SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 22 Juni 2018   -HARI INI-
  Kamis, 21 Juni 2018
  Rabu, 20 Juni 2018
  Selasa, 19 Juni 2018
  Senin, 18 Juni 2018
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
[1] Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: ’Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. [4] Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, .....
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Dihargai Dan Dipulihkan
Dihargai Dan Dipulihkan
Minggu, 07 Januari 2018
Dihargai Dan Dipulihkan
Yesaya 43:1, 4a
Dihargai dan dipulihkan

Yesaya 43:1, 4a
[1] Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: ’Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. [4] Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, .....

Satu minggu kita sudah menjalani tahun 2018. Di depan kita ada hari-hari yang penuh ketidakpastian. Firman Tuhan di atas memberi kita kekuatan agar kita tidak takut menjalani hari-hari di depan kita.

Bangsa Israel pernah mengalami hari-hari yang penuh kesulitan, oleh karena kesalahan mereka sendiri. Mereka meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada illah-illah lain. Maka Tuhan menyerahkan mereka kepada bangsa lain yang menindas mereka. Yerusalem dikepung oleh tentara Babel dan akhirnya jatuh ke tangan bangsa asing itu. Mereka ditawan dan diangkut ke negeri Babel dan di sana dipekerjakan sebagai budak. Dalam kond...selengkapnya »
Semangat berbagi hidup Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Perayaan Pentakosta telah berlalu. Lalu apa yang selanjutnya harus kita lakukan setelah Pentakosta? Allah mencurahkan kuasa Roh Kudus-Nya bagi kita supaya kita memiliki semangat yang baru di dalam hidup kita. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah hidup yang bersemangat dan penuh arti. Orang yang hidupnya dipimpin Roh Kudus tidak hidup bagi dirinya sendiri, tetapi hidup bagi Allah. Teroris memberi kehidupannya untuk menghancurkan dan mematikan orang lain. Ada suatu yang ’luar biasa’ dari teroris, yaitu mereka berani menyerahkan hidupnya untuk apa yang diyakininya. Bahkan mengajak keluarganya. Dalam hal pengorbanan hidupnya teroris itu melakukan sesuatu yang luar biasa. Hanya sayangnya pengorbanan dan semangat mereka yang luar biasa itu bertujuan untuk menghancurkan atau mengambil kehidupan orang lain. Roh Kudus mendorong kita untuk memberikan hidup kita untuk kehidupan orang lain. Yang lemah dikuatkan, yang putus asa dibangkitkan harapannya, yang sakit disembuhkan. Tandanya bahwa seorang dijamah Roh Kudus adalah dia semakin giat dan semangat dalam pelayanan, rohnya menyala-nyala melayani Tuhan. Kalau hidupnya masih seperti biasanya berarti orang itu belum mengalami jamahan Roh Kudus. Rasul Paulus sebelum mengenal Kristus pernah punya semangat menghancurkan hidup orang lain, namun setelah dijamah oleh Roh Kudus hidupnya dipersembahkan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Maka dia menasehatkan kita untuk mempersembahkan hidup ketika kita hidup dan masih sehat, dengan kekuatan dan kesanggupan kita. Bukan ketika kita mati. Waktu kita mati, kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau kita memakai hidup kita untuk membangun kehidupan orang lain, maka kematian kita akan menjadi kematian yang berarti, menjadi kemenangan yang gilang gemilang. Kematian akan menjadi persembahan hidup kita yang terakhir untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Anak SD akan lebih mudah mencerna ilmu pengetahuan tentang tanam-tanaman yang diajarkan kepada merekaketika diajak keluar kelas. Kepada mereka ditunjukkan secara visual jenis-jenis tanaman dan pepohonan yang ada di sekitar mereka. Pohon mangga menghasilkan buah mangga. Pohon jambu menghasilkan buah jambu. Pohon pepaya menghasilkan buah pepaya, dan seterusnya. Dari buahnya kita mengenal pohonnya. Setiap jenis pohon menghasilkan buah yang khas. Ini adalah sesuatu hal yang alamiah. Dalam Matius 3:1-12, Yohanes Pembabtis menyampaikan hal yang sama, sesuatu yang sebenarnya sangat alamiah. Dengan jelas dan tegas ia mengatakan bahwa orang yang menyatakan dirinya sudah bertobat pasti menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Sebagai seorang pengajar kebenaran Taurat, seharusnya orang Farisi menghasilkan buah pertobatan seperti yang diajarkannya. Pertama, kejujuran bukan kemunafikan. Orang farisi suka berdoa hanya untuk dilihat orang banyak, padahal hati mereka jauh dari Tuhan. Kedua, kepedulian membebaskan yang tertindas bukan membebani orang dengan peraturan agamawi. Ketiga, kerendahan hati untuk belajar kebenaran bukan selalu menyalahkan. Orang Farisi merasa dirinya benar dan menyalahkan orang lain. Pertanyaannya yang perlu kita renungkan: Sudahkan kita bertobat ?. Sudahkan kita menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan ? Sudahkan kita jujur di hadapan Allah dan semua orang ? Sudahkan kita menolong orang lain yang tertindas dan terbelenggu oleh ikatan dosa ? Bersediakah kita terus belajar dan melakukan kebenaran Firman Tuhan ? Ingatlah, bahwa kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api [ayat 10]. Marilah kita gunakan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya.
Jurnalis sebuah radio mewawancarai ibu Wenny seorang korban bom yang masih dirawat di sebuah rumah sakit karena harus dilakukan tindakan operasi beberapa kali akibat serpihan bom yang masuk dalam tubuhnya. Ibu Wenny juga kehilangan kedua anaknya yang meninggal karena bom yang sama. Di tengah kelemahan tubuhnya dia bisa bercerita dengan antusias ketika ditanya peristiwa bom yang mengenai dirinya dan kedua anaknya. Dia ingat peristiwa itu karena dia tidak pingsan, dia melihat 2 orang remaja berboncengan sepeda motor masuk ke halaman gereja melewati pintu keluar di mana dia dan anak-anaknya juga sedang berjalan masuk lewat pintu yang sama. Tiba-tiba bom meledak dan dia terjatuh dengan banyak luka di tubuhnya. Yang menarik ketika ditanya andai kata ibu bertemu pelaku yang membuat ibu terluka dan kedua anak ibu meninggal, apa yang akan ibu katakan ? Jawabnya“ Saya mengasihi dan mengampuni mereka, saya tidak akan menuntut mereka dengan minta hukuman yang setimpal”. Firman Tuhan berkata janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukan apa yang baik bagi semua orang. Hidup berdamai dengan semua orang. Jangan menuntut pembalasan, tetapi berilah kepada murka Allah sebab ada tertulis :Pembalasan adalah hak-Ku, Akulah yang akan menuntut pembalasan. Berbuatlah kebaikan kepada seterumu dengan memberi kepadanya apa yang dibutuhkannya. Ketika kita mengalami perlakuan orang lain yang membuat kita kecewa, marah, sakit hati dan menderita, bagaimana respons kita ? Bila kita membaca atau mendengar berita rekan, sanak keluarga kita atau saudara kita seiman mengalami penderitaan akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab apakah kita dengan penuh amarah menyarankan untuk menuntut balas ? Mari kita taati firman Tuhan di atas, untuk mengampuni dan tidak menuntut balas dan menyerahkan peristiwa tersebut ke tangan Tuhan karena pembalasan adalah hak-Nya.
Minggu lalu baru saja kita merayakan perayaan Hari Pentakosta. Kita kembali diingatkan/disadarkan betapa pentingnya Roh Kudus. Orang percaya perlu Roh Kudus dalam hidupnya. Roh Kudus memberi kekuatan dan kuasa untuk berani bersaksi tentang Kristus. Roh Kudus memberi kuasa untuk hidup berkemenangan. Dan Roh Kudus juga memberi kuasa-kuasa yang lainnya kepada orang percaya. Semuanya itu sangat benar. Sayangnya, ada orang yang beranggapan bahwa Roh Kudus sebatas kuasa saja, mereka mengejar kekuatan/kuasa, tetapi mereka lupa bahwa Roh Kudus adalah satu pribadi yang punya pikiran, perasaan dan kehendak. Mereka tidak merasa perlu bersekutu denga pribadi Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus hadir sebagai Penolong yang menyertai orang percaya. Roh Kudus diutus sebagai penghibur dan mengajarkan segala sesuatu kepada orang percaya. Sekali lagi, Roh Kudus bukan sekedar kekuatan, bukan pula sekedar kuasa ataupun energi. Tetapi Roh Kudus adalah satu pribadi. Seperti Yesus Kristus menyertai murid-murid-Nya selama kurang lebih tiga setengah tahun di bumi demikian pula Roh Kudus menyertai orang percaya selama-lamanya. Sebagai satu pribadi, kita bisa bersekutu dan berkomunikasi dengan Roh Kudus. Kita bisa berbicara kepada-Nya dan kita bisa mendengar suara-Nya. Dia memimpin kerinduan kita untuk baca Firman Tuhan. Dia memberikan pencerahan sehingga Firman Tuhan itu menjadi hidup dalam hidup kita. Ketika kita melangkah keluar dari Firman, Dia menegur kita dan mendorong kita untuk mentaati Firman-Nya. Ketika kita taat, Roh Kudus disukakan. Nabi Yesaya pernah menyampaikan teguran kepada umat Tuhan, tetapi mereka sering memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Tuhan yang tadinya memelihara dan melindungi mereka, kini berubah menjadi musuh mereka. Bahkan Tuhan sendiri berperang melawan mereka. Sejarah mencatat, mereka dibuang ke Babilonia selama 70 tahun. Berbahagialah kita yang menerima Roh Kudus sebagai satu pribadi yang menuntun kita kepada jalan kebenaran. Mari kita sukakan Roh Kudus dalam ketaatan kita kepada Allah.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kami Tidak Takut !
07 Juni '18
Hidup Dipimpin Oleh Roh Kudus
09 Juni '18
Bertekun
13 Juni '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang