SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 20 April 2018   -HARI INI-
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
  Senin, 16 April 2018
  Minggu, 15 April 2018
  Sabtu, 14 April 2018
POKOK RENUNGAN
Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
DITULIS OLEH
Ibu Rini Handoyo
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Setia Seumur Hidup
Setia Seumur Hidup
Senin, 09 Oktober 2017
Setia Seumur Hidup
Mazmur 63:4

“Akhirnya, ia ditahan.” Kata-kata itu ramai bersliweran di media sosial beberapa waktu yang lalu. Berita itu rupanya membuat orang-orang yang berseberangan dengannya menjadi senang dan lega. Betapa tidak, orang itu sangat “terkenal” di media sosial. Bukan karena ketampanannya, kepandaiannya atau kekayaannya, tetapi karena kegigihannya menyebar pernyataan-pernyataan negatip yang dikategorikan ujaran kebencian. Ia memiliki follower/pengikut/penggemar di media sosial yang tidak sedikit alias cukup banyak. Apapun yang ditulisnya akan direspon dengan baik oleh para follower-nya. Mereka pengikut yang setia, di samping selalu setuju dengan ide atau pemikirannya, tapi juga akan membela mati-matian ketika ada seseorang yang membully ataupun mengkritiknya. Tetapi ketika ia ditangkap polisi, sepertinya ia menghadapi kasusnya sendirian.

Fenomena seperti peristiwa di atas, juga terjadi pada zaman Tuhan Yesus ketika masih hidup. Ketika orang-orang mendengar bahwa Tuhan Yesus membuat mujizat, mereka berbondong-bondong datang kepada-Nya dan menyongsong kedatangan-Nya [Yohanes 12:18]. Ternyata mereka bukanlah pengikut yang set...selengkapnya »
Secara alamiah seorang ibu mengandung selama 9 bulan 10 hari bias juga kurang atau lebih. Selama hamil dia akan menderita, tidak bebas bergerak dengan perut yang membesar, sulit untuk tidur dengan normal, sering mual dan juga sering tidak mempunyai selera makan. Badan menjadi tambah berat sehingga cepat lelah. Pada waktu bersalin merasakan sakit yang tak terlukiskan. Di tengah penderitaan waktu hamil dan bersalin dia tidak pernah menyerah karena penderitaan yang dialami pasti hanya sementara. Penderitaan itu akan diganti dengan sukacita dengan lahirnya seorang bayi yang mungil dan memberi kebahagiaan bagi sang ibu dan keluarganya. Setiap makhluk di dunia termasuk orang Kristen bisa mengalami penderitaan yang datang silih berganti selama masih hidup dalam dunia. Seperti seorang ibu yang sakit waktu bersalin, anak Tuhan pantang menyerah bila penderitaan datang karena yakin bahwa penderitaan yang dialami saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang kelak akan didapatkan. Roh Kudus akan membantu sebagai perantara berdoa kepada Allah ketika kita tidak dapat berdoa karena beratnya beban. Dalam setiap penderitaan Allah ikut bekerja untuk mendatangkan kebaikan kepada kita. Yang harus dilakukan pada waktu ada masalah adalah tetap tekun dalam iman kepada-Nya. Kita tidak kebal terhadap masalah yang datang silih berganti dan mendatangkan penderitaan. Janganlah menyerah pada penderitaan tetapi tetaplah tekun dalam beribadah, berdoa, baca, renungkan dan lakukan Firman-Nya karena hal itu adalah bagian kita. Penderitaan ada masanya dan selama dalam penderitaan Roh Kudus akan memberi kekuatan. Dan dibalik setiap masalah pasti ada rencana Tuhan yang indah bagi kita. Ingatlah bahwa setiap penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima.
Saat seseorang melontarkan ide yang dianggapnya “cemerlang” dengan antusias, penuh semangat membara bisa saja tiba-tiba menjadi lunglai, lesu. Mengapa ??? Karena ternyata tidak ada yang mendukung ide cemerlangnya itu bahkan tidak sedikit yang mencelanya. Semangatnya seolah bersayap, terbang meninggalkan dirinya, mulutnya terkunci tak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata sanggahan. Peristiwa semacam ini sering terjadi bahkan mungkin kita sendiri pernah mengalaminya. Lain halnya dengan Bartimeus, si pengemis buta anak Timeus yang selalu duduk di pinggir jalan mengharap berkat dari orang-orang yang lewat. Walau buta dia tipe orang yang pantang menyerah, selalu semangat. Suatu hari Yesus keluar dari Yerikho bersama-sama para murid dan orang banyak yang berbondong-bondong yang tentu saja membuat suasana menjadi sangat ramai dan menarik perhatian Bartimeus. Ketika Bartimeus mendengar bahwa yang lewat itu adalah Yesus dari Nazaret, serta merta dia berteriak, berseru kepada Yesus untuk mengasihaninya [ayat 47]. Banyak orang merasa tidak nyaman dengan teriakannya itu dan menegurnya supaya diam. Namun larangan itu tidak membuatnya putus asa !! Bartimeus tetap semangat, dia berseru semakin keras untuk minta belas kasihan Yesus [ayat 48]. Yesus menghentikan langkah-Nya, meminta mereka memanggil Bartimeus [ayat 49]. Dengan segera dia berdiri, pergi menjumpai Yesus dan ketika Yesus menanyakan apa yang diinginkannya, tanpa ragu Bartimeus menjawab dia ingin dapat melihat. [ayat 50,51]. Di akhir kisah ini kita tahu Yesus membuat Bartimeus “si buta” dapat melihat kembali karena imannya kepada Yesus dari Nazaret yang diakuinya sebagai “Rabuni/Guru” dan ditinggalkannyalah pekerjaannya sebagai pengemis, mengikuti perjalanan Yesus [ayat 52]. Bagaimana dengan kita? Dalam perjalanan hidup kita, baik di keluarga, pekerjaan bahkan mungkin dalam pelayanan begitu banyak tantangan seakan merintangi bahkan kadang “menjegal” yang membuat kita putus asa, kehilangan semangat. Mari kita belajar dari Bartimeus “si buta” yang selalu semangat dan menghargai sang Rabuni yang memberinya kesempatan untuk dapat melihat dengan cara mengikuti-Nya ke mana sang Guru pergi. Semangat !!!! Amin.
Dalam sebuah cerita ilustrasi di dalam kelas, seorang guru mulai bercerita tentang kehidupan seekor Koala. Koala ini sedang belajar melakukan yang terbaik atas apa yang diperbuatnya. Pertama-tama, ketika masih kecil, seekor Koala belajar untuk melompat, lari, dan bahkan bernyanyi. Ia terus mencoba sampai bisa. Setelah itu ia juga mencoba sesuatu yang baru, mungkin banyak waktu yang diperlukan untuk mampu melakukannya. Namun ia tetap mencoba dan belajar melakukan sesuatu yang terbaik. Bahkan ia melatih dirinya sampai ia mampu menguasainya. Ia selalu mencoba lakukan yang terbaik dengan bekerja keras. Apa yang ia telah mulai, ia berusaha untuk tetap menyelesaikan meskipun kadang tidak menyenangkan. Prinsip yang dimiliki seekor Koala ini adalah tetap melakukan yang terbaik dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Kitab Amsal 14 merupakan salah satu bagian dari kitab Amsal yang berisikan ucapan-ucapan bijak atau yang sering kita sebut hikmat. Hikmat adalah pengetahuan dan pengertian akan apa yang benar, adil, tulus, dan jujur yang tentunya berasal dari Tuhan dan bersumber kepada Tuhan. Khusus di ayat 23, yaitu dalam tiap jerih payah ada keuntungan. Setiap manusia yang hidup pasti tidak pernah terlewatkan dari sebuah kegiatan. Baik dalam pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan. Semua itu membutuhkan tenaga, pemikiran, dan kerja keras. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap jerih lelah yang dilakukan akan mendatangkan keuntungan. Bukankan tahun ini target jemaat Tuhan adalah melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa? Itu berarti ada sesuatu yang harus dikerjakan, ada hal-hal yang harus diupayakan supaya dapat terpenuhi. Dari apa yang akan kita kerjakan tersebut membutuhkan yang namanya jerih lelah, butuh pengorbanan dan butuh tindakan. Melakukan yang terbaik tidak bisa hanya berdiam diri, melainkan harus berjerih lelah untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dan pastinya dalam berjerih payah itu, butuh hikmat dari Tuhan. Saudara terkasih, kita telah dipanggil Allah untuk turut bekerja dalam ladang pelayanan di dunia ini. Kita dipanggil untuk melakukan perintah Allah, yaitu mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kita juga alat kepanjangan tangan Tuhan untuk memberitakan Injil Tuhan. Oleh sebab itu, mari belajar melakukan yang terbaik dari setiap bagian kehidupan kita untuk menghasilkan buah yang berdampak bagi sesama. Bahkan sampai mendatangkan keuntungan bagi kemuliaan nama Tuhan.
Seorang kusir koboy akan mengendalikan kudanya menuju ke sasaran sesuai dengan apa yang akan ditujunya. Demikian juga masalah hidup, setiap orang dikendalikan oleh apa yang ada dalam dirinya sesuai sasaran yang akan dicapainya. Hidup Paulus dikendalikan oleh ”panggilan sorgawi dari Allah dalam Yesus Kristus” itulah sebabnya ia ingin sekalimengenal kuasa kebangkitan Yesus, ia rela menderita demi bersekutu dengan Yesus yang juga sudah menderita untuk dia. Bahkan Paulus menganggap segala sesuatu rugi tanpa pengenalan akan Yesus yang jauh lebih mulia dari apapun di dunia ini [ayat 8]. Sekarang apa yang mengendalikan hidup kita? Banyak orang yang hidupnya dikendalikan oleh sesuatu yang keliru sebagai contoh : 1.Dikendalikan oleh rasa bersalah: mereka dipermainkan oleh masa lalu, menghukum diri sendiri tanpa sadar bahkan melarikan diri dengan bersembunyi dalam hal-hal kenikmatan dunia [narkoba, diskotik, dugem dsb] 2.Dikendalikan oleh kemarahan dan kebencian: mereka gampang tersinggung, sensitif bahkan kalau marah sampai meledak-ledak tak terkendali sehingga menimbulkan kerugian dalam dirinya, orang lain dan lingkungan sekitarnya. 3.Dikendalikan oleh rasa takut: banyak hal yang dapat membuat kita takut, kuatir namun jika hidup kita sudah dikendalikan oleh rasa takut, kuatir maka tanpa sadar kita sudah membangun penjara bagi diri kita. 4.Dikendalikan oleh materialisme: uang, harta memang berguna namun ketika uang dan harta menjadi tujuan yang utama maka ia sudah terjebak di dalam materialisme, ketika sudah terjebak ia rela mengorbankan harkat dan harga diri itulah sebabnya ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya [korupsi, merampok, mencuri, prostitusi dsb]. 5.Dikendalikan oleh kebutuhan pengalaman: pengakuan memang sudah menjadi kebutuhan setiap orang namun jika hidup kita sudah dikendalikan oleh keinginan untuk selalu diakui, maka sesungguhnya kita sedang menggadaikan hidup kita kepada penilaian orang lain/dunia ini. Seperti pertanyaan yang di atas, apa yang mengendalikan hidup anda ? memang hidup harus memiliki tujuan, tanpa tujuan hidup tanpa arti. Apa tujuan hidup kita? yaitu sesuai dengan rencana dan kehendak Allah. Jangan gantikan hanya dengan kekayaan, keberhasilan, kemasyuran, kesenangan karena semua itu hanya sampingan bukan tujuan. Jika kita mengerti rencana dan kehendak Allah atas hidup kita maka kita sedang menuju kepada hidup yang berarti, terfokus, termotivasi dan menjadikan hidup ini menjadi lebih mudah untuk dijalani karena ada Tuhan Yesus Kristus yang menyertai kita. Amin.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Mengalami Tuhan Yang Bangkit
08 April '18
Pergunakanlah Waktu Yang Tersisa
24 Maret '18
Kebaikan Yang Terbalik
16 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang