SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Tidak ada yang lebih menyenangkan hati Tuhan dibandingkan anak-anak-Nya yang berhiaskan kekudusan.
DITULIS OLEH
Pdm. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Berhiaskan Kekudusan
Berhiaskan Kekudusan
Senin, 20 November 2017
Berhiaskan Kekudusan
1 Tawarikh 16:29

Konon, wanita tidak bisa jauh dari sesuatu yang bersifat ’hiasan’. Benar atau tidak, Andalah yang menilai. Wanita mana yang tidak suka mengenakan perhiasan? Wanita mana yang tidak suka pernak-pernik? Kebanyakan wanita suka memasang pohon natal. Hal apa yang menyenangkan soal pohon natal? Menghias pohon natal itu, bukan? Setiap awal bulan Desember para kaum ibu mulai merakit kembali pohon natal dan mengubah hiasannya menurut kreasinya sendiri. Tiap tahun ganti tema. Bagi pria yang penting ada pohon natal. Tapi bagi wanita kepuasan terbesarnya adalah bagaimana pohon natal itu jadi indah karena ada hiasan-hiasannya.

Tahukah Anda bahwa Tuhan juga suka hiasan? Hiasan seperti apa yang disukai Tuhan? Kekudusan. Dalam 1 Tawarikh 16:29 dikatakan, ’Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.’ Frasa’berhiaskan kekudusan’ ini ditulis berulang-ulang kali dalam Alkitab, yaitu ketika kita hendak datang menghampiri Tuhan. Dengan kata lain, jika kita hidup dalam kekudusan maka itu sesuatu yang sangat indah di hadapan Tuhan. Itu menyenangkan hati-Nya. Hidup dalam kekudusan membuat Tuhan puas melihat kita....selengkapnya »
Negara Indonesia merupakan bangsa yang didalamnya memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Berbicara mengenai agama atau kepercayaan yang ada, negara Indonesia memiliki 6 agama yang diakui dan dianut oleh penduduknya. Agama Kristen sendiri merupakan agama yang banyak pengikutnya meskipun masih menjadi agama minoritas di negara ini. Dan tidak jarang para pemeluk agama Kristen mengalami deskriminasi agama dan penolakan seperti contohnya, kasus pembakaran gereja dan pelarangan umat Kristen untuk beribadah serta pelarangan mendirikan gedung Gereja. Di dalam keadaan yang seperti itu, akankah kita dapat menjadi orang-orang Kristen yang memancarkan terang kasih Kristus meskipun banyak rintangan yang dihadapi?. Stefanus adalah orang yang mengalami penderitaan dan mati bagi Kristus. Stefanus mengalami penganiayaan dan akhirnya dibunuh dikarenakan ia memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah membunuh Yesus, sehingga hal itu membuat orang-orang itu menjadi marah lalu mendorongnya keluar kota dan melemparinya dengan batu hingga ia mati [Kisah Para Rasul 7:54-60]. Dan hal itu juga terjadi kepada jemaat mula-mula akibat dari kebencian yang sama pula terhadap Stefanus sehingga terjadilah penganiayaan yang hebat di Yerusalem [Kisah Para Rasul 8:1]. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami jemaat mula-mula adalah karena mereka percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Menjadi pengikut Kristus bukanlah perkara yang mudah namun merupaka suatu ujian bagi iman kita terhadap Dia. Jika kita tidak kuat terhadap tantangan di dunia ini maka kita akan menjadi sama dengan dunia ini. Namun, jika kita tetap memegang teguh iman kepada-Nya maka kita adalah orang-orang yang kuat di dalam mengikut Yesus serta dapat menjadi saksi Kristus dimana kita berada. Jemaat yang terkasih, mungkin kita tidak ikut mengalami penderitaan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Oleh sebab itu mari kita mengungkapkan syukur kita dengan hidup seturut dengan Firman-Nya yaitu menjadi anak-anak yang memancarkan terang Kristus dimanapun kita berada. Kehidupan orang Kristen akan selalu disoroti oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu mari kita menunjukkan sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh yang benar sehingga kehidupan kita menjadi dampak yang baik untuk masyarakat sekitar kita sehingga terang kasih Kristus dapat dirasakan oleh mereka dan melalui itu juga nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Saya pernah mengalami kesedihan yang sangat luar biasa. Penyebabnya yaitu, karena tidak mampu menyelesaikan studi S2. Segala upaya mencari jalan keluar sudah saya usahakan. Tetapi tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. Permasalahan saya pada saat itu adalah pembagian waktu antara mengajar dengan kuliah dan dana yang kurang mencukupi. Ketika waktu mengajar bisa diatur dengan baik, gantian dana yang tidak cukup untuk membayar biaya semester. Akhirnya kegagalan yang saya dapatkan. Kehidupan seseorang diisi oleh dua hal yang berlawanan yaitu gagal atau berhasil. Tidak pernah ada satu orang selalu di isi satu bagian saja misal gagal terus menerus atau berhasil terus menerus. Lalu bagaimana Firman Tuhan kegagalan dan keberhasilan di tuliskan dalam Alkitab ? Kita akan belajar melalui peristiwa taman Firdaus yang terulisn dalam Alkitab. Pertama, Iblislah yang mencobai dengan target pikiran kita [Kejadian 3:1-7]. Tahap strategi iblis terhadap pikiran kita yaitu: agar kita meragukan Firman Tuhan, kemudian menyangkal Firman Tuhan dan percaya kepada iblis, sehingga iman kita gagal. Jika kita tidak waspada terhadap strategi iblis ini maka kita akan mudah jatuh dalam kegagalan. Kedua, Iblis memanfaatkan kelemahan kita [Matius 4:1-11]. Dalam Pasal ini menceritakan ketika iblis mencobai Yesus saat Dia sedang lapar dan lemah karena puasa. Iblis juga mencobai Yesus saat Ia mengalami kesunyian di padang gurun. Jadi iblis membuat kita gagal saat kita lemah dan juga sedang mengalami kesunyian tidak berpengharapan. Oleh sebab itu bagaimana strategi kita agar menang terhadap pencobaan sehingga memperoleh kemenangan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, memandang setiap pencobaan yang datang dengan berpikir bahwa setiap pencoban merupakan kesempatan untuk menjadikan kita semakin kuat dan berhasil dalam Tuhan [Kejadian 50:20]. Kedua, menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang paling berpengaruh dalam setiap sisi hidup kita [Matius 4:4, 7]. Ketiga, dengan berdoa dan berpuasa membuat hidup kita makin kuat dalam mengikut Tuhan. Kegagalan dan keberhasilan selalu mengikuti dalam setiap sisi kehidupan manusia. Bagi orang percaya, hidupnya akan dibuat berhasil jika kesukaannya adalah merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan [Mazmur 1:2-3]. Maka lakukan setiap Firman-Nya jika kita ingin hidup berhasil.
Hasil survey di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia 132,7 juta jiwa dan 65% pengguna internet percaya mentah-mentah informasi dari dunia maya. Minimal 4-5 jam dalam sehari setiap pengguna internet aktif dalam media sosial. Kondisi tersebut menyebabkan berita bohong atau hoax yang dihembuskan oleh seseorang atau kelompok orang dengan cepat menyebar dari satu ke lain orang dan dari group yang satu ke yang lain seperti virus flu yang demikian cepat menjalar. Berita bohong membuat banyak orang hidup dalam keresahan, ketakutan, kekuatiran atau kemarahan. Apabila berita bohong menjadi viral maka sangat sulit ditangkal dengan berita yang benar. Ternyata penyebaran berita bohong sudah ada sejak jaman dulu. Setelah Yesus bangkit dan kubur-Nya kosong, dengan ketakutan para tentara penjaga kubur memberitahukan tentang kebangkitan-Nya kepada imam-imam kepala. Mereka menyuap dengan sejumlah besar uang dan memerintahkan para tentara untuk menyebarkan berita bohong bahwa Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka sedang tidur. Setelah menerima uang itu mereka melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh imam-imam dan berita itu menyebar di antara orang Yahudi sampai saat ini. Ketika murid-murid Yesus mendengar berita bohong itu mereka sangat ketakutan dan mengurung diri dalam sebuah rumah yang tertutup rapat dan terkunci. Di tengah ketakutan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu” dan memberi Roh Kudus pada mereka agar mereka berani untuk menyebarkan berita yang benar tentang kebangkitan Yesus. Di tengah maraknya berita bohong atau hoax yang hampir setiap hari kita dengar atau baca apa yang akan kita perbuat ? Apakah kita tenggelam dalam kekuatiran, ketakutan, kemarahan ? Bila Roh Kudus Sang Penolong senantiasa ada dalam hidup kita maka hati kita akan penuh dengan damai sejahtera walaupun berita bohong itu meneror kita. Marilah kita senantiasa hidup dalam kebenaran sehingga Roh Kudus dan damai sejahtera-Nya tetap tinggal dalam hidup kita. Dengan demikian kita berani untuk senantiasa memberitakan kebenaran.
Suatu hari Michaelangelo, pemahat terkenal dari Italia menerima batu pualam besar dari beberapa orang laki-laki, padahal ia tidak pernah memesannya. Pengangkut-pengangkut batu itu mengatakan bahwa mereka telah membawa batu pualam itu ke rumah pemahat yang bernama Donatelo. Donatelo menolak batu itu, karena melihat banyak keretakan pada batu pualam itu. Ketika Michaelangelo memeriksa batu itu, ia membenarkan pendapat Donatelo, tetapi Michaelangelo melihat batu itu dengan sudut pandang yang lain. Michaelangelo melihat batu itu sebagai tantangan untuk menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi. Dari ke hari Michaelangelo berpikir mencari ide, akan diapakan batu pualam yang retak-retak itu. Setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya ia menemukan ide yang bagus dan mulai memahat batu pualam itu. Dari batu pualam yang retak-retak itu akhirnya Michaelangelo menciptakan karya seni yang indah dan menarik. Karya seni itu adalah sebuah patung yang besar, yakni patung raja Daud. Manusia sering melihat bahwa kecacatan adalah suatu halangan yang besar untuk dapat berkarya. Ada seorang pemudi tunarungu yang menjadi berkat bagi banyak orang. Kecacatan tidak menjadi penghalang yang besar baginya untuk melakukan hal-hal yang berguna, seperti layaknya orang normal. Orang tuanya memberikan kesempatan untuk kursus menjahit dan kemudian ia bekerja di sebuah garmen. Di garmen itu ia menjadi penjahit gaun pengantin, yang ongkos jahitnya bisa mencapai jutaan rupiah. Orang tuanya juga memberikan kesempatan untuk kursus mengetik dan komputer, sehingga ia dipakai sebagai pengetik buletin di tempat pelayanannya. Yang paling mengagumkan adalah keluwesannya dalam bergaul. Jika ia berkenalan dengan sesama tuna rungu, maka dalam waktu yang relatif singkat ia akan menjadikan mereka sebagai teman. Di antara teman-temannya itu ada beberapa orang yang berbeda agama, tetapi ia memperlakukan mereka dengan baik. Setiap temannya akan diajak ke rumah, kemudian diajarkannya firman Tuhan dan akhirnya diajak ke komsel tunarungu. Banyak anak tunarungu yang telah dibawanya kepada Yesus. Sebagai orang yang sehat, apakah kita dapat menganggap orang yang baru dikenal sebagai teman dan kemudian terbeban membawanya kepada Yesus? Jika Tuhan memakai seorang pemudi tunarungu sebagai alat untuk menjangkau sesamanya, mengapa kita tidak? Yang menjadi pokok permasalahan adalah: Kita tidak pernah serius untuk menggali dan mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan. Ingatlah, Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan talenta dan suatu saat Ia akan meminta laporan pertanggunganja-wab kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Ketika Lawatan Allah Terjadi
13 Mei '18
Bersaksi?...Siapa Takut? !!!
17 Mei '18
Bersaksi Seumur Hidup
24 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang