SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 27 Mei 2018   -HARI INI-
  Sabtu, 26 Mei 2018
  Jumat, 25 Mei 2018
  Kamis, 24 Mei 2018
  Rabu, 23 Mei 2018
  Selasa, 22 Mei 2018
  Senin, 21 Mei 2018
POKOK RENUNGAN
Bagi anak-anak Allah standar hidupnya adalah : tubuh, jiwa dan roh harus menjadi bejana/alat untuk melakukan kehendak Bapa dan memuliakan nama-Nya [Voice of Truth].
DITULIS OLEH
Bp. Gunawan Laksmana
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Keberadaan Sebagai Anak-Anak Allah
Keberadaan Sebagai Anak-Anak Allah
Selasa, 17 April 2018
Keberadaan Sebagai Anak-Anak Allah
Yohanes 1:12


Orang percaya yang telah ditebus oleh darah Yesus [penebusan Salib Kristus] telah dibeli dengan harga yang lunas dibayar dan dirinya menjadi milik Tuhan [I Korintus 6:19-20]. Berarti hidupnya tidak boleh memiliki cita-cita, keinginan untuk meraih sesuatu, kecuali sesuatu itu berguna bagi Tuhan. Keinginannya haruslah bukan untuk kepentingannya sendiri, bukan untuk harga diri, gengsi, kehormatan di mata manusia. [Lukas 14:33]
Dalam ayat bacaan tertulis : “…semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa [the right, hak istimewa] supaya menjadi anak-anak Allah,...” menjadi pribadi luar biasa, berkarakter serupa dengan Tuhan Yesus. Menjadi anak Allah tentunya bukan hanya sekadar status, namun benar-benar bisa berkeadaan sebagai anak Allah. Untuk mencapai keberadaan sebagai anak Allah tidaklah mudah, harus melalui proses panjang menjadi murid. Manusia diciptakan dengan . kehendak bebas di dalam dirinya, Tuhan tidak mengambil alih kemudi hidup atau kedaulatan manusia. Manusialah yang mengendalikan hidupnya, apakah mau mengar...selengkapnya »
Kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan, “tidak ada rotan akarpun jadi.” artinya kalau tidak ada rotan dapat digantikan dengan akar. Tentunya tidak demikian dengan firman Tuhan untuk memberitakan injil bisa saja kita pakai sarana teknologi yang berkembang begitu cepat saat ini namun tentu kita tidak boleh mengabaikan perintah Tuhan untuk memberitakan injil dengan bertatap muka. Tuhan Yesus memberi perintah seperti yang tertulis dalam Markus 16:15 mengatakan: Lalu Ia berkata kepada mereka: ’Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Dalam ayat ini Tuhan Yesus memberi perintah kepada para murid untuk pergi memberitakan injil kepada segala mahluk. Sekaligus memberikan keteladanan dan memberikan contoh kehidupan Kis 1:8”... Menjadi saksi ...” tentang kehidupan yang menjadi contoh tidak sekedar berbicara. Mari jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus kita beritakan Injilnya yang sesuai dengan salah satu visi gereja kita hidup yang berdampak pada sesama dapat kita genapkan dalam hidup ini.
Di sebuah kota kecil, tinggalah keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anaknya perempuan. Ayah ibu itu sangat sayang kepada anak tunggalnya tersebut. Mereka berharap anak satu-satunya yang akan meneruskan usaha konveksinya. Namun yang terjadi di balik mimpi indah suami istri itu. Anak itu mengalami panas tinggi dan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Mereka putus asa karena sudah tidak lagi memiliki penerus usahanya, karena sang istri sudah tidak bisa mengandung. Selama satu setengah tahun mereka mengalami keputus asaan. Kesetiaan suami istri ini untuk mengalami mujizat membawa mereka setia dalam doa malam. Benar yang mereka imani. dalam tahun ke 5 setelah kematian anaknya, mereka di karuniai anak laki-laki satunya di masa mereka menginjak usia 48 tahun. Dari peristiwa di atas, dapat kita lihat bahwa goncangan dapat berupa masalah yang datang silih berganti, atau berbagai macam kesulitan. Tetapi di saat kita mengalaminya jangan menjadi gentar atau takut, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia peduli dan tahu setiap hal yang menimpa kita. Setiap tantangan atau masalah yang terjadi tidak akan pernah membuat kita terpuruk, sebaliknya malah akan semakin menguatkan iman kita di dalam Yesus. Melalui setiap tantangan atau goncangan, Tuhan ingin melihat bagaimana kualitas iman percaya kita kepadaNya. Jika Tuhan di pihak kita, maka tidak ada satupun yang dapat melawan kita. Tuhan akan senantiasa menjaga dan melindungi di saat badai kehidupan menerpa. Ia akan memberikan pertolongan kepada setiap umat-Nya. Nahum 1:7 berkata bahwa Tuhan menjadi tempat perlindungan ketika kita mengalami masalah, dan Ia mengenal orang yang berlindung kepadaNya. Bahkan di tengah goncangan, Tuhan juga tetap memberikan kekuatan, kedamaian dan ketenangan. Sehingga kita dapat bertahan menghadapi semuanya. Firman Tuhan adalah jaminan yang memberikan pengharapan yang pasti. Jadi berlindunglah pada Tuhan, dan tetaplah teguh dalam Yesus. Seperti dalam firman dikisahkan, Yesus dan murid-murid-Nya berada dalam perahu. Tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Para murid menjadi panik. Mereka memanggil Yesus, dan Ia meneduhkan angin ribut tersebut dan danau pun menjadi teduh kembali. Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta, sehingga kita tidak perlu takut. Yang diperlukan hanyalah iman yang teguh pada Tuhan. Karena itu, kita harus terus mengandalkan Dia saja. Sebab orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan dikecewakan.
Ketika Lawatan Allah terjadi Mazmur 126:1-3 Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: ’TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!’ TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Apa yang terjadi bila Allah melawat umat-Nya? Kita harus mengerti saat Allah melawat kita. Jangan sampai kita tidak mengerti saat Allah melawat kita. Bangsa Israel tidak mengerti saat Allah melawat mereka, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Lawatan Allah atau yang sering disebut juga kebangunan rohani [revival] terjadi berulang kali dan di banyak tempat. Salah satu di antaranya yang paling besar dan berdampak luas adalah yang terjadi di Welsh [Inggris] pada tahun 1904. Api kebangunan rohani di kota Welsh ini telah menyebabkan 100.000 orang lebih bertobat dan meluas ke seluruh Inggris dan menyebar ke negara-negara lain, termasuk ke India [pada tahun 1906] dan ke Korea [pada tahun 1907]. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah karena ada orang yang merencanakan dan menggerakkan? Tidak. Itu terjadi di luar batas kemampuan manusia. Api kegerakan rohani itu bermula dari sebuah titik, membakar hati satu atau beberapa orang, lalu menyebar luas kepada lebih banyak orang dan menyebar melintasi batas wilayah bahkan melintasi batas negara. Apa yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa lawatan Allah itu? - Yang paling utama adalah adanya kesadaran akan hadirat Allah yang nyata. Mereka dicekam oleh perasaan takut akan Allah. Dan karena itu banyak di antara mereka yang tertempelak hatinya oleh karena perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka lakukan. Mereka menyesal akan dosa-dosanya dan memohon ampun kepada Tuhan. Mereka menangis dan memohon belas kasih kepada Tuhan. - Mereka haus akan kebenaran dan membutuhkan Firman Tuhan. Mereka giat beribadah di gereja. Gereja menjadi penuh karena banyak orang yang merindukan hadirat Tuhan dan menerima pengajaran Firman Tuhan. - Mereka merasakan sukacita oleh karena menerima anugerah pengampunan yang melepaskan mereka dari beban akibat kutuk dosa. Mereka bernyanyi dengan penuh sukacita. - Terjadi perubahan di dalam hidup moral mereka oleh karena pertobatan yang sejati. Mereka tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Lawatan Allah yang seperti inilah yang kita rindukan terjadi di tengah kita. Pdt. Goenawan Susanto
Yesus sudah bangkit dari kematian, saatnya Dia berbuat sesuatu yaitu membuktikan bahwa diri-Nya benar-benar hidup kepada murid-murid-Nya. Selama empat puluh hari Yesus yang bangkit itu berulang-ulang menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Yesus yang bangkit pertama-tama menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, yang adalah para rasul dan juga kepada setidaknya lima ratus orang lebih [bnd. 1 Kor 15:5-8]. Pembuktian bahwa diri-Nya bangkit adalah sangat penting karena kebangkitan adalah tonggak bagi gereja mula-mula untuk melangkah lebih lanjut. Muncul pertanyaan: “mengapa Yesus yang bangkit tidak menampakkan diri, sebagai pembuktian bahwa diri-Nya hidup sebagai anak Allah, kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi sebagai pelopor eksekusi penyaliban?” Memang kita tidak tahu alasannya, hanya Yesus saja yang tahu, namun setidaknya kita bisa mengatakan bahwa dengan menampakkan diri-Nya kepada para murid maka Yesus ingin melakukan yang terpenting pasca kebangkitan. Pembuktian kepada para “musuh-Nya” mungkin itu tidak penting bagi Yesus. Yesus ingin tindakan nyata dan segera fokus kepada pemberitaan Kerajaan Allah melalui para murid-murid-Nya. Yesus ingin segera kembali kepada murid-murid-Nya yang selama kurang lebih 3 tahun dibina untuk “mengambil alih” dan melanjutkan misi Allah sebelum Yesus naik ke Surga. Hanya murid-murid sajalah yang layak melanjutkan misi Allah menyelamatkan manusia berdosa di dalam nama Yesus Kristus. Oleh sebab itu Dia memberi kuasa sebagai kelengkapan pekabaran Injil Kerajaan Allah. Saudara-saudara, jikalau kita adalah bagian dari bilangan anggota tubuh Kristus maka kita juga mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan misi Allah di dalam nama Tuhan Yesus. Mengapa Yesus selama di dunia harus memanggil para murid? Karena Yesus tidak selamanya di dunia ini sebagai manusia. Yesus ingin berita keselamatan harus terus-menerus disampaikan kepada semua bangsa sampai kapan pun selama masih ada kehidupan keturunan manusia di bumi ini. Maka murid-murid Yesus [gereja] yang harus melanjutkan misi agung ini. Namun sebelum kita bersungguh-sungguh melaksanakan kesaksian dan penginjilan kita perlu menenangkan hati, menunggu perintah bahwa janji Bapa dicurahkan, yaitu kepenuhan Roh Kudus. Mengapa demikian? Karena hanya dengan pimpinan kuasa Roh Kudus kita dimampukan melakukan tugas yang mustahil bagi manusa. Intinya menjalankan misi Allah, memberitakan Injil tidak dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kuasa Allah Roh Kudus, dan kalau kita bersedia maka Dia akan membimbing kita dan memberi kemampuan.Amin.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Tak Tergoncang Oleh Badai
07 Mei '18
Berani Menjadi Saksi-Nya
09 Mei '18
Menggali Talenta
12 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang