SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Pengelola Bukan Pemilik
Pengelola Bukan Pemilik
Minggu, 12 November 2017
Pengelola Bukan Pemilik
Kejadian 2:15
Pengelola bukan pemilik

Kejadian 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tuhan membuat Taman Eden lalu menempatkan manusia di dalam taman itu. Posisi manusia di taman itu tentu bukan sebagai pemilik tapi sebagai pengelola. Andaikan manusia tidak sadar dengan posisinya itu, dia bisa saja berbuat semaunya dengan taman itu. Tapi manusia selalu diingatkan bahwa di taman itu kedudukannya adalah sebagai pengelola, bukan pemilik. Karena itu Tuhan memberikan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh manusia.

Kecenderungan kita sebagai manusia adalah mau menjadi penguasa atas segala yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan karena merasa sebagai penguasa manusia berbuat semaunya dengan kekayaan yang dipercayakan oleh Tuhan, misalnya dengan cara: memboroskan harta untuk kenikmatan dirinya sendiri, tidak mau merawat atau bahkan membiarkan kerusakan lingkungan sekitarnya. Kalau kita dipinjami seb...selengkapnya »
Kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan, “tidak ada rotan akarpun jadi.” artinya kalau tidak ada rotan dapat digantikan dengan akar. Tentunya tidak demikian dengan firman Tuhan untuk memberitakan injil bisa saja kita pakai sarana teknologi yang berkembang begitu cepat saat ini namun tentu kita tidak boleh mengabaikan perintah Tuhan untuk memberitakan injil dengan bertatap muka. Tuhan Yesus memberi perintah seperti yang tertulis dalam Markus 16:15 mengatakan: Lalu Ia berkata kepada mereka: ’Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Dalam ayat ini Tuhan Yesus memberi perintah kepada para murid untuk pergi memberitakan injil kepada segala mahluk. Sekaligus memberikan keteladanan dan memberikan contoh kehidupan Kis 1:8”... Menjadi saksi ...” tentang kehidupan yang menjadi contoh tidak sekedar berbicara. Mari jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus kita beritakan Injilnya yang sesuai dengan salah satu visi gereja kita hidup yang berdampak pada sesama dapat kita genapkan dalam hidup ini.
Negara Indonesia merupakan bangsa yang didalamnya memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Berbicara mengenai agama atau kepercayaan yang ada, negara Indonesia memiliki 6 agama yang diakui dan dianut oleh penduduknya. Agama Kristen sendiri merupakan agama yang banyak pengikutnya meskipun masih menjadi agama minoritas di negara ini. Dan tidak jarang para pemeluk agama Kristen mengalami deskriminasi agama dan penolakan seperti contohnya, kasus pembakaran gereja dan pelarangan umat Kristen untuk beribadah serta pelarangan mendirikan gedung Gereja. Di dalam keadaan yang seperti itu, akankah kita dapat menjadi orang-orang Kristen yang memancarkan terang kasih Kristus meskipun banyak rintangan yang dihadapi?. Stefanus adalah orang yang mengalami penderitaan dan mati bagi Kristus. Stefanus mengalami penganiayaan dan akhirnya dibunuh dikarenakan ia memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah membunuh Yesus, sehingga hal itu membuat orang-orang itu menjadi marah lalu mendorongnya keluar kota dan melemparinya dengan batu hingga ia mati [Kisah Para Rasul 7:54-60]. Dan hal itu juga terjadi kepada jemaat mula-mula akibat dari kebencian yang sama pula terhadap Stefanus sehingga terjadilah penganiayaan yang hebat di Yerusalem [Kisah Para Rasul 8:1]. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami jemaat mula-mula adalah karena mereka percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Menjadi pengikut Kristus bukanlah perkara yang mudah namun merupaka suatu ujian bagi iman kita terhadap Dia. Jika kita tidak kuat terhadap tantangan di dunia ini maka kita akan menjadi sama dengan dunia ini. Namun, jika kita tetap memegang teguh iman kepada-Nya maka kita adalah orang-orang yang kuat di dalam mengikut Yesus serta dapat menjadi saksi Kristus dimana kita berada. Jemaat yang terkasih, mungkin kita tidak ikut mengalami penderitaan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Oleh sebab itu mari kita mengungkapkan syukur kita dengan hidup seturut dengan Firman-Nya yaitu menjadi anak-anak yang memancarkan terang Kristus dimanapun kita berada. Kehidupan orang Kristen akan selalu disoroti oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu mari kita menunjukkan sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh yang benar sehingga kehidupan kita menjadi dampak yang baik untuk masyarakat sekitar kita sehingga terang kasih Kristus dapat dirasakan oleh mereka dan melalui itu juga nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Saya pernah mengalami kesedihan yang sangat luar biasa. Penyebabnya yaitu, karena tidak mampu menyelesaikan studi S2. Segala upaya mencari jalan keluar sudah saya usahakan. Tetapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. Permasalahan saya pada saat itu adalah pembagian waktu antara mengajar dengan kuliah dan dana yang kurang mencukupi. Ketika waktu mengajar bisa diatur dengan baik, gantian dana yang tidak cukup untuk membayar biaya semester. Akhirnya kegagalan yang saya dapatkan. Kehidupan seseorang diisi oleh dua hal yang berlawanan yaitu gagal atau berhasil. Tidak pernah ada satu orang selalu di isi satu bagian saja misal gagal terus menerus atau berhasil terus menerus. Lalu bagaimana Firman Tuhan kegagalan dan keberhasilan di tuliskan dalam Alkitab ? Kita akan belajar melalui peristiwa taman Firdaus yang terulisn dalam Alkitab. Pertama, Iblislah yang mencobai dengan target pikiran kita [Kejadian 3:1-7]. Tahap strategi iblis terhadap pikiran kita yaitu: agar kita meragukan Firman Tuhan, kemudian menyangkal Firman Tuhan dan percaya kepada iblis, sehingga iman kita gagal. Jika kita tidak waspada terhadap strategi iblis ini maka kita akan mudah jatuh dalam kegagalan. Kedua, Iblis memanfaatkan kelemahan kita [Matius 4:1-11]. Dalam Pasal ini menceritakan ketika iblis mencobai Yesus saat Dia sedang lapar dan lemah karena puasa. Iblis juga mencobai Yesus saat Ia mengalami kesunyian di padang gurun. Jadi iblis membuat kita gagal saat kita lemah dan juga sedang mengalami kesunyian tidak berpengharapan. Oleh sebab itu bagaimana strategi kita agar menang terhadap pencobaan sehingga memperoleh kemenangan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, memandang setiap pencobaan yang datang dengan berpikir bahwa setiap pencoban merupakan kesempatan untuk menjadikan kita semakin kuat dan berhasil dalam Tuhan [Kejadian 50:20]. Kedua, menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang paling berpengaruh dalam setiap sisi hidup kita [Matius 4:4, 7]. Ketiga, dengan berdoa dan berpuasa membuat hidup kita makin kuat dalam mengikut Tuhan. Kegagalan dan keberhasilan selalu mengikuti dalam setiap sisi kehidupan manusia. Bagi orang percaya, hidupnya akan dibuat berhasil jika kesukaannya adalah merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan [Mazmur 1:2-3]. Maka lakukan setiap Firman-Nya jika kita ingin hidup berhasil.
Hari yang telah lama dinantikan, akhirnya tiba juga. Pada siang, tanggal 1 Mei 2018, Benay menapakkan kakinya di Bandara Ahmad Yani. Tidak ada kerabat yang menjemputnya. Sambey sahabatnya pun tidak. Maklum, Benay memang tidak ingin kedatangannya diketahui oleh mereka. Dengan taxi bandara ia pun meluncur menuju rumah paman yang sudah sangat dirindukannya. Namun malang tak bisa ditolak. Benay terjebak macet. Ia lupa jika hari itu adalah Mayday, peringatan hari buruh sedunia. Iring-iringan demonstrasi buruh menyemarakkan kota Semarang. Hati Benay kesal sekali dibuatnya. Dari spion tengah, sopir taxi melihat gelagat kekesalan Benay. “Mas, sabar ya? Ini hari mereka.” “Tahukah Mas, latarbelakang peringatan Mayday ini?” tanya pak sopir. Benay mengangguk pelan. “Peristiwanya terjadi pada tanggal 1 Mei 1886. Sebanyak 80.000-an buruh di Amerika Serikat mengadakan demontrasi menuntut pengurangan jam kerja. Saat itu jam kerja buruh sangat tidak manusiawi. Buruh harus bekerja 18 – 20 jam/hari dan tidak ada yang mempedulikan nasib buruk mereka. Demonstrasi itu ditanggapi dengan tembakan senapan yang menewaskan ratusan buruh”, kata Benay. “Baguslah kalau Mas tahu sejarahnya. Kelak jika Mas jadi boss dan mempunyai bawahan, berusahalah untuk berlaku adil dan jujur kepada mereka.” Jemaat yang terkasih. Mayoritas jemaat Kristen mula-mula terdiri dari para budak dan hamba sahaya. Hanya sedikit orang berpendidikan dan orang kaya. Kala itu orang-orang kecil sangat tertarik dengan kekristenan yang mengajarkan bahwa di hadapan Allah semua orang sama. Allah tidak memandang suku-bangsa, status sosial dan jenis kelamin. Dan dengan demikian setiap orang berhak menerima janji Allah [Galatia 3:26-29]. Di sisi lain, bagi orang-orang berstatus sosial tinggi yang tidak ingin kehilangan prestise, menjadi Kristen adalah pergumulan berat. Namun oleh anugerah Allah, ada juga orang-orang terpandang yang dengan sukacita beriman pada Yesus Kristus.Kepada orang-orang kaya dan berpangkat inilah Allah memberikan perintah agar mereka berlaku adil dan jujur kepada para hambanya. Sebab dengan berlaku demikian itu mereka mewujud-nyatakan sifat Allah yang adil dan jujur pada setiap orang. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Kita jarang sekali turut mengucapkan selamat hari buruh. Padahal diantara jemaat tentu ada yang bekerja sebagai buruh. Mungkin di benak kita peringatan ini tidaklah penting atau malah mengganggu saja.Namun setidaknya peringatan hari buruh dapat mengingatkan kita akan martabat setiap orang di hadapan Tuhan adalah sama.Dan dengan demikian jika kebetulan kita berstatus sebagai buruh, janganlah berkecil hati. Teruslah berjuang. Bekerjalah dengan tekun dan ulet. Atau kebetulan kita mempekerjakan pembantu rumah tangga atau karyawan di toko atau di perusahaan yang kita kelola, berlakulah adil dan jujur kepada mereka. Perlakukanlah mereka sebagai rekan kerja. Berkatilah dengan memberi upah yang layak untuk mereka terima.Selamat Hari Buruh. Terpujilah Tuhan!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Janganlah Hatimu Lamban
02 Mei '18
Ketul
10 Mei '18
Ketika Lawatan Allah Terjadi
13 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang