SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Orang yang memiliki ketabahan hati akan memiliki keberanian menghadapi segala keadaan, sesulit dan seberat apapun juga.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas Budianto
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tabahkanlah Hatimu
Tabahkanlah Hatimu
Selasa, 28 November 2017
Tabahkanlah Hatimu
Kisah Para Rasul 27:25

Seorang ibu dengan tubuh lemah terbaring di atas tempat tidur. Ia sudah seminggu lebih menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit. Kondisi sakitnya bisa dibilang lumayan parah. Bahkan karena sulit bernafas, maka dokter harus memasang alat dengan membuat lubang di pangkal lehernya. Tetapi kesan sedih tidak terpancar dari wajahnya. Setiap kali sahabat, kerabat, dan kenalan datang menjenguknya, senyuman selalu terlihat mengembang di bibirnya. Ketika mengalami kesulitan berbicara, ia selalu mengangkat dan menggerakkan kedua jari telunjuknya ke atas dan kemudian mengacungkan kedua jempol tangannya seolah-olah ingin berkata, “Tuhan selalu baik.” Ia begitu tabah hati menghadapi sakitnya.

Untuk tabah bukanlah perkara yang mudah. Tabah bukan sekedar sabar, tetapi jauh lebih dari itu. Ada sisi panjang sabar di dalamnya. Karena ketabahan berarti ketahanan [daya tahan] untuk bersabar dalam menghadapi penderitaan, kesukaran, pergumulan, dsb. Bisa dibilang ketabahan adalah ketekunan untuk terus menerus bersabar.

Sikap itulah yang dinasihatkan oleh Paulus kepada para penumpang dan crew kapal yang ditumpanginya menuju Roma...selengkapnya »
Ketika Lawatan Allah terjadi Mazmur 126:1-3 Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: ’TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!’ TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Apa yang terjadi bila Allah melawat umat-Nya? Kita harus mengerti saat Allah melawat kita. Jangan sampai kita tidak mengerti saat Allah melawat kita. Bangsa Israel tidak mengerti saat Allah melawat mereka, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Lawatan Allah atau yang sering disebut juga kebangunan rohani [revival] terjadi berulang kali dan di banyak tempat. Salah satu di antaranya yang paling besar dan berdampak luas adalah yang terjadi di Welsh [Inggris] pada tahun 1904. Api kebangunan rohani di kota Welsh ini telah menyebabkan 100.000 orang lebih bertobat dan meluas ke seluruh Inggris dan menyebar ke negara-negara lain, termasuk ke India [pada tahun 1906] dan ke Korea [pada tahun 1907]. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah karena ada orang yang merencanakan dan menggerakkan? Tidak. Itu terjadi di luar batas kemampuan manusia. Api kegerakan rohani itu bermula dari sebuah titik, membakar hati satu atau beberapa orang, lalu menyebar luas kepada lebih banyak orang dan menyebar melintasi batas wilayah bahkan melintasi batas negara. Apa yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa lawatan Allah itu? - Yang paling utama adalah adanya kesadaran akan hadirat Allah yang nyata. Mereka dicekam oleh perasaan takut akan Allah. Dan karena itu banyak di antara mereka yang tertempelak hatinya oleh karena perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka lakukan. Mereka menyesal akan dosa-dosanya dan memohon ampun kepada Tuhan. Mereka menangis dan memohon belas kasih kepada Tuhan. - Mereka haus akan kebenaran dan membutuhkan Firman Tuhan. Mereka giat beribadah di gereja. Gereja menjadi penuh karena banyak orang yang merindukan hadirat Tuhan dan menerima pengajaran Firman Tuhan. - Mereka merasakan sukacita oleh karena menerima anugerah pengampunan yang melepaskan mereka dari beban akibat kutuk dosa. Mereka bernyanyi dengan penuh sukacita. - Terjadi perubahan di dalam hidup moral mereka oleh karena pertobatan yang sejati. Mereka tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Lawatan Allah yang seperti inilah yang kita rindukan terjadi di tengah kita. Pdt. Goenawan Susanto
Katarak merupakan penyakit mata yang bisa mengakibatkan kebutaan, namun sebenarnya penyakit ini bisa diatasi oleh dokter dengan operasi katarak. Bisa dibilang sakit ini tidak berbahaya apabila segera diatasi, tetapi akan menjadi sangat berbahaya ketika penyakit ini dibiarkan terus menerus menebal menutup seluruh bagian-bagian di dalam mata. Persoalannya adakah tindakan untuk menghilangkan katarak penyakit penghalang penglihatan manusia itu? Penghalang atau perintang, selalu mempersulit sesuatu. Semuanya jadi tidak lancar, terhambat sehingga tidak sampai pada sesuatu yang diinginkan, sehingga berakhir dengan persoalan serius, menyebabkan kegagalan. Dua murid Yesus yang sedang berjalan ke Emaus, dengan perasaan kecewa dan berduka harus pulang ke daerah asalnya sendiri, karena mereka mengira bahwa drama eksekusi yang berakhir kematian Yesus merupakan akhir dari segalanya, akhir dari sosok Guru Agung yaitu Yesus Kristus dengan segala ajaran dan harapan-harapan yang dibangun-Nya. Ketika mereka di perjalanan sedang bercakap-cakap bertukar pikiran tentang Yesus orang Nasaret, tiba-tiba datanglah Yesus yang tidak mereka kenal, karena ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak mengenali Yesus. Ketika Yesus menanyakan hal apa kiranya yang terjadi, maka mereka menjelaskan tentang apa yang terjadi tentang Yesus. Kemudian Yesus berkata kepada mereka dengan perkataan “hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya....” [a.25]. Jadi yang menutupi [penghalang] mereka terhadap Yesus adalah hati mereka yang lamban. Saudara kekasih, hati yang lamban selalu menjadi peghalang kita kepada Tuhan. Kita sulit memahami kebesaran dan kebaikan Tuhan bahkan banyak juga orang kristen yang tidak bertumbuh karena hati yang lamban. Seperti apakah hati yang lamban? Yaitu: hati yang dipenuhi dengan perasaan duka, kecewa, kepahitan, tidak ada pengampunan, kurang percaya, bebal, dsb. Hati yang lambat terbuka untuk firman tetapi cepat menerima banyak hal yang negatif sulit untuk melihat karya Tuhan yang besar, sulit bertumbuh dan sulit menerima jawaban Tuhan. Bagaimana dengan saudara saat ini? Bukalah lebar-lebar hati kita untuk firman, dan tutuplah hatimu dari segala hal yang menyebabkan kebodohan dan kelambanan hati. Amin.
Mas Noto seorang pemuda lugu dari desa lereng pegunungan Bromo di Jawa Timur akan berangkat bekerja di Jakarta sebagai manajer pemasaran dari Bank Lippo. Alumni salah satu Universitas Terkenal di Surabaya jurusan Ekonomi Manajemen ini memang tergolong pemuda cerdas dan berprestasi sehingga Bank Lippo berminat merekrut menjadi pegawainya. Saat sebelum berangkat ke Jakarta dia mengadakan persekutuan doa dan syukuran di desanya. Ada banyak pesan dan harapan yang disampaikan kepada dirinya baik dari Bapak Gembala, Bapak Lurah, juga orang tuanya sendiri sebagai bekal dirinya berjuang di Jakarta. Dari sekian banyak pesan yang disampaikan hanya satu pesan yang senantiasa dia ingat dan lakukan dengan segenap hati yaitu pesan dari ayahnya tercinta. Bagi dia pesan sang ayah merupakan hal yang patut diingat dan dilakukan karena sang ayah sangat kenal dirinya dan kebutuhannya. Tiga tahun kemudian Mas Noto sudah menjadi orang sukses dan penting di jajaran Bank Lippo dan mulai mencari anak desa untuk bergabung bekerja dengan dirinya. Nats yang tertulis di atas merupakan pesan penting yang Tuhan Yesus sampaikan kepada para murid sebelum diri-Nya terangkat ke Surga. Pesan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan para murid. Ternyata pesan tersebut berisi dua hal penting dan satu hal di sampaikan oleh Para Malaikat kepada para murid-Nya. Pesan tersebut antara lain. Pertama, mereka tidak perlu tahu kapan waktu yang tepat saat pemulihan bangsa Israel terjadi. Sebab hal ini merupakan wewenang dari Bapa di Surga [ayat 7]. Kedua, sekarang yang harus mereka kerjakan sepeninggal Tuhan Yesus adalah sebagai saksi – saksi dari karya penebusan Tuhan Yesus di kayu salib bagi keselamatan orang berdosa. Wilayah kesaksian mereka adalah dari Kota Yerusalem sampai ke ujung bumi [ayat 8]. Tugas itu akan mereka kerjakan setelah mereka menerima Roh Kudus sampai Tuhan Yesus datang kembali ke dunia ini. Dan salah satu pesan Malaikat yang disampaikan kepada mereka adalah tentang kembalinya Tuhan Yesus ke bumi untuk kedua kalinya sejak kenaikan diri-Nya Ke Surga. Pesan itu hendak menegaskan bahwa suatu saat Tuhan Yesus pasti kembali ke dunia ini untuk menjemput kita yang percaya dan menjadi murid-Nya. Sudahkah kita melakukan pesan Tuhan Yesus di atas sebagai bukti bahwa kita adalah murid – murid-NYa.
Minggu lalu baru saja kita merayakan perayaan Hari Pentakosta. Kita kembali diingatkan/disadarkan betapa pentingnya Roh Kudus. Orang percaya perlu Roh Kudus dalam hidupnya. Roh Kudus memberi kekuatan dan kuasa untuk berani bersaksi tentang Kristus. Roh Kudus memberi kuasa untuk hidup berkemenangan. Dan Roh Kudus juga memberi kuasa-kuasa yang lainnya kepada orang percaya. Semuanya itu sangat benar. Sayangnya, ada orang yang beranggapan bahwa Roh Kudus sebatas kuasa saja, mereka mengejar kekuatan/kuasa, tetapi mereka lupa bahwa Roh Kudus adalah satu pribadi yang punya pikiran, perasaan dan kehendak. Mereka tidak merasa perlu bersekutu denga pribadi Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus hadir sebagai Penolong yang menyertai orang percaya. Roh Kudus diutus sebagai penghibur dan mengajarkan segala sesuatu kepada orang percaya. Sekali lagi, Roh Kudus bukan sekedar kekuatan, bukan pula sekedar kuasa ataupun energi. Tetapi Roh Kudus adalah satu pribadi. Seperti Yesus Kristus menyertai murid-murid-Nya selama kurang lebih tiga setengah tahun di bumi demikian pula Roh Kudus menyertai orang percaya selama-lamanya. Sebagai satu pribadi, kita bisa bersekutu dan berkomunikasi dengan Roh Kudus. Kita bisa berbicara kepada-Nya dan kita bisa mendengar suara-Nya. Dia memimpin kerinduan kita untuk baca Firman Tuhan. Dia memberikan pencerahan sehingga Firman Tuhan itu menjadi hidup dalam hidup kita. Ketika kita melangkah keluar dari Firman, Dia menegur kita dan mendorong kita untuk mentaati Firman-Nya. Ketika kita taat, Roh Kudus disukakan. Nabi Yesaya pernah menyampaikan teguran kepada umat Tuhan, tetapi mereka sering memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Tuhan yang tadinya memelihara dan melindungi mereka, kini berubah menjadi musuh mereka. Bahkan Tuhan sendiri berperang melawan mereka. Sejarah mencatat, mereka dibuang ke Babilonia selama 70 tahun. Berbahagialah kita yang menerima Roh Kudus sebagai satu pribadi yang menuntun kita kepada jalan kebenaran. Mari kita sukakan Roh Kudus dalam ketaatan kita kepada Allah.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Ketul
10 Mei '18
Jangan Salah Menilai
15 Mei '18
Apa Yang Kupunyai, Kuberikan Padamu
26 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang