SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Kehidupan anak Tuhan yang berpola pikir Kristus memiliki cara berpikir dan pola hidup yang berbeda dengan orang dunia dan orang kristen yang tidak mau tumbuh dewasa. Untuk itu kita harus setiap hari mengalami proses pembaharuan pikiran yang dimulai sedini mungkin.
DITULIS OLEH
Bp. Gunawan Laksmana
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Pola Pikir Yang Benar Seorang Anak Tuhan
Pola Pikir Yang Benar Seorang Anak Tuhan
Selasa, 22 Mei 2018
Pola Pikir Yang Benar Seorang Anak Tuhan
Amsal 23:7, Pilipi 2:5-11

Dalam hidup ini pikiran seseorang akan menentukan perasaan dan kehendak serta perbuatannya. Contoh: pikiran yang penuh dengan kekuatiran akan diikuti perasaan takut/cemas dan berpengaruh terhadap tindakannya sehari-hari. Pikiran bahwa dirinya orang penting dan harus dihormati orang lain akan membawa perasaan tinggi hati dan berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya. Amsal mengingatkan bahwa bahwa apa yang dipikirkan seseorang itu menentukan keberadaannya, “For as he thinks in his heart, so is he”, “you are what you think”. [Amsal 23:7]

Demikian juga dalam kehidupan iman, pola pikir yang ada dalam diri anak Tuhan juga akan menentukan keberadaannya di hadapan Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan supaya kita menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus [Pilipi 2:5]. Jadi pola pikir anak Tuhan harus seperti pola pikir Tuhan Yesus, yang dilandasi oleh kesediaan mengosongkan diri, merendahkan diri dan taat mutlak kepada Bapa. Yang diutamakan adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya [Yohanes 4:34]. Gaya hidup seperti ini yang rasul Paulus maksudkan dengan pola hidup yang berpadanan dengan Injil [Pilipi 1:27]. Injil adalah module khusus bagi anak Tuhan yang telah diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus. Jelas pola pikir...selengkapnya »
Curahan Roh Kudus dalam diri Petrus, tidak hanya membangkitkan keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan saja, tapi juga melembutkan hati Petrus. Terbukti ketika Petrus melihat seorang peminta-minta yang lumpuh, hatinya tergerak oleh belas kasihan. Keinginan nya untuk memberi sesuatu kepada peminta-minta itu begitu kuat, meskipun dia tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada peminta-minta itu. Tapi itu tidak menyurutkan Petrus untuk tetap “memberi”, karena Petrus tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih besar dari sekedar emas dan perak, yaitu Yesus. Dan nyata, kuasa Yesus mampu memenuhi kebutuhan peminta-minta yang lumpuh itu, sehingga dia bisa sembuh dari kelumpuhannya, bisa berjalan, dan sudah tentu, itulah pemberian terbesar yang diterima oleh peminta-minta itu. Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita juga mengalami situasi seperti itu, berjumpa dengan teman, kerabat, atau kenalan kita yang membutuhkan sesuatu. Dan seringkali pula kita berfikir, apa yang bisa saya berikan buat mereka? Mungkin kita tidak memiliki cukup harta untuk bisa membantu orang lain, tapi janganlah itu membuat kita urung untuk memberi. Seperti Petrus mengatakan “… apa yang kupunyai,kuberikan kepadamu : Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu……”. Kitapun bisa memberikan kasih Yesus Kristus kepada yang membutuhkan. Mungkin tindakan kita tidak bisa membuat orang lumpuh menjadi sembuh dari kelumpuhannya, tapi ada banyak hal yang bisa Tuhan kerjakan bagi orang-orang yang kita bawa kepada Nya. Apa yang kita miliki? Belas kasih, perhatian, telinga untuk mendengar, hati yang terbeban untuk berdoa, tenaga untuk membantu, pikiran untuk mengeluarkan ide-ide, kata-kata untuk menghibur dan menguatkan. Banyak sekali yang kita miliki, ketika Kasih Yesus dan kuasa Roh Kudus itu memenuhi hati kita, dan itulah yang dibutuhkan oleh mereka yang sakit, yang sedang dirundung duka, yang tengah terpuruk, yang dalam masalah berat. Jangan tahan, berikan apa yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan. Tuhan Yesus yang akan bekerja lebih jauh dan memberi hasil buat apa yang kita berikan bagi orang lain. Dan pada akhirnya nama Tuhan Yesus yang akan dipermuliakan melalui perbuatan kita.
Setelah cukup beristirahat dan melepas rindu dengan keluarga terdekat. Benay segera menyambangi Sambey, sahabatnya. Di halaman depan gereja mereka berjanji untuk bertemu. Sambey sudah tak sabar menunggu kedatangan Benay yang sangat dirindukannya itu. Begitu dilihatnya Benay turun dari angkot orange di seberang jalan, segera ia berteriak keras, “Bennn....Benaaaaaay!” “Sambeeeeey....!” teriak Benay membalas. Begitu jalanan sepi, Benay segera berlari mendapatkan Sambey. Dua sahabat kental ini segera berpelukan sangat erat dan bertangis-tangisan. “Ben...Ben...aku kira kamu sudah mati di Iraq”, ucap Sambey sambil sesenggukan. “Gak Sam, aku masih hidup. Tuhan melindungi aku dari segala marabahaya, bahkan dari bom sekalipun.” Pertemuan dua sahabat ini tidak hanya menarik perhatian jemaat yang menanti ibadah pentakosta. Mereka keluar dan turut merayakan kedatangan Benay. Beberapa jemaat tak kuasa menahan tangis haru dan terduduk lemas karena tak menyangka bisa melihat Benay kembali. Terlebih Sambey, energi dan emosinya terkuras habis. Namun ada sukacita tak terkira yang menguasai hati Sambey dan Benay. Hingga mereka tak menyadari jika sudah berangkulan cukup lama. Jemaat yang terkasih. Perjumpaan saling merindukan antara Sambey dan Benay di atas memberikan gambaran kepada kita akan kerinduan Tuhan untuk berjumpa dan menyertai kita setiap hari melalui Roh Kudus. Kerinduan Tuhan itu penting untuk kita respon dengan kerinduan yang sama, yaitu rindu dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus. Untuk dapat mempunyai kerinduan tersebut, pertama, kita perlu menyadari bahwa pimpinan Roh Kudus adalah kebutuhan kita yang sangat penting. Tanpa Roh Kudus hidup rohani kita akan mandul karena tak mempunyai kuasa untuk melawan keinginan daging [Roma 8:2-9]. Kedua, Tuhan tidak eman-eman untuk memenuhi kita dengan Roh Kudus. Jika kita memintanya—dalam doa—maka Tuhan akan memberikan Roh Kudus untuk memenuhi dan memimpin hidup kita. Jika ini terjadi maka terjadilah perjumpaan saling merindukan antara kita dan Roh Kudus. Perjumpaan itu pastilah diliputi dengan sukacita dan kekuatan. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Kebutuhaan kita akan berkat-berkat Tuhan secara materi tidak akan lebih penting dibandingkan kebutuhan kita akan Roh Kudus. Oleh sebab itu, milikilah kerinduan yang terdalam dan mintalah pada Tuhan agar hidup kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus. Maka Tuhan akan mengabulkan permintaan kita dengan memberi yang terbaik, yaitu Roh Kudus. Bukalah hati, berdoalah dan sambutlah kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Selamat berjumpa dengan Roh Kudus setiap hari. Selamat menikmati pimpinan-Nya. Terpujilah Tuhan!
Sang waktu berlalu tak pernah menunggu.... Tenang, tepat terus melaju..... Tertinggal kita akan termangu...... Alam semesta seolah membisu..... Demikian perasaan seseorang yang kehilangan kesempatan karena kelalaiannya, kealpaannya. Kecewa terhadap diri sendiri, hanya bisa merenungi nasib yang seakan tidak berpihak kepada dirinya. Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada Jemaat di Galatia, selama kita masih memiliki kesempatan, hendaklah kita berbuat kebaikan kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan seiman. [ayat 10]. Dalam bahasa aslinya, kata kesempatan mempergunakan kata “καιρός” [kairos], yang berbicara tentang periode waktu tertentu, kesempatan/momentum yang kalau sudah lewat tidak akan kembali lagi. Terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata yang berarti waktu yang tepat, pantas, menguntungkan. Dari perikop surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia ini, kita bisa belajar bagaimana berbuat baik selama kita masih memiliki kesempatan, yaitu : 1. Memberikan bimbingan, tuntunan, teguran dengan lemah lembut jika kita tahu ada yang “melenceng” dari kebenaran. [ayat 1] 2. Memberikan perhatian, bantuan kepada mereka yang membutuhkan atau sebaliknya mau menerima bantuan kala kita membutuhkan. Jangan kita merasa sombong, paling berarti sehingga merasa tidak perlu menerima pertolongan orang lain. [ayat 2,3] 3. Tidak melupakan “Hamba Tuhan” yang telah memberikan pengajaran Firman Tuhan sehingga kita dapat memuridkan orang lain. [ayat 6] 4. Jangan jemu berbuat baik karena akan tiba saatnya kita akan menuai.[ayat 9] Mari kita pergunakan kesempatan untuk berbuat baik terutama untuk keselamatan jiwa-jiwa. Kesempatan sekecil apapun jangan kita sia-siakan. Bagikan berita keselamatan lewat kesaksian hidup kita melalui tutur kata ataupun perbuatan. Amin.
Seorang lelaki berdoa kepada Tuhan Yesus agar diberikan bunga dan kupu-kupu. Namun Tuhan Yesus memberikannya kaktus dan ulat. Lelaki ini sedih dan tidak paham mengapa pemberian-Nya berbeda dari permintaannya. Kemudian dia berpikir, Tuhan Yesus mempunyai banyak umat untuk diurus. Dan dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya. Selepas beberapa waktu, lelaki ini memikirkan semula permohonan doanya yang telah lama dilupakannya. Lelaki ini sangat terkejut ketika melihat dari pohon kaktus yang buruk dan berduri itu tumbuh bunga yang cantik. Dan dari ulat yang terselubung telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Di dalam kehidupan manusia selalu merencanakan sesuatu yang baik baginya. Tidak dipungkiri bahwa umat Tuhan juga termasuk di dalamnya yang selalu mempunyai rencana-rencana yang baik bagi hidupnya. Kitab Amsal 19:21 mengajarkan bahwa secara alamiah hati manusia itu selalu mempunya banyak rancangan mengenai kehidupan di masa kini dan masa mendatang. Akan tetapi sebanyak apapun rancangan dan rencana itu, keputusan tetaplah di tangan Tuhan. Keputusan Tuhanlah yang akan terlaksana dalam kehidupan manusia. Mengapa demikian? Karena Tuhan yang mengendalikan semua hal yang terjadi dalam kehidupan manusia. Seperti halnya yang tertulis dalam Amsal 16:1, manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal daripada Tuhan. Bahkan kadang bukan hanya merencanakan tetapi seringkali menuntut Tuhan untuk memberikan seperti yang diminta. Jemaat terkasih, di dalam kehidupan kekristenan kita juga seringkali mengalami hal yang sama. Kita berdoa meminta banyak hal di dalam hidup kita. Bahkan seringkali kita juga merencanakan sesuatu yang indah, yang keren, dan yang waoo. Namun Tuhan tidak memberikan sama persis seperti yang kita harapkan. Tuhan mengajarkan supaya kita melihat proses bukan sesuatu yang instan. Tuhan memberikan kaktus dan ulat karena suatu saat itu akan menghasilkan bunga yang cantik dan kupu-kupu yang indah. Keputusan Tuhanlah yang terbaik dalam kehidupan umat-Nya. Sekalipun nampaknya tidak sesuai dengan rancangan kehidupan yang telah kita buat, namun rancangan Tuhan tidak pernah gagal. Walaupun kelihatannya salah, tetapi cara Tuhan menyatakan setiap perkara selalu ajaib dan benar. Percayakanlah setiap keputusan kepada Tuhan karena Dialah yang mengendalikannya. Dan yang Tuhan inginkan dari kita adalah kesetiaan menanti dan mempercayai keputusan Tuhanlah yang terbaik.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Bersaksi Seumur Hidup
24 Mei '18
Berserah Dalam Pimpinan Tuhan
06 Juni '18
Keluarga Tuhan
15 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang