SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Pengelola Bukan Pemilik
Pengelola Bukan Pemilik
Minggu, 12 November 2017
Pengelola Bukan Pemilik
Kejadian 2:15
Pengelola bukan pemilik

Kejadian 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tuhan membuat Taman Eden lalu menempatkan manusia di dalam taman itu. Posisi manusia di taman itu tentu bukan sebagai pemilik tapi sebagai pengelola. Andaikan manusia tidak sadar dengan posisinya itu, dia bisa saja berbuat semaunya dengan taman itu. Tapi manusia selalu diingatkan bahwa di taman itu kedudukannya adalah sebagai pengelola, bukan pemilik. Karena itu Tuhan memberikan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh manusia.

Kecenderungan kita sebagai manusia adalah mau menjadi penguasa atas segala yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan karena merasa sebagai penguasa manusia berbuat semaunya dengan kekayaan yang dipercayakan oleh Tuhan, misalnya dengan cara: memboroskan harta untuk kenikmatan dirinya sendiri, tidak mau merawat atau bahkan membiarkan kerusakan lingkungan sekitarnya. Kalau kita dipinjami seb...selengkapnya »
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena bisa membahayakan, jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop, mulai menyekop tanah dan menimbun sumur tersebut. Pada mulanya ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian semua orang takjub karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan selamatlah dia. Selama kita hidup, maka seringkali kita akan menerima segala macam tanah dan kotoran, yaitu segala macam masalah dan persoalan kehidupan ini. Cara untuk keluar dari “sumur masalah” adalah dengan menghilangkan segala pikiran negatif dalam diri kita dan mampu menderita, serta terus bekerja dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya mulai menyelesaikan masalah dengan terus melangkah maju, setahap demi setahap, terus mengatasi masalah demi masalah seumur hidup kita. [WIN] Pokok renungan: Setiap masalah merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan tetap mengandalkan Tuhan, berpikir positif dan terus berjuang. Jangan pernah menyerah!
Suatu pagi di pelabuhan Tanjung Mas yang ramai. Merapatlah sebuah kapal besar dari Timur Tengah. Riuh rendah suara orang bersahut-sahutan dengan berbagai logat dan bahasa. Berbaur dengan lirihan angin sepoi-sepoi dan suara gemericik ombak laut. Tiba-tiba mata Mbah Wanidy, owner dari warung angkringan seberang gereja, tertuju pada sosok pemuda yang baru saja turun dari kapal. Wajah dan perawakan pemuda itu tidak asing baginya. Namun tampak lebih kusut dengan pakaian seadanya. Ya, pagi itu Mbah Wanidy yang ada di Tanjung Mas untuk sebuah keperluan bisnis, melihat sosok seperti Benay. Namun ia masih ragu apakah pemuda yang dilihatnya itu sungguh Benay? Pemuda langganan fanatik warungnya yang tiba-tiba pergi ke Iraq satu tahun yang lalu. Dan setelah itu tidak ada kabar berita lagi tentangnya. Orang-orang sudah menganggap dia wafat sebagai martir kemanusiaan di tanah konflik Timur Tengah. Mbah Wanidy terus memandang pemuda itu dengan pandangan penuh tanya. Kadang ia yakin itu adalah Benay, tapi kadang muncul keraguan juga apakah yang dilihatnya itu sungguh Benay. Jemaat yang terkasih, sama seperti Mbah Wanidy bertanya-tanya apakah yang dilihatnya itu sungguh Benay? Demikian juga dengan sosok Yesus Kristus. Di masa pelayanannya di tanah Yudea, sudah timbul pergunjingan di antara banyak orang tentang siapa Dia sebenarnya. Apakah sungguh Dia itu Mesias? Orang yang diurapi oleh Allah? Ataukah hanya orang biasa saja yang kebetulan punya talenta mengajar dengan hikmat dan melakukan mujizat? Jika Dia Mesias mengapa ada asal usulnya? Ayah-Nya bernama Yusuf, ibu-Nya bernama Maria. Lahir di Betlehem, besar di Nazareth, dan melayani di Galilea di antara orang-orang pinggiran. Mereka jadi ragu-ragu apakah sungguh Yesus itu Kristus [Mesias]? Di sisi lain, bagi imam-imam kepala dan orang-orang Farisi yang merasa tersaingi otoritas keagamaannya, Yesus adalah ancaman besar. Terlepas apakah Dia itu Mesias atau bukan, yang pasti Yesus harus dibunuh. Mereka yang ragu dan mereka yang merasa terancam, tidak akan dapat memahami siapa Yesus sebenarnya. Hanya orang yang beriman, yang dapat memahami Yesus dalam kodrat ilahi dan kemanusiaan-Nya sekaligus. Dalam kodrat insani-Nya, Dia punya asal-usul. Namun dalam kodrat ilahi-Nya, Dia tidak berasal-usul. Malah Dia-lah sumber asal-usul itu sendiri. Sang Firman, pencipta dari semua yang ada sekarang ini [Yohanes 1:1-3]. Jemaat yang dikasihi Tuhan, siapakah Yesus bagi kita? Apakah kita sudah sungguh mengenal-Nya? Yesus adalah Pribadi agung yang melampaui kemampuan pikiran dan perasaan kita untuk dapat memahami-Nya dengan sebenar-benarnya. Oleh karena itu kerinduan untuk makin memahami Tuhan dalam hidup kita harus kita kerjakan. Sukalah mendengarkan Firman Tuhan. Sediakanlah waktu tiap hari untuk bersaat teduh, merenungkan sabda-Nya dan berdoalah dengan khusuk. Hadirlah dalam ibadah dan komcil, di mana kita bisa sharing pengalaman dan saling mendoakan. Niscaya pemahaman akan semakin lebih dalam.
Mas Nanang baru saja selesai studi SMK jurusan mesin dan bermaksud melanjutkan studi ke jurusan teknik sambil bekerja. Akhirnya dia diterima di salah satu perusahaan bengkel automotif sebagai tenaga teknisi dan sorenya masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Namun satu komitmen yang mas Nanang tidak pernah lupa adalah memberikan waktunya untuk melayani anak-anak tunas dan Youth di gerejanya. Bagi mas Nanang apa yang dikerjakan setelah percaya Tuhan Yesus adalah untuk memuliakan Dia melalui hidupnya. Akhirnya mas Nanang dapat menikmati berkat Allah, karena bisa lulus kuliah tepat waktu dan di pekerjaan, dia dipercaya sebagai kepala devisi teknik yang membawahi banyak anak buah. Renungan hari ini sudah tidak asing bagi kita bahkan sudah berulang kali kita membaca dan mendengarkan ulasan dari nats ini, akan tetapi kali ini kita akan membahas sisi yang lain dari nats tersebut, yaitu mengapa kita sebagai orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus harus mempersembahkan tubuh kita atau hidup kita seutuhnya kepada Allah sebagai perwujudan ibadah sejati kita. Pertama, demi Kemurahan Allah [ayat 1]. Inilah alasan utama mengapa kita mempersembahkan hidup kita kepada Allah, yaitu “demi kemurahan Allah” yang telah mengorbankan dan mempersembahkan Tuhan Yesus mati di kayu salib. Harga yang sangat mahal harus Allah relakan dan korbankan demi menebus kita. Tanpa hal ini dilakukan Allah tidak mungkin kita bisa memiliki dan menikmati kehidupan baru seperti saat ini. Kedua, berkenan kepada Allah [ayat 2]. Ini adalah tujuan hidup kita sebagai orang percaya setelah kita diselamatkan dan dilahir barukan oleh penebusan Tuhan Yesus di kayu salib. Hidup berkenan di hadapan Allah merupakan tujuan hidup kita hari lepas hari sehingga kita bisa melakukan apa yang menjadi kehendak Allah atas hidup kita. Ketiga, sempurna di hadapan Allah [ayat 2]. Ini fokus dan target tertinggi dari hidup kita di kekekalan nanti. Sebab kalau hidup kita tidak berkenan dan tidak sempurna di hadapan Allah, kita bisa saja ditolak masuk dalam kerajaan Allah. Cara untuk melakukan tiga hal ini adalah merubah pola pikir hidup kita, yaitu tidak sama dengan pola pikir dunia dan memperbaharuinya hari lepas hari. Natal adalah wujud persembahan dan pengorbanan Allah seutuhnya demi kehidupan manusia berdosa melalui pribadi Tuhan Yesus Kristus. Dan apa yang dilakukan Tuhan Yesus sepanjang hidup hingga kematian-Nya di kayu salib merupakan wujud persembahan diri dan hidup-Nya kepada Allah. Bagaimana dengan kita setelah percaya Tuhan Yesus, sudahkah kita mempersembahkan hidup kita seutuhnya? Atau kita masih menyisakan sebagian untuk diri kita? Teladanilah Tuhan Yesus, maka kita bisa seutuhnya mempersembahkan hidup kita kepada Allah.
Di Film terbaru buatan DC yang di produksi oleh Warner Bros, yang berjudul “Justice League”, dimunculkan satu sosok superhero yang tidak terlalu familiar yang dikenal dengan panggilan Cyborg. Jika dibandingkan dengan superhero lain yang muncul dalam film ini, seperti Batman, Superman, Aquaman, Wonder Woman dan The Flash, maka nama Cyborg tidak sepopuler jagoan lainnya. Apakah berarti Cyborg adalah superhero yang tidak istimewa? Eits... tunggu dulu! Jangan salah! Justru dalam film ini Cyborg memegang peran penting dalam kesuksesan misi yang dijalankan. Cyborg adalah superhero yang tidak bisa melupakan masa lalunya. Sebelum dibentuk menjadi Cyborg, dia dulunya adalah seorang remaja yang cerdas dan berbakat. Namun karena kecelakaan yang menyebabkan dia dalam kondisi kritis, maka sang ayah melakukan eksperimen untuk menyelamatkan nyawanya. Eksperimen sang ayah pun berhasil, nyawa sang anak tertolong, namun beberapa bagian tubuh harus diganti menjadi robot. Hasilnya sosok Cyborg pun hidup. Saat mengetahui bagian tubuhnya “aneh”, Cyborg terus menerus merenungi nasibnya. Dia merasa menjadi orang aneh dan berbeda dari manusia pada umumnya. Dia terus mengenang masa lalunya sebagai manusia normal dan membenci tubuh Cyborgnya yang sekarang. Keterpurukan itu akhirnya sirna, saat Wonder Woman memberinya nasihat yang memotivasinya. Singkat cerita, dengan motivasi tersebut, Cyborg dapat menerima dirinya dan menjadi pribadi baru yang luar biasa. Di dalam Efesus 2:1-7 dijelaskan bagaimana Tuhan telah mengubah hidup manusia yang percaya kepadan-Nya. Manusia yang dahulu adalah makhluk penuh dosa yang seharusnya mendapat murka dari Tuhan [ayat 3], telah memperoleh anugerah dari Tuhan yang penuh rahmat [ayat 4] untuk memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal. Ketika kita tidak dapat melakukan apapun, Allah yang melakukan segala sesuatunya. Di sini terletak paradoks yang mendalam dari pengalaman orang kristiani. Iman merupakan perpaduan tindakan dari yang berdasarkan pada kehendak kita dan campur tangan kekuatan ilahi. Dari perpaduan menakjubkan itu timbullah sukacita, damai sejahtera, dan pengharapan yang berlimpah. Apakah kini Anda benar-benar tak berdaya? Persoalan menumpuk dan tidak kunjung usai? Kekuatan Anda lenyap? Tidak ada pilihan lagi? Bila Anda telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Allah akan menguatkan Anda untuk tetap beriman. Bila Anda mempercayai-Nya, Dia tidak hanya memberi Anda sukacita dan damai sejahtera, melainkan juga pengharapan tatkala seluruh pengharapan yang ada telah sirna. Sebab selalu ada pengharapan dan pembaruan di dalam Tuhan Yesus. Dia akan menjadikan kita indah dan semakin indah bagi Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Keledai Yang Berpikir Positif Dan Berusaha
08 Desember '17
Runtuhnya Tembok Yerikho
30 November '17
Ketika Ketidakadilan Melukai
06 Desember '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang