SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Pakailah Medsos Untuk Memasyurkan Nama Tuhan
Pakailah Medsos Untuk Memasyurkan Nama Tuhan
Minggu, 29 Oktober 2017
Pakailah Medsos Untuk Memasyurkan Nama Tuhan
Mazmur 96:3-4
Pakailah Medsos untuk memasyhurkan nama Tuhan

Mazmur 96:3-4
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.

Banyak diantara kita yang saya yakin adalah pemakai media sosial [medsos], entah itu Facebook, Twitter, Instagram, atau yang lainnya. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan media sosial, antara lain:
- mendapatkan informasi, berita dan pengetahuan
- menambah teman dan komunitas tanpa batas
- mendapatkan hiburan: film, lagu-lagu, gambar-gambar, dll.
- sarana promosi bisnis
- sarana mengekspresikan diri
- sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain
Di samping itu masih ada banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari menggunakan media sosial.
Tapi berapa banyak dari kita yang memanfaatkan media sosial untuk memuliakan Tuhan?
Ingatkah kita bahwa kita adalah garam da...selengkapnya »
Sejak ditemukannya benua Amerika oleh Columbus pada abad 15 dan diketahui bahwa benua baru tersebut menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, ribuan orang dari Eropa berduyun-duyun datang kesana. Puncaknya adalah di abad 19 ketika terjadi ’demam emas’. Tersebutlah seorang pria yang juga datang ke Amerika hendak menambang emas, namun betapa kecewanya ia menerima kenyataan bahwa emas yang diimpikan sudah habis. Sementara uang untuk pulang menipis. Dengan gontai dan pikiran kosong, ia berjalan mendekati kereta kudanya. Untuk sekian menit, pikirannya menerawang entah ke mana, sambil tangannya memegang terpal penutup kereta kudanya. Ahaa!! Tiba-tiba datang ide cemerlang ke dalam pikirannya. Dengan tangan masih memegang terpal penutup kereta kuda, ia memandang ke arah penambang yang sedang bekerja keras mengumpulkan butiran emas, dengan kondisi pakaian yang sudah tidak jelas. Sontak muncul ide cerdas di pikirannya. Ia bertanya di dalam hati, ’Mengapa tidak ada celana khusus penambang yang terbuat dari bahan yang kuat seperti terpal ini? Selain lebih awet, kulit penambang juga bisa terlindungi dari goresan yang membuat sakit’. Siapa menyangka berawal dari rasa frustasi akibat gagal menjadi penambang emas, pria tadi secara tidak sengaja menemukan ide untuk membuat bahan celana yang terbuat dari terpal. Bahan celana yang kelak disebut jeans itu kini sudah dipakai di seluruh dunia, sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari mode. Pria itu bernama Levi Strauss, seorang Yahudi-Jerman, yang produknya dikenal dengan merk Levi’s. Dahulu Israel dikenal sebagai negeri yang gersang. Seluruh negeri dikelilingi hamparan gurun pasir, tak ada satupun tanaman bisa tumbuh kecuali kaktus. Sumber air pun tidak ada, lalu apa yang mau diharap dari negeri seperti itu? Namun sebagai bangsa yang cerdas, bangsa Yahudi terus maju dan tidak menyerah dengan kondisi alam seperti itu. Didukung kecanggihan teknologi, saat ini Israel dikenal sebagai penghasil buah-buahan terbaik di dunia. Mazmur 126:4, Tuhan berjanji memulihkan Sion dan memulihkan batang-batang air kering di tanah Negeb. Tuhan berkuasa mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan, sesuatu yang mustahil bagi logika manusia! [Yes 32:15]. Hal ini yang dikehendaki Tuhan atas gerejaNya. Jangan mudah menyerah dengan kondisi yang ada!
Tema gereja tahun ini: Lakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa, ini seirama dengan Amanat Agung yang tertulis di Injil Markus dan Matius. Mereka yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, selanjutnya dididik menjadi murid yang harus melakukan segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus. Ada proses yang tidak sederhana dalam Amanat Agung, yaitu: Injil [kebenaran Tuhan] diberitakan baik secara langsung maupun tidak langsung [melalui kesaksian hidupnya Matius 5:16], orang yang mau percaya selanjutnya dididik menjadi murid Tuhan Yesus, dan orang percaya yang sudah menjadi murid juga harus pergi dan memberitakan Injil kepada orang lain, lahir orang percaya baru yang harus dididik menjadi murid. Demikian seterusnya seperti suatu reaksi berantai dalam pembuatan sebuah bom atom. Supaya proses penginjilan berjalan lancar perlu dipahami kebenaran yang terkait proses keselamatan jiwa. Anugerah keselamatan melalui penebusan salib harganya sangat mahal [I Petrus 1:18] dan bertujuan supaya manusia bisa dikembalikan kepada rancangan semula Tuhan waktu menciptakannya, serupa dengan Penciptanya. Dengan demikian manusia bisa menemukan kembali kemuliaan Tuhan yang telah hilang/berkurang [Roma 3:23], orang percaya bisa mengenakan kodrat ilahi, hidup kudus dan tidak bercacat tidak bercela di hadapan Tuhan dan manusia [Efesus 1:4]. Proses pengudusan orang percaya, pertama oleh darah Kristus yang tercurah di kayu salib [Pengudusan pasif yang hanya bisa dilakukan Bapa], selanjutnya kita dikuduskan oleh ketaatan kepada kebenaran melalui pimpinan Roh Kudus [I Petrus 1:22, Yohanes 14:26], hal ini menuntut tanggung jawab masing-masing individu, disebut juga pengudusan aktif. Dalam hal ini gereja harus berfungsi sebagai “sekolah teologia” bagi jemaat supaya anggota jemaat bertumbuh dalam memahami kebenaran Injil yang murni dan para pimpinan rohani dan aktivis gereja menampilkan sosok teladan yang bisa menjadi model dalam mentaati segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus. Syarat penting dalam proses keselamatan adalah manusia harus percaya kepada Tuhan Yesus dan Injil yang diajarkan-Nya. Percaya Tuhan Yesus bukan sekedar mengakui secara pikiran akan status dan riwayat-Nya. Iman berarti penyerahan dan penurutan/ketaatan mutlak kepada pribadi yang dipercayai [= iman Abraham]. Untuk memiliki iman taraf ini memang tidak mudah, namun diperlukan perjuangan dan usaha serius untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar [Lukas 13:24, Pilipi 2:12]. Melepaskan diri dari segala miliknya, yaitu tidak mencintai dunia [Lukas 14:33, Matius 13:22].
Penulis Paul Little mengatakan bahwa kita sering kali tidak bersaksi seperti Yesus. Kita cenderung cepat menyalahkan orang lain. Paul Little menulis, ’Kita sering kali berpikir keliru, yakni jika kita tidak menyalahkan suatu sikap atau tindakan yang salah, berarti kita menyetujuinya.’ Dia menambahkan, ’Kita tidak hanya harus menghindari sikap menyalahkan orang lain, tetapi juga perlu mempelajari seni memberikan pujian yang rasional.’ Paul Little juga menceritakan pengalaman seorang penulis bernama Charles Trumbull. Di sebuah kereta api, sang penulis bertemu seorang pemabuk yang melontarkan kata-kata tak senonoh dan duduk di sampingnya. Ketika laki-laki itu menawarkan minumannya, Trumbull sama sekali tidak menyalahkan orang itu. Malahan dia menjawab, ’Tidak, terima kasih, tapi saya tahu Anda sangat murah hati.’ Mendengar kata- katanya, mata laki-laki itu langsung bersinar. Sewaktu mereka bercakap-cakap, laki-laki itu mendengar tentang Pribadi yang menawarkan air kehidupan yang dapat memuaskannya. Tak lama kemudian ia pun menerima Kristus. Kita dapat belajar banyak tentang bersaksi secara efektif dengan belajar dari Yesus, melalui peristiwa saat Yesus bersaksi kepada wanita yang ditemui-Nya di sumur [Yohanes 4:5-26]. Sebenarnya secara sosial Yesus tidak boleh berbicara dengan wanita Samaria itu, karena Yesus orang Yahudi. Dalam kisah tersebut diceritakan Yesus meminta minum kepada wanita itu. Ini dilakukan-Nya dengan sikap menghargai wanita tersebut. Bisa saja Yesus menyalahkan cara hidup wanita yang penuh dosa itu, tetapi Dia tidak melakukannya. Pada saat kita bersaksi tentang Yesus, ingatlah bahwa kita perlu hikmat. Artinya adalah cara kita bersaksi harus cerdik. Dapat membaca situasi serta diperlukan timming yang tepat. Semua itu perlu dilakukan agar Kabar Sukacita tentang Yesus dapat diterima oleh orang di sekitar kita. Semua orang dapat mendengarkan dengan penuh sukacita. Mari beritakan Injil dengan berhikmat.
Gereja: Komunitas Keselamatan Kisah Para Rasul 2:46-47 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Gereja adalah komunitas keselamatan. Sejak semula Allah merancang gereja untuk menjadi sebuah komunitas dimana orang-orang mengalami keselamatan. Perhatikanlah kalimat ini: ’Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.’ Apa artinya ’diselamatkan’? Artinya, orang-orang yang masuk ke dalam komunitas itu dipulihkan hubungannya dengan Alllah dan dengan sesama. Mereka menerima anugerah pengampunan dosa, sehingga hubungan dengan Allah dipulihkan. Karena mereka merasakan kasih dan anugerah Allah, maka hati mereka dipenuhi dengan sukacita. Mereka suka berkumpul untuk memuji Tuhan. Mereka suka berkumpul untuk mendengar pengajaran Firman Tuhan dan untuk berbagi. Mereka saling berbagi harta mereka, saling membantu dalam meringankan beban hidup saudara seiman. Tidak ada di antara mereka yang kekurangan. Mereka yang masuk ke dalam komunitas itu bukan orang-orang yang telah sempurna. Mereka juga orang-orang berdosa. Tetapi mereka bersepakat untuk menjalani hidup sebagai orang-orang yang diselamatkan. Mereka mau belajar dan bersedia untuk diajar dengan kebenaran Firman Tuhan, agar hidup mereka mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Inilah arti komunitas keselamatan, yaitu gereja. Seringkali Gereja di masa kini melupakan jati dirinya sebagai komunitas keselamatan. Gereja banyak disibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang tidak mengarah pada hidup keselamatan. Kita harus sadar dan berubah. Kita harus pastikan bahwa gereja kita adalah sebuah komunitas keselamatan. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Keyakinan Yang Kokoh Dalam Injil
21 Januari '18
Waspada Terhadap Pengaruh Gairah Zaman
19 Januari '18
Jadilah Seperti Gideon
28 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang