SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
Menjadi murid = memberi diri digarap oleh Bapa sebagai respon dan penghargaan kita terhadap anugerah keselamatan. Hal ini merupakan pergumulan sepanjang hidup.
DITULIS OLEH
Bp. Gunawan Laksmana
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Target Utama Orang Percaya : Menjadi Murid
Target Utama Orang Percaya : Menjadi Murid
Senin, 16 Oktober 2017
Target Utama Orang Percaya : Menjadi Murid
Titus 2:11-12, 1 Korintus 11:31-32

Dari ayat-ayat tersebut orang percaya tidak cukup hanya sekedar percaya dan menerima anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus, tetapi juga dirancang untuk dididik dan dimuridkan. Hal ini supaya kita menjadi anak-anak Allah karena orang percaya berasal dari keturunan Allah [Yohanes 1:12, KPR 17:29]. Amanat Agung Tuhan Yesus dengan jelas memerintahkan orang percaya menjadi murid dan selanjutnya membantu orang lain bertumbuh menjadi murid. Pemuridan adalah hal yang mutlak karena manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah [Roma 3:23]. Jatuh dalam dosa tidak membuat manusia menjadi seperti hewan, mereka masih dapat memiliki moral yang “baik”, mampu melakukan perbuatan baik berdasarkan hukum. Kain telah diperingatkan oleh Tuhan supaya berkuasa atas dosa dan menghindarkan diri dari praktik pembunuhan terhadap adiknya. Namun dia memilih dalam kehendak bebasnya untuk membunuh Habel [Kejadian 4:7].

Standar umat Perjanjian Lama adalah melakukan kebaikan berdasarkan norma umum atau hukum [Taurat]. Orang percaya di zaman anugerah dituntut melakukan perbuatan baik bukan sekedar berdasarkan hukum, tapi berdasarkan kekudusan Allah [Ibrani 12:10], yaitu sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan Yesus [Filipi 2:5-7]. Jadi kita harus mengalami perubahan dari kodrat...selengkapnya »
Perayaan Natal semakin dekat. Persiapan apa saja yang kita lakukan untuk menyambut dan merayakan hari istimewa di akhir tahun ini? Bukan penampilan luar yang Tuhan lihat, melainkan hati. Hati memang tak tampak dari luar, tak tampak oleh mata tapi memberi dampak yang luar biasa. Bagaimana keberadaan hati para gembala saat memperoleh kunjungan seorang malaikat dan saat mendengar berita tentang kelahiran Sang Juruselamat? Pertama, hati yang takut. Ini sesuatu yang wajar dan alami. Ketakutan bisa datang saat ada lawatan mahluk sorgawi. Namun takut itu tidak bertahan lama. Hati para gembala kemudian berubah menjadi sukacita. Kedua, hati yang percaya. Mereka mendengar pesan malaikat tapi mereka tidak mempertanyakannya. Ini menunjukkan percaya yang tulus. Kadangkala kita perlu bersikap kritis tapi dalam konteks yang benar. Firman Tuhan tidak perlu dikritisi karena benar adanya, yang perlu dilakukan adalah mempercayainya. Ketiga, hati yang rindu. Mereka cepat-cepat berangkat ke Betlehem menjumpai bayi Yesus yang terbaring di palungan. Tindakan yang segera ini menunjukkan hati yang memiliki kerinduan untuk melihat dan mengalami penggenapan janji Allah. Keempat, hati yang bersyukur. Saat mereka kembali, mereka memuji dan memuliakan Allah. Sebagai orang-orang yang sederhana, mereka memperoleh anugerah yang luar biasa dari Allah, yaitu menjadi orang-orang pertama yang datang menjumpai bayi Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia.
Setelah menyeberangi sungai Yordan, bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua menghadapi kota Yerikho dengan tembok keliling kota yang sangat tebal dan kuat. Mereka tidak bisa masuk ke dalam kota karena pintu-pintu tembok kota telah tertutup rapat. Tuhan memberikan kota Yerikho dengan mujizat, mereka mengitari tembok sehari sekali secara senyap selama 6 hari. Pada hari yang ketujuh mereka mengitari 7 kali dan pada akhir perjalanan mereka bersorak sorai, runtuhlah tembok Yerikho. Tembok Yerikho runtuh bukan karena kekuatan dan kehebatan tentara Israel, tetapi karena Tuhan yang menyerahkan kota Yerikho ke tangan bangsa Israel. Mereka percaya kepada perintah Tuhan walaupun sebuah perintah yang aneh hanya berjalan mengitari tembok dan tidak ada sedikitpun perintah untuk berperang atau menyerang. Mereka tidak sekedar percaya tetapi menaati dan melakukan perintah itu dengan segera dan tanpa berbantah-bantah. Dalam melakukan perintah Tuhan, mereka harus menanggung malu, cemooh, hinaan dan ditertawai oleh penduduk Yerikho. Setiap hari selama tujuh hari mereka harus menahan diri untuk tidak membalas setiap ejekan dan mungkin lemparan batu dari atas tembok. Di hari yang ketujuh setelah berkeliling selama 7 kali mereka bersorak-sorai dengan penuh gegap gempita diiringi dengan tiupan sangkakala oleh para imam. Mereka bersukacita memuji dan memuliakan Tuhan, runtuhlah tembok Yerikho. Setiap kita sangat mungkin menghadapi masalah besar seperti tembok-tembok Yerikho yang kuat, kokoh dan seakan tidak bisa ditembus dan diatasi yang sering membuat kita takut serta cemas. Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Israel, percaya dan yakin bahwa janji Tuhan pasti digenapi, Dia yang memberi jalan keluar atas masalah. Lakukan bagian kita, taati dan lakukan setiap Firman Tuhan walaupun sulit dan dicemooh atau ditertawakan. Bersukacitalah senantiasa dan pujian kepada Tuhan mewarnai hari-hari kita walaupun masalah kita belum terselesaikan. Sekuat apapun tembok Yerikho yang kita hadapi pasti runtuh oleh karya Tuhan.
Sebuah lilin kecil sangat berguna ketika listrik padam. Sebuah senter sangat membantu untuk menerangi jalan yang akan dilalui. Kedua benda ini sangat diperlukan oleh manusia ketika malam hari mengalami pemadaman lampu dan masalah-masalah yang berkaitan dengan listrik. Keberadaan benda tersebut membantu untuk menerangi ruangan sehingga manusia masih bisa melakukan aktivitas. Jikalau dalam kondisi pemadaman listrik dan tidak dijumpai benda-benda tersebut, maka segala aktivitas akan terganggu. Mungkin saja benda tersebut dianggap remeh dan juga tidak terlalu penting, namun justru benda-benda tersebut menjadi penyelamat ketika tiba-tiba terjadi hal-hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan listrik. Dalam sebuah perumpaan tentang pelita dikatakan bahwa orang yang membawa pelita tidak akan menaruh di bawah tempat tidur maupun tempat yang tersembunyi. Melainkan akan meletakkannya di atas kaki dian supaya terang terpancar ke semua ruangan. Sehingga pelita yang menyala tersebut akan memberikan pengaruh yang besar pada ruangan yang terkena sinarnya. Pelita menyingkapkan semua yang tersembunyi. Jika gelap datang, maka pelita akan menyala dan memberikan penerangan. Jikalau tidak ada pelita yang menyala, maka segala sesuatu yang tersembunyi tidak kelihatan. Maka pelita harus tetap bercahaya agar sesuatu yang tersembunyi dapat dinyatakan. Agar pelita tetap menyala dibutuhkan persediaan minyak untuk mengisi ulang supaya pelitanya tidak padam. Hidup yang berdampak positif menjadi sebuah keinginan dan kerinduan bagi setiap orang. Terkhusus bagi orang kristiani yang juga menjadi bagian dari kehidupan untuk berbuah pada sesama. Perintah untuk berbuah tertulis dalam Alkitab dan diwajibkan untuk benar-benar terwujud dalam kehidupan. Karena dengan buah tersebut kehidupan akan berdampak pada yang lain. Keberdampakan hidup kita dapat dilihat dan dinikmati dari buah yang dikeluarkan melalui perkataan dan tindakan. Salah satunya adalah tetap memancarkan terang kasih Tuhan untuk menerangi kehidupan yang ada di sekeliling kita. Maka di dalam Tuhan, kita sudah seharusnya memberikan dampak positif bagi sesama.
Karya terbesar Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dua minggu lagi kita akan memperingati hari Natal, hari kedatangan Sang Juruselamat dunia. Kedatangan Kristus sang Mesias telah memulai sebuah zaman baru dalam sejarah dunia ini, yaitu zaman anugerah keselamatan. Kedatangan Kristus memulai sebuah karya agung penyelamatan manusia dari dosa. Untuk mewujudkan sebuah rencana yang besar pasti dibutuhkan pengorbanan yang besar pula. Sebagai contoh, kalau sebuah produser film ingin membuat sebuah film yang fenomenal, seperti sebuah film kolosal, pasti harus mengeluarkan modal yang besar, harus mencari sutradara yang terbaik, pemeran yang terbaik, dan produsernya pasti mau memastikan bahwa semua berjalan dengan baik. Penyelamatan manusia agar dilepaskan dari belenggu dosa adalah sebuah pekerjaan yang maha besar, paling besar di segenap alam semesta. Untuk pekerjaan yang maha besar ini, Allah rela memberikan yang terbaik dari diri-Nya, yaitu Putra Tunggal-Nya. Untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa memang membutuhkan biaya yang besar. Allah harus mengerjakan langsung pekerjaan ini. Dari hal ini kita bisa melihat betapa besarnya karya penyelamatan manusia, yaitu sebesar pengorbanan yang diberikan oleh Allah sendiri. Allah sendiri harus turun ke dunia dan menjelma menjadi manusia. Kita bersyukur karena hidup kita sebagai manusia begitu berharga bagi Allah, sehingga Dia rela untuk membayar harga yang begitu mahal untuk menyelamatkan kita. Demikian juga jika kita diajak untuk terlibat di dalam pekerjaan yang begitu besar dan mulia ini, kita patut menghargainya dan mengerjakannya dengan segenap hati. Tuhan Yesus mengajak kita untuk ikut terlibat di dalam pekerjaan yang besar ini. Kalau kita sudah diselamatkan dan telah mendapat jaminan hidup yang kekal, marilah kita peduli kepada jiwa-jiwa di sekitar kita yang masih memerlukan keselamatan. Ikutlah ambil bagian dengan mendoakan mereka dan memberikan kesaksian yang baik dari hidup kita yang telah ditebus oleh darah Yesus. Tuhan memberkati kita semua. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Pengelola Bukan Pemilik
12 November '17
Bersinar Dan Berdampak
09 Desember '17
Apakah Dia Benay?
27 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang