SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Menjadi murid = memberi diri digarap oleh Bapa sebagai respon dan penghargaan kita terhadap anugerah keselamatan. Hal ini merupakan pergumulan sepanjang hidup.
DITULIS OLEH
Bp. Gunawan Laksmana
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Target Utama Orang Percaya : Menjadi Murid
Target Utama Orang Percaya : Menjadi Murid
Senin, 16 Oktober 2017
Target Utama Orang Percaya : Menjadi Murid
Titus 2:11-12, 1 Korintus 11:31-32

Dari ayat-ayat tersebut orang percaya tidak cukup hanya sekedar percaya dan menerima anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus, tetapi juga dirancang untuk dididik dan dimuridkan. Hal ini supaya kita menjadi anak-anak Allah karena orang percaya berasal dari keturunan Allah [Yohanes 1:12, KPR 17:29]. Amanat Agung Tuhan Yesus dengan jelas memerintahkan orang percaya menjadi murid dan selanjutnya membantu orang lain bertumbuh menjadi murid. Pemuridan adalah hal yang mutlak karena manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah [Roma 3:23]. Jatuh dalam dosa tidak membuat manusia menjadi seperti hewan, mereka masih dapat memiliki moral yang “baik”, mampu melakukan perbuatan baik berdasarkan hukum. Kain telah diperingatkan oleh Tuhan supaya berkuasa atas dosa dan menghindarkan diri dari praktik pembunuhan terhadap adiknya. Namun dia memilih dalam kehendak bebasnya untuk membunuh Habel [Kejadian 4:7].

Standar umat Perjanjian Lama adalah melakukan kebaikan berdasarkan norma umum atau hukum [Taurat]. Orang percaya di zaman anugerah dituntut melakukan perbuatan baik bukan sekedar berdasarkan hukum, tapi berdasarkan kekudusan Allah [Ibrani 12:10], yaitu sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan Yesus [Filipi 2:5-7]. Jadi kita harus mengalami perubahan dari kodrat...selengkapnya »
Saya pernah mengalami kesedihan yang sangat luar biasa. Penyebabnya yaitu, karena tidak mampu menyelesaikan studi S2. Segala upaya mencari jalan keluar sudah saya usahakan. Tetapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. Permasalahan saya pada saat itu adalah pembagian waktu antara mengajar dengan kuliah dan dana yang kurang mencukupi. Ketika waktu mengajar bisa diatur dengan baik, gantian dana yang tidak cukup untuk membayar biaya semester. Akhirnya kegagalan yang saya dapatkan. Kehidupan seseorang diisi oleh dua hal yang berlawanan yaitu gagal atau berhasil. Tidak pernah ada satu orang selalu di isi satu bagian saja misal gagal terus menerus atau berhasil terus menerus. Lalu bagaimana Firman Tuhan kegagalan dan keberhasilan di tuliskan dalam Alkitab ? Kita akan belajar melalui peristiwa taman Firdaus yang terulisn dalam Alkitab. Pertama, Iblislah yang mencobai dengan target pikiran kita [Kejadian 3:1-7]. Tahap strategi iblis terhadap pikiran kita yaitu: agar kita meragukan Firman Tuhan, kemudian menyangkal Firman Tuhan dan percaya kepada iblis, sehingga iman kita gagal. Jika kita tidak waspada terhadap strategi iblis ini maka kita akan mudah jatuh dalam kegagalan. Kedua, Iblis memanfaatkan kelemahan kita [Matius 4:1-11]. Dalam Pasal ini menceritakan ketika iblis mencobai Yesus saat Dia sedang lapar dan lemah karena puasa. Iblis juga mencobai Yesus saat Ia mengalami kesunyian di padang gurun. Jadi iblis membuat kita gagal saat kita lemah dan juga sedang mengalami kesunyian tidak berpengharapan. Oleh sebab itu bagaimana strategi kita agar menang terhadap pencobaan sehingga memperoleh kemenangan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, memandang setiap pencobaan yang datang dengan berpikir bahwa setiap pencoban merupakan kesempatan untuk menjadikan kita semakin kuat dan berhasil dalam Tuhan [Kejadian 50:20]. Kedua, menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang paling berpengaruh dalam setiap sisi hidup kita [Matius 4:4, 7]. Ketiga, dengan berdoa dan berpuasa membuat hidup kita makin kuat dalam mengikut Tuhan. Kegagalan dan keberhasilan selalu mengikuti dalam setiap sisi kehidupan manusia. Bagi orang percaya, hidupnya akan dibuat berhasil jika kesukaannya adalah merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan [Mazmur 1:2-3]. Maka lakukan setiap Firman-Nya jika kita ingin hidup berhasil.
Curahan Roh Kudus dalam diri Petrus, tidak hanya membangkitkan keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan saja, tapi juga melembutkan hati Petrus. Terbukti ketika Petrus melihat seorang peminta-minta yang lumpuh, hatinya tergerak oleh belas kasihan. Keinginan nya untuk memberi sesuatu kepada peminta-minta itu begitu kuat, meskipun dia tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada peminta-minta itu. Tapi itu tidak menyurutkan Petrus untuk tetap “memberi”, karena Petrus tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih besar dari sekedar emas dan perak, yaitu Yesus. Dan nyata, kuasa Yesus mampu memenuhi kebutuhan peminta-minta yang lumpuh itu, sehingga dia bisa sembuh dari kelumpuhannya, bisa berjalan, dan sudah tentu, itulah pemberian terbesar yang diterima oleh peminta-minta itu. Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita juga mengalami situasi seperti itu, berjumpa dengan teman, kerabat, atau kenalan kita yang membutuhkan sesuatu. Dan seringkali pula kita berfikir, apa yang bisa saya berikan buat mereka? Mungkin kita tidak memiliki cukup harta untuk bisa membantu orang lain, tapi janganlah itu membuat kita urung untuk memberi. Seperti Petrus mengatakan “… apa yang kupunyai,kuberikan kepadamu : Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu……”. Kitapun bisa memberikan kasih Yesus Kristus kepada yang membutuhkan. Mungkin tindakan kita tidak bisa membuat orang lumpuh menjadi sembuh dari kelumpuhannya, tapi ada banyak hal yang bisa Tuhan kerjakan bagi orang-orang yang kita bawa kepada Nya. Apa yang kita miliki? Belas kasih, perhatian, telinga untuk mendengar, hati yang terbeban untuk berdoa, tenaga untuk membantu, pikiran untuk mengeluarkan ide-ide, kata-kata untuk menghibur dan menguatkan. Banyak sekali yang kita miliki, ketika Kasih Yesus dan kuasa Roh Kudus itu memenuhi hati kita, dan itulah yang dibutuhkan oleh mereka yang sakit, yang sedang dirundung duka, yang tengah terpuruk, yang dalam masalah berat. Jangan tahan, berikan apa yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan. Tuhan Yesus yang akan bekerja lebih jauh dan memberi hasil buat apa yang kita berikan bagi orang lain. Dan pada akhirnya nama Tuhan Yesus yang akan dipermuliakan melalui perbuatan kita.
Hari yang telah lama dinantikan, akhirnya tiba juga. Pada siang, tanggal 1 Mei 2018, Benay menapakkan kakinya di Bandara Ahmad Yani. Tidak ada kerabat yang menjemputnya. Sambey sahabatnya pun tidak. Maklum, Benay memang tidak ingin kedatangannya diketahui oleh mereka. Dengan taxi bandara ia pun meluncur menuju rumah paman yang sudah sangat dirindukannya. Namun malang tak bisa ditolak. Benay terjebak macet. Ia lupa jika hari itu adalah Mayday, peringatan hari buruh sedunia. Iring-iringan demonstrasi buruh menyemarakkan kota Semarang. Hati Benay kesal sekali dibuatnya. Dari spion tengah, sopir taxi melihat gelagat kekesalan Benay. “Mas, sabar ya? Ini hari mereka.” “Tahukah Mas, latarbelakang peringatan Mayday ini?” tanya pak sopir. Benay mengangguk pelan. “Peristiwanya terjadi pada tanggal 1 Mei 1886. Sebanyak 80.000-an buruh di Amerika Serikat mengadakan demontrasi menuntut pengurangan jam kerja. Saat itu jam kerja buruh sangat tidak manusiawi. Buruh harus bekerja 18 – 20 jam/hari dan tidak ada yang mempedulikan nasib buruk mereka. Demonstrasi itu ditanggapi dengan tembakan senapan yang menewaskan ratusan buruh”, kata Benay. “Baguslah kalau Mas tahu sejarahnya. Kelak jika Mas jadi boss dan mempunyai bawahan, berusahalah untuk berlaku adil dan jujur kepada mereka.” Jemaat yang terkasih. Mayoritas jemaat Kristen mula-mula terdiri dari para budak dan hamba sahaya. Hanya sedikit orang berpendidikan dan orang kaya. Kala itu orang-orang kecil sangat tertarik dengan kekristenan yang mengajarkan bahwa di hadapan Allah semua orang sama. Allah tidak memandang suku-bangsa, status sosial dan jenis kelamin. Dan dengan demikian setiap orang berhak menerima janji Allah [Galatia 3:26-29]. Di sisi lain, bagi orang-orang berstatus sosial tinggi yang tidak ingin kehilangan prestise, menjadi Kristen adalah pergumulan berat. Namun oleh anugerah Allah, ada juga orang-orang terpandang yang dengan sukacita beriman pada Yesus Kristus.Kepada orang-orang kaya dan berpangkat inilah Allah memberikan perintah agar mereka berlaku adil dan jujur kepada para hambanya. Sebab dengan berlaku demikian itu mereka mewujud-nyatakan sifat Allah yang adil dan jujur pada setiap orang. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Kita jarang sekali turut mengucapkan selamat hari buruh. Padahal diantara jemaat tentu ada yang bekerja sebagai buruh. Mungkin di benak kita peringatan ini tidaklah penting atau malah mengganggu saja.Namun setidaknya peringatan hari buruh dapat mengingatkan kita akan martabat setiap orang di hadapan Tuhan adalah sama.Dan dengan demikian jika kebetulan kita berstatus sebagai buruh, janganlah berkecil hati. Teruslah berjuang. Bekerjalah dengan tekun dan ulet. Atau kebetulan kita mempekerjakan pembantu rumah tangga atau karyawan di toko atau di perusahaan yang kita kelola, berlakulah adil dan jujur kepada mereka. Perlakukanlah mereka sebagai rekan kerja. Berkatilah dengan memberi upah yang layak untuk mereka terima.Selamat Hari Buruh. Terpujilah Tuhan!
Tiga tahun yang lalu saya membeli sebuah pisau yang menurut saya sangat tajam, karena dibeli langsung dari pandai besi yang baik di Mojokerto kota saya. Tetapi pisau baru itu tidak langsung saya pergunakan, karena saya masih mempunyai pisau sangat tajam yang saya beli di tempat yang sama. Pisau lama itu selalu tajam karena setelah digunakan selalu saya asah. Pisau itu masih saya pergunakan sampai sekarang karena ketajamannya. Hingga suatu saat, saya membuka laci di rumah. Saya menjadi teringat sebuah pisau yang saya beli tiga tahun yang lalu. Kondisi pisau tersebut sudah mulai berkarat dan berjamur. Sehingga ketika saya akan menggunakan pisau tersebut harus diasah ulang dengan sedikit susah payah untuk membersihkannya. Dan hasilnya dapat dilihat, pisau tersebut setelah diasah mulai terlihat ketajamannya. Ketajaman sebuah pisau dapat terlihat saat dipakai dan diasah kembali. Oleh karenanya jika mau digunakan perlu diasah ulang, maka akan terlihat ketajamannya. Demikian juga dengan kehidupan Rohani kita sesungguhnya bisa tumpul dan bahkan “ Mati “ jika kita tidak membiasakan bersentuhan dengan hal-hal Rohani. Sebab saat kita jarang membaca Alkitab dan berdoa maka kita tidak akan bisa mengerti bahasa Allah yang tertulis. Akibatnya kita menjadi seperti “ orang bodoh “ karena sering kalah dalam persoalan dan cenderung terbawa pada hawa nafsu duniawi dan saat kita sadar kita mengatakan “ Kilaf “. Begitu juga kepekaan kita akan hadirat Tuhan tergantung bagaimana hubungan kita dalam doa dan penyembahan kita. Semakin kita banyak berkomunikasi dengan Tuhan dalam doa dan penyembahan maka kita akan mudah mengenali dan memahami suara dan pimpinan Tuhan. Namun sering kali kita tidak melakukannya karena kita mungkin terlalu sibuk dengan pemberian Tuhan dan melupakan dengan yang memberi. Sehingga tidak mengherankan jika hidup kerohanian kita menjadi KETUL. Semakin kita tidak melatih kehidupan rohani kita maka sesungguhnya kita akan menjadi umat yang gampang kalah dan “mati suri“. Kita baru sadar ketika dibenturkan dengan permasalahan hidup, kemudian baru mencari pertolongan Tuhan. Oleh karenanya marilah kita membiasakan diri untuk mempertajam hubungan yang akrab dengan Tuhan dalam doa dan penyembahan serta perenungan Firman Tuhan. Dengan cara demikian jiwa dan hidup kita akan dikuatkan. Jangan merasa dengan ibadah setiap minggu ke gereja sudah cukup, tetapi setiap hari juga harus membangun hidup Rohani di manapun kita berada. Selagi ada kesempatan mari terus membangun hidup rohani kita supaya tidak ketul atau mati suri.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Efek Pentakosta
20 Mei '18
Yang Dipercaya Tuhan
16 Mei '18
Siapa Tempat Perlindunganmu?
01 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang