SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 20 April 2018   -HARI INI-
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
  Senin, 16 April 2018
  Minggu, 15 April 2018
  Sabtu, 14 April 2018
POKOK RENUNGAN
“Hidup yang dupelihara dan dijamin oleh Allah dalam Tuhan Yesus membuat jiwa kita tenang dan damai serta melahirkan rasa syukur yang dalam karena Allah beserta kita di sepanjang kehidupan kita di dunia ini.”
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Dijamin Dan Dipelihara
Hidup Dijamin Dan Dipelihara
Senin, 24 Juli 2017
Hidup Dijamin Dan Dipelihara
Matius 7:7-11

Pak Wasis penjual bakmi jawa baru percaya Tuhan Yesus meskipun sudah lama merindukan hal tersebut karena belum ada orang yang membimbingnya untuk percaya. Melalui seorang pelanggan, ia sekeluarga diperkenalkan kepada Tuhan Yesus melalui pemberitaan 4 Hukum Rohani. Kehidupan keluarga pak Wasis dalam sehari-hari sangatlah sederhana. Beliau bersaksi tentang perbedaan yang dialami sebelum dan sesudah percaya Tuhan Yesus adalah adanya kedamaian, tidak lagi takut dan kuatir tentang masa depannya sebab hidupnya dijamin dan dipelihara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sekarang saat menunggu pembeli di warung bakminya pak Wasis bisa memuji Tuhan atau membaca Alkitab melalui HP yang dimilikinya. Hidup yang dijamin dan dipelihara di dalam Tuhan Yesuslah yang mendatangkan sukacita dan rasa syukur di hati keluarga pak Wasis.

Renungan kita hari ini berbicara tentang janji Tuhan Yesus Kristus kepada para murid-Nya melalui pengajaran tentang berdoa. Pokok pengajaran tentang berdoa terdapat di Matius 6:5-15, sedangkan janji Tuhan Yesus tentang pengabulan doa baru tertulis di Matius 7:7-11. Pokok ini penting disampaikan Tuhan Yesus agar para murid-Nya tetap mempercayai Allah sebab DIAlah yang memelihara dan menjamin hidup mereka. Dialah yang menjawab setiap doa yang dipanjatkan kepada ...selengkapnya »
Setiap tanggal 1 April, sebagian orang merayakan April Mop. Di hari itu mereka diperbolehkan melakukan kebohongan, kesaksian palsu atau lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. April Mop atau April Fools’ Day tentu berbeda dengan hoaks. April Mop ditandai dengan aksi tipu-menipu dan candaan terhadap orang lain, sedangkan hoaks [pemberitaanpalsu] adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Dusta Mahkamah Agama bukanlah sejenis April Mop, tetapi adalah hoaks. Dikisahkan oleh Matius, selagi para wanita pergi memberitahukan kabar kebangkitan kepada murid-murid, para serdadu justru pergi kepada imam-imam kepala untuk melaporkan kabar yang sama yang akan membuat mereka kehilangan muka dan terancam karier mereka sebagai tentara. Mereka memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Mereka menceritakan tentang gempa bumi, turunnya malaikat, penggulingan batu besar dari pintu kubur dan keluarnya Yesus dalam keadaan hidup. Itulah arti dari “segala yang terjad itu”. Sebagai saksi mata peristiwa kebangkitan Yesus, seharusnya mereka menjadi percaya kepada Kristus dan menyesali perbuatan mereka yang telah membunuh-Nya. Tetapi mereka lebih memilih setuju memutar balikkan kebenaran dengan berita hoaks yang menyatakan bahwa jenazah Yesus telah dicuri para murid. Semua itu mereka lakukan untuk menutupi rasa malu, menyelamatkan karier, membenarkan tindakan mereka yang telah membunuh Yesus. Tidak sedikit orang yang berusaha menutupi bahkan memutarbalikkan kebenaran untuk menyelamatkan kepentingan dan diri mereka. Orang-orang seperti ini tidak akan segan-segan menggadaikan kebenaran untuk meraih apa yang mereka inginkan. Coba bayangkan, kebohongan yang dibuat oleh para imam kepala telah dianggap sesuatu yang benar oleh masyarakat Yahudi. Mereka lebih memilih mempercayai hoaks dari pada fakta kebangkitan Yesus. Para serdadu dan imam-imam kepala bukan hanya melakukan kebohongan, tetapi mereka telah merintangi orang lain untuk menemukan kebenaran dan untuk percaya kepada berita kebangkitan yang berkuasa menyelamatkan. Bukankah itu sebuah kejahatan yang besar? Itu yang sering terjadi akhir-akhir ini. Banyak orang yang dengan sengaja membuat berita bohong [hoaks] untuk membangun opini yang menguntungkan kepentingannya, meningkatkan citra dirinya [pencitraan], menjatuhkan dan menghancurkan nama baik lawannya, dsb. Sebagai orang percaya yang telah menemukan kebenaran, jangan kita melakukan hal yang sama. Jangan pernah berpikir bahwa kebohongan itu suatu kejahatan yang kecil. Itu adalah kejahatan yang besar karena tindakan itu berpotensi menghalangi orang lain menemukan kebenaran.
Cintailah Gerejamu Mazmur 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Hari ini gereja kita genap berusia 44 tahun. Pada tanggal 15 April 1974 Gereja Isa Almasih jemaat Dr. Cipto diresmikan menjadi salah satu Gereja Isa Almasih yang dewasa. Kita patut bersyukur, sejak hari lahirnya sampai hari ini Tuhan sudah banyak melakukan perbuatan besar di sini dan melalui gereja kita ini. Banyak orang sudah dimenangkan dan diubah hidupnya. Banyak orang sudah mengalami mujizat. Banyak orang sudah mengalami pertumbuhan iman. Banyak gereja baru yang didirikan di tempat-tempat lain. Selain bersyukur kita juga harus lebih mencintai gereja kita ini. Mengapa demikian? Gereja adalah keluarga rohani kita. Sama seperti setiap kita mempunyai keluarga secara jasmani, kita pun mempunyai keluarga secara rohani. Kalau Tuhan sudah menetapkan kita menjadi bagian dari gereja ini, maka kita adalah anggota keluarga Allah yang ada di GIA dr. Cipto. Gereja adalah tempat kita mengalami Tuhan. Di gereja kita mengalami kehadiran Tuhan. Kita mendapatkan makanan rohani yaitu Firman Tuhan. Di gereja kita mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita. Kita mendapatkan kekuatan yang baru, pemulihan dan kesembuhan di gereja. Gereja adalah tempat kita mengalami pertumbuhan iman. Ada orang-orang yang Tuhan pakai untuk membantu kita dalam pertumbuhan rohani. Di gereja kita belajar untuk bertumbuh dalam karakter. Melalui melayani orang lain kita belajar tentang arti hidup untuk melayani. Gereja adalah tempat kita menemukan arti hidup dengan melayani dan menjadi berkat buat orang lain. Di gereja kita diajar untuk mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan agar dipakai untuk memberkati orang lain. Melalui pelayanan yang kita kerjakan, kita memuliakan Tuhan dan memberikan dampak positif bagi orang lain. Marilah hari ini, dalam perayaan ulang tahun gereja kita yang ke 44 ini, kita berkomitmen untuk lebih mencintai gereja kita. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Dalam sebuah cerita ilustrasi di dalam kelas, seorang guru mulai bercerita tentang kehidupan seekor Koala. Koala ini sedang belajar melakukan yang terbaik atas apa yang diperbuatnya. Pertama-tama, ketika masih kecil, seekor Koala belajar untuk melompat, lari, dan bahkan bernyanyi. Ia terus mencoba sampai bisa. Setelah itu ia juga mencoba sesuatu yang baru, mungkin banyak waktu yang diperlukan untuk mampu melakukannya. Namun ia tetap mencoba dan belajar melakukan sesuatu yang terbaik. Bahkan ia melatih dirinya sampai ia mampu menguasainya. Ia selalu mencoba lakukan yang terbaik dengan bekerja keras. Apa yang ia telah mulai, ia berusaha untuk tetap menyelesaikan meskipun kadang tidak menyenangkan. Prinsip yang dimiliki seekor Koala ini adalah tetap melakukan yang terbaik dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Kitab Amsal 14 merupakan salah satu bagian dari kitab Amsal yang berisikan ucapan-ucapan bijak atau yang sering kita sebut hikmat. Hikmat adalah pengetahuan dan pengertian akan apa yang benar, adil, tulus, dan jujur yang tentunya berasal dari Tuhan dan bersumber kepada Tuhan. Khusus di ayat 23, yaitu dalam tiap jerih payah ada keuntungan. Setiap manusia yang hidup pasti tidak pernah terlewatkan dari sebuah kegiatan. Baik dalam pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan. Semua itu membutuhkan tenaga, pemikiran, dan kerja keras. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap jerih lelah yang dilakukan akan mendatangkan keuntungan. Bukankan tahun ini target jemaat Tuhan adalah melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa? Itu berarti ada sesuatu yang harus dikerjakan, ada hal-hal yang harus diupayakan supaya dapat terpenuhi. Dari apa yang akan kita kerjakan tersebut membutuhkan yang namanya jerih lelah, butuh pengorbanan dan butuh tindakan. Melakukan yang terbaik tidak bisa hanya berdiam diri, melainkan harus berjerih lelah untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dan pastinya dalam berjerih payah itu, butuh hikmat dari Tuhan. Saudara terkasih, kita telah dipanggil Allah untuk turut bekerja dalam ladang pelayanan di dunia ini. Kita dipanggil untuk melakukan perintah Allah, yaitu mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kita juga alat kepanjangan tangan Tuhan untuk memberitakan Injil Tuhan. Oleh sebab itu, mari belajar melakukan yang terbaik dari setiap bagian kehidupan kita untuk menghasilkan buah yang berdampak bagi sesama. Bahkan sampai mendatangkan keuntungan bagi kemuliaan nama Tuhan.
Mengikuti jejak Yesus 1 Petrus 2:21, 23 [21] Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. [23] Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Saat ini kita hidup di tengah zaman dimana orang suka saling mencaci maki. Melalui media sosial orang saling mengungkapkan kebenciannya. Dalam dunia nyata juga orang saling mencaci maki. Caci maki dibalas dengan caci maki. Bahkan para tokoh dan pejabatpun, yang seharusnya menjadi panutan buat masyarakat, saling mencaci maki. Kehidupan menjadi bising dan tidak nyaman karena penuh dengan ungkapan kebencian, hujatan, dan makian. Hidup di tengah zaman seperti ini bagaimanakah kita menyikapinya? Kristus telah memberikan suatu teladan bagi kita. Ketika Dia diperlakukan dengan kejam, dibully, dihina, disiksa, disakiti, Dia tidak membalas. Dia menanggung semua itu dengan sikap rela. Dia sadar akan apa yang sedang Dia lakukan. Dia sedang menjalankan sebuah pekerjaan penebusan. Dia sedang menanggung penderitaan bagi banyak orang, termasuk saudara dan saya. Dia tahu bahwa apa yang Dia kerjakan akan mendatangkan keselamatan dan kesembuhan bagi banyak orang. Karena itu Dia tidak mau membalas perlakuan orang atas diri-Nya. Kadang kita ketemu dengan orang yang egois dan tidak mau tahu perasaan orang lain. Orang itu melakukan hal-hal yang menyakitkan. Bagaimana kita meresponnya? Kecenderungan manusiawi kita tentu saja adalah membalas. Tindakan membalas tidak menyelesaikan persoalan. Tindakan membalas akan menghasilkan tindakan membalas juga. Balas membalas. Tindakan balas membalas apapun bentuknya, entah pertengkaran, pertikaian, percekcokan, maupun peperangan, akan berujung pada kehancuran di kedua belah pihak. Pertengkaran selalu menyisakan kebencian dan sakit hati yang semakin dalam. Apalagi peperangan mengakibatkan hancurnya peradaban. Tuhan Yesus memberikan sebuah teladan cara mengatasi tindakan kebencian, yaitu dengan memberikan pengampunan. Pengampunan adalah suatu cara yang ampuh untuk mematahkan kebencian. Di Minggu Paskah ini marilah kita belajar mengikuti jejak Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
KebangkitanNya Memberi Pengharapan
02 April '18
Berhenti Menjadi Gelas
07 April '18
Berdoa Di Dalam Roh
11 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang