SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 20 April 2018   -HARI INI-
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
  Senin, 16 April 2018
  Minggu, 15 April 2018
  Sabtu, 14 April 2018
POKOK RENUNGAN
“….Persiapkanlah jalan di padang gurun untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan;….maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan….”
DITULIS OLEH
Pdt. Victor Y. Nugraha
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Trailer Natal
Trailer Natal
Kamis, 14 Desember 2017
Trailer Natal
Yesaya 40:3-5

Trailer pertama film, Avenger: Infinity War, menjadi trailer yang sangat sukses. Trailer ini menempati urutan pertama di Youtube dalam beberapa hari. Trailer pertama Avenger: Infinity War sukses membuat banyak orang menjadi “kepo”, yang kemudian membawa mereka membuka Youtube dan menontonnya. Sebuah Trailer dibuat untuk mempromosikan film yang akan tayang. Trailer dipersiapkan sungguh-sungguh, semenarik mungkin dan sebagus mungkin dengan tujuan supaya film yang akan tayang dikenal oleh masyarakat luas dan banyak orang akan menyaksikan film tersebut. Jangan pernah meremehkan Trailer. Film akan sukses dan dikenal, salah satunya disebabkan oleh Trailer. Trailer menjadi pembuka jalan yang mempersiapkan sebuah film supaya menjadi film yang sukses dan dikenal.

Jauh-jauh hari, sebelum Tuhan Yesus dilahirkan di dunia ini, Yesaya melalui Firman Tuhan yang disampaikannya menjadi semacam Trailer bagi kedatangan Sang Juru Selamat itu. Seperti halnya sebuah “promosi” yang ditampilkan dalam bentuk nubuatan dan penyampaian Firman Tuhan, Yesaya menyampaikan perihal kedatangan Sang Raja yang sejati. Bukan raja yang seperti biasa, tetapi raja yang istimewa. Raja yang akan memb...selengkapnya »
Dalam sebuah cerita ilustrasi di dalam kelas, seorang guru mulai bercerita tentang kehidupan seekor Koala. Koala ini sedang belajar melakukan yang terbaik atas apa yang diperbuatnya. Pertama-tama, ketika masih kecil, seekor Koala belajar untuk melompat, lari, dan bahkan bernyanyi. Ia terus mencoba sampai bisa. Setelah itu ia juga mencoba sesuatu yang baru, mungkin banyak waktu yang diperlukan untuk mampu melakukannya. Namun ia tetap mencoba dan belajar melakukan sesuatu yang terbaik. Bahkan ia melatih dirinya sampai ia mampu menguasainya. Ia selalu mencoba lakukan yang terbaik dengan bekerja keras. Apa yang ia telah mulai, ia berusaha untuk tetap menyelesaikan meskipun kadang tidak menyenangkan. Prinsip yang dimiliki seekor Koala ini adalah tetap melakukan yang terbaik dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Kitab Amsal 14 merupakan salah satu bagian dari kitab Amsal yang berisikan ucapan-ucapan bijak atau yang sering kita sebut hikmat. Hikmat adalah pengetahuan dan pengertian akan apa yang benar, adil, tulus, dan jujur yang tentunya berasal dari Tuhan dan bersumber kepada Tuhan. Khusus di ayat 23, yaitu dalam tiap jerih payah ada keuntungan. Setiap manusia yang hidup pasti tidak pernah terlewatkan dari sebuah kegiatan. Baik dalam pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan. Semua itu membutuhkan tenaga, pemikiran, dan kerja keras. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap jerih lelah yang dilakukan akan mendatangkan keuntungan. Bukankan tahun ini target jemaat Tuhan adalah melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa? Itu berarti ada sesuatu yang harus dikerjakan, ada hal-hal yang harus diupayakan supaya dapat terpenuhi. Dari apa yang akan kita kerjakan tersebut membutuhkan yang namanya jerih lelah, butuh pengorbanan dan butuh tindakan. Melakukan yang terbaik tidak bisa hanya berdiam diri, melainkan harus berjerih lelah untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dan pastinya dalam berjerih payah itu, butuh hikmat dari Tuhan. Saudara terkasih, kita telah dipanggil Allah untuk turut bekerja dalam ladang pelayanan di dunia ini. Kita dipanggil untuk melakukan perintah Allah, yaitu mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kita juga alat kepanjangan tangan Tuhan untuk memberitakan Injil Tuhan. Oleh sebab itu, mari belajar melakukan yang terbaik dari setiap bagian kehidupan kita untuk menghasilkan buah yang berdampak bagi sesama. Bahkan sampai mendatangkan keuntungan bagi kemuliaan nama Tuhan.
Kehidupan kita orang beriman, dalam menjalani hidup sehari-hari sangat membutuhkan tuntunan dan petunjuk dari Tuhan. Pemazmur berkata,“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” [Mazmur 1:1-2]. Alkitab berisi tuntunan dan petunjuk dari Tuhan. Semakin kita mempelajari firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam semakin kita mengerti apa kehendak Tuhan, dan apa langkah-langkah yang harus kita tempuh sehingga perjalanan hidup kita selalu beruntung dan akan memberi faedah. Di Alkitab menuliskan contoh teladan hidup orang beriman melalui empat binatang kecil, “Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.” [Amsal 30:24-28]. Semut, meskipun tergolong binatang terkecil dan lemah, ia rajin, ulet dan cekatan. Selain itu semut memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesamanya, mereka menopang satu sama lain dan bergotong royong. Tuhan menghendaki hal yang demikian, “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” [Galatia 6:2]. Belalang, dalam waktu singkat sanggup menghabiskan hasil ladang berkat kerjasama dan ketekunannya. Walapun tanpa pemimpin. Manusia tidak dapat melakukan hal itu tanpa seorang pemimpin. Di sini manusia diajar untuk tunduk kepada pemimpin agar bisa hidup teratur. Pelanduk, binatang lemah tapi mampu membuat rumahnya di atas bukit batu sehingga ia selamat dan aman apabila badai menyerang. Kita di ajar untuk menggunakan hikmat kepandaian kita untuk bertahan hidup. Cicak bintang yang dengan mudah dapat kita tangkap tetapi juga hidup di istana raja. Mengingatkan kita walaupun lemah tetapi Allah masih memberi hikmat agar kita bisa bertahan hidup dalam bahaya sekalipun. Yesus adalah Batu Karang Keselamatan kita. Sudah seharusnya kita mempercayakan hidup ini sepenuhnya kepada Dia.
Mengikuti jejak Yesus 1 Petrus 2:21, 23 [21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. [23] Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Saat ini kita hidup di tengah zaman dimana orang suka saling mencaci maki. Melalui media sosial orang saling mengungkapkan kebenciannya. Dalam dunia nyata juga orang saling mencaci maki. Caci maki dibalas dengan caci maki. Bahkan para tokoh dan pejabatpun, yang seharusnya menjadi panutan buat masyarakat, saling mencaci maki. Kehidupan menjadi bising dan tidak nyaman karena penuh dengan ungkapan kebencian, hujatan, dan makian. Hidup di tengah zaman seperti ini bagaimanakah kita menyikapinya? Kristus telah memberikan suatu teladan bagi kita. Ketika Dia diperlakukan dengan kejam, dibully, dihina, disiksa, disakiti, Dia tidak membalas. Dia menanggung semua itu dengan sikap rela. Dia sadar akan apa yang sedang Dia lakukan. Dia sedang menjalankan sebuah pekerjaan penebusan. Dia sedang menanggung penderitaan bagi banyak orang, termasuk saudara dan saya. Dia tahu bahwa apa yang Dia kerjakan akan mendatangkan keselamatan dan kesembuhan bagi banyak orang. Karena itu Dia tidak mau membalas perlakuan orang atas diri-Nya. Kadang kita ketemu dengan orang yang egois dan tidak mau tahu perasaan orang lain. Orang itu melakukan hal-hal yang menyakitkan. Bagaimana kita meresponnya? Kecenderungan manusiawi kita tentu saja adalah membalas. Tindakan membalas tidak menyelesaikan persoalan. Tindakan membalas akan menghasilkan tindakan membalas juga. Balas membalas. Tindakan balas membalas apapun bentuknya, entah pertengkaran, pertikaian, percekcokan, maupun peperangan, akan berujung pada kehancuran di kedua belah pihak. Pertengkaran selalu menyisakan kebencian dan sakit hati yang semakin dalam. Apalagi peperangan mengakibatkan hancurnya peradaban. Tuhan Yesus memberikan sebuah teladan cara mengatasi tindakan kebencian, yaitu dengan memberikan pengampunan. Pengampunan adalah suatu cara yang ampuh untuk mematahkan kebencian. Di Minggu Paskah ini marilah kita belajar mengikuti jejak Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Cerita ini saya dengar dari teman yang melihat sebuah kejadian yang cukup menyentuhnya sehingga ia berusaha menceritakan kenyataan hidup yang ada disekitar kita. Seorang pedagang telur ayam negeri seperti biasa menjajakan daganganya dengan harapan dagangannya laku dan bisa mencukupi kehidupan keluarganya yang memang dalam kondisi pas-pasan. Seperti biasanya dilapaknya ia menjajakan telur ayam dengan harapan pembeli atau pelanggan menghampirinnya. Lama ia menanti akhirnya ada seorang pembeli yang dilihat dari penampilannya orang berada, dan terjadilah penawaran Pembeli : berapa harga telurnya per Kg ? Pedagang : Rp 15.000 [ lima belas ribu ] bu Pembeli : Rp 42.500 [ empat puluh dua limaratus ] ya 3 Kg Pedagang : seharusnya ndak boleh bu tetapi karena memaksa dan supaya ada pembelinya baiklah bu dengan sedih ia menjualnya Dalam hari yang sama orang yang membeli telur tersebut bertemu dengan teman-temannya dengan bersenda gurau mereka melangkah ke rumah makan yang cukup ok. Ia memesan makanan yang enak dan ketika mereka memakannya tersisa banyak makanan karena bagi mereka itu sudah biasa. Ketika pelayan restoran datang memberikan tagihan sejumlah Rp 450.000, ia [ pembeli telur ] mengeluarkan uang sebanyak Rp 500.000 jumlah seratus ribuan lima dan dengan mengucapkan kembaliannya buat kamu saja [ Rp 50.000 ], memang pemandangan itu sudah biasa. Dan dari kejadian tersebut teman saya teringat akan kejadian dengan penjual telur tadi yang begitu membutuhkan uang yang tidak terlalu banyak tetapi sipembeli membeli dengan sesuka hatinya dan jika ia melihat kejadian tersebut teman saya membayangkan betapa sakit hatinya pedagang telur tadi jika ia melihat kejadian di restoran, orang yang membeli telur begitu baik banget dengan pelayan restoran yang sesungguhnya hidupnya lebih baik Sering kali kita berbicara menjadi berkat dan berbuat baik, namun terkadang dalam tindakan kita justru kita melakukan perbuatan baik yang terbalik. Orang yang mungkin tidak seharusnya kita beri justru kita memberikan berlebihan dan orang yang membutuhkan terkadang kita memberikan dengan sisa atau barang yang paling buruk. Dan hal itu kita lakukan sebagai perbuatan baik. Kita berharap memberi yang terbaik untuk Tuhan dan itu bisa kita lakukan dengan memperhatikan mereka yang Tuhan taruh dalam hati kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Sudah Selesai
28 Maret '18
Mengalami Tuhan Yang Bangkit
08 April '18
Tahu Diri
05 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang