SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
‘Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu...’
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas Budianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Revolusi Mental
Revolusi Mental
Sabtu, 02 September 2017
Revolusi Mental
2 Korintus 5:17

Salah satu program yang digaungkan oleh Bapak Jokowi Widodo setelah dilantik menjadi Presiden RI adalah revolsi mental. Revolusi mental berarti sebuah usaha untuk mengembalikan karakter warga negara kepada apa yang menjadi orisinalitas atau identitas asli bangsa, yaitu karakter santun, berbudi pekerti, ramah dan bergotong royong. Presiden Jokowi menekankan pentingnya revolusi mental di tengah-tengah negeri ini karena beliau menilai sekarang ini sedikit demi sedikit karakter asli itu berubah dan itu tidak disadari. Yang lebih parah lagi tidak ada yang ‘ngerem’. Dan yang seperti itulah yang merusak mental bangsa. Perubahan karakter bangsa tersebut merupakan akar munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja yang buruk, bobroknya birokasi, hingga ketidaksiplinan. Karena itu Presiden Jokowi memandang pentingnya revolusi mental di bangsa ini.

Sebenarnya revolusi mental bukanlah hal yang asing bagi kekristenan karena pada hakikatnya hal tersebut merupakan salah satu aspek dari program Ilahi melalui kehadiran Yesus Kristus ke dunia. Sejak manusia jatuh dalam dosa, dosa dan kejahatan semakin marak dan berkembang. Kuasa dan kekuatannya mencengkeram dan membelenggu manusia. Bahkan di zaman Nuh dikatakan bahwa perbuatan manusia itu melahirkan kejahatan semata. Artinya...selengkapnya »
Ada berbagai motivasi yang mendasari seeorang melakukan kebaikan, antara lain perasaan belas kasihan, tidak mau kalah dengan orang lain, ingin mendapat pujian. Perikop renungan kita hari ini berbicara mengenai “Hal memberi sedekah”, dalam terjemahan bahasa Inggris dipakai kalimat “ Lakukan kebaikan untuk memuliakan Tuhan “ Dari kebenaran Firman Tuhan ini, jelas bagi kita bahwa berbuat kebaikan baik berupa materi /sedekah, pertolongan harus didasari motivasi yang benar, tulus jangan sampai ada tujuan yang terselubung. Pertama, jika kita melakukan kewajiban agama yang dalam terjemahan bahasa Inggris dipakai kata charitable = murah hati, suka berderma tidak untuk dipamerkan supaya dilihat orang karena jika itu yang kita lakukan maka kita tidak akan mendapat upah dari Bapa di Surga [ayat 1]. Kedua, jika kita melakukan kebaikan jangan kita mencanangkan [menggembar-gemborkan ] untuk mencari pujian dari manusiaseperti yang dilakukan orang munafik karena hanya itulah upah yang akan kita terima [ayat 2] Ketiga, dikatakan jika kita melakukan kebaikan jangan sampai tangan kiri tahu apa yang dilakukan tangan kanan kita dan juga kita harus melakukannya dengan tersembunyi. Artimya tidak seorangpun perlu mengetahui kebaikan yang kita lakukan [ayat 3,4]. Pada umumnya memang sulit menyimpan kebaikan yang telah dilakukan karena pada kenyataannya, kita pasti tahu apa yang tangan kanan dan kiri lakukan. Dalam Alkitab BIS, kata tersembunyi dipakai kata diam-diam artinya hanya Bapa di Surga yang mengetahui dan akan membalasnya kepada kita. Dari apa yang kita renungkan hari ini, marilah kita lakukan kebaikan dengan tulus hati tanpa motivasi yang terselubung untuk kepentingan pribadi. Amin.
Hidup dalam keharmonisan Roma 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Sebuah paduan suara akan menghasilkan nyanyian yang merdu jika semua anggotanya saling menyesuaikan suara mereka. Semua jenis suara, baik sopran, alto, tenor dan bas, jika diselaraskan dengan baik akan menciptakan paduan suara yang indah. Apabila ada suara yang terlalu tinggi atau terlalu rendah itu akan mengganggu paduan suara itu dan menciptakan suara sumbang atau disharmoni. Demikian juga tidak boleh ada suara yang terlalu keras atau menonjol. Seperti halnya dengan paduan suara demikianlah kehidupan kita di dalam komunitas, baik itu di masyarakat umum, gereja, atau bahkan komunitas apa saja. Agar hidup berkomunitas menjadi indah, maka setiap orang yang ada di dalam komunitas itu harus saling menyesuaikan dirinya dengan yang lain. Semuanya harus selaras dan seimbang sehingga terjadi sebuah harmoni. Jika ada yang ingin menonjol, berkuasa, bahkan mendominasi yang lainnya, maka akan terjadi disharmoni, dan kehidupan berkomunitas menjadi tidak bisa dinikmati. Agar tercipta sebuah paduan suara yang indah maka semua anggota harus berlatih dengan disiplin. Memang dibutuhkan latihan yang cukup keras, agar tidak menjadi paduan suara yang asal-asalan. Di dalam latihan itu semua anggota belajar menyelaraskan suaranya dengan yang lain. Suara yang salah, yang tidak sesuai dengan notasi, atau yang sumbang, yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, harus dikoreksi. Setiap anggota paduan suara harus siap dikoreksi. Jika tidak, maka dia akan mengganggu paduan suara itu. Demikian juga dalam kehidupan berkomunitas, kita perlu berlatih untuk menyelaraskan diri kita dengan yang lain. Kita harus mau dikoreksi. Memang pada waktu dikoreksi kita merasa tidak enak. Tetapi di situ akan kelihatan siapa yang sungguh-sungguh ingin hidupnya memuliakan Tuhan atau ingin menuruti kehendak hatinya sendiri. Kiranya Tuhan menolong kita sehingga dapat mewujudkan keharmonisan dalam hidup berkomunitas. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Pada masa Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir untuk masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan, bangsa Israel sebenarnya sudah mengalami begitu banyak penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan mereka. Mulai dari tiang api dan tiang awan untuk menghangatkan disaat dingin dan memayungi mereka disaat panas: “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.” [Keluaran 13:21-22], burung puyuh yang diberikan Tuhan karena mereka bersungut-sungut hanya makan roti terus menerus [Keluaran 16:13] dan lain-lain, sampai sebuah mukjizat besar ketika Tuhan membelah laut Teberau sehingga mereka bisa berjalan melewati laut itu sementara Firaun dan tentaranya habis tersapu laut yang kembali menutup di saat mereka melintasinya. [Keluaran 14]. Ini baru beberapa dari bukti nyata penyertaan Tuhan yang mereka saksikan langsung dengan mata kepala sendiri. Apakah bangsa Israel ini menjadi teguh imannya dan bisa percaya penuh kepada Tuhan? Sayangnya tidak. Dasar bangsa yang keras kepala dan tidak tahu terima kasih, mereka terus berulang-ulang menunjukkan sikap buruk mereka, baik lewat keluh kesah bahkan menyembah ilah lain hingga beberapa generasi selanjutnya. Kembali kepada perjalanan mereka menuju Kanaan, Musa sudah mengingatkan mereka bahwa mereka seharusnya sadar bahwa mata mereka sendiri sebetulnya sudah menyaksikan segala perbuatan besar Tuhan [Ulangan 11:2-6]. Dan sebuah ketegasan pun dikatakan oleh Musa: “Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN.” [Ulangan 11:7]. Tetapi bangsa Israel tetap tegar tengkuk, tidak menyadari penyertaan Allah, bahkan memerontak kepada Allah. Tidakkah ini pun menjadi teguran buat kita? Kita seringkali hanya sibuk terfokus memandang masalah sehingga lupa bagaimana Tuhan telah menyertai kita selama ini. Berbagai bukti nyata penyertaan Tuhan yang pernah kita alami kita kesampingkan, lalu kita hanya sibuk mengeluh menghadapi berbagai kesulitan hidup. Oleh sebab itu lihatlah janji Tuhan yang indah ini: “suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.” [Ulangan 11:12]. Janji yang sama Tuhan berikan kepada kita dalam memasuki tahun 2018 ini. Kita belum melihatnya, tapi sesungguhnya apa yang disediakan Tuhan akan dinyatakan kepada kita. Tuhan menghendaki kita untuk taat melakukan setiap kehendak-Nya. Maka Janji-Nya akan di nyatakan kepada kita, Jika kita mendahulukan kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua akan ditambahkan kepada kita [ Matius 6:33].
Bill Gates adalah seorang yang sukses dalam bidang IT dengan produk software Microsoft yang telah mendunia. Suatu saat dia dan isterinya diwawancarai oleh majalah Time, salah satu pertanyaannya “Mengapa anda memutuskan untuk member begitu banyak dari keuntungan bisnis anda kepada kepentingan dunia?” Jawabnya “Sangat jelas bagi kami bahwa kami tidak pernah berpikir untuk memberikan keuntungan ini bagi anak-anak kami sendiri. Ketika kami mulai melihat adanya ketidakadilan yang besar di dunia ini, kami yakin dapat membantu kehidupan manusia melalui peningkatan kesehatan. [ Majalah Time 7 November 2005 ]. Bill Gates telah menabur kebaikan dalam hidupnya. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena prinsip yang Tuhan ajarkan adalah bertolong-tolonganlah untuk saling menanggung beban. Karena dengan demikian maka kita akan memenuhi hokum Kristus. Jangan pakai waktu kita untuk menabur dalam daging dengan melakukan perbuatan-perbuatan tercela dan bertentangan dengan Firman Tuhan yang akan menuai kebinasaan. Mereka yang menabur dalam Roh dengan melakukan perbuatan terpuji dan menabur kebaikan akan menuai hidup yang kekal. Janganlah kita mempermainkan waktu singkat yang kita miliki karena apa yang kita tabur akan kita tuai. Marilah kita menguji diri kita sendiri apakah kita sudah termasuk golongan orang yang menabur kebaikan. Kita tidak harus seperti Bill Gates, kita bias berbuat sesuatu di tengah keterbatasan kita untuk kebaikan banyak orang, walaupun yang kita lakukan hanya sesuatu yang sederhana, karena kebaikan tidak hanya berbentuk materi. Banyak orang sekitar kita membutuhkan perhatian dan bantuan kita, apakah kita sudah meresponinya? Ingatlah dengan menabur kebaikan akan berdampak membawa jiwa-jiwa kepada keselamatan dalam Kristus Yesus.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Harapan Itu Masih Ada
20 Januari '18
Waspada Terhadap Pengaruh Gairah Zaman
19 Januari '18
Gereja : Komunitas Keselamatan
04 Februari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang