SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Hidup ditengah-tengah gairah dunia yang makin fasik ini, berjuanglah untuk mempertahankan integritas sebagai anak-anak Tuhan, dengan mengenakan gaya hidup yang berpola pada gaya hidup yang dikenakan oleh Tuhan Yesus.
DITULIS OLEH
Bp. Gunawan Laksmana
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Waspada Terhadap Pengaruh Gairah Zaman
Waspada Terhadap Pengaruh Gairah Zaman
Jumat, 19 Januari 2018
Waspada Terhadap Pengaruh Gairah Zaman
Matius 24 : 12, II Timotius 3 : 1 – 5

Gairah zaman adalah filosofi, cara berpikir yang membentuk gaya hidup yang dikenakan oleh hampir semua manusia sekarang ini dan yang telah dianggap sebagai gaya hidup wajar, bahkan sering dianggap sebagai gaya hidup ideal. Gaya hidup ini masih banyak dikenakan oleh orang kristen, aktivis gereja, bahkan oleh para rohaniawan. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa pada saat menjelang kedatangan-Nya, kedurhakaan manusia semakin bertambah, zaman semakin fasik, manusia tidak takut akan Tuhan, tidak peduli hukum atau kehendak Tuhan.

Dalam suratnya, rasul Petrus juga mengingatkan bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek yang hidup menuruti hawa nafsunya. Orang-orang yang mengejek Tuhan dengan perbuatannya, mereka membelakangi Tuhan dan memberontak terhadap Tuhan [II Petrus 3 : .3]. Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus juga menyatakan tentang gairah zaman ini di mana moral manusia sudah jauh dari standar kebenaran dan kesucian Tuhan. Kita harus menyadari bahwa pengaruh suasana dunia yang fasik ini telah menyusup dalam kehidupan banyak orang kristen dan gereja sehingga mereka hidup dalam kewajaran anak du...selengkapnya »
Pak Slamet sangat rindu mengenal Allah yang benar, maka sesuai dengan keyakinannya dia menjalani kehidupan sesuai imannya dengan khusuk sekali. Dia rajin mendengarkan dan mengikuti ceramah agama dimanapun dia bisa mendengarkannya. Suatu saat pak Slamet kedatangan sahabat lamanya pak Sastro. Mereka berbincang sejenak untuk melepas rindu, setelah 50 tahun berpisah. Sehingga pertemuan itu membuat sukacita mereka Sekarang usia mereka berdua sudah di atas 60 tahun. Pak Sastro mulai bercerita tentang bagaimana hidupnya dipertemukan dengan Tuhan Yesus yang memberikan kedamaian dan sukacita hidup. Ternyata melalui kesaksian pak Sastro yang sederhana pak Slamet jadi percaya dan mengenal Allah yang benar. Kerinduan pak Slamet sudah terjawab, sekarang hidup pak Slamet tidak jauh berbeda dengan hidup sahabatnya. Zakheus orang yang kaya, namun ada sesuatu yang terhilang. Dalam hidupnya yaitu hidup yang tidak memiliki banyak teman maupun saudara. Sebagai pemunggut cukai dan tukang pajak hidupnya sangat dibenci masyarakat sekitarnya karena dianggap membantu penjajah untuk memeras rakyat. Hati Zakheus tidak bersukacita meskipun harta melimpah Dia sedih sebab kemanapun pergi selalu jadi omongan negatip dari orang sekitarnya. Zakheus sering mendengar berita tentang Tuhan Yesus dari masyarakat di sekitarnya. Hatinya sangat rindu bertemu dengan Tuhan Yesus. Siapa tahu melalui perjumpaan itu dia menemukan kembali apa yang terhilang dari hidupnya. Karena postur tubuhnya pendek dan tidak memungkinkan ketemu Tuhan Yesus seperti orang lainnya, Zakheus berusaha memanjat pohon untuk melihat Tuhan Yesus yang sedang dikerumini orang banyak. Karena saat itu Tuhan Yesus melewati wilayahnya Ternyata Tuhan Yesus memperhatikan Zakheus dan meminta dia turun dari pohon sebab DIA akan menumpang di rumahnya. Bagi Zakheus ini sesuatu yang spesial sekali. Baru kali ini ada seorang saleh yang dikagumi banyak orang justru mau singgah di rumahnya dan mau makan bersama dia. Kerinduan hatinya untuk menemukan yang terhilang dalam hidupnya telah dijawab oleh Tuhan Yesus. Sebagaimana dikatakan Tuhan Yesus dalam ayat 9. Dimana Zakheus dahulu orang berdosa yang pelit sekarang menjadi Zakheus orang benar yang murah hati karena berjumpa dengan Tuhan Yesus [ayat 7-8 ]. Semoga kita semua memiliki hidup seperti Zakheus menjadi orang benar yang murah hati karena perjumpaan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Hendaknya kita sebagai orang percaya memiliki hati seperti Tuhan Yesus. Hati yang rindu mencari dan menyelamatkan orang berdosa di sekitar kita seperti Zakheus, supaya hidupnya mengalami sukacita dan damai sejahtera. Marilah hal ini kita wujudkan dalam tahun 2018, yaitu mau dan berkomitmen melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang.
Pada hari minggu tanggal 14 Januari 2018, saya mendapat tugas untuk mendampingi Ibadah Raya I. Seperti biasa jam 4.30 WIB saya sudah bangun dari tidur mempersiapkan diri untuk pergi ke Gereja. Dan tepat jam 5, saya berangkat ke gereja. Dalam perjalanan tepatnya di jalan Jangli Raya, saya berpapasan dengan 3 anak remaja laki. Mereka menaiki 2 sepeda motor tanpa alas kaki dan suara sepeda motornya cukup memekakan telinga. Sampai di pertigaan Jalan Jangli Raya dan Jalan Dr. Wahidin ketemu lagi dengan ke 3 anak tersebut Saya sempat beradu pandang dengan salah seorang anak remaja, tiba tiba saya merasa kasihan dan menangis di jalan. Saya mulai mendoakan ke 3 anak remaja tersebut supaya Tuhan tolong, Tuhan selamatkan dan Tuhan pakai menjadi hamba-Nya. Kalau kita baca nats di atas, Yesus menyatakan bahwa setiap orang yang tidak percaya kepada Nya berada di bawah hukuman [ayat 18] Mungkin untuk memperkenalkan Kristus kepada orang lain kita tidak punya cukup keberanian, namun ada cara lain untuk kita jangkau jiwa jiwa malalui doa-doa kita buat orang orang yang belum mengenal Tuhan. Kita bisa berdoa buat Suami/Istri, berdoa untuk anak anak kita atau sebaliknya berdoa untuk saudara, tetangga juga teman. Melalui doa kita bisa jangkau banyak orang. Cara ini tidak memerlukan tempat, tenaga apa lagi uang. Yang dibutuhkan adalah beban dan belas kasihan untuk jiwa jiwa yang ada. Mari Bp/Ibu/Sdr/i Jemaat yang di kasihi Tuhan, sudah saatnya kita melaksanakan salah satu kehendak Tuhan [yohanes 4:34] untuk menjangkau jiwa jiwa melalui doa-doa kita.
Waktu berjalan begitu cepat, bulan Januari telah lewat dan kita masuk ke bulan ke-2 tahun ini. Ada hati yang berbunga-bunga tapi ada juga hati yang kelabu, yang pasti tidak seorang pun dari kita tahu apa yang akan terjadi di hari-hari yang kan kita lalui. Hati kita dipenuhi banyak tanda tanya: Bisakah ? Mungkinkah ? Rasa kawatir dan takut sering menghantui hidup kita. Banyak ketidakpastian berkecamuk dalam pikiran dan hati kita. Namun satu hal yang harus kita tahu pasti bahwa Allah ada di pihak kita, jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita? Dalam janji Allah ini ada 3 hal yanag harus kita pahami. Pertama: Allah berada di pihak kita! Bagaimana kita mengetahui dengan pasti? Mempercayai-Nya dan berada dalam kehendak-Nya ? Bukankah di dalam Yesus Kristus kita dipilih dan ditentukan dari semula untuk menjadi menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kita juga dipanggil-Nya, dibenarkan-Nya dan dimuliakan-Nya. Kedua: Allah memberikan kekuatan dan kemenangan kepada kita. Kepastian ini kita peroleh karena Ia telah memberikan Anak-Nya Yang Tunggal, Yesus Kristus sebagai anugerah terbesar dalam hidup kita. Itu artinya bahwa Ia juga akan memberikan hal-hal lainnya yang kita butuhkan [ayat 32]. Ketiga: Persekutuan kita dengan Allah tidak akan dapat dipisahkan oleh apapun juga dalam dunia ini. Kesulitan hidup bisa saja datang menghadang tetapi bersama Tuhan, siapa takut? [ayat 35]. Mari kita melangkahkan kaki kita menapaki hari-hari di depan kita dengan penuh percaya akan penyertaan-Nya yang kekal.
Pak Budi adalah seorang Kristen sejak kecil. Dia bertumbuh dalam Gereja yang memiliki komunitas kecil untuk sarana pertumbuhan rohani jemaat. Pada suatu saat pak Budi memiliki pergumulan tentang keselamatan dirinya di hadapan Allah. Dia juga sempat meragukan apakah Yesus Kristus benar-benar Allah. Akhirnya Pak Budi di yakinkan keselamatan hidupnya melalui bimbingan pak Slamet sebagai pemimpin komcil. Pak Budi berusaha meyakinkan bahwa keselamatan hidupnya di dalam Kristus di jamin dan Kristus memang benar-benar Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Keraguan tentang siapa Yesus Kristus sebenarnya bukan cuma pergumulan pak Budi saja, tetapi pergumulan banyak orang baik yang sudah mengenal dan percaya Tuhan Yesus maupun mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Yang belum percaya layak kita maklumi sebab mereka berada di luar Kristus, tapi bagi yang sudah percaya Tuhan Yesus hal ini harus kita perhatikan dengan serius. Sebab akan berdampak dalam kehidupannya di kemudian hari. Sebagaimana bacaan renungan kita hari ini yang berkaitan dengan kehidupan Yohanes Pembaptis yang telah membaptis Tuhan Yesus dan memperkenalkan Tuhan Yesus kepada orang banyak melalui kotbahnya. Saat berada di dalam penjara menunggu bagaimana nasibnya selanjutnya di tangan Raja Herodes, dirinya sempat meragukan keberadaan Tuhan Yesus sebagai Sang Mesias. Oleh sebab itu dia mengutus muridnya untuk mempertanyakan hal ini kepada Tuhan Yesus. Ternyata jawaban Tuhan Yesus sangat mengejutkan. Pertama Dia meyakinkan bahwa Diri-Nya adalah Mesias melalui tanda-tanda yang telah di buatnya [ayat 4-6]. KeDua Dia, mulai berbicara tentang diri Yohanes Pembaptis [ayat 7-14]. Di katakan tidak ada seorangpun yang lahir di Israel memiliki pribadi lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Pelajaran yang kita dapat melalui bacaan ini adalah kebesaran dan kasih Tuhan Yesus yang selalu ingin meyakinkan siapapun orang yang sempat meragukan keberadaan-Nya sebagai Sang Mesias. Supaya dengan pernyataan Tuhan Yesus, orang tersebut tidak lagi ragu-ragu melainkan akan melangkah dengan mantap dalam iman kepada dan bersama Tuhan Yesus. Bagaimana dengan diri kita saat ini, yakinkah kita bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias Sang Juruselamat manusia berdosa? Jika kita masih sempat meragukannya sama seperti Yohanes Pembaptis, maka temukan jawabannya melalui pembacaan dan pendalam Firman Allah terutama Injil Yohanes niscaya kita akan diyakinkan siapa Tuhan Yesus Kristus yang sebenarnya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Humblebrags
12 Februari '18
Beda Standart
14 Februari '18
Perjumpaan Yang Dinantikan
06 Februari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang