SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 21 Januari 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 20 Januari 2018
  Jumat, 19 Januari 2018
  Kamis, 18 Januari 2018
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Beginilah firman TUHAN: ’Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN. [Yeremia 17:5]
DITULIS OLEH
Pdt. Victor Y. Nugraha
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Palu Hebat Itu Pun Hancur
Palu Hebat Itu Pun Hancur
Senin, 06 November 2017
Palu Hebat Itu Pun Hancur
Yeremia 17:1-18
Anda para pecinta komik dan film buatan Marvel? Pasti Anda tahu sosok Thor, sang dewa Petir. Thor identik dengan kekuatan petirnya dan senjata palu yang maha dahsyat. Palu milik sang dewa petir, Thor, merupakan senjata yang luar biasa dan paling ditakuti oleh lawan-lawannya. Bahkan oleh para super hero rekan Thor lainnya yang tergabung dalam group Avengers, palu Thor adalah benda yang unik dan istimewa. Hal ini dikarenakan, kecuali sosok super hero The Vision, tidak ada super hero Avengers lain yang dapat mengangkat palu Thor. Thor sangat membanggakan palu yang luar biasa ini, sebab dia yakin tidak ada sosok manapun yang dapat menghancurkan dan mengalahkan palu tersebut. Namun sebuah peristiwa mengejutkan pun terjadi pada saat dalam pertempuran melawan Hela, sang dewa kematian, yang juga merupakan kakak dari Thor. Di dalam pertempuran tersebut, palu Thor yang maha dahsyat tersebut, hancur berkeping-keping. Palu yang ditakuti dan dibanggakan tersebut ternyata dengan mudahnya hancur. Thor pun sangat terkejut sekaligus gemetar melihat kejadian ini. Hal yang paling diandalkan sekaligus dibanggakan hancur dan sekarang tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dari kekuatan palu, sang dewa petir.

Bangsa Israel melakukan dosa besar di hadapan Tuhan dengan melakukan ritual penye...selengkapnya »
Dalam sebuah film, drama, atau teater tentunya terdapat peran utama dan pemeran pendukung. Bahkan juga ada yang bekerja di balik layar untuk membantu menyukseskannya. Setiap peran dan bagian tentu bekerja sesuai dengan fungsinya supaya berjalan dengan lancar. Pemeran pendukung harus mendukung cerita supaya tokoh utama semakin nyata dan kelihatan kiprahnya. Demikian dengan yang bekerja di balik layar pasti mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan per bagian. Sehingga setiap peran menjalankan bagiannya supaya berjalan baik. Dan semuanya itu tentu selalu tertuju kepada sang tokoh utama sebagai pemegang peran yang penting. Dalam Yohanes 1:1-18 adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Ia datang sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ia yang adalah Allah merelakan diri-Nya dan mengambil rupa menjadi hamba supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan terang yang ajaib. Sang Firman datang sebagai Terang untuk membawa manusia yang hidup di dalam kegelapan. Ketika Terang itu datang ke dunia, maka Terang itu akan bercahaya dan kegelapan tidak akan menang melawannya. Sang Firman tersebut menjadi tokoh utama di dalam dunia ini. Oleh sebab itu, Yohanes Pembaptis diutus untuk mendahului-Nya sebagai penunjuk jalan dan mempersiapkan akan kedatangan Sang Tokoh Utama. Selain mempersiapkan kedatangan Sang Firman, Yohanes Pembaptis juga memberikan kesaksian tentang Terang itu supaya nyatalah Terang itu sampai ke seluruh bumi. Jemaat terkasih, di akhir tahun ini mari kita menunjukkan identitas kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Kita memang bukan pemeran utama, tetapi kita adalah pendukung dari pemeran utama tersebut. Oleh karena itu, mari kita memberikan kesaksian tentang Sang Tokoh Utama atau Sang Firman itu kepada semua orang. Sehingga Sang Tokoh Utama menjadi semakin besar dan mahsyur ke seluruh bumi. Banyak orang yang hidup di dalam kegelapan akan menerima Terang dari Sang Firman.
Dengan perasaan antara yakin dan ragu, Mbah Wanidy memberanikan diri mengayunkan kakinya selangkah demi selangkah menghampiri orang yang tampak seperti Benay itu. Namun ketika jarak makin dekat, Mbah Wanidy memperlambat langkahnya. Kini keraguan lebih menguasainya. Tampak dipenglihatannya bahwa Benay lebih tua dari usia semestinya. Mbah Wanidy bertanya-tanya dalam benaknya mengapa begitu cepat Benay menjadi tua? Apakah ini karena pengaruh tekanan berat selama melayani di Iraq? Atau karena terpapar radiasi bom biologi? Tak bersedia ditaklukkan oleh keraguannya, Mbah Wanidy memantapkan langkahnya untuk menjumpai Benay-tua itu. Kini ia bertemu muka dengan muka. Tapi sesuatu yang tak diduganya terjadi. Tubuh renta Mbah Wanidy tiba-tiba bergetar hebat. Keringat dingin keluar membasahi wajahnya. Mulutnya terkatup tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Sorot mata dari Benay-tua menusuk tajam tanpa berkedip. Mbah Wanidy sangat ketakutan. Ia merasa bahwa orang bertubuh gempal yang ada di hadapannya adalah seorang preman pelabuhan, bukan Benay yang ia sangka. Jemaat yang terkasih, perasaan antara yakin dan ragu seperti yang dialami oleh Mbah Wanidy pernah dialami pula oleh Yohanes Pembaptis. Dari dalam kondisi menderita karena sedang dipenjara, Yohanes Pembaptis digelayuti keraguan apakah Yesus itu sungguh Kristus [Mesias]. Tidak mau ditaklukkan oleh keraguannya, ia menyuruh murid-muridnya untuk menjumpai dan bertanya secara langsung pada Yesus. Yesus tidak memberikan jawaban secara langsung, “ya” atau “tidak”. Dia memilih untuk menyampaikan bukti mujizat-mujizat yang telah dilakukan-Nya dan kabar baik yang diberitakan-Nya bagi orang miskin. Dengan demikian, Yesus memberi ruang pergumulan dalam diri Yohanes Pembaptis dan murid-muridnya untuk memutuskan sendiri apakah Dia adalah mesias atau tidak bagi mereka. Jemaat yang dikasihi Tuhan, berbagai penderitaan hidup yang kita alami dapat “melotot tajam” menantang iman kita. Bukankah beberapa orang di antara kita sering bertanya mengapa mengalami musibah atau masalah yang berat? Padahal sudah setia beribadah? Sudah aktif melayani Tuhan? Dalam kondisi seperti itu kita menjadi gemetar dan keraguan iman kita alami. Ini adalah hal yang wajar dalam hidup setiap orang percaya. Justru di sinilah iman kita sedang diasah dan dipertajam oleh penderitaan hidup kita. Oleh sebab itu Tuhan menghendaki kita untuk tidak kecewa dan menolak Dia. Namun sebaliknya, semakin mengarahkan diri untuk belajar berserah, bersyukur dan mengarahkan hidup pada kehendak-Nya. Berani menyangkal diri dan memikul salib. Selamat untuk tidak kecewa pada Tuhan!
Langkah awal adalah langkah yang sangat menentukan. Dalam sebuah pertandingan olah raga, langkah awal/start sangat menentukan. Langkah awal yang salah akan berakibat fatal. Langkah awal yang benarakan memampukan kita menyelesaikan pertandingan dengan baik bahkan meraih kemenangan. Langkah awal apa yang kita ambil menghadapi tahun2018 yang terbentang di depan kita? Sungai Yordan yang dalam dan lebar [keadaan pada waktu itu] ada di depan Yosua ketika ia memimpin umat Israel berkalan menuju tanah perjanjian. Bagaimana cara menyeberangkan umat Israel? Langkah awal apa yang Yosua lakukan menghadapi sungai Yordan yang terbentang di depan mereka? Langkah awal Yosua adalah mengikuti petunjuk Firman Tuhan, mengajak umat Tuhan mengkuduskan diri dan percaya bahwa Tuhan akan melakukan perbuatan ajaib. Langkah awal Yosua selanjutnya diikuti oleh langkah awal para Imam, langkah iman, mereka mengangkat tabut perjanjian dan mencelupkan kaki mereka ke dalam air, wow...mujizat terjadi. Sungai Yordan sebak, berhentilah air itu mengalir lalu menyeberanglah bangsa itu. Tahun 2018 mungkin merupakan bentangan waktu dengan banyak masalah, tantangan dan kesulitan yang mustahil untuk diselesaikan. Mari kita berani ambil langkah awal sesuai petunjuk Firman Tuhan, kita melangkah ke depan dengan langkah iman. Jangan berdiam diri meratapi kesulitan. Mari kita mulai bangkit dan mulai melangkah. Langkah awal dengan ketaatan dan iman akan menghasilkan mujizat demi mujizat Tuhan.
Dalam beberapa hari lagi kita akan bersama-sama merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ke dunia yang diperingati setiap tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Rasa sukacita pastinya melingkupi hati kita dalam menyambut natal. Berbagai persiapan pasti telah kita persiapkan, misalnya memasang berbagai macam hiasan pernak-pernik natal di rumah kita masing-masing. Sungguh indah suasana natal bagi setiap kita yang menantikan peringatan kelahiran-Nya. Natal membawa pesan tersendiri bagi orang-orang percaya di seluruh dunia ini. Memaknai arti natal yang sesungguhnya adalah penting bagi kita semua. Jika natal hanya dimaknai sebagai perayaan saja, maka natal akan kehilangan makna sesungguhnya karena kita terfokus hanya kepada perayaan yang diisi berbagai macam acara meriah. Natal akan bermakna ketika hati kita tidak hanya bersucita karena kelahiran-Nya, namun juga hati yang bersiap untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali. Dalam Roma 13:11-14 kita melihat bahwa Sang Juruselamat itu telah dekat, oleh sebab itu bangunlah dari tidurmu dan persiapkan diri untuk menyambut Dia. Namun apakah kita benar-benar telah bangun dari dosa dan pelanggaran kita, atau justru kita masih terlelap dan menikmati dosa pelanggaran kita. Dan pada akhirnya kita tidak siap menyambut Dia yang datang. Maka kita harus bersiap dari sekarang dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Ini merupakan saat yang tepat untuk kita datang dan bertobat dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Mari kita maknai hari natal sebagai waktu untuk kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya dengan selalu mengingat waktu dulu Yesus dilahirkan di Betlehem; menyambut-Nya dengan sikap yang berjaga-jaga dan hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh; melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dalam tanggung jawab sosial dan moral dalam kehidupan di dunia ini.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Lonceng Natal
25 Desember '17
Langkah Awal
18 Januari '18
Tuhan Tidak Mencibir
04 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang