SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku....
DITULIS OLEH
Pdt. Denny D. Kristianto
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Roh Pembebas
Roh Pembebas
Jumat, 20 Oktober 2017
Roh Pembebas
Yesaya 61:1-2; Lukas 4:18-19

Pernahkah kita mengalami masalah yang rumit? Pernahkah kita mengalami penderitaan? Pernahkah kita bergumul dengan tabiat dosa kita? Kita yang pernah mengalaminya tentu tahu apa artinya pembebasan. Pembebasan dalam bentuk jalan keluar adalah apa yang kita harapkan ketika masalah berat terjadi dalam bisnis kita, dalam keluarga kita, dan dalam pelayanan kita. Pembebasan dalam bentuk pembelaan dan kemenangan adalah apa yang kita harapkan ketika kita diperlakukan tidak adil oleh seseorang atau sekelompok orang. Pembebasan dalam bentuk kelepasan dan kemampuan mengendalikan diri adalah yang kita harapkan dalam pergumulan kita menghadapi daya tarik dosa. Syukur kepada Tuhan, dalam segala pergumulan yang kita hadapi, Tuhan ada beserta dengan kita. Dan Dia adalah Tuhan pembebas sejak dari mulanya.

Perhatikanlah kesaksian Alkitab. Bagaimana Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir yang begitu berat mendera mereka. Tuhan yang sama berinisiatif untuk membebaskan mereka dari pembuangan di Babel. Apa yang diucapkan Nabi Yesaya menunjukkan bahwa Tuhan memahami jerit tangis umat-Nya yang sedang mengalami masalah dan penderitaan yang akut. Tuhan bertindak dengan mengurapi hamba yang dipilih-Nya untuk memberitakan pembebasan bagi umat-Nya. Pada awal abad pertama mase...selengkapnya »
Ada yang menyatakan bahwa merpati merupakan simbol ketulusan hati karena katanya seekor merpati hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Juga ketika ia terbang jauh pasti akan kembali ke kandangnya. Yang lain mengatakan bahwa bunga Edelweis merupakan simbol ketulusan karena Edelweis tumbuh di daerah yang khusus dan ekstrem sehingga seolah-olah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut kondisi yang mengenakkan. Tetapi yang lain juga menyatakan mawar putih lambang ketulusan hati. Yang benar yang mana? Merpati, Edelweis atau mawar putih yang sebenarnya menjadi simbol ketulusan? Atau semuanya memang simbol ketulusan? Merpatikah, Edelweiskah atau mawar putihkah yang benar, tidaklah penting. Yang lebih penting adalah ketulusan itu sendiri karena semua benda tadi hanyalah simbol atau lambang. Apa sebenarnya arti ketulusan? Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan tulus adalah sungguh dan bersih hati; jujur; tidak pura-pura; tidak serong. Tetapi bagaimana Alkitab mendefinisikan ketulusan? Alkitab memberi beberapa arti ketulusan, di antaranya: 1. “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat....” [Ibrani 10:22]. Hati yang tulus berarti hati nurani yang bersih dari yang jahat. Tidak ada iri dengki; tidak tercemar oleh kemunafikan; jauh dari kebencian, dendam, sombong, tamak, niat tersembunyi dan hal-hal yang jahat lainnya. 2. “Jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia...” [Titus 2:10]. Tulus berarti juga tidak curang. Curang itu sama dengan tidak jujur; culas; menipu; mengakali. Seseorang melakukan kecurangan, tentu tujuannnya adalah untuk keuntungan dan kepentingan diri sendiri dengan menghalalkan segala cara. 3. “.... sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” [1 Petrus 1:22]. Tulus dihubungkan dengan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan segenap hati. Kalau kita perhatikan arti-arti di atas, tulus hati erat hubungannya dengan membangun relasi dengan Allah, sesama manusia, dan tugas tanggung jawab [termasuk pelayanan]. Tanpa ada ketulusan, sulit rasanya membangun kesatuan, kebersamaan, dan keintiman [kedekatan]. Jika kita ingin membangun komunitas kristen atau gereja yang kuat, jangan singkirkan dan lupakan ketulusan hati!
Sejak ditemukannya benua Amerika oleh Columbus pada abad 15 dan diketahui bahwa benua baru tersebut menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, ribuan orang dari Eropa berduyun-duyun datang kesana. Puncaknya adalah di abad 19 ketika terjadi ’demam emas’. Tersebutlah seorang pria yang juga datang ke Amerika hendak menambang emas, namun betapa kecewanya ia menerima kenyataan bahwa emas yang diimpikan sudah habis. Sementara uang untuk pulang menipis. Dengan gontai dan pikiran kosong, ia berjalan mendekati kereta kudanya. Untuk sekian menit, pikirannya menerawang entah ke mana, sambil tangannya memegang terpal penutup kereta kudanya. Ahaa!! Tiba-tiba datang ide cemerlang ke dalam pikirannya. Dengan tangan masih memegang terpal penutup kereta kuda, ia memandang ke arah penambang yang sedang bekerja keras mengumpulkan butiran emas, dengan kondisi pakaian yang sudah tidak jelas. Sontak muncul ide cerdas di pikirannya. Ia bertanya di dalam hati, ’Mengapa tidak ada celana khusus penambang yang terbuat dari bahan yang kuat seperti terpal ini? Selain lebih awet, kulit penambang juga bisa terlindungi dari goresan yang membuat sakit’. Siapa menyangka berawal dari rasa frustasi akibat gagal menjadi penambang emas, pria tadi secara tidak sengaja menemukan ide untuk membuat bahan celana yang terbuat dari terpal. Bahan celana yang kelak disebut jeans itu kini sudah dipakai di seluruh dunia, sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari mode. Pria itu bernama Levi Strauss, seorang Yahudi-Jerman, yang produknya dikenal dengan merk Levi’s. Dahulu Israel dikenal sebagai negeri yang gersang. Seluruh negeri dikelilingi hamparan gurun pasir, tak ada satupun tanaman bisa tumbuh kecuali kaktus. Sumber air pun tidak ada, lalu apa yang mau diharap dari negeri seperti itu? Namun sebagai bangsa yang cerdas, bangsa Yahudi terus maju dan tidak menyerah dengan kondisi alam seperti itu. Didukung kecanggihan teknologi, saat ini Israel dikenal sebagai penghasil buah-buahan terbaik di dunia. Mazmur 126:4, Tuhan berjanji memulihkan Sion dan memulihkan batang-batang air kering di tanah Negeb. Tuhan berkuasa mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan, sesuatu yang mustahil bagi logika manusia! [Yes 32:15]. Hal ini yang dikehendaki Tuhan atas gerejaNya. Jangan mudah menyerah dengan kondisi yang ada!
Kehidupan doa merupakan hal yang baik dan penting bagi orang percaya. Di saat mengalami kesulitan hidup yang datang bertubi-tubi maka orang percaya akan merespon setiap masalah dengan berdoa meminta kekuatan dan pertolongan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan selalu memiliki respon vertikal kepada Tuhan ketika menghadapi segala sesuatu. Orang yang percaya kepada Tuhan akan selalu melihat ke arah Dia dan bergantung penuh pada-Nya dan menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber pengharapan dalam hidup. Segala sesuatu di dunia ini adalah berasal dari Tuhan. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Kita harus menyadari bahwa semua yang ada di bumi ini dipelihara oleh-Nya dan ditopang oleh Firman-Nya yang penuh kuasa [ Ibrani 1:3]. Maka dalam berdoa haruslah kita memahami bahwa seluruh dunia ditopang oleh Dia, sehingga ketika kita di dalam kesulitan dan pencobaan. Kita tidak akan menyerah dan putus asa dalam berdoa karena kita tahu bahwa Ia sendiri yang selalu menopang dan menjaga ciptaan-Nya. Selanjutnya kita tidak akan putus asa dalam berdoa sambil mengingat kembali siapa Allah. Allah kita adalah Allah yang maha perkasa serta tidak ada yang sanggup melawan kehendak-Nya. Maka pada saat kita berdoa pun kekuatan yang dari Allah akan membangkitkan kita dari kekawatiran dan ketakutan kita. Ini adalah kekuatan sejati dalam mengikut Tuhan. Selanjutnya adalah ketika kita berdoa marilah kita tidak berfokus hanya kepada diri kita sendiri. Marilah kita belajar, ketika berdoa juga memiliki tujuan bagi pekerjaan-pekerjaan Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Berdoalah juga supaya Tuhan memakai hidup kita untuk menyatakan kehendak-Nya kepada orang sekitar kita. [Kisah Para Pasul 4:23-31] Marilah kita sebagi anak-anak-Nya memiliki kehidupan doa yang benar. Karena ketika hal itu kita lakukan dengan kesungguhan hati maka kehidupan iman kita juga akan semakin kuat berakar kepada kristus, sehingga apapun masalah yang kita hadapi tidak membuat kita putus pengharapan, namun semakin percaya teguh kepada Allah kita.
Pada ayat ini Paulus menyatakan bahwa panggilan Allah adalah untuk memberitakan Injil. Namun apa yang Paulus maksudkan dengan “Injil”, yaitu realitas penebusan di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kita cenderung menempatkan pengudusan sebagai tujuan pemberitaan kita. Paulus mengacu pada pengalaman-pengalaman pribadi hanya sebagai ilustrasi, tidak pernah sebagai tujuan akhir. Kita tidak ditugaskan untuk memberitakan keselamatan atau pengudusan. Kita diamanatkan untuk meninggikan Yesus Kristus [lihat Yohanes 12:32]. Tidaklah adil untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus bekerja dalam penebusan untuk membuat saya menjadi orang kudus. Yesus Kristus berjerih lelah dalam penebusan untuk menebus seluruh dunia dan meletakkannya secara utuh di hadapan tahta Allah. Fakta kita mengalami penebusan menunjukkan kuasa dari realitas penebusan itu, tetapi pengalaman tersebut hanyalah hasil sampingan bukan tujuan akhir dari penebusan. Seandainya Allah adalah manusia, tentu betapa bosannya Dia mendengar permintaan kita. Yang terus menerus memohon diselamatkan dari sesuatu yang semuanya mengacu untuk kita sendiri. Namun ketika kita menyentuh fondasi realitas Injil Allah, kita tidak akan pernah menyusahkanNya dengan masalah pribadi kita yang sepele. Satu-satunya hasrat hidup Paulus adalah memproklamirkan Injil Allah yaitu Yesus Kristus. Ia menerima kesedihan hati keraguan, ditolak, dipenjara bahkan penganiayaan hanya untuk satu alasan. Memberitakan Injil Allah.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Ahli Dalam Mengampuni
29 Januari '18
Humblebrags
12 Februari '18
Rumah Doa1
08 Februari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang