SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya [Mazmur 37:23,24]
DITULIS OLEH
Pnt. Andreas Haryanto
Penatua
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Langkah Orang Benar
Langkah Orang Benar
Rabu, 31 Januari 2018
Langkah Orang Benar
Mazmur 37:23-31

Mahasiswa Akademi Militer atau Akademi Kepolisian harus mengikuti semua peraturan kampus. Selalu mengenakan pakaian seragam termasuk saat liburan, potongan rambut sesuai standard yang berlaku, tidak diperkenankan berbahasa daerah saat berkomunikasi dengan siapa saja termasuk dengan rekan sedaerahnya. Yang sangat menarik saat mereka berjalan bersama atau sendiri langkah mereka harus sesuai dengan yang telah ditetapkan. Mereka mematuhi aturan-aturan walaupun tidak ada yang mengawasi karena bagi mereka aturan tersebut sudah menjadi gaya hidup dan bukan beban.

Orang benar akan melangkah sesuai dengan ketetapan Tuhan dan berkenan kepada-Nya. Firman Tuhan ada dalam hatinya dan tidak goyah dalam melangkah sesuai dengan perintah-Nya. Mulut orang benar mengucapkan kebenaran dan kebajikan, perkataan yang sesuai dengan hukum-Nya. Setiap hari menaruh belas kasihan dan memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhi kejahatan dan melakukan perbuatan baik. Langkah orang benar akan mendatangkan penyertaan Tuhan senantiasa dan tidak akan jatuh tergeletak. Tuhan akan memelihara hidupnya sampai selamanya. Tidak akan dibiarkan berkekura...selengkapnya »
Seorang organis gereja sedang berlatih memainkan lagu ciptaan Felix Mendelssohn, tetapi ia masih saja belum dapat memainkannya dengan baik. Karena kesal, ia lalu membereskan perlengkapan musiknya dan hendak pergi. Ia tidak memperhatikan kalau ada seseorang yang masuk dan duduk di bangku depan gereja. Saat organis tersebut beranjak pergi, orang itu maju ke depan dan bertanya apakah ia boleh memainkan lagu itu. ’Saya tak pernah mengizinkan siapa pun menyentuh organ ini!’ tukas sang organis. Setelah dua kali memohon dengan sopan, akhirnya sang organis yang galak itu dengan berat hati mengizinkannya. Orang itu akhirnya duduk dan memainkan musik yang indah sehingga alunan musiknya memenuhi gereja. Setelah selesai, sang organis bertanya, ’Siapakah Anda?’ Lelaki itu menjawab, ’Saya Felix Mendelssohn.’ Tadinya sang organis hampir saja melarang si pencipta lagu memainkan musik ciptaannya sendiri! Sering kali kita terlalu ingin memainkan “nada-nada kehidupan kita sendiri dan melarang Sang Pencipta memainkan musik yang indah”. Seperti halnya organis yang keras kepala itu, dengan berat hati kita melepaskan tangan kita dari tuts-tuts organ. Seperti pengalaman hidup yang dialami oleh pemazmur bahwa seluruh perjalanan hidupnya senantiasa dipimpin oleh Tuhan. Demikian juga pemazmur menyadari bahwa kalau dirinya kuat dan mampu menghadapi persoalan hidupnya itu karena semata-mata pertolongan Tuhan. Tidak cukup sampai di situ bahwa keberhasilan Daud menjadi penguasa atas Yehuda dan seluruh wilayah Israel itu karena perbuatan tangan TUHAN. Dengan demikian Daud dengan lugas berkata,”Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang [ay.5-6].” Saudara-saudara kekasih Tuhan, sudah semestinya bahwa kita harus melakukan segala kehidupan ini. Banyak hal yang dilakukan dengan baik, tetapi dalam kehidupan ini kita sering menghadapi kenyataan yang di luar kemampuan. Kita sudah memeras seluruh kemampuan tetapi berakhir dengan nihil, dan akhirnya kita sampai pada perasaan lelah dan kepayahan. Dalam keadaan seperti ini kita diingatkan kembali akan pentingnya berserah dalam pimpinan Tuhan. Dari persoalan hidup yang ringan sampai yang berat, mari kita serahkan kepada Tuhan. Biarkan tangan Tuhan yang turut memainkan “tuts” kehidupan, karena Dia sang pencipta atas kita, ijinkan Dia memimpin seluruh hidupmu, Tuhan memampukan kita menjalani kehidupan ini dengan baik dan penuh keberhasilan. Berserahlah kepada Tuhan.
Pada suatu hari ketika saya sedang berjalan-jalan di taman bermain, disitu banyak anak-anak kecil yang sedang asik bermain di wahana bermain yang ada. Tapi ada yang menarik perhatian saya yaitu, ada seorang anak kecil berdiri sendirian dipojokkan ruangan itu sambil membawa banyak mainan ditangannya. Dan tiba-tiba dia menghampiri seorang anak kecil lainnya dan tanpa alasan yang jelas lalu ia memukul anak tersebut dan merebut mainan yang dibawa anak itu. Sehingga anak yang dipukulnya langsung menangis sejadi-jadinya. Entah siapa yang mengajarkan anak itu untuk berbuat demikian dan tidak ada yang menyuruhnya. Dia hanya melakukan apa yang benar menurut keinginannya sendiri. Tidak dapat dipungkiri terkadang kita bertindak seperti anak kecil tersebut, dimana kita melakukan hal-hal yang menurut kita benar menurut keinginan daging kita tanpa melihat apakah itu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Hal itulah yang disebut sebagai tabiat dosa, karena diri kita dilahirkan ke dunia telah membawa benih dosa. Namun jangan sampai hal itu menjadikan kita untuk seenaknya berbuat dosa terus menerus, melainkan harus bisa meninggalkan kehidupan dosa itu dengan menjaga hidup kudus dihadapan-Nya. [Roma 12:1-2] dijelaskan bahwa kita tidak mungkin dapat berkenan kepada Allah jika kita tidak memberikan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus kepada Allah. Dan hal tersebut hanya dapat dilakukan apabila kita hidup seturut dengan Firman-Nya dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Sehingga kita dapat membedakan apa yang baik dan apa yang tidak berkenan dihadapan Allah. Menjaga kekudusan hidup melalui perbuatan dan tindakan sesuai dengan Firman-Nya merupakan keharusan sebagai anak-anak Allah. Itu merupakan hal yang harus kita kerjakan terus menerus selama kita hidup di dunia ini. Karena kita mempunyai tanggung jawab kepada Allah untuk hidup benar dan memberikan yang terbaik bagi Allah. Marilah kita sebagai jemaat dan tubuh Kristus selalu memperbaharui tindakan kita sesuai dengan Firman Tuhan, maka di situlah terlihat kesungguhan kita dalam mengikut Kristus. Serta menjalani hidup yang tidak lagi diperhamba oleh dosa.
Saat Santo dan Samat diutus mewakili perusahannya pergi ke Jakarta. Mereka berdua berasal dari Probolinggo, sehingga bagi mereka wilayah Jakarta sangat asing Mereka diutus untuk mengikuti meeting dengan customer dari luar negeri di sebuah tempat di pinggiran Kota Jakarta. Karena tempatnya terlalu asing bagi mereka, maka hanya dengan peta google map di Hp mereka untuk dapat menemukan tempat tersebut. Peristiwa di atas mengingatkan kita tentang dua orang pribadi yang berbeda latar belakangnya. Namun keduanya merelakan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus dalam perjalanan hidupnya. Sehingga apa yang menjadi kehendak dan tujuan Allah akhirnya dapat tergenapi dalam kehidupan mereka berdua. Tokoh pertama adalah KORNELIUS orang bukan Yahudi namun hidup takut akan Allah, suka berkorban melalui sedekah dan suka berdoa. Tokoh berikutnya Rasul PETRUS yang baru saja mengalami kepenuhan Roh Kudus dan sedang menjalankan tugas misi sebagai saksi Kristus. Keduanya dipertemukan secara unik oleh pimpinan Roh Kudus melalui ketaatan kepada pernyataan Allah yang mereka terima. Kornelius ditemui oleh seorang Malaikat Allah, sedangan Rasul Petrus mendapatkan penglihatan langsung dari Allah. Ketika keduanya taat melakukan apa yang menjadi petunjuk Allah melalui pimpinan Roh Kudus maka rencana dan kehendak Allah dalam kehidupan kedua orang tersebut tergenapi. Yaitu Kornelius dan seluruh keluarganya diselamatkan dan dibaptis didalam nama Tuhan Yesus serta mengalami kepenuhan Roh Kudus [ayat 44-48]. Rasul Petrus berhasil menjadi saksi Kristus yang efektif dengan memberi kesaksian tentang karya dan pribadi Kristus kepada Kornelius [ayat 34-43]. Bagaimana pimpinan Roh Kudus dapat dialami oleh mereka berdua dan bagaimana juga pengalaman yang sama dapat dialami dalam kehidupan kita saat ini? Ternyata nas ini memberikan kepada kita tiga rahasia yaitu [1] Kita harus hidup takut akan Allah. [2] Kita harus hidup didalam doa menjalin hubungan yang intim dengan Allah setiap hari. [3] Kita harus rela berkorban untuk mentaati apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan [ayat 2-8;10-24]. Inilah tiga syarat yang harus ada di dalam diri apabila setiap hari ingin dipimpin oleh Roh Kudus agar hidup kita selaras dengan kehendak Allah. Doa sepuluh hari Pentakosta telah kita lalui bersama. Banyak diantara kita yang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Hendaknya momentum pengalaman seperti ini jangan sampai berhenti begitu saja. Langkah selanjutnya agar Roh Kudus bisa bekerja maksimal dalam hidup sehingga mampu menjadi saksi Kristus adalah hidup dipimpin oleh Roh Kudus yang menuntun setiap langkah kita sebagai saksi Kristus seperti Kornelius dan Petus.
Sam Foss adalah seorang musafir. Suatu ketika di dalam perjalanannya ia merasa lelah dan haus yang sangat. Ia datang mendekati sebuah rumah kecil tidak bercat yang berdiri di atas sebuah bukit. Dekat sisi jalan yang menuju rumah itu, ia melihat tanda dengan tulisan, ’masuklah, dan dapatkan minuman yang dingin.’ Tidak berapa jauh dari tulisan itu Foss menemukan sebuah mata air yang dingin dan sejuk. Di atas mata air itu tersedia gayung tua untuk menciduk air dan di bangku dekat mata air tersebut ada keranjang berisi buah apel yang segar segar dengan tulisan, ’layanilah diri anda sendiri’. Penuh rasa ingin tahu, Foss bergegas menemui pasangan suami istri yang tinggal di rumah kecil itu dan ia pun bertanya tentang tulisan dekat mata air dan keranjang apel yang dilihatnya’. Pasangan suami yang sudah tua itu ternyata tidak mempunyai anak dan mereka hidup dari hasil kebun apel mereka yang tidak seberapa. Mereka bisa digolongkan sangat miskin tetapi dalam hal mata air dan apel, mereka merasa kaya dan berkelimpahan sehingga mereka ingin sekali membagikan kelimpahan tersebut kepada orang-orang yang kebetulan lewat di situ. ’Dalam hal uang kami terlalu miskin untuk menolong orang lain.’ kata pemilik rumah kecil itu, ’tetapi kami berpikir dengan cara ini kami dapat menambahkan serta menutupi apa yang kurang pada kami sehingga kami tetap dapat melakukan sesuatu untuk orang lain.’ Setiap orang dapat melakukan sesuatu untuk menolong sesamanya. Kita tidak harus menunggu sampai kita cukup mampu dan cukup berada barulah memikirkan kepentingan sesama. Mungkin kita semiskin pasangan suami isteri diatas, kita masih memiliki lebih banyak dari apa yang mereka miliki. Tetapi sekalipun kita memiliki banyak hal, kita tetaplah orang-orang ’miskin’ sebab tidak pernah berpikir untuk menolong orang lain. ’Kekayaan seseorang tidak dapat dinilai dari apa yang ia miliki, tetapi dari apa yang ia berikan kepada sesama,’ demikian kata para bijak. Adakah kita memiliki kerinduan untuk berbuat kebaikan bagi sesama? Begitu banyak orang yang kecewa karena tidak menemukan apa yang mereka harapkan dari orang percaya. Tuhan tidak akan menanyakan berapa banyak perusahaan kita, berapa banyak harta yang kita miliki dan berapa banyak tabungan kita, tetapi yang akan Tuhan tanyakan adalah apa yang sudah kita lakukan dengan semua yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Merindukan dan Meminta Roh Kudus
01 Juni '18
Peran Tubuh Dalam Ibadah Yang Sejati
19 Juni '18
Keluarga Tuhan
15 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang