SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 18 Agustus 2018   -HARI INI-
  Jumat, 17 Agustus 2018
  Kamis, 16 Agustus 2018
  Rabu, 15 Agustus 2018
  Selasa, 14 Agustus 2018
  Senin, 13 Agustus 2018
  Minggu, 12 Agustus 2018
POKOK RENUNGAN
Berilah tanpa memperhitungkan dan kepada siapa kita harus berbuat baik
DITULIS OLEH
Pdm. Benaya D. Cahyono
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Kebaikan Yang Terbalik
Kebaikan Yang Terbalik
Senin, 16 April 2018
Kebaikan Yang Terbalik
Matius 5 :46-47

Cerita ini saya dengar dari teman yang melihat sebuah kejadian yang cukup menyentuhnya sehingga ia berusaha menceritakan kenyataan hidup yang ada disekitar kita.
Seorang pedagang telur ayam negeri seperti biasa menjajakan daganganya dengan harapan dagangannya laku dan bisa mencukupi kehidupan keluarganya yang memang dalam kondisi pas-pasan. Seperti biasanya dilapaknya ia menjajakan telur ayam dengan harapan pembeli atau pelanggan menghampirinnya. Lama ia menanti akhirnya ada seorang pembeli yang dilihat dari penampilannya orang berada, dan terjadilah penawaran

Pembeli : berapa harga telurnya per Kg ?
Pedagang : Rp 15.000 [ lima belas ribu ] bu
Pembeli : Rp 42.500 [ empat puluh dua limaratus ] ya 3 Kg
Pedagang : seharusnya ndak boleh bu tetapi karena memaksa dan supaya ada pembelinya baiklah
bu dengan sedih ia menjualnya

Dalam hari yang sama orang yang membeli telur tersebut bertemu dengan teman-temannya dengan bersenda gurau mereka melangkah ke rumah makan ...selengkapnya »
Hari itu, Temo memasuki minggu ke tiga awal perkuliahannya. Karena tempat kuliahnya di luar kota, maka Temo harus kos sehingga setiap hari senin pagi dia berangkat dan sabtu pulang. Senin itu Temo berangkat naik bus dari kotanya ke kota tempat Temo kuliah. Dalam perjalanannya, saat dia akan membayar bus, tiba-tiba dikejutkan dengan dompet yang berisi uang saku dan biaya hidup seminggu di kos hilang dari sakunya. Sepanjang perjalanan dia berpikir keras bagaimana cara membayar ongkos bus pulang pergi dan biaya makan di kos nanti. Saat dia bingung, dia berdoa, Katanya: “ Tuhan Yesus jangan permalukan anakMU.” Tiba-tiba seorang bapak naik bus yang ia tumpangi. Seseorang itu duduk di sampingnya, dan menanyakan tujuan pergi Temo. Saat mereka bercakap-cakap, Sang Kondektur mendekatinya untuk meminta uang untuk karcis. Dengan cepat bapak yang baru masuk itu membayar dua karcis untuk dia sendiri dan Temo. Setelah sampai di terminal Temo pun turun dan tiba-tiba bapak itu mengulurkan tangannya sambil memberi beberapa lembar kertas uang. Ehh.. luar biasa, Temo menerima berkat cukup untuk hidup seminggu dan pulang kembali Allah yang kita miliki sanggup mengubah dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Seperti yang di alami Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang mengucapkan: “Allah sanggup”, maka Allah sanggup melepaskan mereka dari dapur api yang membakar mereka hidup-hidup [Daniel 3:17]. Demikian juga melalui perkataan dan perbuatan Abraham dan Sara saat usia mulai lemah dan rahim Sara tertutup, karena mendemonstrasikan iman percayanya bahwa Allah itu sanggup, maka Allah sanggup membuat rahimnya yang sudah ’mati’ melahirkan anak walaupun ia telah berumur 90 tahun. [Roma 4:18-21]. Seorang perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun ketika bertemu Yesus imannya dibangkitkan. Ia sangat yakin Yesus Maha Sanggup sehingga ia berkata, ’Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh. Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.’ [Matius 9:21, 22b]. Lazarus yang ’...telah empat hari terbaring di dalam kubur.’ [Yohanes 11:17], akhirnya dibangkitkan Yesus. Ini jelas membuktikan bahwa Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar dan ajaib karena Dia Allah yang tidak pernah berubah. Dia berkata, ’Bahwasannya Aku, Tuhan tidak berubah,...’ [Maleakhi 3:6]. Bila kita punya masalah dan penderitaan yang secara manusia tidak ada jalan keluar, jangan berkecil hati dan tawar! Datang pada Yesus segera, Dia pasti sanggup menolong kita. Yesus lebih dari cukup! Jangan sekali-kali mencari pertolongan illah lain.
Apa yang kita anggap penting? Yunus 4:9-10 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: ’Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?’ Jawabnya: ’Selayaknyalah aku marah sampai mati.’ Lalu Allah berfirman: ’Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Seringkali pemikiràn manusia tentang apa yang dianggapnya penting itu aneh. Sebagai contoh, ada orang yang memiliki hewan peliharaan, katakanlah seekor anjing. Dia menganggap anjing itu sangat penting, sehingga dia membelikan makanan khusus yang harganya tidak murah. Dia merawat anjing itu dengan rutin, memandikannya, menyisiri bulunya, memotong kukunya, membuang kotorannya dan membersihkan kandangnya, bahkan kalau perlu membawanya ke salon. Ketika anjing itu sakit dia berusaha sebisa mungkin untuk mengobatkan anjing itu, walaupun harus dengan membayar harga yang mahal. Semua itu dia lakukan demi hanya seekor binatang peliharaan. Tetapi kalau untuk saudara, teman apalagi tetangganya, yang adalah sesama manusia, apakah dia mempunyai kepedulian sebesar itu? Bila tetangganya sakit apakah dia akan berusaha menolong atau membawanya berobat? Bila ada temannya kekuarangan atau membutuhkan bantuan, apakah dia akan berusaha keras agar temannya tidak mengalami kesusahan? Yunus marah karena pohon jaraknya dimakan ulat. Tetapi untuk penduduk kota Niniwe yang akan binasa dia sama sekali tidak ada kepedulian. Biasanya kita peduli dan sayang kepada sesuatu yang kita anggap penting. Kalau penting bagi kita, kita peduli. Tetapi untuk sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan kita, kita tidak peduli. Kita harus memiliki pemikiran yang benar tentang apa yang kita anggap penting. Tuhan menegur Yunus, karena dia menganggap penting sebatang pohon jarak dan menjadi marah ketika pohon jarak itu dimakan ulat. Tetapi dia tidak peduli dengan nasib penduduk Niniwe yang sebentar lagi akan binasa. Seharusnya dia lebih peduli kepada sesama manusia [jiwa-jiwa] yang jauh lebih berharga daripada sebatang pohon jarak. Apakah kita mempunyai pemikiran yang benar tentang apa yang kita anggap penting? Apakah keselamatan jiwa-jiwa yang ada di sekitar kita merupakan hal yang penting bagi kita? Ataukah kita hanya menganggap penting hal-hal yang lain seperti hobby kita, gadget kita, binatang peliharaan kita, kendaraan kita? Semoga Tuhan selalu membawa kita di dalam jalan-Nya. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Lebih baik atau tidakkah negara kita setelah reformasi yang telah berlangsung sampai saat ini ? Kita bisa punya jawaban sendiri-sendiri dengan argumen masing-masing. Keran kebebasan memang telah dibuka sejak kita memasuki era reformasi. Saya sendiri melihat ternyata tidak semua orang siap menghadapi arti reformasi. Bagi banyak orang, reformasi artinya bisa melakukan apapun semaunya tanpa batas, termasuk di dalamnya memaksakan kehendak, kalau perlu dengan kekerasan. Kata saling pengertian dan toleransi semakin lama semakin menghilang dari muka bumi Pertiwi ini. Menyuarakan aspirasi tentu saja tidak salah. Itu hak setiap warga negara. Tapi sebuah kemerdekaan tanpa rambu-rambu jelas akan membahayakan bahkan menghancurkan, bukan saja diri kita tetapi juga orang banyak atau bahkan negara. Kemerdekaan yang dijalankan atas kepentingan pribadi atau golongan akan menimbulkan banyak masalah. Dunia ini merupakan sebuah titipan Tuhan kepada manusia. Kita diijinkan untuk menikmatinya, tetapi jangan lupa bahwa ada tugas penting bagi kita untuk mengelola bumi dengan segala isinya dengan sebaik-baiknya, dan itu sudah digariskan Tuhan sejak pada awal penciptaan. [Kejadian 1:26,28]. Bagaimana bentuk pertanggung jawaban kita kelak seandainya kita malah ambil bagian dari proses kehancuran bumi yang semakin tua ini? Kebebasan bukanlah berarti bisa melakukan apapun seenaknya. Sebuah kebebasan seharusnya bisa dipertanggungjawabkan dan dipakai untuk tujuan-tujuan yang positif. Sebuah kebebasan seharusnya membuat kehidupan di muka bumi ini semakin damai dan sejahtera, bukannya semakin hancur tidak karu-karuan. Seperti apa bentuknya? Tampaknya masalah salah kaprah dalam menyikapi kebebasan dan kemerdekaan bukan saja menjadi isu bagi manusia di jaman sekarang, tetapi sudah berlangsung sejak dahulu kala. Kita bisa belajar dari apa yang dikatakan Paulus dalam surat 1 Korintus pasal 10. Paulus berkata: ’Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ’Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.’ [1 Korintus 10:23]. Dari ayat ini kita bisa belajar apa yang bisa kita jadikan sebuah dasar pertimbangan dalam menyikapi kebebasan, yaitu:apakah kebebasan itu bermanfaat bagi kita dan sesama atau tidak? Lalu berikutnya, apakah kebebasan yang kita peroleh itu membangun kehidupan kita atau tidak?Apakah itu memberkati kota dimana kita tinggal atau malah membuatnya semakin kacau? Ini merupakan hal yang penting untuk kita sikapi dalam alam kebebasan. Sebab apalah gunanya kita melakukan sesuatu apabila itu malah membuat kita semakin menjauh dari Tuhan, semakin menghancurkan hidup kita atau menyengsarakan orang lain? Apakah kita harus tega menghancurkan hidup orang lain hanya demi memuaskan hasrat yang ada dalam diri kita? Itu bukanlah gambaran sikap yang diinginkan Tuhan dalam memberikan kemerdekaan atau kebebasan bagi umatNya. Oleh sebab itu kebebasan dalam diri kita harus bermanfaat bagi sesama, lingkungan dan diri kita.
Besok adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 73. Di mana kemerdekaan itu telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan segenap hati mereka dengan mengorbankan hidup dan nyawa demi kepentingan bangsa. Para pahlawan berjuang melawan penjajah untuk meraih harapan dan cita-cita bangsa untuk mendeklarasikan kemerdekaan dan berjuang membangun negeri di atas kaki sendiri. Para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan bukan untuk kepentingan masing-masing pribadi, tetapi untuk melepaskan diri dari keterikatan si penjajah. Karena dengan kemerdekaanlah bangsa Indonesia dapat membangun jembatan emas menuju masyarakat yang adil dan makmur. Demikian dengan kehidupan kekristenan kita. Setiap orang percaya telah dimerdekakan oleh Roh di dalam Kristus Yesus. Roh Tuhan yang memberi kekuatan itu memimpin orang percaya menemukan kehidupan dan kedamaian. Perjuangan orang percaya untuk mendapatkan kemerdekaan adalah melawan kehidupan yang dikuasai oleh daging. Di mana keinginan daging itu menggambarkan kehidupan manusia yang terikat pada dunia dan jikalau manusia tidak menyadarinya akan membawanya pada kebinasaan. Karena di dalam keinginan daging, manusia mencukupkan pada kemampuannya sendiri yang pada akhirnya akan menjauhkan diri dari Allah sehingga tidak akan tertolong. Oleh karena itu, kemerdekaan orang percaya harus diperjuangkan dengan mematikan perbuatan, tindakan, usaha yang dikuasai oleh keinginan daging. Dan memulai hidup di dalam Roh, yaitu memikirkan hal-hal yang dari Roh. Sebab keinginan daging menghasilkan maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Kemerdekaan orang percaya adalah kemerdekaan yang menuntun seseorang menemukan jalan kehidupan yang benar dan memberikan damai sejahtera baik dirinya sendiri maupun sesama. Jemaat yang terkasih, kita adalah umat tebusan Tuhan. Melalui karya penebusan itulah yang mengubahkan status kehidupan kita dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran. Kehidupan yang dahulu diperbudak oleh dosa kini telah dimerdekakan oleh Roh Tuhan karena kita telah hidup di dalam Kristus Yesus. Oleh karenanya, mari kita menghidupi kemerdekaan itu dengan melakukan pekerjaan Tuhan dan membangun kehidupan bersama di dalam Kristus.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Apa Yang Kita Anggap Penting ?
29 Juli '18
Buanglah Segala Kepahitan
14 Agustus '18
Bisa Dijalankan
23 Juli '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang