SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
Marilah kita tetap berkomitmen pada natur kita sebagai satu tubuh Kristus supaya kita tetap bersatu. Dengan demikian kita menjadi kesaksian yang indah bagi masyarakat di sekitar kita.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas Budianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tetap Bersatu
Tetap Bersatu
Jumat, 13 Oktober 2017
Tetap Bersatu
1 Korintus 1:10-13

“The Beatles menjadi sangat independen. Setiap orang dari mereka merasa bebas. Suatu malam Ringgo Starr menyambangi John dan ia bilang ingin keluar. George Harrison adalah orang berikutnya dan kemudian John. Paul McCartney adalah satu-satunya orang yang berusaha untuk menyatukan The Beatles. Namun tiga lainnya berpikir bahwa dia mempertahankan The Beatles sebagai bandnya. Mereka merasa The Beatles adalah bandnya Paul, dan mereka tidak suka itu.” Itulah sepenggal cuplikan wawancara yang dilakukan oleh Huffington Post pada Yoko Ono, istri John Lennon, pada tahun 1987 silam tentang penyebab bubarnya The Beatles di tahun 1970.

Perselisihan [ketegangan] bisa menyebabkan anggota sebuah organisasi, perkumpulan ataupun komunitas berjalan sendiri-sendiri dan menginginkan kebebasan. Tidak lagi mau terikat dan komit pada kesepakatan yang telah dibuat dan disetujui bersama. Jika sudah ada pada titik itu, maka perpisahan tidak akan terelakan. Sulit rasanya untuk menyatukan kembali. ‘Bubar jalan’ biasanya yang akan menjadi satu-satunya pilihan.

Rasul Paulus menasihati jemaat Korintus untuk tetap seia sekata, erat bersat...selengkapnya »
Hari Pengucapan Syukur adalah hari libur nasional yang diperingati di beberapa negara, di antaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Jepang, dll. Warga Amerika Serikat merayakannya pada Kamis keempat di bulan November, sedangkan warga Kanada merayakannya pada Senin kedua Oktober. Pada mulanya Thanksgiving merupakan peristiwa jamuan makan yang diadakan warga pendatang di Amerika Serikat sebagai ucapan syukur atas keberhasilan panen mereka. Jamuan makan di musim gugur yang berlangsung sampai tiga hari itu dihadiri pula oleh penduduk asli Amerika yang tinggal tak seberapa jauh dari tanah yang mereka tempati. Pada perkembangannya, peringatan Thanksgiving Day bergeser menjadi sekedar momen mudik bagi mereka yang merayakan. Dan buat sebagian orang yang terlalu sibuk untuk berkumpul dengan keluarga besar, Thanksgiving Day tak ubahnya seperti hari libur nasional biasa. Hari Pengucapan Syukur mulai kehilangan makna. Manusia memang mudah teralihkan. Mudah lupa. Banyak kemurahan yang diterima dari Tuhan, dianggap biasa. Sedikit kesusahan yang diijinkan terjadi, dianggap malapetaka. Berkali-kali dianugerahi belas kasihan, tidak sadar juga. Manusia memang gudangnya lupa. Tetapi umat kepunyaan Tuhan tidak boleh menyerah pada kecenderungan daging. Mari tetap mengingat semua kebaikan Tuhan; mari tetap mengucap syukur karena kasih setia-Nya tak berkesudahan. Biarlah setiap hari yang kita jalani menjadi hari pengucapan syukur.
Seorang nenek begitu setia beribadah kepada Tuhan di usianya yang semakin bertambah. Demikian juga sang nenek terus berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah sekalipun keadaan hujan atau panas. Bahkan tubuh tuanya yang seringkali mengalami sakit, tidakmembuatnya melupakan setiap hari minggu untuk tetap beribadah kepada Tuhan. Sang nenek berpikir bahwa dengan beribadah, ia sedang bertemu dengan Tuhannya. Tetangga yang melihat kehidupannya begitu tertarik dengan apa yang dilakukannya .Sampai suatu saat, tetangga nenek yang awalnya tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, akhirnya menjadi percaya karena melihat kehidupannya. Seringkali kita berpikir kalau menjadi berkat berarti kita harus mengeluarkan rupiah dari dompet kita. Tidak salah memang, namun melalui kehidupan ini kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang seperti contoh kisah nenek di atas, termasuk juga melalui bibir kita menjadi berkat bagi banyak orang. Penulis surat Ibrani mengingatkan supaya kita mempunyai ucapan bibir yang memuliakan Allah. Tentu orang yang mendengar perkataan kita akan memuji-muji dan memuliakan Allah karena kebaikkan-Nya. Contohnya, Paulus dan Silas sekalipun di penjara [Kisah Para Rasul 16:25] atau ucapan syukur yang kita perkatakan dari mulut bibir kita sekalipun menghadapi masalah dan tantangan. Ketika orang lain mendengarnya, tentu mereka juga akan mendapatkan semangat yang baru dari kehidupan ini. Saat kita belajar melalui mulut bibir ini mengucap syukur tidak saja memperkenankan hati Tuhan [1 Tesalonika 5:18], tetapi juga membuat orang yang mendengarnya mendapatkan harapan baru. Mari kita bawa hidup ini, khususnya melalui perkataan kita, menjadi berkat bagi banyak orang. Sehingga seperti perintah Tuhan kepada Abraham supaya Abraham diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang, demikianlah juga kita kiranya menjadi berkat dan menikmati berkat Abraham dalam kehidupan kita ini.
Perayaan Natal semakin dekat. Persiapan apa saja yang kita lakukan untuk menyambut dan merayakan hari istimewa di akhir tahun ini? Bukan penampilan luar yang Tuhan lihat, melainkan hati. Hati memang tak tampak dari luar, tak tampak oleh mata tapi memberi dampak yang luar biasa. Bagaimana keberadaan hati para gembala saat memperoleh kunjungan seorang malaikat dan saat mendengar berita tentang kelahiran Sang Juruselamat? Pertama, hati yang takut. Ini sesuatu yang wajar dan alami. Ketakutan bisa datang saat ada lawatan mahluk sorgawi. Namun takut itu tidak bertahan lama. Hati para gembala kemudian berubah menjadi sukacita. Kedua, hati yang percaya. Mereka mendengar pesan malaikat tapi mereka tidak mempertanyakannya. Ini menunjukkan percaya yang tulus. Kadangkala kita perlu bersikap kritis tapi dalam konteks yang benar. Firman Tuhan tidak perlu dikritisi karena benar adanya, yang perlu dilakukan adalah mempercayainya. Ketiga, hati yang rindu. Mereka cepat-cepat berangkat ke Betlehem menjumpai bayi Yesus yang terbaring di palungan. Tindakan yang segera ini menunjukkan hati yang memiliki kerinduan untuk melihat dan mengalami penggenapan janji Allah. Keempat, hati yang bersyukur. Saat mereka kembali, mereka memuji dan memuliakan Allah. Sebagai orang-orang yang sederhana, mereka memperoleh anugerah yang luar biasa dari Allah, yaitu menjadi orang-orang pertama yang datang menjumpai bayi Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia.
Konon, wanita tidak bisa jauh dari sesuatu yang bersifat ’hiasan’. Benar atau tidak, Andalah yang menilai. Wanita mana yang tidak suka mengenakan perhiasan? Wanita mana yang tidak suka pernak-pernik? Kebanyakan wanita suka memasang pohon natal. Hal apa yang menyenangkan soal pohon natal? Menghias pohon natal itu, bukan? Setiap awal bulan Desember para kaum ibu mulai merakit kembali pohon natal dan mengubah hiasannya menurut kreasinya sendiri. Tiap tahun ganti tema. Bagi pria yang penting ada pohon natal. Tapi bagi wanita kepuasan terbesarnya adalah bagaimana pohon natal itu jadi indah karena ada hiasan-hiasannya. Tahukah Anda bahwa Tuhan juga suka hiasan? Hiasan seperti apa yang disukai Tuhan? Kekudusan. Dalam 1 Tawarikh 16:29 dikatakan, ’Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.’ Frasa’berhiaskan kekudusan’ ini ditulis berulang-ulang kali dalam Alkitab, yaitu ketika kita hendak datang menghampiri Tuhan. Dengan kata lain, jika kita hidup dalam kekudusan maka itu sesuatu yang sangat indah di hadapan Tuhan. Itu menyenangkan hati-Nya. Hidup dalam kekudusan membuat Tuhan puas melihat kita. Sayangnya, kerap kita mengabaikan hal ini. Kita tidak mau mengerti hati Tuhan. Kita bahkan tidak berusaha mencari tahu apa selera Tuhan dan hal apa yang menyenangkan hati-Nya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa menghampiri Tuhan dengan berhiaskan kekudusan adalah sesuatu yang menyenangkan hati-Nya. Bayangkan seorang wanita yang berbinar-binar ketika melihat perhiasan, demikian juga hati Tuhan senang melihat anak-anak-Nya hidup berhiaskan kekudusan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kelegaan/Ketenangan Jiwa Yang Sejati
13 November '17
Hidup Menjadi Berkat !
16 November '17
Pengelola Bukan Pemilik
12 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang