SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 12 Desember 2017   -HARI INI-
  Senin, 11 Desember 2017
  Minggu, 10 Desember 2017
  Sabtu, 09 Desember 2017
  Jumat, 08 Desember 2017
  Kamis, 07 Desember 2017
  Rabu, 06 Desember 2017
POKOK RENUNGAN
Tidak ada yang lebih menyenangkan hati Tuhan dibandingkan anak-anak-Nya yang berhiaskan kekudusan.
DITULIS OLEH
Bp. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Berhiaskan Kekudusan
Berhiaskan Kekudusan
Senin, 20 November 2017
Berhiaskan Kekudusan
1 Tawarikh 16:29

Konon, wanita tidak bisa jauh dari sesuatu yang bersifat ’hiasan’. Benar atau tidak, Andalah yang menilai. Wanita mana yang tidak suka mengenakan perhiasan? Wanita mana yang tidak suka pernak-pernik? Kebanyakan wanita suka memasang pohon natal. Hal apa yang menyenangkan soal pohon natal? Menghias pohon natal itu, bukan? Setiap awal bulan Desember para kaum ibu mulai merakit kembali pohon natal dan mengubah hiasannya menurut kreasinya sendiri. Tiap tahun ganti tema. Bagi pria yang penting ada pohon natal. Tapi bagi wanita kepuasan terbesarnya adalah bagaimana pohon natal itu jadi indah karena ada hiasan-hiasannya.

Tahukah Anda bahwa Tuhan juga suka hiasan? Hiasan seperti apa yang disukai Tuhan? Kekudusan. Dalam 1 Tawarikh 16:29 dikatakan, ’Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.’ Frasa’berhiaskan kekudusan’ ini ditulis berulang-ulang kali dalam Alkitab, yaitu ketika kita hendak datang menghampiri Tuhan. Dengan kata lain, jika kita hidup dalam kekudusan maka itu sesuatu yang sangat indah di hadapan Tuhan. Itu menyenangkan hati-Nya. Hidup dalam kekudusan membuat Tuhan puas melihat kita....selengkapnya »
Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas tong sampah di depan sebuah rumah. Melihat pintu terbuka, seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas keluar menuju pintu masuk. Namun ternyata pintu kaca itu telah tertutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangan seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu. Dengan tak kenal menyerah dia mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh darinya, tampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarang untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuhnya hingga mati. mereka pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu ke sarang. Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha. Dia telah berusaha keras keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.” Semut kecil itu manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?” Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kalian akan seperti lalat ini.” Seringkali kehidupan kita sebagai orang percaya ingin mencapai pertumbuhan menjadi serupa dengan Kristus. Kita ingin sekali keluar dari kebiasaan rutin kita dan terkadang bosan dengan kehidupan kekristenan kita saat ini, sehingga kita mengupayakan segala sesuatunya dengan cara kita sendiri. Tapi sayang ujung-ujungnya adalah hal yang sama dan membosankan. Dampak inilah yang mengakibatkan kita mulai mundur teratur dengan meninggalkan persekutuan dan ibadah. Dan itu banyak kita jumpai. Namun Yesus mengajarkan kita untuk melekat kepada-Nya. Hanya itu “ tinggal di dalam” Dia. Tujuannya adalah kita banyak belajar dan mengikuti apa yang menjadi maksud-Nya, bukan maksud kita. Dan hanya itu yang membuat kita dinamis dan menghasilkan.
Di Film terbaru buatan DC yang di produksi oleh Warner Bros, yang berjudul “Justice League”, dimunculkan satu sosok superhero yang tidak terlalu familiar yang dikenal dengan panggilan Cyborg. Jika dibandingkan dengan superhero lain yang muncul dalam film ini, seperti Batman, Superman, Aquaman, Wonder Woman dan The Flash, maka nama Cyborg tidak sepopuler jagoan lainnya. Apakah berarti Cyborg adalah superhero yang tidak istimewa? Eits... tunggu dulu! Jangan salah! Justru dalam film ini Cyborg memegang peran penting dalam kesuksesan misi yang dijalankan. Cyborg adalah superhero yang tidak bisa melupakan masa lalunya. Sebelum dibentuk menjadi Cyborg, dia dulunya adalah seorang remaja yang cerdas dan berbakat. Namun karena kecelakaan yang menyebabkan dia dalam kondisi kritis, maka sang ayah melakukan eksperimen untuk menyelamatkan nyawanya. Eksperimen sang ayah pun berhasil, nyawa sang anak tertolong, namun beberapa bagian tubuh harus diganti menjadi robot. Hasilnya sosok Cyborg pun hidup. Saat mengetahui bagian tubuhnya “aneh”, Cyborg terus menerus merenungi nasibnya. Dia merasa menjadi orang aneh dan berbeda dari manusia pada umumnya. Dia terus mengenang masa lalunya sebagai manusia normal dan membenci tubuh Cyborgnya yang sekarang. Keterpurukan itu akhirnya sirna, saat Wonder Woman memberinya nasihat yang memotivasinya. Singkat cerita, dengan motivasi tersebut, Cyborg dapat menerima dirinya dan menjadi pribadi baru yang luar biasa. Di dalam Efesus 2:1-7 dijelaskan bagaimana Tuhan telah mengubah hidup manusia yang percaya kepadan-Nya. Manusia yang dahulu adalah makhluk penuh dosa yang seharusnya mendapat murka dari Tuhan [ayat 3], telah memperoleh anugerah dari Tuhan yang penuh rahmat [ayat 4] untuk memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal. Ketika kita tidak dapat melakukan apapun, Allah yang melakukan segala sesuatunya. Di sini terletak paradoks yang mendalam dari pengalaman orang kristiani. Iman merupakan perpaduan tindakan dari yang berdasarkan pada kehendak kita dan campur tangan kekuatan ilahi. Dari perpaduan menakjubkan itu timbullah sukacita, damai sejahtera, dan pengharapan yang berlimpah. Apakah kini Anda benar-benar tak berdaya? Persoalan menumpuk dan tidak kunjung usai? Kekuatan Anda lenyap? Tidak ada pilihan lagi? Bila Anda telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Allah akan menguatkan Anda untuk tetap beriman. Bila Anda mempercayai-Nya, Dia tidak hanya memberi Anda sukacita dan damai sejahtera, melainkan juga pengharapan tatkala seluruh pengharapan yang ada telah sirna. Sebab selalu ada pengharapan dan pembaruan di dalam Tuhan Yesus. Dia akan menjadikan kita indah dan semakin indah bagi Tuhan.
Karya terbesar Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dua minggu lagi kita akan memperingati hari Natal, hari kedatangan Sang Juruselamat dunia. Kedatangan Kristus sang Mesias telah memulai sebuah zaman baru dalam sejarah dunia ini, yaitu zaman anugerah keselamatan. Kedatangan Kristus memulai sebuah karya agung penyelamatan manusia dari dosa. Untuk mewujudkan sebuah rencana yang besar pasti dibutuhkan pengorbanan yang besar pula. Sebagai contoh, kalau sebuah produser film ingin membuat sebuah film yang fenomenal, seperti sebuah film kolosal, pasti harus mengeluarkan modal yang besar, harus mencari sutradara yang terbaik, pemeran yang terbaik, dan produsernya pasti mau memastikan bahwa semua berjalan dengan baik. Penyelamatan manusia agar dilepaskan dari belenggu dosa adalah sebuah pekerjaan yang maha besar, paling besar di segenap alam semesta. Untuk pekerjaan yang maha besar ini, Allah rela memberikan yang terbaik dari diri-Nya, yaitu Putra Tunggal-Nya. Untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa memang membutuhkan biaya yang besar. Allah harus mengerjakan langsung pekerjaan ini. Dari hal ini kita bisa melihat betapa besarnya karya penyelamatan manusia, yaitu sebesar pengorbanan yang diberikan oleh Allah sendiri. Allah sendiri harus turun ke dunia dan menjelma menjadi manusia. Kita bersyukur karena hidup kita sebagai manusia begitu berharga bagi Allah, sehingga Dia rela untuk membayar harga yang begitu mahal untuk menyelamatkan kita. Demikian juga jika kita diajak untuk terlibat di dalam pekerjaan yang begitu besar dan mulia ini, kita patut menghargainya dan mengerjakannya dengan segenap hati. Tuhan Yesus mengajak kita untuk ikut terlibat di dalam pekerjaan yang besar ini. Kalau kita sudah diselamatkan dan telah mendapat jaminan hidup yang kekal, marilah kita peduli kepada jiwa-jiwa di sekitar kita yang masih memerlukan keselamatan. Ikutlah ambil bagian dengan mendoakan mereka dan memberikan kesaksian yang baik dari hidup kita yang telah ditebus oleh darah Yesus. Tuhan memberkati kita semua. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Waspadalah terhadap pemikiran bahwa doa berarti membawa simpati dan kepedulian pribadi kita ke dalam hadirat Allah lalu menuntut supaya Dia melakukan apapun yang kita minta. Kemampuan kita menghampiri Allah bergantung sepenuhnya Kepada Yesus Kristus karena Dia yang telah menanggung dosa demi menggantikan kita. “Oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus.” Kedegilan secara rohani adalah halangan paling utama terhadap doa, karena didasarkan pada “rasa” simpatik akan hal-hal yang kita lihat di dalam diri kita dan orang lain yang menurut kita tidak membutuhkan penebusan. Kita mempunyai gagasan bahwa ada hal-hal baik dan mulia di dalam diri kita yang tidak memerlukan karya penebusan salib Kristus. Seringkali kita merasa siap dengan gagasan kita sendiri dan doa kita hanya menjadi pemujaan terhadap rasa simpatik kita sendiri. Kita berdoa, namun kita tidak menyelaraskan diri kita dengan minat dan kepedulian Allah terhadap orang lain. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan Yesus Kristus menanggung dosa ini berarti terjadi perubahan menyeluruh terhadap semua simpati dan minat kita. Doa bagi sesama berarti kita dengan sengaja mengganti rasa simpati alami kita dengan minat Allah terhadap sesama Doa bagi sesama membuat kita tidak mempunyai waktu maupun kecenderungan untuk mendoakan “kesedihan dan belas kasihan” untuk diri kita sendiri. Kita harus menyatukan diri sepenuhnya dan menyeluruh dengan minat dan kepeduliaan Allah dalam hidup orang lain. Allah memberi kita kepekaan terhadap kehidupan orang lain sehingga menggerakkan kita untuk berdoa bagi mereka dan bukan untuk mencari kelemahan mereka.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Ketika Ketidakadilan Melukai
06 Desember '17
Bersinar Dan Berdampak
09 Desember '17
Tetaplah Rendah Hati
23 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang