SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Bersaksi tentang Kristus merupakan suatu kesempatan untuk memenangkan dan menyelamatkan jiwa yang berdosa bagi kemuliaan Tuhan Yesus.
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tiga Penghalang Untuk Bersaksi
Tiga Penghalang Untuk Bersaksi
Selasa, 05 September 2017
Tiga Penghalang Untuk Bersaksi
Kisah Para Rasul 1:4-10

Pak Martono baru saja mengikuti pelatihan Pekabaran Injil yang diadakan oleh gerejanya. Metode yang diajarkan untuk bersaksi sangat sederhana dan orang-orang yang dijangkau lebih dahulu adalah mereka yang dalam lingkup terdekat. Setelah selesai pelatihan pak Martono sadar bahwa selama ini ia telah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk bersaksi. Ia juga menyadari kalau selama ini tidak memiliki keberanian untuk bersaksi. Setelah menyelesaikan pelatihan pak Martono berkomitmen untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus kepada mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus terutama yang ada di lingkungan terdekatnya.

Nats bacaan hari ini berbicara tentang tugas pokok orang percaya saat menantikan Tuhan Yesus datang kembali ke dunia untuk kedua kalinya. Tugas utama orang percaya adalah bersaksi, bukan hanya sekedar menunggu dengan diam dan tidak berbuat sesuatu. Mengapa sampai saat ini orang percaya enggan untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus meskipun kesempatan dan waktunya ada? Berikut ini merupakan hasil sharing salah satu Komcil yang membahas topik tentang bersaksi bagi Kristus.

Pertama, kita tidak bersaksi tentang Kristus k...selengkapnya »
Kaum difabel [different ability] sering diidentikkan sebagai kaum disable, atau golongan yang kurang mampu terutama untuk mandiri apalagi berprestasi. Tapi faktanya, banyak di antara mereka menjadi inspirasi, bahkan beberapa menjadi inspirasi sepanjang masa. Mereka memang hanya manusia biasa, yang merasakan tekanan dan beban sangat berat. Namun, di balik segala kekurangan tersebut, mereka berjuang dan berhasil melewati batasan yang dimiliki. Mereka berhasil “mengalahkan” diri sendiri sehingga bisa menguatkan mentalitasnya menerima apa adanya diri sendiri. Dan, dengan kesadaran tersebut, mereka mampu meraih apa pun yang dicita-citakan, sehingga bisa jadi inspirasi bagi sekelilingnya. Inilah nilai yang wajib kita miliki bukan hanya bagi mereka yang tumbuh dengan kekurangan. Sebab sejatinya, kita semua punya halangan dan rintangan yang wajib ditaklukkan. Sang Pencipta memberikan ujian bukan untuk melemahkan, namun justru jadi titik tolak untuk menguatkan. Untuk itulah, mari kita belajar dari sosok dengan keterbatasan namun bisa melampaui batasannya.Bila disuruh menyebut ilmuwan paling berpengaruh di era sekarang ini, nama Stephen Hawking bisa dipastikan berada di posisi teratas. Karyanya yang dipublikasikan pada 1988—“A Brief History of Time”—merupakan salah satu karya terpenting dalam pengetahuan dan akan terus dipelajari sepanjang masa. Teori lubang hitam dari Hawking, setara dengan teori relativitas Einstein dan teori evolusi dari Darwin. Hebatnya, Hawking menciptakan karya-karya pengetahuan terpenting sepanjang sejarah peradaban di saat dirinya terkena sklerosis lateral amiotrofik [ALS]. Penyakit yang membuatnya lumpuh dan harus mengandalkan kursi roda untuk aktivitasnya tersebut,ternyata tak menghalanginya untuk terus berkarya. Meski untuk menulis ia harus dibantu voice synthesizer yang terhubung pada sebuah komputer, tapi tekadnya sangat besar untuk terus berkarya, mengatasi keterbatasannya tersebut. Pesan yang ditinggalkan Stephen Hawking adalah “Jangan menyerah dalam bekerja.” Bekerja memberikan makna dan tujuan hidup. Kehidupan kosong tanpa itu. Selalu ingat untuk memandang tinggi ke bintang, bukan melihat ke bawah. Coba untuk mencerna apa yang kamu lihat dan tentang apa yang membuat semesta ada. Manusia hidup di planet kecil, [yang mengorbit] pada sebuah bintang yang sangat biasa. Tapi kita dapat mencoba memahami alam semesta. Itulah yang membuat kita sangat istimewa. Jika kita cukup beruntung untuk menemukan cinta, ingat itu ada dan jangan membuangnya. Seberapa pun sulitnya kehidupan, selalu ada hal yang bisa kita lakukan dan sukses pada bidang tersebut. Disetiap langkah hidup kita ini Tuhan selalu punya maksud pada hidup kita masing-masing, tinggal bagaimana kita menyikapi kesempatan itu. Banyak orang menyerah dengan keadaan karena mereka tidak menyadari akan maksud dan rencana Tuhan tetapi orang yang mengerti maksud Tuhan tidak akan berhenti sebelum menemukan dan mendapatkan tujuannya.
Seorang organis gereja sedang berlatih memainkan lagu ciptaan Felix Mendelssohn, tetapi ia masih saja belum dapat memainkannya dengan baik. Karena kesal, ia lalu membereskan perlengkapan musiknya dan hendak pergi. Ia tidak memperhatikan kalau ada seseorang yang masuk dan duduk di bangku depan gereja. Saat organis tersebut beranjak pergi, orang itu maju ke depan dan bertanya apakah ia boleh memainkan lagu itu. ’Saya tak pernah mengizinkan siapa pun menyentuh organ ini!’ tukas sang organis. Setelah dua kali memohon dengan sopan, akhirnya sang organis yang galak itu dengan berat hati mengizinkannya. Orang itu akhirnya duduk dan memainkan musik yang indah sehingga alunan musiknya memenuhi gereja. Setelah selesai, sang organis bertanya, ’Siapakah Anda?’ Lelaki itu menjawab, ’Saya Felix Mendelssohn.’ Tadinya sang organis hampir saja melarang si pencipta lagu memainkan musik ciptaannya sendiri! Sering kali kita terlalu ingin memainkan “nada-nada kehidupan kita sendiri dan melarang Sang Pencipta memainkan musik yang indah”. Seperti halnya organis yang keras kepala itu, dengan berat hati kita melepaskan tangan kita dari tuts-tuts organ. Seperti pengalaman hidup yang dialami oleh pemazmur bahwa seluruh perjalanan hidupnya senantiasa dipimpin oleh Tuhan. Demikian juga pemazmur menyadari bahwa kalau dirinya kuat dan mampu menghadapi persoalan hidupnya itu karena semata-mata pertolongan Tuhan. Tidak cukup sampai di situ bahwa keberhasilan Daud menjadi penguasa atas Yehuda dan seluruh wilayah Israel itu karena perbuatan tangan TUHAN. Dengan demikian Daud dengan lugas berkata,”Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang [ay.5-6].” Saudara-saudara kekasih Tuhan, sudah semestinya bahwa kita harus melakukan segala kehidupan ini. Banyak hal yang dilakukan dengan baik, tetapi dalam kehidupan ini kita sering menghadapi kenyataan yang di luar kemampuan. Kita sudah memeras seluruh kemampuan tetapi berakhir dengan nihil, dan akhirnya kita sampai pada perasaan lelah dan kepayahan. Dalam keadaan seperti ini kita diingatkan kembali akan pentingnya berserah dalam pimpinan Tuhan. Dari persoalan hidup yang ringan sampai yang berat, mari kita serahkan kepada Tuhan. Biarkan tangan Tuhan yang turut memainkan “tuts” kehidupan, karena Dia sang pencipta atas kita, ijinkan Dia memimpin seluruh hidupmu, Tuhan memampukan kita menjalani kehidupan ini dengan baik dan penuh keberhasilan. Berserahlah kepada Tuhan.
Saat Santo dan Samat diutus mewakili perusahannya pergi ke Jakarta. Mereka berdua berasal dari Probolinggo, sehingga bagi mereka wilayah Jakarta sangat asing Mereka diutus untuk mengikuti meeting dengan customer dari luar negeri di sebuah tempat di pinggiran Kota Jakarta. Karena tempatnya terlalu asing bagi mereka, maka hanya dengan peta google map di Hp mereka untuk dapat menemukan tempat tersebut. Peristiwa di atas mengingatkan kita tentang dua orang pribadi yang berbeda latar belakangnya. Namun keduanya merelakan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus dalam perjalanan hidupnya. Sehingga apa yang menjadi kehendak dan tujuan Allah akhirnya dapat tergenapi dalam kehidupan mereka berdua. Tokoh pertama adalah KORNELIUS orang bukan Yahudi namun hidup takut akan Allah, suka berkorban melalui sedekah dan suka berdoa. Tokoh berikutnya Rasul PETRUS yang baru saja mengalami kepenuhan Roh Kudus dan sedang menjalankan tugas misi sebagai saksi Kristus. Keduanya dipertemukan secara unik oleh pimpinan Roh Kudus melalui ketaatan kepada pernyataan Allah yang mereka terima. Kornelius ditemui oleh seorang Malaikat Allah, sedangan Rasul Petrus mendapatkan penglihatan langsung dari Allah. Ketika keduanya taat melakukan apa yang menjadi petunjuk Allah melalui pimpinan Roh Kudus maka rencana dan kehendak Allah dalam kehidupan kedua orang tersebut tergenapi. Yaitu Kornelius dan seluruh keluarganya diselamatkan dan dibaptis didalam nama Tuhan Yesus serta mengalami kepenuhan Roh Kudus [ayat 44-48]. Rasul Petrus berhasil menjadi saksi Kristus yang efektif dengan memberi kesaksian tentang karya dan pribadi Kristus kepada Kornelius [ayat 34-43]. Bagaimana pimpinan Roh Kudus dapat dialami oleh mereka berdua dan bagaimana juga pengalaman yang sama dapat dialami dalam kehidupan kita saat ini? Ternyata nas ini memberikan kepada kita tiga rahasia yaitu [1] Kita harus hidup takut akan Allah. [2] Kita harus hidup didalam doa menjalin hubungan yang intim dengan Allah setiap hari. [3] Kita harus rela berkorban untuk mentaati apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan [ayat 2-8;10-24]. Inilah tiga syarat yang harus ada di dalam diri apabila setiap hari ingin dipimpin oleh Roh Kudus agar hidup kita selaras dengan kehendak Allah. Doa sepuluh hari Pentakosta telah kita lalui bersama. Banyak diantara kita yang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Hendaknya momentum pengalaman seperti ini jangan sampai berhenti begitu saja. Langkah selanjutnya agar Roh Kudus bisa bekerja maksimal dalam hidup sehingga mampu menjadi saksi Kristus adalah hidup dipimpin oleh Roh Kudus yang menuntun setiap langkah kita sebagai saksi Kristus seperti Kornelius dan Petus.
Keselamatan keluarga kita Kisah Para Rasul 16:31 ’Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’ Saya yakin bahwa anda ingin memberikan yang terbaik buat keluarga anda. Anda pasti ingin anak-anak anda mendapatkan pendidikan di sekolah yang terbaik. Anda pasti ingin rumah dimana keluarga anda tinggal adalah rumah yang nyaman. Anda pasti ingin memberikan apa yang dibutuhkan oleh keluarga anda. Itu semua baik, tetapi ada satu hal yang paling penting, yaitu keselamatan keluarga anda. Rencana keselamatan Allah bukan hanya untuk kita secara pribadi, tetapi juga untuk keluarga kita. Dalam banyak kasus orang-orang yang diselamatkan oleh Allah melibatkan seluruh keluarganya. Berikut ini ada beberapa contoh di dalam Alkitab: - Abraham dipanggil bersama dengan seluruh keluarganya untuk menjadi cikal bakal umat pilihan Allah. Setiap anak yang lahir di dalam keluarga Abraham dan keturunannya [Israel] harus disahkan menjadi anggota umat Allah [bagi yang laki-laki sebagai tandanya mereka disunat]. - Rahab, seorang penduduk kota Yerikho yang menyambut pengintai dari Israel, diselamatkan bersama dengan seluruh keluarganya [Yosua 6:23]. - Kornelius, seorang perwira pasukan Italia diselamatkan bersama dengan seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 10:1-48]. - Lidia, seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:15]. - Kepala penjara di Filipi diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:31-34]. - Krispus, kepala rumah ibadat Yahudi yang ada di kota Korintus, diselamatkan bersama keluarganya [Kisah Para Rasul 8:8] Dahulu pada waktu masih remaja saya menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, tetapi saya belum mengerti janji Tuhan ini. Tetapi ada seorang hamba Tuhan yang memberi tahu tentang kebenaran Alkitab ini. Lalu saya menjadi yakin akan kebenaran ini, sehingga dengan penuh semangat mendoakan seluruh keluarga saya agar diselamatkan oleh Tuhan. Akhirnya seluruh keluarga saya menjadi percaya dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Milikilah keyakinan bahwa Allah menghendaki dan merencanakan seluruh keluarga anda diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Semangat Berbagi Hidup
27 Mei '18
Membangun Rasa Aman
11 Juni '18
Tidak Menuntut Balas
21 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang