SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 19 Februari 2018   -HARI INI-
  Minggu, 18 Februari 2018
  Sabtu, 17 Februari 2018
  Jumat, 16 Februari 2018
  Kamis, 15 Februari 2018
  Rabu, 14 Februari 2018
  Selasa, 13 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! -- Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. [Mazmur 115:11]
DITULIS OLEH
Pnt. Andreas Haryanto
Penatua
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Runtuhnya Tembok Yerikho
Runtuhnya Tembok Yerikho
Kamis, 30 November 2017
Runtuhnya Tembok Yerikho
Yosua 6:1-21

Setelah menyeberangi sungai Yordan, bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua menghadapi kota Yerikho dengan tembok keliling kota yang sangat tebal dan kuat. Mereka tidak bisa masuk ke dalam kota karena pintu-pintu tembok kota telah tertutup rapat. Tuhan memberikan kota Yerikho dengan mujizat, mereka mengitari tembok sehari sekali secara senyap selama 6 hari. Pada hari yang ketujuh mereka mengitari 7 kali dan pada akhir perjalanan mereka bersorak sorai, runtuhlah tembok Yerikho.

Tembok Yerikho runtuh bukan karena kekuatan dan kehebatan tentara Israel, tetapi karena Tuhan yang menyerahkan kota Yerikho ke tangan bangsa Israel. Mereka percaya kepada perintah Tuhan walaupun sebuah perintah yang aneh hanya berjalan mengitari tembok dan tidak ada sedikitpun perintah untuk berperang atau menyerang. Mereka tidak sekedar percaya tetapi menaati dan melakukan perintah itu dengan segera dan tanpa berbantah-bantah. Dalam melakukan perintah Tuhan, mereka harus menanggung malu, cemooh, hinaan dan ditertawai oleh penduduk Yerikho. Setiap hari selama tujuh hari mereka harus menahan diri untuk tidak membalas setiap ejekan dan mungkin lemp...selengkapnya »
Gereja: Komunitas Keselamatan Kisah Para Rasul 2:46-47 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Gereja adalah komunitas keselamatan. Sejak semula Allah merancang gereja untuk menjadi sebuah komunitas dimana orang-orang mengalami keselamatan. Perhatikanlah kalimat ini: ’Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.’ Apa artinya ’diselamatkan’? Artinya, orang-orang yang masuk ke dalam komunitas itu dipulihkan hubungannya dengan Alllah dan dengan sesama. Mereka menerima anugerah pengampunan dosa, sehingga hubungan dengan Allah dipulihkan. Karena mereka merasakan kasih dan anugerah Allah, maka hati mereka dipenuhi dengan sukacita. Mereka suka berkumpul untuk memuji Tuhan. Mereka suka berkumpul untuk mendengar pengajaran Firman Tuhan dan untuk berbagi. Mereka saling berbagi harta mereka, saling membantu dalam meringankan beban hidup saudara seiman. Tidak ada di antara mereka yang kekurangan. Mereka yang masuk ke dalam komunitas itu bukan orang-orang yang telah sempurna. Mereka juga orang-orang berdosa. Tetapi mereka bersepakat untuk menjalani hidup sebagai orang-orang yang diselamatkan. Mereka mau belajar dan bersedia untuk diajar dengan kebenaran Firman Tuhan, agar hidup mereka mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Inilah arti komunitas keselamatan, yaitu gereja. Seringkali Gereja di masa kini melupakan jati dirinya sebagai komunitas keselamatan. Gereja banyak disibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang tidak mengarah pada hidup keselamatan. Kita harus sadar dan berubah. Kita harus pastikan bahwa gereja kita adalah sebuah komunitas keselamatan. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Ketika saya sedang mendoakan jemaat yang sakit cukup lama karena faktor usia, saya sangat tertarik dengan perawat atau pengasuh dari jemaat yang sakit tersebut. Ketertarikan saya adalah ketika saya bertanya sudah berapa lama bekerja sebagai pengasuh orang sakit. Ia menjawab “saya melakukan pekerjaan ini sudah dua puluh tahun, dan saya sangat menyenangi pekerjaan saya ini.“ Itu adalah jawaban dari pengasuh tersebut. Pernah ia diajak bekerja diperusahaan. Namun ia menolak karena hasrat yang ada dalam dirinya adalah bisa menolong orang yang sedang sakit dan bisa menghibur dia yang sakit. Kadang ia kasihan melihat lansia yang ditinggal sendirian oleh anaknya yang sibuk mencari kekayaan dan usahanya sehingga lupa dengan orang tuanya. Tidak jarang ia diomel-omeli oleh pasien atau pihak keluarga, namun ia selalu senyum dan menjawab maaf dan sebagainya. Ia senang bisa menghantarkan lansia yang dalam masa kritisnya dengan doa dan semangat untuk bersyukur kepada Tuhan. Ia sangat senang bisa membagikan kekuatan yang ia miliki untuk membantu lansia. Dan yang menjadi kesukaannya ialah menolong orang lain untuk tidak kuatir bertemu Tuhan disaat hari akhirnya hingga yang dilayani mengenal Tuhan. Mengasuh lansia memang pekerjaan tidak populer dan itu tidak semua orang punya hati disana. Penting kita ketahui bahwa kita bisa menghibur dan menolong orang lain di dalam setiap apapun pekerjaan kita. Kita harus menyadari bahwa Tuhan menyertai kalau kita, kalau kita punya hati untuk jiwa-jiwa. Sering kali kita lupa, bahwa melalui apa yang kita kerjakan bisa menolong orang lain untuk mengenal Tuhan dan mengasihi Tuhan. Namun kita terkadang belum sampai disana. Tuhan tempatkan dipekerjaan dan usaha kita untuk bisa menjadi berkat dan belajar mensyukuri atas apa yang telah diperbuat dalam kehidupan kita. Sebab dengan kita melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, kita sudah melayani Tuhan. dan melakukan apa yang menjadi tujuan Tuhan atas kehidupan kita. Tujuan Tuhan bagi kita yaitu diberkati untuk menjadi berkat juga mengelola apa yang Tuhan percayakan dalam kehidupan kita. Oleh karenanya sesederhana apapun yang kita lakukan lakukanlah dengan segenap hati dan percayala jika kita melakukan dengan segenap hati orang yang ada disekitar kita pun akan terberkati, Semua yang kita lakukan dengan segenap hati pasti akan menjadi berkat dan kesukaan kepada setiap orang karena mereka merasakan dampak yang kita perbuat, selagi kita bisa berkarya dan melakukan sesuatu yang dapat menolong orang marilah kita melakukannya dengan segenap hati kita untuk Tuhan dan sesama.
Bill Gates adalah seorang yang sukses dalam bidang IT dengan produk software Microsoft yang telah mendunia. Suatu saat dia dan isterinya diwawancarai oleh majalah Time, salah satu pertanyaannya “Mengapa anda memutuskan untuk member begitu banyak dari keuntungan bisnis anda kepada kepentingan dunia?” Jawabnya “Sangat jelas bagi kami bahwa kami tidak pernah berpikir untuk memberikan keuntungan ini bagi anak-anak kami sendiri. Ketika kami mulai melihat adanya ketidakadilan yang besar di dunia ini, kami yakin dapat membantu kehidupan manusia melalui peningkatan kesehatan. [ Majalah Time 7 November 2005 ]. Bill Gates telah menabur kebaikan dalam hidupnya. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena prinsip yang Tuhan ajarkan adalah bertolong-tolonganlah untuk saling menanggung beban. Karena dengan demikian maka kita akan memenuhi hokum Kristus. Jangan pakai waktu kita untuk menabur dalam daging dengan melakukan perbuatan-perbuatan tercela dan bertentangan dengan Firman Tuhan yang akan menuai kebinasaan. Mereka yang menabur dalam Roh dengan melakukan perbuatan terpuji dan menabur kebaikan akan menuai hidup yang kekal. Janganlah kita mempermainkan waktu singkat yang kita miliki karena apa yang kita tabur akan kita tuai. Marilah kita menguji diri kita sendiri apakah kita sudah termasuk golongan orang yang menabur kebaikan. Kita tidak harus seperti Bill Gates, kita bias berbuat sesuatu di tengah keterbatasan kita untuk kebaikan banyak orang, walaupun yang kita lakukan hanya sesuatu yang sederhana, karena kebaikan tidak hanya berbentuk materi. Banyak orang sekitar kita membutuhkan perhatian dan bantuan kita, apakah kita sudah meresponinya? Ingatlah dengan menabur kebaikan akan berdampak membawa jiwa-jiwa kepada keselamatan dalam Kristus Yesus.
Pada hari minggu tanggal 14 Januari 2018, saya mendapat tugas untuk mendampingi Ibadah Raya I. Seperti biasa jam 4.30 WIB saya sudah bangun dari tidur mempersiapkan diri untuk pergi ke Gereja. Dan tepat jam 5, saya berangkat ke gereja. Dalam perjalanan tepatnya di jalan Jangli Raya, saya berpapasan dengan 3 anak remaja laki. Mereka menaiki 2 sepeda motor tanpa alas kaki dan suara sepeda motornya cukup memekakan telinga. Sampai di pertigaan Jalan Jangli Raya dan Jalan Dr. Wahidin ketemu lagi dengan ke 3 anak tersebut Saya sempat beradu pandang dengan salah seorang anak remaja, tiba tiba saya merasa kasihan dan menangis di jalan. Saya mulai mendoakan ke 3 anak remaja tersebut supaya Tuhan tolong, Tuhan selamatkan dan Tuhan pakai menjadi hamba-Nya. Kalau kita baca nats di atas, Yesus menyatakan bahwa setiap orang yang tidak percaya kepada Nya berada di bawah hukuman [ayat 18] Mungkin untuk memperkenalkan Kristus kepada orang lain kita tidak punya cukup keberanian, namun ada cara lain untuk kita jangkau jiwa jiwa malalui doa-doa kita buat orang orang yang belum mengenal Tuhan. Kita bisa berdoa buat Suami/Istri, berdoa untuk anak anak kita atau sebaliknya berdoa untuk saudara, tetangga juga teman. Melalui doa kita bisa jangkau banyak orang. Cara ini tidak memerlukan tempat, tenaga apa lagi uang. Yang dibutuhkan adalah beban dan belas kasihan untuk jiwa jiwa yang ada. Mari Bp/Ibu/Sdr/i Jemaat yang di kasihi Tuhan, sudah saatnya kita melaksanakan salah satu kehendak Tuhan [yohanes 4:34] untuk menjangkau jiwa jiwa melalui doa-doa kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Berdoa Bagi Mereka
05 Februari '18
Bersaksi Dengan Hikmat1
03 Februari '18
Tulus Hati
30 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang