SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
Hendaklah perkataanmu jangan hambar.
DITULIS OLEH
Pdt. Antonius Yulianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Menjadi Berkat !
Hidup Menjadi Berkat !
Kamis, 16 November 2017
Hidup Menjadi Berkat !
Ibrani 13:15
Seorang nenek begitu setia beribadah kepada Tuhan di usianya yang semakin bertambah. Demikian juga sang nenek terus berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah sekalipun keadaan hujan atau panas. Bahkan tubuh tuanya yang seringkali mengalami sakit, tidakmembuatnya melupakan setiap hari minggu untuk tetap beribadah kepada Tuhan. Sang nenek berpikir bahwa dengan beribadah, ia sedang bertemu dengan Tuhannya. Tetangga yang melihat kehidupannya begitu tertarik dengan apa yang dilakukannya .Sampai suatu saat, tetangga nenek yang awalnya tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, akhirnya menjadi percaya karena melihat kehidupannya.

Seringkali kita berpikir kalau menjadi berkat berarti kita harus mengeluarkan rupiah dari dompet kita. Tidak salah memang, namun melalui kehidupan ini kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang seperti contoh kisah nenek di atas, termasuk juga melalui bibir kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Penulis surat Ibrani mengingatkan supaya kita mempunyai ucapan bibir yang memuliakan Allah. Tentu orang yang mendengar perkataan kita akan memuji-muji dan memuliakan Allah karena kebaikkan-Nya. Contohnya, Paulus dan Silas sekal...selengkapnya »
Apakah yang membuat orang menjadi sakit hati, jengkel, ataupun pedih? Ada banyak hal penyebabnya. Misalnya perlakuan yang tidak adil, fitnah, perlakukan yang semena-mena, diremehkan, pengkhianatan, dll. Hal seperti itu sering menimpa banyak orang, termasuk juga orang-orang beriman. Sebenarnya orang yang sakit hati, pedih, dan perih menanggung kejengkelan yang sangat dalam adalah orang yang tidak mendapat keadilan dalam hidupnya baik itu di lingkungan pekerjaan, masyarakat, pendidikan bahkan juga di keluarga. Bagaimana sikap orang beriman ketika dirinya sedang menghadapi perasaan sakit hati, kejengkelan karena ulah orang lain yang memperlakukannya tidak adil dan semena-mena? Mari kita memperhatikan sikap Daud ketika dia sedang menghadapi perlakuan yang tidak adil. Daud mengalami perlakuan semena-mena, suatu ketidakadilan, mungkin semacam fitnahan [ayat 6]. Apa yang dilakukan Daud? Yang dilakukan Daud adalah mendatangi Tuhan, menghampiri tahta Tuhan dalam doa yang hidup. Kemudian dalam doanya itu Daud memohon supaya Tuhan memberi keadilan [ayat 1]. Selain itu Daud mengutarakan bagaimana dia hidup dengan penuh iman dan takut akan Tuhan [ayat 1b, 3], sehingga dia berani mengatakan di hadapan Tuhan bahwa dirinya memiliki kehidupan yang bermoral: tidak duduk dan bergaul dengan para penipu dan orang munafik [ayat 4]; Dia benci dengan perkumpulan orang yang berbuat jahat [ayat 5]; hidup dalam ketulusan [ayat 11a]. Begitu seriusnya Daud berdoa memohon supaya dia tidak mati sia-sia bersama dengan orang-orang berdosa, yaitu para penumpah darah, yang berbuat mesum, dan yang suka menerima suap [ayat 9-10]. Semua kebenaran yang melekat dalam kehidupannya, disampaikannya hanya kepada TUHAN. Saudara kekasih Tuhan, sikap seperti Daud-lah yang harus dilakukan orang beriman ketika dia sedang menghadapi perlakuakn semena-mena dan ketidakadilan. Datang hanya kepada TUHAN, bukan kepada manusia karena manusia bisa memberi arahan yang salah, minta keadilan bukan minta kemenangan. Sebab bagi orang beriman tidak diperkenankan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi menyerahkan semuanya pada Tuhan dan tetap bersikap kasih kepada “seteru” kita [Roma 12:9-10]. Datang kepada Tuhan dalam pergumulan doa yang serius, sampaikan segala keluh kesahmu hanya kepada Tuhan.
Biasanya ketika seseorang menciptakan atau membuat sesuatu pada pertama kalinya tidak serta merta sempurna, pasti ada trial and error atau percobaan-percobaan dan ada kesalahan-kesalahan pada ciptaannya. Dan dibutuhkan beberapa kali percobaan sehingga sesuatu yang diciptakan itu menjadi sempurna. Tapi tidak demikian dengan pencipta manusia. Tuhan menciptakan manusia hanya dengan sekali bentukan saja [Kejadian 2:7] dan jadilah manusia yang sempurna. Tidak ada kesalahan dalam penciptaan-Nya. Hal yang detail dari fisik manusia sampai pikiran, perasaan, hati, semua sudah diperhitungkan dengan sempurna oleh Pencipta kita. Dia tahu bahwa hati dan pikiran manusia akan mudah dikuasai oleh hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya. Karena itu melalui hamba-hamba-Nya, Allah menyampaikan Firman yang merupakan guidebook bagi manusia untuk menjalani kehidupan ini. Salah satu Firman-Nya yang disampaikan kepada Yosua adalah “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”. Dia tahu benar bahwa masalah-masalah yang ada di sekitar kita, pencobaan yang sedang terjadi, sakit-penyakit yang sedang dirasakan akan selalu memenuhi seluruh pikiran manusia sepanjang hari. Karena itu Dia mengingatkan kita supaya yang menjadi perenungan kita baik waktu siang maupun waktu malam hari adalah Firman Tuhan. Bukan masalah, persoalan, pencobaan dan sakit-penyakit. Ketika pikiran kita dipenuhi perenungan akan masalah, persoalan, pencobaan, sakit penyakit, tidak akan ada jalan keluar, tidak akan ada damai sejahtera, dan sudah tentu apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita akan sulit digenapi. Tetapi ketika kita belajar untuk memenuhi pikiran kita dengan perenungan Firman-Nya, Firman itu yang akan menuntun kita berpikir jernih sehingga kita bisa bertindak hati-hati, perjalanan melalui hidup ini akan berhasil, dan kita akan beruntung. Masalah, persoalan, pencobaan, sakit penyakit biar saja ada dalam kehidupan kita, tapi jangan biarkan itu semua menjadi perenungan dalam pikiran dan hati kita sepanjang hari. Biarlah hanya Firman Tuhan saja yang menjadi perenungan dalam hati dan pikiran kita baik waktu siang dan malam hari.
Dalam ayat ini, kelegaan sering diartikan kelepasan dari berbagai persoalan hidup dan terpenuhinya kebutuhan jasmani. Kelegaan atau perhentian sejati pada dasarnya akan dialami bila kita tidak dipenuhi pikiran kuatir. Biasanya kekuatiran berkaitan dengan kebutuhan jasmani, harta kekayaan dan berbagai fasilitas duniawi yang diharapkan dapat melengkapi dan membahagiakan hidup. Kebutuhan jasmani sebetulnya menjadi fokus utama orang yang tidak mengenal Tuhan. Akibatnya orang akan terus bergerak mencari sesuatu yang dianggap dapat memberi kelegaan. Ibarat kapal yang terus berlayar mencari pelabuhan, padahal bagi orang percaya, hanya ada satu pelabuhan yang memberi kelegaan, yaitu Tuhan Yesus. Mereka dikatakan sebagai orang yang letih lesu dan berbeban berat karena banyaknya keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak orang yang datang kepada Tuhan hanya sekedar memperoleh jalan keluar atas problem kebutuhan jasmani. Sebetulnya orang percaya dipanggil untuk mengalami perhentian di dalam Tuhan, artinya merasa cukup pada saat dirinya menerima anugerah keselamatan. Keselamatan di dalam Tuhan Yesus bertujuan supaya kita bisa dikembalikan kepada rancangan semula Bapa dan dipersiapkan masuk Kerajaan-Nya [Ibrani 11:16]. Kelegaan dan ketenangan jiwa sejati akan dialami bila: 1. Pikiran tidak dipenuhi keinginan pribadi yang tidak sesuai dengan pikiran/kehendak Tuhan [Yakobus 1:14-15]. 2. Kita memahami dan mempraktekkan Kebenaran Injil yang murni [Yesaya 32:17, Yohanes 8:31-32]. 3. Memiliki rasa cukup, tidak berkeinginan memiliki fasilitas duniawi untuk mendapatkan nilai diri, prestise, ketenaran [1 Timotius 6:6-8]. 4. Memiliki karakter mulia melalui proses pemuridan. Mustahil mengalami kelegaan dan ketenangan jiwa bila kita egois, iri hati, suka marah-marah, penuh curiga, pendendam.
Di Film terbaru buatan DC yang di produksi oleh Warner Bros, yang berjudul “Justice League”, dimunculkan satu sosok superhero yang tidak terlalu familiar yang dikenal dengan panggilan Cyborg. Jika dibandingkan dengan superhero lain yang muncul dalam film ini, seperti Batman, Superman, Aquaman, Wonder Woman dan The Flash, maka nama Cyborg tidak sepopuler jagoan lainnya. Apakah berarti Cyborg adalah superhero yang tidak istimewa? Eits... tunggu dulu! Jangan salah! Justru dalam film ini Cyborg memegang peran penting dalam kesuksesan misi yang dijalankan. Cyborg adalah superhero yang tidak bisa melupakan masa lalunya. Sebelum dibentuk menjadi Cyborg, dia dulunya adalah seorang remaja yang cerdas dan berbakat. Namun karena kecelakaan yang menyebabkan dia dalam kondisi kritis, maka sang ayah melakukan eksperimen untuk menyelamatkan nyawanya. Eksperimen sang ayah pun berhasil, nyawa sang anak tertolong, namun beberapa bagian tubuh harus diganti menjadi robot. Hasilnya sosok Cyborg pun hidup. Saat mengetahui bagian tubuhnya “aneh”, Cyborg terus menerus merenungi nasibnya. Dia merasa menjadi orang aneh dan berbeda dari manusia pada umumnya. Dia terus mengenang masa lalunya sebagai manusia normal dan membenci tubuh Cyborgnya yang sekarang. Keterpurukan itu akhirnya sirna, saat Wonder Woman memberinya nasihat yang memotivasinya. Singkat cerita, dengan motivasi tersebut, Cyborg dapat menerima dirinya dan menjadi pribadi baru yang luar biasa. Di dalam Efesus 2:1-7 dijelaskan bagaimana Tuhan telah mengubah hidup manusia yang percaya kepadan-Nya. Manusia yang dahulu adalah makhluk penuh dosa yang seharusnya mendapat murka dari Tuhan [ayat 3], telah memperoleh anugerah dari Tuhan yang penuh rahmat [ayat 4] untuk memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal. Ketika kita tidak dapat melakukan apapun, Allah yang melakukan segala sesuatunya. Di sini terletak paradoks yang mendalam dari pengalaman orang kristiani. Iman merupakan perpaduan tindakan dari yang berdasarkan pada kehendak kita dan campur tangan kekuatan ilahi. Dari perpaduan menakjubkan itu timbullah sukacita, damai sejahtera, dan pengharapan yang berlimpah. Apakah kini Anda benar-benar tak berdaya? Persoalan menumpuk dan tidak kunjung usai? Kekuatan Anda lenyap? Tidak ada pilihan lagi? Bila Anda telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Allah akan menguatkan Anda untuk tetap beriman. Bila Anda mempercayai-Nya, Dia tidak hanya memberi Anda sukacita dan damai sejahtera, melainkan juga pengharapan tatkala seluruh pengharapan yang ada telah sirna. Sebab selalu ada pengharapan dan pembaruan di dalam Tuhan Yesus. Dia akan menjadikan kita indah dan semakin indah bagi Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Karya Terbesar
10 Desember '17
Thanksgiving Day
02 Desember '17
Hidup Bersama Mertua
14 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang