SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 20 April 2018   -HARI INI-
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
  Senin, 16 April 2018
  Minggu, 15 April 2018
  Sabtu, 14 April 2018
POKOK RENUNGAN
Apapun yang engkau alami, datanglah kepada Tuhan Yesus
DITULIS OLEH
Sdr. Dwi Winarno
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Datang Kepada Yesus
Datang Kepada Yesus
Sabtu, 13 Januari 2018
Datang Kepada Yesus
Yohanes 2 : 1-11

Pada pertengahan bulan Desember 2017, di rumah nenek saya ada acara keluarga besar. Mulai dari keluarga tertua sampai yang termuda berkumpul di sana, bahkan mengundang tetangga-tetangga dan saudara. Acara tersebut sudah direncanakan dan dibicarakan bersama. Sehingga membutuhkan persiapan yang cukup supaya acara berjalan lancar. Mereka membagi tugas, para ibu dan wanita bagian dapur, yaitu mulai dari belanja sampai masak-memasak. Bagian para bapak dan pria mempersiapkan tempat. Ada yang mengecat rumah, ada yang memasang lampu tambahan untuk penerangan dan sebagainya. Semua sudah dipersiapkan sesuai dengan rencana. Namun, terjadi keterlambatan saat penyajian makanan, karena orang yang membantu membagikan makanan jumlahnya sedikit. Di saat seperti itu, mungkin ada perasaan tidak enak [sedikit panik] dengan para tamu yang hadir karena harus menunggu cukup lama. Tetapi semua dapat di atasi. Para tamu masih sabar menanti karena pada saat itu juga sedang hujan turun. Sehingga mereka tidak terburu-buru meninggalkan acara tersebut.

Hal yang hampir sama juga pernah dialami ketika ada perkawinan di Kana. Saat itu keluarga mempelai kehabisan anggur untuk disajikan kepada para tamu. Sehingga muncul kepanikan dan perasaan tidak nyaman ketika mendengar masalah tersebut. Karena ...selengkapnya »
Berdoa adalah kegiatan terpenting dalam kehidupan Gereja. Doa dikatakan sebagai nafas orang beriman, artinya adalah bahwa berdoa merupakan bagian terpenting yang tidak dapat ditinggalkan. Seperti manusia pada umumnya bernafas adalah bukti bahwa manusia itu hidup, demikian juga dengan berdoa maka Gereja akan tampak sebagai Gereja yang hidup. Di dalam doa maka terungkap bahwa orang percaya mengakui kebesaran dan kedaulatan Allah. Seperti dalam doa Tuhan Yesus yang selalu berserah diri kepada kedaulatan Bapa, “...tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” [Mat. 26:39]. Pertanyaanya adalah bagaimana supaya doa-doa kita menjadi doa yang berkualitas seperti doa Tuhan Yesus? Supaya doa-doa kita menjadi doa yang berkualitas, maka berdoalah setiap waktu di dalam Roh, dan berdoa yang tidak ada putus-putusnya untuk segala orang Kudus [Ef.6:18]. Kata “di dalam Roh” [en pneumatikos] bukan menunjuk pada “glosolali” atau bahasa lidah, tetapi bermakna berdoa yang ada dalam pimpinan kuasa Roh Kudus. Berdoa yang berkualitas adalah berdoa yang berserah penuh dalam pimpinan kuasa Roh, sehingga doa-doa kita tidak berorientasi pada doa-doa kedagingan yaitu ungkapan-ungkapan yang berkutat pada permohonan untuk diri sendiri. Doa yang ada dalam pimpinan Roh Kudus akan membawa kita semua pada penyembahan kepada Allah dan kita akan masuk dalam keintiman dengan Bapa, masuk dalam hadirat Allah. Dalam doa seperti itulah kita akan dipimpin oleh Roh untuk berkata “kehendakMulah yang jadi bukan kehendakku”. Di dalam doa yang berkualitas itu [dipimpin Roh] maka doa-doa syafaat selalu mendapat porsi yang baik [berdoa untuk segala orang kudus atau berdoa untuk pekabaran Injil]. Baiklah saudara-saudara, kita semua akan terus berdoa dalam pimpinan Roh Kudus. Bagaimana supaya kita bisa berdoa dalam pimpinan Roh Kudus? Mintalah Roh Kudus membimbing saudara ketika berdoa. Sebenarnya apa yang bisa kita berikan kepada Tuhan? Semuanya adalah milik Tuhan, Dia tidak butuh apa-apa dari kita. Tetapi Tuhan senang apabila anak-anak-Nya dekat dengan-Nya, dekat dengan Bapa, ya melalui doa. Bapa senang kalau anak-anak-Nya pada nurut, mengikuti kehendak-Nya dan untuk menjadi anak-anak penurut Bapa maka mereka harus selalu menghampiri dan mendekat, ya melalui doa. Lalu bagaimana dengan permohonan doa-doa pribadi? Jangan kuatir, kalau kita dekat dengan Bapa, maka Bapa mengetahui segala apa kebutuhanmu, tanpa kita meminta-minta Bapa kita yang bertanggungjawab penuh atas hidup kita. Amin.
Berita tentang kebangkitan orang mati pada waktu itu menarik perhatian masyarakat daerah Balas Klomprik karena salah seorang bapak warga Kristen di desa itu mengalami kebangkitan dari kematian saat ibadah tutup peti dilaksanakan. Tentu saja peristiwa tersebut membuat sedikit kegaduhan antara percaya dan tidak percaya bahwa kebangkitan dari kematian yang sudah berlangsung lebih dari 12 jam menjadi kenyataan. Bapak yang baru saja dibangkitkan dari kematian mulai bercerita kepada warga jemaat maupun masyarakat yang hadir saat itu tentang hal apa saja yang dialaminya saat mengalami peristiwa kematian yang dialaminya. Bapak itu hidup kembali, sembuh total dari penyakitnya dan mulai banyak bersaksi tentang Kristus. Hingga meninggal dunia 18 tahun kemudian. Namun dari sisa waktu hidupnya sudah banyak orang berdosa diperkenalkan kepada Tuhan Yesus dan Kerajaan Surga. Demikian pula dengan nats bacaan hari ini. Para murid Tuhan Yesus tidak mempercayai berita tentang kebangkitan Guru-Nya dari kematian yang telah disampaikan oleh beberapa orang kepada mereka [ayat 11, 13]. Hal ini terjadi karena mereka masih berkabung dan menangisi nasib Tuhan Yesus sebagai Guru-Nya yang mati tersalib [ayat 10]. Akhirnya Tuhan Yesus sendiri yang hadir menampakkan diri kepada kesebelas murid-Nya setelah kesaksian orang yang diutus untuk memberitakan kabar tentang kebangkitan diri-Nya tidak mereka percayai [ayat 14]. Pertama, Tuhan Yesus menegur dengan keras ketidak percayaan dalam diri murid-Nya yang tidak mau mendengarkan dan mempercayai berita tentang kematian dan kebangkitan-Nya yang beberapa kali sudah disampaikan sebelum peristiwa penyaliban-Nya [ayat 14]. Ketidak percayaan merupakan hal yang sangat menghambat diri mereka untuk dapat mempercayai Tuhan Yesus secara penuh. Jadi jangan menganggap sepeleh terhadap ketidak percayaan yang seringkali muncul dalam diri dan hati kita. Suatu saat ketidak percayaan itu akan membunuh iman kita untuk percaya sepenuhnya kepada pribadi dan karya Tuhan Yesus. Kedua, Tuhan Yesus mengutus mereka untuk bersaksi tentang berita Injil [ayat 15-20]. Tugas utama mereka adalah mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, membuat mujizat dan memberitakan injil inilah tugas utama seorang saksi Kristus di dunia ini. Apabila kita melakukan dengan setia keempat tugas tersebut janji Tuhan Yesus adalah Dia akan turut bekerja untuk meneguhkan kesaksian kita [ayat 20]. Di sekitar kita masih banyak jiwa-jiwa berdosa yang belum mendengar berita Injil maka menjadi tugas dan tanggungjawab kita saat ini untuk melangkah memenangkan mereka. Tugas kita hanya bersaksi dan berdoa selanjutnya Allah yang akan bekerja dalam hidup mereka.
Dalam sebuah cerita ilustrasi di dalam kelas, seorang guru mulai bercerita tentang kehidupan seekor Koala. Koala ini sedang belajar melakukan yang terbaik atas apa yang diperbuatnya. Pertama-tama, ketika masih kecil, seekor Koala belajar untuk melompat, lari, dan bahkan bernyanyi. Ia terus mencoba sampai bisa. Setelah itu ia juga mencoba sesuatu yang baru, mungkin banyak waktu yang diperlukan untuk mampu melakukannya. Namun ia tetap mencoba dan belajar melakukan sesuatu yang terbaik. Bahkan ia melatih dirinya sampai ia mampu menguasainya. Ia selalu mencoba lakukan yang terbaik dengan bekerja keras. Apa yang ia telah mulai, ia berusaha untuk tetap menyelesaikan meskipun kadang tidak menyenangkan. Prinsip yang dimiliki seekor Koala ini adalah tetap melakukan yang terbaik dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Kitab Amsal 14 merupakan salah satu bagian dari kitab Amsal yang berisikan ucapan-ucapan bijak atau yang sering kita sebut hikmat. Hikmat adalah pengetahuan dan pengertian akan apa yang benar, adil, tulus, dan jujur yang tentunya berasal dari Tuhan dan bersumber kepada Tuhan. Khusus di ayat 23, yaitu dalam tiap jerih payah ada keuntungan. Setiap manusia yang hidup pasti tidak pernah terlewatkan dari sebuah kegiatan. Baik dalam pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan. Semua itu membutuhkan tenaga, pemikiran, dan kerja keras. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap jerih lelah yang dilakukan akan mendatangkan keuntungan. Bukankan tahun ini target jemaat Tuhan adalah melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa? Itu berarti ada sesuatu yang harus dikerjakan, ada hal-hal yang harus diupayakan supaya dapat terpenuhi. Dari apa yang akan kita kerjakan tersebut membutuhkan yang namanya jerih lelah, butuh pengorbanan dan butuh tindakan. Melakukan yang terbaik tidak bisa hanya berdiam diri, melainkan harus berjerih lelah untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dan pastinya dalam berjerih payah itu, butuh hikmat dari Tuhan. Saudara terkasih, kita telah dipanggil Allah untuk turut bekerja dalam ladang pelayanan di dunia ini. Kita dipanggil untuk melakukan perintah Allah, yaitu mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kita juga alat kepanjangan tangan Tuhan untuk memberitakan Injil Tuhan. Oleh sebab itu, mari belajar melakukan yang terbaik dari setiap bagian kehidupan kita untuk menghasilkan buah yang berdampak bagi sesama. Bahkan sampai mendatangkan keuntungan bagi kemuliaan nama Tuhan.
“ Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” Seandainya Tuhan menyampaikan kalimat itu kepada kita, kira-kira apa yang akan kita minta ya.? Tentu kita akan minta kesehatan dan umur panjang, atau berkat yang melimpah, keluarga yang diberkati dan rukun, suami/istri dan anak-anak yang cinta Tuhan, financial yang cukup, hutang-hutang lunas semua, bisnis yang lancar jaya dan masih banyak lagi daftar yang akan kita sodorkan. Itu logis dan manusiawi, karena kita memang memerlukan semua itu dalam kehidupan kita. Tapi coba kita lihat apa jawab Salomo, ketika kalimat itu disampaikan Tuhan kepadanya dalam kitab 1 Raja 3:5. “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara….” [1 Raja 3:9]. Ternyata bukan umur panjang dan kekayaan yang diminta oleh Salomo, tetapi hikmat dalam menimbang perkara. Salomo tidak meminta sesuatu yang hanya berfokus kepada kehidupan pribadinya saja [ kesehatan, umur panjang, berkat, kekayaan dll ] tetapi lebih memilih permintaan yang berkwalitas, yaitu permintaan yang menambah value atau nilai dalam kepribadian nya. Hikmat, kesabaran, pengendalian diri, kerendahan hati, hati yang dipenuhi Kasih, kemurahan, adalah beberapa contoh permintaan yang berkualitas, karena bukan saja pribadi kita yang akan merasakan, tapi orang-orang disekitar kitapun akan menerima dampaknya, ketika itu semua diberikan Tuhan kepada kita. Ketika Salomo meminta hikmat kepadaNya, Tuhan memberikan banyak masalah/persoalan dalam kehidupan Salomo supaya Salomo bisa mempraktek kan apa yang sudah dimintanya. Begitupun bagi kita, saat kita minta kesabaran/kerendahan hati/hati yang dipenuhi Kasih, Tuhan akan menghadapkan kita dengan berbagai masalah/persoalan, dengan maksud supaya kitapun bisa mempraktekkan apa yang sudah kita minta. Tuhan tidak hanya memberikan sebatas yang diminta Salomo, yaitu hikmat untuk menimbang perkara, tapi Dia menambahkan apa yang tidak diminta Salomo. ”... dan juga apa yang tidak kau minta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan sepanjang umurmu…” [1 Raja 3:13]. Karena itu tidak perlu kawatir dengan apa yang kita butuhkan, karena Dia akan menambahkan apa yang tidak kita minta, ketika kita belajar untuk mengajukan permintaan yang lebih berkualitas kepada Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Sudah Selesai
28 Maret '18
Tahu Diri
05 April '18
Kebaikan Yang Terbalik
16 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang