SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Berilah kesempatan Allah menolong kita dengan menjaga diri kita dengan baik.
DITULIS OLEH
Pdm. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tuhan Membantu Mereka Yang Membantu Dirinya
Tuhan Membantu Mereka Yang Membantu Dirinya
Selasa, 22 Agustus 2017
Tuhan Membantu Mereka Yang Membantu Dirinya
Mazmur 46:2

Saat akhir kelas, salah satu mahasiswa menanyakan bahan-bahan ujian yang akan saya ujikan di akhir semester. Kebetulan waktu itu saya belum mengakhiri jam perkuliahan, maka saya membuat kesepakatan bentuk soal dan cara ujiannya. Saya mengajukan dua pilihan, yaitu openbook atau membuat paper. Karena semua sepakat memilih ujian openbook, maka saya mempersilahkan mahasiswa membawa buku yang menurut mereka mendukung ujian.

Ketika ujian, saya melihat semua mahasiswa membawa bermacam-macam buku. Tetapi ada seorang mahasiswa tidak membawa buku satupun, dia hanya membawa selembar kertas soal ujian dan dua lembar folio. Sontak saya bertanya, “Loh, kamu kok nggak bawa buku atau catatan kuliah satupun, apakah sudah siap semua?” Jawabnya, “Saya tidak punya buku, Pak sedang buku catatan, saya lupa menaruhnya.” Dan dapat ditebak, mahasiswa tersebut tidak bisa mengerjakan soal satupun. Akhirnya ia mendapat nilai E. Peristiwa tersebut memperlihatkan seseorang yang tidak berusaha membantu dirinya sendiri agar berhasil. Memang dia sudah berdoa minta Tuhan memperlancar ujiannya, tetapi tanpa usaha membantu dirinya, mana mungki...selengkapnya »
Suatu hari Michaelangelo, pemahat terkenal dari Italia menerima batu pualam besar dari beberapa orang laki-laki, padahal ia tidak pernah memesannya. Pengangkut-pengangkut batu itu mengatakan bahwa mereka telah membawa batu pualam itu ke rumah pemahat yang bernama Donatelo. Donatelo menolak batu itu, karena melihat banyak keretakan pada batu pualam itu. Ketika Michaelangelo memeriksa batu itu, ia membenarkan pendapat Donatelo, tetapi Michaelangelo melihat batu itu dengan sudut pandang yang lain. Michaelangelo melihat batu itu sebagai tantangan untuk menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi. Dari ke hari Michaelangelo berpikir mencari ide, akan diapakan batu pualam yang retak-retak itu. Setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya ia menemukan ide yang bagus dan mulai memahat batu pualam itu. Dari batu pualam yang retak-retak itu akhirnya Michaelangelo menciptakan karya seni yang indah dan menarik. Karya seni itu adalah sebuah patung yang besar, yakni patung raja Daud. Manusia sering melihat bahwa kecacatan adalah suatu halangan yang besar untuk dapat berkarya. Ada seorang pemudi tunarungu yang menjadi berkat bagi banyak orang. Kecacatan tidak menjadi penghalang yang besar baginya untuk melakukan hal-hal yang berguna, seperti layaknya orang normal. Orang tuanya memberikan kesempatan untuk kursus menjahit dan kemudian ia bekerja di sebuah garmen. Di garmen itu ia menjadi penjahit gaun pengantin, yang ongkos jahitnya bisa mencapai jutaan rupiah. Orang tuanya juga memberikan kesempatan untuk kursus mengetik dan komputer, sehingga ia dipakai sebagai pengetik buletin di tempat pelayanannya. Yang paling mengagumkan adalah keluwesannya dalam bergaul. Jika ia berkenalan dengan sesama tuna rungu, maka dalam waktu yang relatif singkat ia akan menjadikan mereka sebagai teman. Di antara teman-temannya itu ada beberapa orang yang berbeda agama, tetapi ia memperlakukan mereka dengan baik. Setiap temannya akan diajak ke rumah, kemudian diajarkannya firman Tuhan dan akhirnya diajak ke komsel tunarungu. Banyak anak tunarungu yang telah dibawanya kepada Yesus. Sebagai orang yang sehat, apakah kita dapat menganggap orang yang baru dikenal sebagai teman dan kemudian terbeban membawanya kepada Yesus? Jika Tuhan memakai seorang pemudi tunarungu sebagai alat untuk menjangkau sesamanya, mengapa kita tidak? Yang menjadi pokok permasalahan adalah: Kita tidak pernah serius untuk menggali dan mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan. Ingatlah, Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan talenta dan suatu saat Ia akan meminta laporan pertanggunganja-wab kita.
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Ketika Lawatan Allah terjadi Mazmur 126:1-3 Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: ’TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!’ TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Apa yang terjadi bila Allah melawat umat-Nya? Kita harus mengerti saat Allah melawat kita. Jangan sampai kita tidak mengerti saat Allah melawat kita. Bangsa Israel tidak mengerti saat Allah melawat mereka, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Lawatan Allah atau yang sering disebut juga kebangunan rohani [revival] terjadi berulang kali dan di banyak tempat. Salah satu di antaranya yang paling besar dan berdampak luas adalah yang terjadi di Welsh [Inggris] pada tahun 1904. Api kebangunan rohani di kota Welsh ini telah menyebabkan 100.000 orang lebih bertobat dan meluas ke seluruh Inggris dan menyebar ke negara-negara lain, termasuk ke India [pada tahun 1906] dan ke Korea [pada tahun 1907]. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah karena ada orang yang merencanakan dan menggerakkan? Tidak. Itu terjadi di luar batas kemampuan manusia. Api kegerakan rohani itu bermula dari sebuah titik, membakar hati satu atau beberapa orang, lalu menyebar luas kepada lebih banyak orang dan menyebar melintasi batas wilayah bahkan melintasi batas negara. Apa yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa lawatan Allah itu? - Yang paling utama adalah adanya kesadaran akan hadirat Allah yang nyata. Mereka dicekam oleh perasaan takut akan Allah. Dan karena itu banyak di antara mereka yang tertempelak hatinya oleh karena perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka lakukan. Mereka menyesal akan dosa-dosanya dan memohon ampun kepada Tuhan. Mereka menangis dan memohon belas kasih kepada Tuhan. - Mereka haus akan kebenaran dan membutuhkan Firman Tuhan. Mereka giat beribadah di gereja. Gereja menjadi penuh karena banyak orang yang merindukan hadirat Tuhan dan menerima pengajaran Firman Tuhan. - Mereka merasakan sukacita oleh karena menerima anugerah pengampunan yang melepaskan mereka dari beban akibat kutuk dosa. Mereka bernyanyi dengan penuh sukacita. - Terjadi perubahan di dalam hidup moral mereka oleh karena pertobatan yang sejati. Mereka tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Lawatan Allah yang seperti inilah yang kita rindukan terjadi di tengah kita. Pdt. Goenawan Susanto
Saya pernah mengalami kesedihan yang sangat luar biasa. Penyebabnya yaitu, karena tidak mampu menyelesaikan studi S2. Segala upaya mencari jalan keluar sudah saya usahakan. Tetapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. Permasalahan saya pada saat itu adalah pembagian waktu antara mengajar dengan kuliah dan dana yang kurang mencukupi. Ketika waktu mengajar bisa diatur dengan baik, gantian dana yang tidak cukup untuk membayar biaya semester. Akhirnya kegagalan yang saya dapatkan. Kehidupan seseorang diisi oleh dua hal yang berlawanan yaitu gagal atau berhasil. Tidak pernah ada satu orang selalu di isi satu bagian saja misal gagal terus menerus atau berhasil terus menerus. Lalu bagaimana Firman Tuhan kegagalan dan keberhasilan di tuliskan dalam Alkitab ? Kita akan belajar melalui peristiwa taman Firdaus yang terulisn dalam Alkitab. Pertama, Iblislah yang mencobai dengan target pikiran kita [Kejadian 3:1-7]. Tahap strategi iblis terhadap pikiran kita yaitu: agar kita meragukan Firman Tuhan, kemudian menyangkal Firman Tuhan dan percaya kepada iblis, sehingga iman kita gagal. Jika kita tidak waspada terhadap strategi iblis ini maka kita akan mudah jatuh dalam kegagalan. Kedua, Iblis memanfaatkan kelemahan kita [Matius 4:1-11]. Dalam Pasal ini menceritakan ketika iblis mencobai Yesus saat Dia sedang lapar dan lemah karena puasa. Iblis juga mencobai Yesus saat Ia mengalami kesunyian di padang gurun. Jadi iblis membuat kita gagal saat kita lemah dan juga sedang mengalami kesunyian tidak berpengharapan. Oleh sebab itu bagaimana strategi kita agar menang terhadap pencobaan sehingga memperoleh kemenangan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, memandang setiap pencobaan yang datang dengan berpikir bahwa setiap pencoban merupakan kesempatan untuk menjadikan kita semakin kuat dan berhasil dalam Tuhan [Kejadian 50:20]. Kedua, menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang paling berpengaruh dalam setiap sisi hidup kita [Matius 4:4, 7]. Ketiga, dengan berdoa dan berpuasa membuat hidup kita makin kuat dalam mengikut Tuhan. Kegagalan dan keberhasilan selalu mengikuti dalam setiap sisi kehidupan manusia. Bagi orang percaya, hidupnya akan dibuat berhasil jika kesukaannya adalah merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan [Mazmur 1:2-3]. Maka lakukan setiap Firman-Nya jika kita ingin hidup berhasil.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Penyebar Semangat
29 April '18
Kerjasama Tim
08 Mei '18
Gagal Dan Berhasil
25 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang