SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Seorang yang mengisi hari hidupnya dengan segala kesibukan untuk menikmati kesenangan dunia, tetapi tidak pernah mencari Tuhan, tidak akan pernah menemukan-Nya.
DITULIS OLEH
Bp. Gunawan Laksmana
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Waspada Terhadap Cara Hidup Yang Gegabah Dan Ceroboh
Waspada Terhadap Cara Hidup Yang Gegabah Dan Ceroboh
Jumat, 03 November 2017
Waspada Terhadap Cara Hidup Yang Gegabah Dan Ceroboh
Lukas 12:16-21

Tujuan hidup orang percaya adalah Tuhan dan Kerajaan-Nya. Dalam realitas dijumpai orang-orang yang hidup tanpa tujuan. Hidup tanpa tujuan adalah hidup yang tidak berkualitas. Tuhan Yesus memberi contoh cara hidup seperti ini dalam perikop di atas. Seorang yang mengisi hidupnya dengan segala kesibukan, tetapi tidak pernah/tidak serius mencari Tuhan. Dari sudut pandang dunia mereka dianggap sebagai orang yang cerdas dan sukses. Tetapi Tuhan Yesus menyebut nya sebagai orang bodoh, gegabah dan ceroboh. Bagi kebanyakan manusia duniawi cara hidup seperti ini dianggap sebagai pola hidup standar, dan dijadikan sebagai tujuan atau alasan hidup yang normal dan wajar. Orientasi berpikirnya hanya sebatas hari ini, sekarang dan di bumi ini.

Proyeksi dan urusan hidupnya hanya berputar-putar pada hal-hal berikut: sekolah, berkarir, membentuk keluarga, melengkapi hidup dengan fasilitas fisik, menikmati wisata, hobi dan berbagai kesenangan duniawi. Mencari kehormatan dan nilai diri melalui kekayaan, penampilan, gelar pendidikan, pangkat, kekuasaan dan popularitas. Memanjakan keinginan dagingnya dengan makan, minum dan seks. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan hal-hal tersebut sepanjang tidak membelenggu hidupnya dan tidak membuat seseorang tenggelam dalam berbagai aktivitas yan...selengkapnya »
Di dalam kehidupan bergereja, acap kali persembahan umat Kristiani kepada Tuhan diwujudkan dalam bentuk pelayanan. Dan pelayanan di gereja pada umumnya, langsung maupun tak langsung, saling terkait satu sama lain. Satu seksi pelayanan saja bisa beranggotakan banyak orang; yang berarti banyak ide, banyak usul, banyak potensi kreasi yang terkumpul di sana. Belum lagi kaitannya dengan bidang-bidang pelayanan yang lain. Kondisi ini membuat gesekan antar anggota tidak terelakkan. Para pelayan Tuhan sering menganggap bahwa ’hasil akhir’ dari sebuah pelayanan adalah yang mendasari penilaian Tuhan sehingga masing-masing pribadi berusaha keras untuk memperjuangkan apa yang menurutnya paling ideal. Bahkan tak jarang ’perjuangan’nya itu sampai mencederai perasaan rekan-rekan sepelayanan. Sesungguhnya, apakah seperti itu persembahan pelayanan yang diperkenan oleh Tuhan? Bacaan Firman Tuhan pada hari ini mengingatkan umat Kristiani bahwa Tuhan sangat mementingkan kebersihan hati, kerukunan dan perdamaian di antara umat-Nya. Kristus sendiri yang memerintahkan umat-Nya untuk membereskan masalah yang ada, sebelum mempersembahkan sesuatu kepada-Nya [Mat 5:23-24]. Tuhan tidak hanya memandang persembahan yang dihaturkan di hadapan-Nya, namun Ia juga melihat kondisi hati si pemberi persembahan. Apakah dia datang dengan hati yang bersih? Apakah dia masih terlibat dalam perselisihan dengan orang lain? Apalagi dengan sesama rekan sepelayanan. Ironis sekali jika kita menganggap persembahan pelayanan kita berhasil bagus, padahal di balik itu ada hati dan perasaan-perasaan yang tersakiti karena idealisme pribadi kita. Marilah menjadi pribadi-pribadi pelayan Tuhan yang lebih dewasa. Mari menghaturkan persembahan kepada Tuhan melalui proses yang saling menghargai. Biarlah dunia melihat kerjasama dan perilaku kita yang baik sehingga mereka memuliakan Bapa di Surga.
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Efek Pentakosta Kisah Para Rasul 2:1-4 [1] Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. [2] Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; [3] dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. [4] Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, Andaikan kita hadir dalam peristiwa tercurahnya Roh Kudus untuk pertama kali ke atas para murid, kita akan merasakan betapa sukacitanya para murid itu. Padahal sebelumnya mereka dicekam oleh rasa takut. Mereka takut kepada orang-orang Yahudi yang berusaha untuk membinasakan mereka. Tetapi ketika Roh Kudus dicurahkan dan memenuhi mereka, mereka menjadi tidak takut, bahkan mereka dengan berani memberi kesaksian tentang Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian. Inilah salah satu efek Pentakosta. Murid Kristus yang tadinya takut menjadi berani. Firman Tuhan berkata: ’Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.’ [1 Timotius 1:7]. Juga dikatakan oleh Firman Tuhan, ’Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.’ [1 Yohanes 4:4]. Hari ini kita merayakan hari Pentakosta. Kita memperingati saat Roh Kudus dicurahkan untuk pertama kali ke atas para murid. Hari Pentakosta tahun ini kita rayakan di tengah situasi terganggunya keamanan di negeri kita. Serentetan peristiwa teror kembali terjadi di negeri kita. Situasi ini membuat kita tidak merasa tenang. Dan bagi beberapa orang keadaan ini membuat mereka merasa takut. Keadaan yang dialami para murid Yesus pada waktu itu juga membuat mereka takut. Tetapi setelah Roh Kudus turun ke atas mereka dan mereka dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka menang atas rasa takut itu. Mereka dengan berani bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias dan Tuhan. Pengalaman dengan Roh Kudus bukan hanya cerita pada masa lampau, tetapi merupakan kenyataan untuk kita alami sekarang ini. Justru dalam situasi yang tidak membuat tenang ini kita bisa merasakan kehadiran Roh Kudus di dalam hidup kita yang membuat kita menang atas rasa takut. Tuhan memberkati kita semua. Selamat menyambut pengalaman yang baru dengan Roh Kudus. Pdt. Goenawan Susanto
Seseorang yang mengalami peristiwa menyenangkan maupun menyedihkan dalam hidupnya dan sangat berkesan pasti tidak akan terlupakan seumur hidup. Dalam situasi apapun pada setiap kesempatan pasti dia akan menceriterakan peristiwa tersebut kepada orang lain dengan antusias. Seorang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit bisa bercerita tentang peristiwa di masa lalunya kepada setiap orang yang menengoknya. Ada juga seorang bapak yang lumpuh karena stroke dan duduk di kursi roda bisa bercerita dengan semangat tentang masa lalunya walaupun dengan artikulasi yang tidak jelas. Pada hakekatnya setiap orang akan menceriterakan peristiwa yang pernah dialaminya seumur hidup dalam situasi apapun. Ketika Yesus melintasi kota Sikhar di Samaria dan sedang istirahat di tepi sumur Yakub datanglah seorang wanita yang akan mengambil air di situ. Dalam perbincangan wanita itu dengan Yesus, dia merasa kagum karena Yesus tahu akan kehidupannya tanpa dia bercerita. Dia merasakan sesuatu yang beda dan dia menyakini Yesus lawan bicaranya adalah Mesias. Ditinggalkan tempayannya dan dia berlari kembali ke dalam kota bercerita mengenai peristiwa yang dialaminya. Dampak dari ceritanya banyak orang Samaria berbondong-bondong pergi menemui Yesus di sumur itu. Setelah berjumpa dan berbincang dengan Yesus maka orang banyak itu percaya kepada-Nya. Wanita Samaria itu bersaksi kepada banyak orang dan menyelamatkan mereka. Pastilah seumur hidup dia bersaksi tentang peristiwa pertemuannya dengan Yesus. Kita mengenal dan menerima Yesus melalui peristiwa perjumpaan dengan Dia. Setiap orang mempunyai pengalaman dengan Yesus yang berbeda. Apakah setiap pengalaman dengan Yesus dalam hidup kita merupakan sebuah peristiwa yang sangat berkesan ? Pasti kita akan sangat antusias bercerita kepada banyak orang tentang karya-Nya seperti ketika menceritakan keberhasilan anak kita. Roh Kudus yang memenuhi hidup kita akan senantiasa mengingatkan kita untuk bersaksi dalam keadaan apapun dan seumur hidup. Melalui kesaksian kita akan membawa orang yang mendengarnya mengalami proses pertobatan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Efek Pentakosta
20 Mei '18
Keadilan Dan Damai Sejahtera
27 April '18
Siapa Tempat Perlindunganmu?
01 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang