SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. [Ibrani 10:36]
DITULIS OLEH
Pnt. Andreas Haryanto
Penatua
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tekun1
Tekun1
Jumat, 17 November 2017
Tekun1
Ibrani 12:1-4
Pada Olimpiade 2012 di London, ada pemandangan yang tak biasa di lintasan lari. Seorang pelari bernama Oscar Pistorius menarik perhatian penonton karena tidak memiliki kaki dan berlari menggunakan dua buah kaki palsu yang terbuat dari serat karbon. Walau tidak mendapat medali, dia mencatat waktu tercepat ke 13 dari 49 peserta. Ketika di Paralimpiade 2012 di London, dia mendapat medali emas di lari estafet 4 x 100 meter. Dia lahir tanpa tulang fibula [betis], sehingga pada usia 11 tahun kedua kakinya diamputasi sampai lutut. Di tengah kekurangan secara fisik dan kesulitan yang dihadapi, dia tekun untuk berlatih lari dengan kaki palsunya. Dia tekun dan disiplin dalam berlatih sesuai aturan-aturan yang diharuskan bagi pelari. Karena ketekunannya, dia berhasil menjadi juara pada usia 25 tahun.

Setiap orang percaya harus meninggalkan beban dosa dan dengan tekun berlomba dalam kehidupan yang diwajibkan. Walaupun banyak rintangan dan kesulitan tetap harus dilakukan dengan mata yang tertuju kepada Kristus yang membawa iman kita kepada kesempurnaan. Dia yang mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib sebagai ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya. Sekarang Dia duduk di sebelah ...selengkapnya »
Yesus sudah bangkit dari kematian, saatnya Dia berbuat sesuatu yaitu membuktikan bahwa diri-Nya benar-benar hidup kepada murid-murid-Nya. Selama empat puluh hari Yesus yang bangkit itu berulang-ulang menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Yesus yang bangkit pertama-tama menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, yang adalah para rasul dan juga kepada setidaknya lima ratus orang lebih [bnd. 1 Kor 15:5-8]. Pembuktian bahwa diri-Nya bangkit adalah sangat penting karena kebangkitan adalah tonggak bagi gereja mula-mula untuk melangkah lebih lanjut. Muncul pertanyaan: “mengapa Yesus yang bangkit tidak menampakkan diri, sebagai pembuktian bahwa diri-Nya hidup sebagai anak Allah, kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi sebagai pelopor eksekusi penyaliban?” Memang kita tidak tahu alasannya, hanya Yesus saja yang tahu, namun setidaknya kita bisa mengatakan bahwa dengan menampakkan diri-Nya kepada para murid maka Yesus ingin melakukan yang terpenting pasca kebangkitan. Pembuktian kepada para “musuh-Nya” mungkin itu tidak penting bagi Yesus. Yesus ingin tindakan nyata dan segera fokus kepada pemberitaan Kerajaan Allah melalui para murid-murid-Nya. Yesus ingin segera kembali kepada murid-murid-Nya yang selama kurang lebih 3 tahun dibina untuk “mengambil alih” dan melanjutkan misi Allah sebelum Yesus naik ke Surga. Hanya murid-murid sajalah yang layak melanjutkan misi Allah menyelamatkan manusia berdosa di dalam nama Yesus Kristus. Oleh sebab itu Dia memberi kuasa sebagai kelengkapan pekabaran Injil Kerajaan Allah. Saudara-saudara, jikalau kita adalah bagian dari bilangan anggota tubuh Kristus maka kita juga mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan misi Allah di dalam nama Tuhan Yesus. Mengapa Yesus selama di dunia harus memanggil para murid? Karena Yesus tidak selamanya di dunia ini sebagai manusia. Yesus ingin berita keselamatan harus terus-menerus disampaikan kepada semua bangsa sampai kapan pun selama masih ada kehidupan keturunan manusia di bumi ini. Maka murid-murid Yesus [gereja] yang harus melanjutkan misi agung ini. Namun sebelum kita bersungguh-sungguh melaksanakan kesaksian dan penginjilan kita perlu menenangkan hati, menunggu perintah bahwa janji Bapa dicurahkan, yaitu kepenuhan Roh Kudus. Mengapa demikian? Karena hanya dengan pimpinan kuasa Roh Kudus kita dimampukan melakukan tugas yang mustahil bagi manusa. Intinya menjalankan misi Allah, memberitakan Injil tidak dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kuasa Allah Roh Kudus, dan kalau kita bersedia maka Dia akan membimbing kita dan memberi kemampuan.Amin.
Hasil survey di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia 132,7 juta jiwa dan 65% pengguna internet percaya mentah-mentah informasi dari dunia maya. Minimal 4-5 jam dalam sehari setiap pengguna internet aktif dalam media sosial. Kondisi tersebut menyebabkan berita bohong atau hoax yang dihembuskan oleh seseorang atau kelompok orang dengan cepat menyebar dari satu ke lain orang dan dari group yang satu ke yang lain seperti virus flu yang demikian cepat menjalar. Berita bohong membuat banyak orang hidup dalam keresahan, ketakutan, kekuatiran atau kemarahan. Apabila berita bohong menjadi viral maka sangat sulit ditangkal dengan berita yang benar. Ternyata penyebaran berita bohong sudah ada sejak jaman dulu. Setelah Yesus bangkit dan kubur-Nya kosong, dengan ketakutan para tentara penjaga kubur memberitahukan tentang kebangkitan-Nya kepada imam-imam kepala. Mereka menyuap dengan sejumlah besar uang dan memerintahkan para tentara untuk menyebarkan berita bohong bahwa Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka sedang tidur. Setelah menerima uang itu mereka melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh imam-imam dan berita itu menyebar di antara orang Yahudi sampai saat ini. Ketika murid-murid Yesus mendengar berita bohong itu mereka sangat ketakutan dan mengurung diri dalam sebuah rumah yang tertutup rapat dan terkunci. Di tengah ketakutan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu” dan memberi Roh Kudus pada mereka agar mereka berani untuk menyebarkan berita yang benar tentang kebangkitan Yesus. Di tengah maraknya berita bohong atau hoax yang hampir setiap hari kita dengar atau baca apa yang akan kita perbuat ? Apakah kita tenggelam dalam kekuatiran, ketakutan, kemarahan ? Bila Roh Kudus Sang Penolong senantiasa ada dalam hidup kita maka hati kita akan penuh dengan damai sejahtera walaupun berita bohong itu meneror kita. Marilah kita senantiasa hidup dalam kebenaran sehingga Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Dengan demikian kita berani untuk senantiasa memberitakan kebenaran.
Penyebar semangat Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Sejak menerima kepenuhan Roh Kudus pada hari Pentakosta, murid-murid Yesus dipenuhi dengan semangat yang menyala-nyala untuk bersaksi tentang Kristus. Walaupun mereka diancam, dihambat dan dihalangi dalam memberitakan Kristus, tapi oleh karena semangat yang menyala itu mereka tidak menyerah. Mereka tetap giat dalam melayani Tuhan, memberitakan Kristus dan melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa. Tuhan Yesus berkata: ’Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu’ [Kisah Para Rasul 1:8]. Kuasa adalah kekuatan, tenaga, energi [power]. Gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan kelihatan melalui semangatnya di dalam melayani Tuhan dan memenangkan jiwa. Gereja yang memiliki kuasa tidak akan gampang menyerah di dalam menghadapi tantangan hidup. Dia akan memiliki semangat yang menyala dan menyebarkan semangat itu kepada sekitarnya. Seperti kalau ada api yang berkobar pasti di sekitarnya akan terasa panas. Demikian juga gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus, semangatnya akan dirasakan oleh sekitarnya. Namun apa jadinya jika gereja tidak lagi memiliki semangat? Bagaimana sekitarnya dapat merasakan pengaruh gereja, kalau gereja menjadi dingin? Oleh karena itu Firman Tuhan berkata: ’Biarlah rohmu menyala-nyala.’ Atau dengan kata lain, jagalah supaya jangan padam rohmu atau semangatmu. Gereja adalah pusat semangat. Orang-orang yang ada di dalam gereja harus dipenuhi Roh Kudus supaya selalu penuh dengan semangat. Gereja harus memancarkan semangat, sehingga orang di sekitar gereja melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda di gereja, oleh karena Roh Allah ada di dalam gereja. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Jangan Digantikan
21 Mei '18
Pola Pikir Yang Benar Seorang Anak Tuhan
22 Mei '18
Gagal Dan Berhasil
25 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang