SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Marilah kita tetap berkomitmen pada natur kita sebagai satu tubuh Kristus supaya kita tetap bersatu. Dengan demikian kita menjadi kesaksian yang indah bagi masyarakat di sekitar kita.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas Budianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tetap Bersatu
Tetap Bersatu
Jumat, 13 Oktober 2017
Tetap Bersatu
1 Korintus 1:10-13

“The Beatles menjadi sangat independen. Setiap orang dari mereka merasa bebas. Suatu malam Ringgo Starr menyambangi John dan ia bilang ingin keluar. George Harrison adalah orang berikutnya dan kemudian John. Paul McCartney adalah satu-satunya orang yang berusaha untuk menyatukan The Beatles. Namun tiga lainnya berpikir bahwa dia mempertahankan The Beatles sebagai bandnya. Mereka merasa The Beatles adalah bandnya Paul, dan mereka tidak suka itu.” Itulah sepenggal cuplikan wawancara yang dilakukan oleh Huffington Post pada Yoko Ono, istri John Lennon, pada tahun 1987 silam tentang penyebab bubarnya The Beatles di tahun 1970.

Perselisihan [ketegangan] bisa menyebabkan anggota sebuah organisasi, perkumpulan ataupun komunitas berjalan sendiri-sendiri dan menginginkan kebebasan. Tidak lagi mau terikat dan komit pada kesepakatan yang telah dibuat dan disetujui bersama. Jika sudah ada pada titik itu, maka perpisahan tidak akan terelakan. Sulit rasanya untuk menyatukan kembali. ‘Bubar jalan’ biasanya yang akan menjadi satu-satunya pilihan.

Rasul Paulus menasihati jemaat Korintus untuk tetap seia sekata, erat bersat...selengkapnya »
Kehidupan doa merupakan hal yang baik dan penting bagi orang percaya. Di saat mengalami kesulitan hidup yang datang bertubi-tubi maka orang percaya akan merespon setiap masalah dengan berdoa meminta kekuatan dan pertolongan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan selalu memiliki respon vertikal kepada Tuhan ketika menghadapi segala sesuatu. Orang yang percaya kepada Tuhan akan selalu melihat ke arah Dia dan bergantung penuh pada-Nya dan menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber pengharapan dalam hidup. Segala sesuatu di dunia ini adalah berasal dari Tuhan. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Kita harus menyadari bahwa semua yang ada di bumi ini dipelihara oleh-Nya dan ditopang oleh Firman-Nya yang penuh kuasa [ Ibrani 1:3]. Maka dalam berdoa haruslah kita memahami bahwa seluruh dunia ditopang oleh Dia, sehingga ketika kita di dalam kesulitan dan pencobaan. Kita tidak akan menyerah dan putus asa dalam berdoa karena kita tahu bahwa Ia sendiri yang selalu menopang dan menjaga ciptaan-Nya. Selanjutnya kita tidak akan putus asa dalam berdoa sambil mengingat kembali siapa Allah. Allah kita adalah Allah yang maha perkasa serta tidak ada yang sanggup melawan kehendak-Nya. Maka pada saat kita berdoa pun kekuatan yang dari Allah akan membangkitkan kita dari kekawatiran dan ketakutan kita. Ini adalah kekuatan sejati dalam mengikut Tuhan. Selanjutnya adalah ketika kita berdoa marilah kita tidak berfokus hanya kepada diri kita sendiri. Marilah kita belajar, ketika berdoa juga memiliki tujuan bagi pekerjaan-pekerjaan Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Berdoalah juga supaya Tuhan memakai hidup kita untuk menyatakan kehendak-Nya kepada orang sekitar kita. [Kisah Para Pasul 4:23-31] Marilah kita sebagi anak-anak-Nya memiliki kehidupan doa yang benar. Karena ketika hal itu kita lakukan dengan kesungguhan hati maka kehidupan iman kita juga akan semakin kuat berakar kepada kristus, sehingga apapun masalah yang kita hadapi tidak membuat kita putus pengharapan, namun semakin percaya teguh kepada Allah kita.
Jadilah seperti Gideon Hakim-hakim 6:15-16 Tetapi jawabnya kepada-Nya: ’Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.’ Berfirmanlah TUHAN kepadanya: ’Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.’ Tuhan memanggil Gideon untuk menjadi alat-Nya, untuk menyelamatkan umat-Nya dari penindasan bangsa Midian. Tapi Gideon merasa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tugas itu. Dia merasa bahwa dia berasal dari kaum yang tidak punya pengaruh di kalangan umat Israel, dan juga dia merasa masih terlalu muda. Tetapi Tuhan tidak membutuhkan orang yang punya kemampuan tinggi atau punya latar belakang yang hebat. Tuhan hanya membutuhkan seorang yang siap untuk dipakai-Nya. Tuhan mencari orang untuk menyelamatkan umat-Nya yang saat ini tertindas oleh kuasa dosa. Seperti bangsa Israel pada waktu itu, sekarang banyak orang yang menderita akibat dosa. Ada yang keluarganya hancur, ada yang menderita sakit penyakit, ada yang terikat oleh narkoba, hawa nafsu yang memalukan, maupun kebiasaan yang merusak kehidupan mereka sendiri. Hidup mereka hancur akibat dosa dan kesalahan yang mereka perbuat sendiri. Mereka tidak bisa lepas dari belenggu itu dan berharap ada yang menolong mereka. Kita tahu bahwa di dalam Injil ada kuasa Allah yang menyelamatkan. Berarti yang diperlukan oleh mereka adalah berita bahwa Allah yang penuh kasih karunia itu sanggup memberi pertolongan kepada mereka, jika mereka percaya kepada Kristus. Tapi siapa yang memberi tahu kepada mereka? Memang tidak mudah untuk menyelamatkan jiwa yang terbelenggu dosa. Kuasa Iblis selalu berusaha menghalangi dan menggagalkan karya keselamatan atas orang berdosa. Iblis menghendaki sebisa mungkin tetap menancapkan kekuasaannya atas jiwa-jiwa tersebut. Namun firman Tuhan berkata bahwa Allah sendiri yang menyertai kita, sehingga kita akan mengalahkan kuasa Iblis itu. Jadilah seperti Gideon, yang siap dan rela dipakai Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Tuhan memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
Mahasiswa Akademi Militer atau Akademi Kepolisian harus mengikuti semua peraturan kampus. Selalu mengenakan pakaian seragam termasuk saat liburan, potongan rambut sesuai standard yang berlaku, tidak diperkenankan berbahasa daerah saat berkomunikasi dengan siapa saja termasuk dengan rekan sedaerahnya. Yang sangat menarik saat mereka berjalan bersama atau sendiri langkah mereka harus sesuai dengan yang telah ditetapkan. Mereka mematuhi aturan-aturan walaupun tidak ada yang mengawasi karena bagi mereka aturan tersebut sudah menjadi gaya hidup dan bukan beban. Orang benar akan melangkah sesuai dengan ketetapan Tuhan dan berkenan kepada-Nya. Firman Tuhan ada dalam hatinya dan tidak goyah dalam melangkah sesuai dengan perintah-Nya. Mulut orang benar mengucapkan kebenaran dan kebajikan, perkataan yang sesuai dengan hukum-Nya. Setiap hari menaruh belas kasihan dan memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhi kejahatan dan melakukan perbuatan baik. Langkah orang benar akan mendatangkan penyertaan Tuhan senantiasa dan tidak akan jatuh tergeletak. Tuhan akan memelihara hidupnya sampai selamanya. Tidak akan dibiarkan berkekurangan di masa tua karena anak cucunya tidak akan meninggalkannya. Kita harus memenuhi hidup kita dengan Firman-Nya sehingga setiap langkah kita akan sesuai dengan yang telah ditetapkan-Nya. Hidup yang berkenan kepada-Nya. Perkataan dan perbuatan yang mencerminkan kekudusan dan sebagai pelaku Firman. Melakukan perbuatan baik setiap waktu dan berdampak keselamatan bagi banyak orang. Langkah tersebut tidak tergantung pada situasi dan keadaan, tetapi menjadi gaya hidup dan dilakukan tanpa beban. Dengan demikian, Tuhan akan memelihara hidup kita dalam menempuh perjalanan dalam tahun ini walaupun harus melewati lembah yang dalam.
Sejak ditemukannya benua Amerika oleh Columbus pada abad 15 dan diketahui bahwa benua baru tersebut menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, ribuan orang dari Eropa berduyun-duyun datang kesana. Puncaknya adalah di abad 19 ketika terjadi ’demam emas’. Tersebutlah seorang pria yang juga datang ke Amerika hendak menambang emas, namun betapa kecewanya ia menerima kenyataan bahwa emas yang diimpikan sudah habis. Sementara uang untuk pulang menipis. Dengan gontai dan pikiran kosong, ia berjalan mendekati kereta kudanya. Untuk sekian menit, pikirannya menerawang entah ke mana, sambil tangannya memegang terpal penutup kereta kudanya. Ahaa!! Tiba-tiba datang ide cemerlang ke dalam pikirannya. Dengan tangan masih memegang terpal penutup kereta kuda, ia memandang ke arah penambang yang sedang bekerja keras mengumpulkan butiran emas, dengan kondisi pakaian yang sudah tidak jelas. Sontak muncul ide cerdas di pikirannya. Ia bertanya di dalam hati, ’Mengapa tidak ada celana khusus penambang yang terbuat dari bahan yang kuat seperti terpal ini? Selain lebih awet, kulit penambang juga bisa terlindungi dari goresan yang membuat sakit’. Siapa menyangka berawal dari rasa frustasi akibat gagal menjadi penambang emas, pria tadi secara tidak sengaja menemukan ide untuk membuat bahan celana yang terbuat dari terpal. Bahan celana yang kelak disebut jeans itu kini sudah dipakai di seluruh dunia, sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari mode. Pria itu bernama Levi Strauss, seorang Yahudi-Jerman, yang produknya dikenal dengan merk Levi’s. Dahulu Israel dikenal sebagai negeri yang gersang. Seluruh negeri dikelilingi hamparan gurun pasir, tak ada satupun tanaman bisa tumbuh kecuali kaktus. Sumber air pun tidak ada, lalu apa yang mau diharap dari negeri seperti itu? Namun sebagai bangsa yang cerdas, bangsa Yahudi terus maju dan tidak menyerah dengan kondisi alam seperti itu. Didukung kecanggihan teknologi, saat ini Israel dikenal sebagai penghasil buah-buahan terbaik di dunia. Mazmur 126:4, Tuhan berjanji memulihkan Sion dan memulihkan batang-batang air kering di tanah Negeb. Tuhan berkuasa mengubah padang gurun menjadi kebun buah-buahan, sesuatu yang mustahil bagi logika manusia! [Yes 32:15]. Hal ini yang dikehendaki Tuhan atas gerejaNya. Jangan mudah menyerah dengan kondisi yang ada!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Menabur Kebaikan1
17 Februari '18
Yang Tersayang Sudah Pulang
25 Januari '18
Ahli Dalam Mengampuni
29 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang