SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku....
DITULIS OLEH
Pdt. Denny D. Kristianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Roh Pembebas
Roh Pembebas
Jumat, 20 Oktober 2017
Roh Pembebas
Yesaya 61:1-2; Lukas 4:18-19

Pernahkah kita mengalami masalah yang rumit? Pernahkah kita mengalami penderitaan? Pernahkah kita bergumul dengan tabiat dosa kita? Kita yang pernah mengalaminya tentu tahu apa artinya pembebasan. Pembebasan dalam bentuk jalan keluar adalah apa yang kita harapkan ketika masalah berat terjadi dalam bisnis kita, dalam keluarga kita, dan dalam pelayanan kita. Pembebasan dalam bentuk pembelaan dan kemenangan adalah apa yang kita harapkan ketika kita diperlakukan tidak adil oleh seseorang atau sekelompok orang. Pembebasan dalam bentuk kelepasan dan kemampuan mengendalikan diri adalah yang kita harapkan dalam pergumulan kita menghadapi daya tarik dosa. Syukur kepada Tuhan, dalam segala pergumulan yang kita hadapi, Tuhan ada beserta dengan kita. Dan Dia adalah Tuhan pembebas sejak dari mulanya.

Perhatikanlah kesaksian Alkitab. Bagaimana Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir yang begitu berat mendera mereka. Tuhan yang sama berinisiatif untuk membebaskan mereka dari pembuangan di Babel. Apa yang diucapkan Nabi Yesaya menunjukkan bahwa Tuhan memahami jerit tangis umat-Nya yang sedang mengalami masalah dan penderitaan yang akut. Tuhan bertindak dengan mengurapi hamba yang dipilih-Nya untuk memberitakan pembebasan bagi umat-Nya. Pada awal abad pertama mase...selengkapnya »
Di sebuah kota kecil, tinggalah keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anaknya perempuan. Ayah ibu itu sangat sayang kepada anak tunggalnya tersebut. Mereka berharap anak satu-satunya yang akan meneruskan usaha konveksinya. Namun yang terjadi di balik mimpi indah suami istri itu. Anak itu mengalami panas tinggi dan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Mereka putus asa karena sudah tidak lagi memiliki penerus usahanya, karena sang istri sudah tidak bisa mengandung. Selama satu setengah tahun mereka mengalami keputus asaan. Kesetiaan suami istri ini untuk mengalami mujizat membawa mereka setia dalam doa malam. Benar yang mereka imani. dalam tahun ke 5 setelah kematian anaknya, mereka di karuniai anak laki-laki satunya di masa mereka menginjak usia 48 tahun. Dari peristiwa di atas, dapat kita lihat bahwa goncangan dapat berupa masalah yang datang silih berganti, atau berbagai macam kesulitan. Tetapi di saat kita mengalaminya jangan menjadi gentar atau takut, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia peduli dan tahu setiap hal yang menimpa kita. Setiap tantangan atau masalah yang terjadi tidak akan pernah membuat kita terpuruk, sebaliknya malah akan semakin menguatkan iman kita di dalam Yesus. Melalui setiap tantangan atau goncangan, Tuhan ingin melihat bagaimana kualitas iman percaya kita kepadaNya. Jika Tuhan di pihak kita, maka tidak ada satupun yang dapat melawan kita. Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindungi di saat badai kehidupan menerpa. Ia akan memberikan pertolongan kepada setiap umat-Nya. Nahum 1:7 berkata bahwa Tuhan menjadi tempat perlindungan ketika kita mengalami masalah, dan Ia mengenal orang yang berlindung kepadaNya. Bahkan di tengah goncangan, Tuhan juga tetap memberikan kekuatan, kedamaian dan ketenangan. Sehingga kita dapat bertahan menghadapi semuanya. Firman Tuhan adalah jaminan yang memberikan pengharapan yang pasti. Jadi berlindunglah pada Tuhan, dan tetaplah teguh dalam Yesus. Seperti dalam firman dikisahkan, Yesus dan murid-murid-Nya berada dalam perahu. Tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Para murid menjadi panik. Mereka memanggil Yesus, dan Ia meneduhkan angin ribut tersebut dan danau pun menjadi teduh kembali. Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta, sehingga kita tidak perlu takut. Yang diperlukan hanyalah iman yang teguh pada Tuhan. Karena itu, kita harus terus mengandalkan Dia saja. Sebab orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan dikecewakan.
Kerjasama adalah sebuah kata yang sangat familiar di telinga kita, mudah diucapkan tetapi sulit diimplementasikan. Mengapa ?? Karena kerjasama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan atau dikerjakan oleh lebih dari satu orang yang tentu saja harus ada persamaan visi, misi serta komitment dalam pelaksanaannya. Padahal setiap orang pasti mempunyai pendapat atau pemikiran yang berbeda seperti apa yang diartikan dalam sebuah pribahasa “Rambut sama hitam, pikiran / hati berlainan “. Dari tulisan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi ada beberapa hal yang bisa kita pelajari bagaimana sebuah kerjasama bisa terlaksana dengan baik. 1. Memiliki kesatuan hati dan pikiran, satu kasih, satu jiwa serta satu tujuan [ayat 2] 2. Tidak mencari kepentingan pribadi & tidak tergiur pujian yang sia-sia [ayat 3] 3. Tidak egois, bisa memperhatikan kepentingan orang lain [ayat 4] 4. Memiliki kerendahan hati Kristus [ayat 5-8 ] 5. Hanya untuk kemuliaan Yesus Kristus [ayat 9-11 ] Ilustrasi yang cukup menggelitik bagi kesatuan dalam kerjasama yang porak poranda hanya karena terhasut oleh pujian yang sia-sia. Sekelompok kuda liar tengah merumput di padang belantara. Tiba-tiba muncul seekor harimau yang sedang mencari mangsa. Serentak kuda-kuda itu melindungi diri dengan cara berdiri saling berhadapan membentuk lingkaran. Harimau pun tidak berani mendekat, karena takut kena tendang. Namun dengan tipu muslihatnya ia berkata, ’Sungguh barisan yang bagus. Boleh aku tahu kuda pintar mana yang mencetuskan ide ini?’ Kuda-kuda itu pun termakan hasutan. Mereka berdebat siapa yang pertama mencetuskan ide tadi. Karena tak ada kata sepakat, akhirnya mereka tercerai-berai. Harimau pun dengan mudah memangsa mereka. Amin
Curahan Roh Kudus dalam diri Petrus, tidak hanya membangkitkan keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan saja, tapi juga melembutkan hati Petrus. Terbukti ketika Petrus melihat seorang peminta-minta yang lumpuh, hatinya tergerak oleh belas kasihan. Keinginan nya untuk memberi sesuatu kepada peminta-minta itu begitu kuat, meskipun dia tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada peminta-minta itu. Tapi itu tidak menyurutkan Petrus untuk tetap “memberi”, karena Petrus tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih besar dari sekedar emas dan perak, yaitu Yesus. Dan nyata, kuasa Yesus mampu memenuhi kebutuhan peminta-minta yang lumpuh itu, sehingga dia bisa sembuh dari kelumpuhannya, bisa berjalan, dan sudah tentu, itulah pemberian terbesar yang diterima oleh peminta-minta itu. Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita juga mengalami situasi seperti itu, berjumpa dengan teman, kerabat, atau kenalan kita yang membutuhkan sesuatu. Dan seringkali pula kita berfikir, apa yang bisa saya berikan buat mereka? Mungkin kita tidak memiliki cukup harta untuk bisa membantu orang lain, tapi janganlah itu membuat kita urung untuk memberi. Seperti Petrus mengatakan “… apa yang kupunyai,kuberikan kepadamu : Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu……”. Kitapun bisa memberikan kasih Yesus Kristus kepada yang membutuhkan. Mungkin tindakan kita tidak bisa membuat orang lumpuh menjadi sembuh dari kelumpuhannya, tapi ada banyak hal yang bisa Tuhan kerjakan bagi orang-orang yang kita bawa kepada Nya. Apa yang kita miliki? Belas kasih, perhatian, telinga untuk mendengar, hati yang terbeban untuk berdoa, tenaga untuk membantu, pikiran untuk mengeluarkan ide-ide, kata-kata untuk menghibur dan menguatkan. Banyak sekali yang kita miliki, ketika Kasih Yesus dan kuasa Roh Kudus itu memenuhi hati kita, dan itulah yang dibutuhkan oleh mereka yang sakit, yang sedang dirundung duka, yang tengah terpuruk, yang dalam masalah berat. Jangan tahan, berikan apa yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan. Tuhan Yesus yang akan bekerja lebih jauh dan memberi hasil buat apa yang kita berikan bagi orang lain. Dan pada akhirnya nama Tuhan Yesus yang akan dipermuliakan melalui perbuatan kita.
Hasil survey di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia 132,7 juta jiwa dan 65% pengguna internet percaya mentah-mentah informasi dari dunia maya. Minimal 4-5 jam dalam sehari setiap pengguna internet aktif dalam media sosial. Kondisi tersebut menyebabkan berita bohong atau hoax yang dihembuskan oleh seseorang atau kelompok orang dengan cepat menyebar dari satu ke lain orang dan dari group yang satu ke yang lain seperti virus flu yang demikian cepat menjalar. Berita bohong membuat banyak orang hidup dalam keresahan, ketakutan, kekuatiran atau kemarahan. Apabila berita bohong menjadi viral maka sangat sulit ditangkal dengan berita yang benar. Ternyata penyebaran berita bohong sudah ada sejak jaman dulu. Setelah Yesus bangkit dan kubur-Nya kosong, dengan ketakutan para tentara penjaga kubur memberitahukan tentang kebangkitan-Nya kepada imam-imam kepala. Mereka menyuap dengan sejumlah besar uang dan memerintahkan para tentara untuk menyebarkan berita bohong bahwa Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka sedang tidur. Setelah menerima uang itu mereka melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh imam-imam dan berita itu menyebar di antara orang Yahudi sampai saat ini. Ketika murid-murid Yesus mendengar berita bohong itu mereka sangat ketakutan dan mengurung diri dalam sebuah rumah yang tertutup rapat dan terkunci. Di tengah ketakutan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu” dan memberi Roh Kudus pada mereka agar mereka berani untuk menyebarkan berita yang benar tentang kebangkitan Yesus. Di tengah maraknya berita bohong atau hoax yang hampir setiap hari kita dengar atau baca apa yang akan kita perbuat ? Apakah kita tenggelam dalam kekuatiran, ketakutan, kemarahan ? Bila Roh Kudus Sang Penolong senantiasa ada dalam hidup kita maka hati kita akan penuh dengan damai sejahtera walaupun berita bohong itu meneror kita. Marilah kita senantiasa hidup dalam kebenaran sehingga Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Dengan demikian kita berani untuk senantiasa memberitakan kebenaran.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Ketika Lawatan Allah Terjadi
13 Mei '18
Tak Tergoncang Oleh Badai
07 Mei '18
Pembawa Terang Yang Takut Pada Kegelapan
14 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang