SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
“Tuhan Yesus pengharapan dan solusi bagi setiap permasalahan yang kita hadapi, sangat terbukti.”
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tuhan Yesus Sumber Jawaban
Tuhan Yesus Sumber Jawaban
Kamis, 09 November 2017
Tuhan Yesus Sumber Jawaban
Markus 5:21-43

Suatu saat ibu Trisni menghadapi pergumulan berat di mana pak Trisno, suaminya, terkena PHK dan terkena sakit liver. Segala usaha sudah dilakukan oleh bu Trisni dan anak-anaknya untuk kesembuhannya. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil. Suatu sore ada KKR di gereja mereka, keluarga ini datang dan beriman bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan sakit pak Trisno sebagaimana cerita Alkitab di mana Tuhan Yesus berkuasa menyembuhkan berbagai penyakit. Setelah di doakan dalam KKR, ternyata penyakit suaminya disembuhkan dan Tuhan Yesus tetap memelihara kehidupan keluarga tersebut sampai saat ini.

Renungan hari ini berkisah tentang dua orang yang mempunyai masalah serius dalam hidupnya. Mereka datang kepada Tuhan Yesus dan masalahnya dapat terselesaikan. Orang pertama adalah Kepala Rumah Ibadah Yahudi bernama Yairus yang anaknya sakit dan hampir mati. Sudah banyak usaha diupayakan untuk sembuh, namun sia-sia. Kemudian Yairus datang merendahkan diri di bawah kaki Tuhan Yesus [ayat 22-23]. Yairus tahu dan sadar betul bahwa Tuhan Yesus itu musuh besar para Imam Yahudi. Ia tidak peduli dengan kedudukan terhormatnya dan tidak peduli dengan gengsinya karena ia tahu bahwa Tuhan Yesus sudah terbukti berkuasa menyembuhkan segala macam penyakit. Karena itu ia datang kepada-Ny...selengkapnya »
Ada seorang yang hidupnya berputus asa karena bekerja cukup lama namun tidak menghasilkan keuntungan dalam hidupnya. Akhirnya dia berkonsultasi dengan seorang yang sukses berjualan nasi kucing. Setelah itu dia meminjam modal dan mulai usaha berjualan nasi kucing sebagaimana dia belajar dari penjual nasi kucing. Akhirnya dia berhasil dan kehidupannya berubah sama sekali. Tiap hari ada rasa sukacita meskipun capek kerjanya tiap sore sampai malam hari kecuali minggu dia libur. Namun kerja keras dan kemauan untuk berubah dari kehidupannya merupakan motivasi yang penting untuk keberhasilannya saat ini. Peristiwa ini mengingatkan cerita Rasul Petrus dan para murid yang mengalami putus asa. Kisah Para Rasul 3 mencatat tentang perubahan hidup yang dialami para murid Tuhan Yesus setelah mereka mengalami lawatan Allah melalui Roh Kudus. Petrus salah satu murid Tuhan Yesus yang kisah hidupnya dicatat dalam Kisah Para Rasul 3. Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan Rasul Petrus berkaitan dengan lawatan kuasa Allah yang dialaminya. Pertama, Petrus itu penakut dan penyangkal Tuhan Yesus [Yoh 18:12-27]. Ketika Tuhan Yesus di tangkap dan diadili, Petrus mengalami ketakutan dan menyangkal ketika ditanya oleh seseorang bahwa dirinya merupakan orang yang dekat dan kenal dengan Tuhan Yesus. Kedua, Kepercayaan Petrus dipulihkan oleh Tuhan Yesus [Yoh 21:1-19]. Ketika Tuhan Yesus bangkit dari kematian, di danau Tiberias Tuhan Yesus memulihkan kepercayaan diri Petrus terhadap Dia. Dan Tuhan Yesus kembali memanggil Petrus untuk melayani sebagai saksi-Nya dan gembala jemaat. Ketiga, Petrus berani bersaksi tentang Tuhan Yesus [KPR 3:11-26]. Petrus berani bersaksi dan membela diri, bahwa mujizat yang dilakukannya terhadap orang lumpuh di pintu gerbang Bait Allah karena Tuhan Yesus yang pernah mereka salibkan di Golgota namun bangkit pada hari ketiga dari kematian. Keberanian Petrus bersaksi tentang Tuhan Yesus merupakan pekerjaan Roh Kudus yang telah berdiam di dalam hidupnya. Hidup Petrus sekarang diubahkan dari seorang penakut untuk bersaksi menjadi seorang pemberani dalam bersaksi tentang Kristus. Hanya Roh Kuduslah yang sanggup mengubah kehidupan Petrus sedemikian rupa berbeda dari yang sebelumnya. Demikian pula dengan kehidupan kita di zaman ini sebagai murid dan saksi Tuhan Yesus di dunia. Bila Roh Kudus memenuhi hidup kita dan melawat hidup kita maka, kita akan seperti Petrus menjadi orang yang berani bersaksi tentang Kristus dan bisa melakukan mujizat melalui doa kita kepada orang sakit.
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Negara Indonesia merupakan bangsa yang didalamnya memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Berbicara mengenai agama atau kepercayaan yang ada, negara Indonesia memiliki 6 agama yang diakui dan dianut oleh penduduknya. Agama Kristen sendiri merupakan agama yang banyak pengikutnya meskipun masih menjadi agama minoritas di negara ini. Dan tidak jarang para pemeluk agama Kristen mengalami deskriminasi agama dan penolakan seperti contohnya, kasus pembakaran gereja dan pelarangan umat Kristen untuk beribadah serta pelarangan mendirikan gedung Gereja. Di dalam keadaan yang seperti itu, akankah kita dapat menjadi orang-orang Kristen yang memancarkan terang kasih Kristus meskipun banyak rintangan yang dihadapi?. Stefanus adalah orang yang mengalami penderitaan dan mati bagi Kristus. Stefanus mengalami penganiayaan dan akhirnya dibunuh dikarenakan ia memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah membunuh Yesus, sehingga hal itu membuat orang-orang itu menjadi marah lalu mendorongnya keluar kota dan melemparinya dengan batu hingga ia mati [Kisah Para Rasul 7:54-60]. Dan hal itu juga terjadi kepada jemaat mula-mula akibat dari kebencian yang sama pula terhadap Stefanus sehingga terjadilah penganiayaan yang hebat di Yerusalem [Kisah Para Rasul 8:1]. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami jemaat mula-mula adalah karena mereka percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Menjadi pengikut Kristus bukanlah perkara yang mudah namun merupaka suatu ujian bagi iman kita terhadap Dia. Jika kita tidak kuat terhadap tantangan di dunia ini maka kita akan menjadi sama dengan dunia ini. Namun, jika kita tetap memegang teguh iman kepada-Nya maka kita adalah orang-orang yang kuat di dalam mengikut Yesus serta dapat menjadi saksi Kristus dimana kita berada. Jemaat yang terkasih, mungkin kita tidak ikut mengalami penderitaan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Oleh sebab itu mari kita mengungkapkan syukur kita dengan hidup seturut dengan Firman-Nya yaitu menjadi anak-anak yang memancarkan terang Kristus dimanapun kita berada. Kehidupan orang Kristen akan selalu disoroti oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu mari kita menunjukkan sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh yang benar sehingga kehidupan kita menjadi dampak yang baik untuk masyarakat sekitar kita sehingga terang kasih Kristus dapat dirasakan oleh mereka dan melalui itu juga nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Ketika tinggal di Bandung, ada sebuah tempat wisata kuliner di kawasan Lembang yang cukup menarik bagi saya. Bukan sekedar karena makanannya yang lezat menggoyang lidah, tetapi juga menyuguhkan suasana alami yang hening, fresh, dan berhawa sejuk. Di sana mata kita dimanjakan dengan hijaunya pepohonan, indahnya penataan saung-saung dan lampu-lampu obor. Ornamen-ornamen tradisional semakin menambah kentalnya suasana pedesaan nan asri. Konsep mendekatkan diri ke alam yang ditampilkan telah menarik banyak pengunjung sehingga menjadikan tempat itu sebagai salah satu tujuan favorit pecinta kuliner. Ya, di tengah-tengah hiruk pikuknya perkotaan, padatnya jadwal bisnis dan pekerjaan, bahkan permasalahan dan tekanan hidup, setiap orang mendambakan suasana yang tenang dan segar untuk meluruhkan segala kesesakan hidup; menemukan kelegaan bagi jiwa. Tidak heran jika tempat-tempat wisata yang berkonsep ‘back to nature’ [kembali ke alam] selalu dipenuhi pengunjung, khususnya di waktu liburan. Berbicara tentang kelegaan bagi jiwa, Daud telah menemukan tempat yang paling memberi ketenangan saat mengalami gundah gulana karena beratnya deraan pergumulan. Ada orang-orang yang merancangkan kejahatan kepadanya. Mereka berusaha menjatuhkan dan meremukkannya. Berusaha merebut kedudukannya. Fitnahan dan dusta disebar untuk merusak nama baiknya supaya Daud jatuh dan terhempas. Di depan Daud mereka tersenyum dan memberkati, tetapi hati mereka dipenuhi kutuk dan rencana jahat. Mereka bagai musuh dalam selimut. Daud merasa terancam; kehilangan rasa aman. Hatinya merasa tidak tenang. Dia membutuhkan ‘gunung batu’ tempat perlindungan yang aman. Dia membutuhkan ‘kota benteng’ tempat pertahanan yang tenang. Dia mendambakan keselamatan dalam kondisi kritis hidupnya. Ke mana Daud mencarinya? Pada siapa Daud menemukannya? Ya, dia mencari dan menemukan keselamatannya dalam Allah, sumber pengharapannya. Kepada-Nya, Daud mempercayakan hidupnya. Di dalam Dia, Daud mendapat perlindungan sehingga jiwanya tetap aman dan tenang. Oleh-Nya, Daud tetap kuat, tidak goyah meskipun diterpa badai nan menggelora. Saat jiwa kita mengalami gundah gulana; saat pikiran kita disesaki ketakutan dan kegetiran; saat hati kita resah penuh dengan ketidak tenangan; saat pandangan kita gelap pekat sepertinya tidak ada jalan selamat; saat hidup kita bagaikan telur di ujung tanduk dan nyaris jatuh remuk; Kepada siapa kita datang? Ke mana kita mencari perlindungan? Siapa yang kita percaya dan harapkan? Seharusnya jawabannya adalah Allah di dalam Yesus Kristus, dan bukan yang lain. Hanya Dia satu-satunya!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Menggali Talenta
12 Mei '18
The Power Of Positive Thinking
28 April '18
Hasil Akhir Yang Mencederai Hati
30 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang