui bahwa perempuan Sunem sudah tidak lagi membutuhkan apa-apa lagi. Elisa melalui hambanya, menanyakan apa yang dibutuhkan oleh perempuan itu. Ternyata satu hal yang belum dimiliki olehnya, yaitu keturunan. Perempuan itu merindukan kehadiran seorang anak dalam hidupnya. Dengan perantaraan Elisa, Tuhan memenuhi kebutuhan perempuan itu, yaitu memberikan seorang anak baginya. Jemaat terkasih, salah satu bentuk pelayanan adalah memberikan pertolongan. Dari ilustrasi dan kisah perempuan Sunem, menjadi teladan yang baik bagi kita. Bentuk sederhana dari pelayanan yang bisa kita lakukan kapanpun dan di manapun. Oleh karena itu, mari terus melayani Tuhan setiap ada kesempatan, karena bagi Dialah segala kemuliaan.
Kehadiran tahun baru bukanlah suatu yang asing dan mengejutkan. Sebab setiap tahun selalu terjadi pergantian tahun. Hanya umur dan bagian tertentu dalam hidup ini yang mengalami perubahan seperti sehat, sakit, kaya, miskin, peningkatan jabatan dan banyak lagi lainnya, ini semua pernah dialami siapapun saja yang hidup dalam perjalanan tahun. Namun dalam perjalanan pergantian tahun sebenarnya Tuhan taruh sesuatu spesial dalam hidup ini. Sering kali kita tidak melihatnya dan menyadarinya bahwa di dalam tahun yang baru ada kasih dan penyertaan Tuhan begitu setia menyertai kita. Semua orang terhipnotis dengan kegembiraan berlebihan. Banyak orang menghambur-hamburkan uang untuk mencari sukacita dan mengharapkan berkat dari Tuhan menuju perjalanan tahun yang baru. Semua orang merayakan tahun baru dengan berbagai cara. Harapannya diberkati dan mengalami kesejahteraan dalam hidup. Semua yang terbaik diinginkan agar mengalami kesuksesan dan banjir rejeki baik di keluarga dan pekerjaan. Tetapi pernahkah kita berpikir, apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita selama ini. Tuhan begitu setia di dalam memimpin dan menuntun langkah hidup kita. Ketika kita tidak pernah berpikirpun Tuhan sediakan apa yang kita perlukan. Saat kita membutuhkanpun Tuhan juga melakukan yang terbaik dalam hidup kita. Artinya, Allah selalu sediakan kesejahteraan begitu besar kepada kita. Allah memberi bukan barang basi atau stok lama. Tuhan selalu memberi yang baru dalam hidup ini. Artinya, Kasih setia Tuhan tidak mungkin habis, cintanya yang penuh belas kasihan tidak bisa mengering. Betapa agung kesetiaanNya kepada kita. Sesuatu yang baru adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyegarkan perjalanan hidup kita. Dalam hal ini Allah mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan. Dan perlu kita ketahui bahwa kehidupan yang kita jalani ini selalu dinamis dan tidak pernah sama. Sesuatu yang berubah-rubah dalam hidup kita inilah, Tuhan ada didalam perjalanan hidup kita ini. Jadi ketika kita memasuki tahun yang baru ini, seharusnya kita melihat lebih jauh penyertaan Tuhan yang sungguh hebat dan tak tertandingi oleh apapun juga. Kesetiaannya sungguh terbukti dan terus hingga akhir hidup kita. Allah menghendaki agar kita tetap dalam kasih dan penyertaanNya. Selamat memasuki tahun yang baru dengan berkat penyertaan Tuhan.
FOLLOW OUR INSTAGRAM
RENUNGAN HARIAN
Siapkah Kita ???
25 Desember '19
Berpegang Pada PerintahNya
04 Januari '20
Pertolongan Yang Tepat
30 Desember '19
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang