SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Jangan takut melangkah di tempat yang gelap, karena umat Tuhan memancarkan terang Kristus yang akan mengusir kegelapan.
DITULIS OLEH
Ibu Evylia H. Goenawan
Ibu Gembala
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Pembawa Terang Yang Takut Pada Kegelapan
Pembawa Terang Yang Takut Pada Kegelapan
Senin, 14 Mei 2018
Pembawa Terang Yang Takut Pada Kegelapan
1 Korintus 9:20-22


Traveling adalah aktivitas yang sangat bermanfaat dan membawa kesegaran. Bepergian ke tempat-tempat yang tidak biasa dijumpai, menikmati spot wisata yang unik dan indah, rasanya sangat menyenangkan. Namun sejatinya esensi traveling bukan sekedar itu. Menempuh perjalanan, tiba di tujuan, mengabadikannya dengan berfoto dan membaginya ke media sosial ... hanyalah bagian dari traveling.

Setiap tempat memiliki kisah dan keunikan masing-masing. Ada masyarakat setempat dengan budaya dan adat istiadatnya; ada makanan khas dan proses pengolahannya; ada kepercayaan yang dianut dan kebiasaan-kebiasaannya; semua itu dikenal dengan istilah ’kearifan lokal’. Bila seorang traveler tak peduli akan hal itu dan hanya mengincar foto-foto kece yang diburu tanpa kenal tatakrama ... itu berarti ia belum menyentuh esensi traveling itu sendiri.

Ada kemiripan antara traveler dengan umat Kristiani yang sering disebut sebagai musafir di dunia ini. Sebagai musafir-musafir yang menyandang A...selengkapnya »
Pernahkah kita memperhatikan bahwa di hampir semua mall yang ada di seluruh Indonesia ?. Saat masuk ke konter sepatu dan sandal, hampir bisa dipastikan ada merek Yongki Komaladi di sana. Bahkan, tak jarang merek asli Indonesia ini berdampingan dengan merek-merek luar yang sudah tak asing lagi. Namun, merek ini tetap mampu “percaya diri”. Dan hasilnya, memang bukan sekadar “mejeng” di toko. Produknya laris manis. Padahal, bisa dikatakan, sang pemilik usaha yang memiliki nama sama dengan mereknya Yongki Komaladi ini, memulai semua dari nol, sekitar dua dekade lalu.Ia mengawali berbisnis sepatu nyaris tanpa rencana. Kala itu, ia bekerja di sebuah Departement Store. Atasannya mengeluhkan kurangnya stok sepatu dan ia “ditantang” untuk memenuhi. “Mengetahui latar belakang Ia yang 10 tahun jadi peragawan, Ia ditawari mendesain sepatu dan sekaligus membuatnya. Dia pikir, kenapa tidak dicoba? Toh, Ia juga senang menggambar dan mengikuti tren mode. Karena membutuhkan merek, atasannya minta agar memakai nama Yongki Komaladi saja.“Awalnya Ia tidak percaya diri, rasanya agak aneh. Nama Yongki mungkin saja masih oke. Tapi, tambah “Komaladi” Panjang sekali. Tapi ada teman yang mengatakan, kenapa tidak dicoba. Lantas, Ia kerjakan sungguh-sungguh, sembari berpromosi bahwa inilah produk Indonesia. Ia juga kerja sama dengan banyak rekannya yang orang-orang fashion,” ujarnya berkisah. Ia berhasil mendobrak dominasi produk asing karena selalu menjaga kualitas dan berani tampil beda. Dan, ada satu hal lagi yang barangkali tidak banyak orang tahu. Yakni, ia dan semua pekerjanya, saat mengerjakan sepatu dan sandal, selalu “diwajibkan” untuk mengawali dengan doa. Doa yang dipanjatkan pun tak main-main. Setiap orang yang membeli produknya, selalu didoakan agar selalu penuh berkah, dimudahkan jalannya, banyak rezeki, sehat, dan bahagia. “Doa itu, orang nggak perlu tahu, tapi biasanya kalau orang pakai itu pasti nyaman,” sebut pria yang selalu bersemangat saat menceritakan kisah hidupnya ini. “Dan, Ia memang selalu menekankan, kalau tujuan kita baik, pasti Tuhan tidak akan menutup mata.”Mungkin sedikit di luar kelaziman.Tapi, itulah sosok Yongki yang memang berani tampil beda. Dan, barangkali, itu jugalah yang menjadikan ia mampu mendobrak pasar. Ia menyebutkan: “Dengan desain yang dianggap ‘aneh’, beberapa kali UKM yang Ia ajak kerja sama malah complain. Kata mereka, karena nggak lazim, pasti nggak laku. Tapi Ia lihat, model-model yang seperti itu di Eropa banyak yang pakai. Jadi saya tetap coba aplikasikan,” Dengan dilandasi oleh doa, ia yakin produknya bisa diterima pasar. Kisah Inspiratif Yongki Komaladi] Setiap orang punya kesempatan untuk berdoa. Namun terkadang jarang meluangkan waktu untuk berdoa sebab kita menganggap kita mampu. Namun orang yang menyadari akan ketidak mampuan mereka akan berdoa dan mendoakan apa yang menjadi tujuannya hingga tercapai. Oleh karenanya jangan berhenti berharap dan berdoa meskipun kita sudah punya.
Seorang lelaki berdoa kepada Tuhan Yesus agar diberikan bunga dan kupu-kupu. Namun Tuhan Yesus memberikannya kaktus dan ulat. Lelaki ini sedih dan tidak paham mengapa pemberian-Nya berbeda dari permintaannya. Kemudian dia berpikir, Tuhan Yesus mempunyai banyak umat untuk diurus. Dan dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya. Selepas beberapa waktu, lelaki ini memikirkan semula permohonan doanya yang telah lama dilupakannya. Lelaki ini sangat terkejut ketika melihat dari pohon kaktus yang buruk dan berduri itu tumbuh bunga yang cantik. Dan dari ulat yang terselubung telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Di dalam kehidupan manusia selalu merencanakan sesuatu yang baik baginya. Tidak dipungkiri bahwa umat Tuhan juga termasuk di dalamnya yang selalu mempunyai rencana-rencana yang baik bagi hidupnya. Kitab Amsal 19:21 mengajarkan bahwa secara alamiah hati manusia itu selalu mempunya banyak rancangan mengenai kehidupan di masa kini dan masa mendatang. Akan tetapi sebanyak apapun rancangan dan rencana itu, keputusan tetaplah di tangan Tuhan. Keputusan Tuhanlah yang akan terlaksana dalam kehidupan manusia. Mengapa demikian? Karena Tuhan yang mengendalikan semua hal yang terjadi dalam kehidupan manusia. Seperti halnya yang tertulis dalam Amsal 16:1, manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal daripada Tuhan. Bahkan kadang bukan hanya merencanakan tetapi seringkali menuntut Tuhan untuk memberikan seperti yang diminta. Jemaat terkasih, di dalam kehidupan kekristenan kita juga seringkali mengalami hal yang sama. Kita berdoa meminta banyak hal di dalam hidup kita. Bahkan seringkali kita juga merencanakan sesuatu yang indah, yang keren, dan yang waoo. Namun Tuhan tidak memberikan sama persis seperti yang kita harapkan. Tuhan mengajarkan supaya kita melihat proses bukan sesuatu yang instan. Tuhan memberikan kaktus dan ulat karena suatu saat itu akan menghasilkan bunga yang cantik dan kupu-kupu yang indah. Keputusan Tuhanlah yang terbaik dalam kehidupan umat-Nya. Sekalipun nampaknya tidak sesuai dengan rancangan kehidupan yang telah kita buat, namun rancangan Tuhan tidak pernah gagal. Walaupun kelihatannya salah, tetapi cara Tuhan menyatakan setiap perkara selalu ajaib dan benar. Percayakanlah setiap keputusan kepada Tuhan karena Dialah yang mengendalikannya. Dan yang Tuhan inginkan dari kita adalah kesetiaan menanti dan mempercayai keputusan Tuhanlah yang terbaik.
Cerita dari teman kalimantan mengisahkan tentang jemaat yang digembalakan mengalami kelimpahan karena panen karet dan sawitnya melimpah. Sebagai petani yang sukses, jemaat ini ingin sekali memiliki barang-barang yang bagus. Kemudian ia pergi ke kota untuk jalan-jalan dan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dalam perjalannya di kota, ia melihat iklan air mineral yang sejuk dari televisi. Ia mulai tertarik untuk bisa merasakan kesejukan yang dilihat di iklan itu. Akhirnya ia membeli lemari Es, televisi, DVD dan alat elektronik yang lainnya karena sedang banyaknya uang. Sesampai dirumah, ia ketemu dengan bapak pendetanya, kemudia terjadi percakapan Pendeta : “banyak sekali barang belanjaannya pak!” Jemaat : “iya pak, saya beli Lemari Es, TV, DVD, kipas angin, setrika dll [ dengan sombongnya ] Pendeta : “wah hebat ya, lalu nanti cara pakainya gimana ? la daerah kita kan belum ada listrik terus nyalahkanya bagaimana ?” Jemaat : “oh iya ya [ sambil pegangan kepala ] [ untuk menghindari malu ] ia mengatakan ndak papa pak pendeta, nanti lemari Es bisa dibuat lemari baju, dan yang penting punya.” Pendeta : heem Kisah ini bagi kita akan punya penafsiran sendiri, namun ketika saya perhatikan dari cerita tersebut saya melihat bagian yang prinsip dari jemaat ini yaitu tidak paham, dan hanya mau mengikuti kesenangan karena harta kepemilikan. Keadaan kurang paham sering kali terjadi dalam hidup kebanyakan orang ketika menerima pesan, entah tidak memperhatikan, cuek, menganggap sudah tahu dll. Dan hal inilah yang menyebabkan terbengkalainnya suatu misi atau tujuan karena kurang paham. Dalam perjalanan bersama Yesus sering kali para murid belum mengerti maksud dari Yesus ketika Tuhan Yesus memberikan suatu pesan. Dalam injil Yohanes 4 ditunjukkan bagaimana murid-murid Tuhan Yesus tidak mengerti jika Yesus sedang berbicara masa penuaian. Namun yang dipikirkan adalah makanan bukan pengajaran tentang bagaimana saat penuaian yang harus dikerjakan. Persolannya karena mereka terlalu asik dengan kondisi mereka. Bersama Yesus yang serba ada dan selama mereka bersama dengan Yesus mereka hanya melakukan kegiatan rutin tanpa memahami maksud Gurunya. Kita sering melakukan yang justru tidak berfaedah dan jauh dari maksud dan rencana Tuhan. Kecenderungan kita hanya berputar-putar dengan kegiatan yang sama dan menghabiskan energi. Oleh karenanya kita perlu memahami secara benar maksud Tuhan yang ditaruh dalam diri kita jemaat agar sesuai dengan maksud Tuhan yaitu fokus pada jiwa2 bukan asesoris yang tidak ada hubungan dengan maksud Tuhan dibumi.
Jurnalis sebuah radio mewawancarai ibu Wenny seorang korban bom yang masih dirawat di sebuah rumah sakit karena harus dilakukan tindakan operasi beberapa kali akibat serpihan bom yang masuk dalam tubuhnya. Ibu Wenny juga kehilangan kedua anaknya yang meninggal karena bom yang sama. Di tengah kelemahan tubuhnya dia bisa bercerita dengan antusias ketika ditanya peristiwa bom yang mengenai dirinya dan kedua anaknya. Dia ingat peristiwa itu karena dia tidak pingsan, dia melihat 2 orang remaja berboncengan sepeda motor masuk ke halaman gereja melewati pintu keluar di mana dia dan anak-anaknya juga sedang berjalan masuk lewat pintu yang sama. Tiba-tiba bom meledak dan dia terjatuh dengan banyak luka di tubuhnya. Yang menarik ketika ditanya andai kata ibu bertemu pelaku yang membuat ibu terluka dan kedua anak ibu meninggal, apa yang akan ibu katakan ? Jawabnya“ Saya mengasihi dan mengampuni mereka, saya tidak akan menuntut mereka dengan minta hukuman yang setimpal”. Firman Tuhan berkata janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukan apa yang baik bagi semua orang. Hidup berdamai dengan semua orang. Jangan menuntut pembalasan, tetapi berilah kepada murka Allah sebab ada tertulis :Pembalasan adalah hak-Ku, Akulah yang akan menuntut pembalasan. Berbuatlah kebaikan kepada seterumu dengan memberi kepadanya apa yang dibutuhkannya. Ketika kita mengalami perlakuan orang lain yang membuat kita kecewa, marah, sakit hati dan menderita, bagaimana respons kita ? Bila kita membaca atau mendengar berita rekan, sanak keluarga kita atau saudara kita seiman mengalami penderitaan akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab apakah kita dengan penuh amarah menyarankan untuk menuntut balas ? Mari kita taati firman Tuhan di atas, untuk mengampuni dan tidak menuntut balas dan menyerahkan peristiwa tersebut ke tangan Tuhan karena pembalasan adalah hak-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Tidak Menuntut Balas
21 Juni '18
Keselamatan Keluarga Kita
03 Juni '18
Menolong Sesama
16 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang