SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Kehidupan Yang Berbuah
Kehidupan Yang Berbuah
Minggu, 05 November 2017
Kehidupan Yang Berbuah
Mazmur 1:1-3
Kehidupan yang berbuah

Mazmur 1:1-3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bulan Nopember di negeri kita adalah bulan musimnya buah-buahan. Kita melihat ada banyak buah mangga, rambutan dan durian dijual dimana-mana. Ketika melihat buah-buahan itu, saya diingatkan tentang kehidupan kita. Hidup kita harus menghasilkan buah. Kehidupan Kristen yang benar adalah kehidupan yang menghasilkan buah. Jika hidup kita tidak berbuah maka hidup kita tidak ada gunanya. Firman Tuhan berkata: ’Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasil...selengkapnya »
Minggu lalu baru saja kita merayakan perayaan Hari Pentakosta. Kita kembali diingatkan/disadarkan betapa pentingnya Roh Kudus. Orang percaya perlu Roh Kudus dalam hidupnya. Roh Kudus memberi kekuatan dan kuasa untuk berani bersaksi tentang Kristus. Roh Kudus memberi kuasa untuk hidup berkemenangan. Dan Roh Kudus juga memberi kuasa-kuasa yang lainnya kepada orang percaya. Semuanya itu sangat benar. Sayangnya, ada orang yang beranggapan bahwa Roh Kudus sebatas kuasa saja, mereka mengejar kekuatan/kuasa, tetapi mereka lupa bahwa Roh Kudus adalah satu pribadi yang punya pikiran, perasaan dan kehendak. Mereka tidak merasa perlu bersekutu denga pribadi Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus hadir sebagai Penolong yang menyertai orang percaya. Roh Kudus diutus sebagai penghibur dan mengajarkan segala sesuatu kepada orang percaya. Sekali lagi, Roh Kudus bukan sekedar kekuatan, bukan pula sekedar kuasa ataupun energi. Tetapi Roh Kudus adalah satu pribadi. Seperti Yesus Kristus menyertai murid-murid-Nya selama kurang lebih tiga setengah tahun di bumi demikian pula Roh Kudus menyertai orang percaya selama-lamanya. Sebagai satu pribadi, kita bisa bersekutu dan berkomunikasi dengan Roh Kudus. Kita bisa berbicara kepada-Nya dan kita bisa mendengar suara-Nya. Dia memimpin kerinduan kita untuk baca Firman Tuhan. Dia memberikan pencerahan sehingga Firman Tuhan itu menjadi hidup dalam hidup kita. Ketika kita melangkah keluar dari Firman, Dia menegur kita dan mendorong kita untuk mentaati Firman-Nya. Ketika kita taat, Roh Kudus disukakan. Nabi Yesaya pernah menyampaikan teguran kepada umat Tuhan, tetapi mereka sering memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Tuhan yang tadinya memelihara dan melindungi mereka, kini berubah menjadi musuh mereka. Bahkan Tuhan sendiri berperang melawan mereka. Sejarah mencatat, mereka dibuang ke Babilonia selama 70 tahun. Berbahagialah kita yang menerima Roh Kudus sebagai satu pribadi yang menuntun kita kepada jalan kebenaran. Mari kita sukakan Roh Kudus dalam ketaatan kita kepada Allah.
Curahan Roh Kudus dalam diri Petrus, tidak hanya membangkitkan keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan saja, tapi juga melembutkan hati Petrus. Terbukti ketika Petrus melihat seorang peminta-minta yang lumpuh, hatinya tergerak oleh belas kasihan. Keinginan nya untuk memberi sesuatu kepada peminta-minta itu begitu kuat, meskipun dia tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada peminta-minta itu. Tapi itu tidak menyurutkan Petrus untuk tetap “memberi”, karena Petrus tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih besar dari sekedar emas dan perak, yaitu Yesus. Dan nyata, kuasa Yesus mampu memenuhi kebutuhan peminta-minta yang lumpuh itu, sehingga dia bisa sembuh dari kelumpuhannya, bisa berjalan, dan sudah tentu, itulah pemberian terbesar yang diterima oleh peminta-minta itu. Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita juga mengalami situasi seperti itu, berjumpa dengan teman, kerabat, atau kenalan kita yang membutuhkan sesuatu. Dan seringkali pula kita berfikir, apa yang bisa saya berikan buat mereka? Mungkin kita tidak memiliki cukup harta untuk bisa membantu orang lain, tapi janganlah itu membuat kita urung untuk memberi. Seperti Petrus mengatakan “… apa yang kupunyai,kuberikan kepadamu : Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu……”. Kitapun bisa memberikan kasih Yesus Kristus kepada yang membutuhkan. Mungkin tindakan kita tidak bisa membuat orang lumpuh menjadi sembuh dari kelumpuhannya, tapi ada banyak hal yang bisa Tuhan kerjakan bagi orang-orang yang kita bawa kepada Nya. Apa yang kita miliki? Belas kasih, perhatian, telinga untuk mendengar, hati yang terbeban untuk berdoa, tenaga untuk membantu, pikiran untuk mengeluarkan ide-ide, kata-kata untuk menghibur dan menguatkan. Banyak sekali yang kita miliki, ketika Kasih Yesus dan kuasa Roh Kudus itu memenuhi hati kita, dan itulah yang dibutuhkan oleh mereka yang sakit, yang sedang dirundung duka, yang tengah terpuruk, yang dalam masalah berat. Jangan tahan, berikan apa yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan. Tuhan Yesus yang akan bekerja lebih jauh dan memberi hasil buat apa yang kita berikan bagi orang lain. Dan pada akhirnya nama Tuhan Yesus yang akan dipermuliakan melalui perbuatan kita.
Katarak merupakan penyakit mata yang bisa mengakibatkan kebutaan, namun sebenarnya penyakit ini bisa diatasi oleh dokter dengan operasi katarak. Bisa dibilang sakit ini tidak berbahaya apabila segera diatasi, tetapi akan menjadi sangat berbahaya ketika penyakit ini dibiarkan terus menerus menebal menutup seluruh bagian-bagian di dalam mata. Persoalannya adakah tindakan untuk menghilangkan katarak penyakit penghalang penglihatan manusia itu? Penghalang atau perintang, selalu mempersulit sesuatu. Semuanya jadi tidak lancar, terhambat sehingga tidak sampai pada sesuatu yang diinginkan, sehingga berakhir dengan persoalan serius, menyebabkan kegagalan. Dua murid Yesus yang sedang berjalan ke Emaus, dengan perasaan kecewa dan berduka harus pulang ke daerah asalnya sendiri, karena mereka mengira bahwa drama eksekusi yang berakhir kematian Yesus merupakan akhir dari segalanya, akhir dari sosok Guru Agung yaitu Yesus Kristus dengan segala ajaran dan harapan-harapan yang dibangun-Nya. Ketika mereka di perjalanan sedang bercakap-cakap bertukar pikiran tentang Yesus orang Nasaret, tiba-tiba datanglah Yesus yang tidak mereka kenal, karena ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak mengenali Yesus. Ketika Yesus menanyakan hal apa kiranya yang terjadi, maka mereka menjelaskan tentang apa yang terjadi tentang Yesus. Kemudian Yesus berkata kepada mereka dengan perkataan “hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya....” [a.25]. Jadi yang menutupi [penghalang] mereka terhadap Yesus adalah hati mereka yang lamban. Saudara kekasih, hati yang lamban selalu menjadi peghalang kita kepada Tuhan. Kita sulit memahami kebesaran dan kebaikan Tuhan bahkan banyak juga orang kristen yang tidak bertumbuh karena hati yang lamban. Seperti apakah hati yang lamban? Yaitu: hati yang dipenuhi dengan perasaan duka, kecewa, kepahitan, tidak ada pengampunan, kurang percaya, bebal, dsb. Hati yang lambat terbuka untuk firman tetapi cepat menerima banyak hal yang negatif sulit untuk melihat karya Tuhan yang besar, sulit bertumbuh dan sulit menerima jawaban Tuhan. Bagaimana dengan saudara saat ini? Bukalah lebar-lebar hati kita untuk firman, dan tutuplah hatimu dari segala hal yang menyebabkan kebodohan dan kelambanan hati. Amin.
Saya belajar memberitakan kabar tentang keselamatan di dalam Yesus kepada anak-anak yang saya layani. Sekalipun mereka belum percaya, namun ketika mereka mendengar firman biarlah kuasa Roh Kudus yang menolong mereka untuk memahami Kristus Sang Juruselamat. Kesempatan yang mungkin tidak ada duanya untuk berbagi sukacita di dalam Yesus Kristus. Sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama kristen, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk menyampaikan kasih Tuhan kepada dunia. Banyak di antara para murid yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, maka dari itu, selama saya memberikan pelajaran, saya berusaha untuk berbagi cerita tentang keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Sekalipun saat itu mereka tidak langsung percaya, namun suatu saat karya tangan Allah Roh Kudus akan menolong mereka untuk memahami arti keselamatan di dalam Kristus. Nats ini menunjukkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam kehidupan manusia. Melalui kuasa Roh Kudus, Allah terus berkarya untuk keselamatan manusia. Di dalam kehidupan orang percaya, Roh Kudus dapat bekerja melanjutkan berita sukacita bagi dunia. Dengan dijanjikan Roh Kudus, maka para murid yang sempat mengalami ketakutan diberikan keberanian untuk terus melakukan kesaksian bagi Kristus kepada semua orang. Sekalipun banyak yang menolak dan belum percaya, tetapi Roh Kudus yang memampukan para murid untuk memenangkan banyak jiwa bagi Kristus. Ayat 8 berkata bahwa jikalau Roh Kudus turun, maka para murid akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi karena ada penolong yang memampukan mereka. Roh Kudus juga untuk membimbing orang percaya dalam kebenaran dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Mari sebagai jemaat Tuhan yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita hidup sebagai saksi Kristus. Sekalipun banyak yang mendengar kesaksian dari mulut kita yang belum percaya, namun tugas kita di dalam dunia ini adalah menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Maka perlulah di dalam kehidupan kita ada kuasa Roh Kudus yang menuntun, membimbing, dan menguatkan hidup kita untuk memberikan kesaksian tentang Jalan Kebenaran. Mari terus berusaha dan berdoa untuk melakukan yang terbaik buat keselamatan jiwa-jiwa bagi Kristus.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Bersaksi Seumur Hidup
24 Mei '18
Penyebar Semangat
29 April '18
Bersaksilah Bagi Semua Bangsa
03 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang